Indonesia
NovelToon NovelToon
Gadis Pembawa Lentera

Gadis Pembawa Lentera

Status: sedang berlangsung
Genre:Diam-Diam Cinta / Terpaksa Menikahi Suami Cacat / Cintamanis / Cinta Istana/Kuno
Popularitas:543
Nilai: 5
Nama Author: Novita Tory

Time travel seorang gadis yang terpeleset di acara festival lampion kampus.
Karya Fantasi kedua setelah Petualangan Mayanza, semoga berkenan di baca tiap episode nya... 🤍😘

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Novita Tory, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Part 3 Lentera yang lain

Pagi ini aku dan teman-temanku sibuk menghitung ulang kertas ucapan Tahun Baru yang sudah di tulis.

"Pas seribu lembar" kata temanku bagian rekap.

Aku menyerahkan pada panitia dekorasi yang akan menempelkan di lokasi yang mereka sudah rencanakan.

Seorang Pemuda yang pernah kulihat datang dengan lentera berwarna merah di tangannya.

"Lenteramu, kucari di perpustakaan tadi mereka bilang kamu kesini" katanya sambil menyerahkan lentera dan sketsa yang kuserahkan dua minggu lalu.

"Oh, jadi ini....Tunggu...minggu lalu aku juga menerima lentera di kost, kupikir itu lenteraku" kataku

"Ini lenteramu, baru saja kuantar. Mungkin ada rang lain yang memberikanmu lentera" kata Pemuda jurusan Seni Kriya itu padaku.

Aku sedikit bingung, "Terima Kasih" kataku menerima lentera yang catnya belum terlalu kering.

Aku jadi bingung, siapa yang mengirimkanku lentera, apa Kakakku atau orang kampus yang lain.

Setibanya aku di kost, kulihat lentera yang tidak aku tau pengririmnya itu sangat cantik berbeda detil dengan yang dibuat anak seni kriya, lebih halus dan buatannya sangat antik, aku meletakan keduanya di rak buku kamarku.

siapapun yang mengirimkan lentera ini, aku berterima kasih, sepertinya akan kugunakan lentera pemberiannya saja, terlihat cocok dengan baju tradisionalku, dan hasil desainku nanti aku simpan saja sebagai hiasan kamar.

**

Aku berjalan pulang ke parkiran melewati lorong dan melintasi pohon-pohon tua.

hari ini suasana kampus agak sepi, aku buru-buru ke parkiran sekitar lima mobil terparkir disana termasuk mobilku.

Rupanya lampu taman baru saja di hidupkan beberapa kunang-kunang berhamburan keluar dari dahan-dahan pohon bersinar bagai lampu seri ke segala arah di dahan pohon yang gelap, terlihat sangat cantik.

Aku masuk ke dalam mobil rupanya ada satu kunang-kunang yang kubawa masuk entah datang dari mana aku mengambilnya dengan tissu lalu aku tiup keluar jendela.

Kunang-kunang terbang sendiri menuju kerumunannya kelap kelip seperti lampu seri,

Tapi entah mengapa aku rasa malam ini lumayan dingin, aku merinding merasa bulu tengkukku berdiri.

Aku segera mengemudi menuju kost.

"Lee, malam ini pemadaman lampu" kata tetangga kostku memperlihatkan jadwal di handponenya, aku buru-buru masuk ke kamar, menggunakan senter handpone, mana lampu darurat lupa di charger.

Aku teringat pada lentera yang ada di lemari, kuhidupkan kompor gas mengambil api dan menghidupkan lentera itu di kamar.

Kedua lentera itu kuhidupkan satunya kubawa untuk menerangi kamar mandi satunya lagi di ruang kamarku.

Aku mandi dengan penerangan lentera yang kupesan dari mahasiswa seni kriya, lentera satunya kuletakan di meja makan.

sedang asik mandi aku bisa mendengar suara langkah kaki, aku terhenti menggunakan shampoo dan mematikan kran air.

Namun tidak ada siapapun, aku membuka pintu kamar mandi, ruangan terang karena cahaya lentera.

Setelah berganti pakaian, aku dengar ada ketukan pintu.

"Lee, bagaimana kalau kita keluar makan ayam goreng di depan?" kata tetangga kostku yang di kamar seberang.

"Boleh" jawabku.

Dia menengok ke kamar, "hei...lentera" katanya

"Iya Kak, lentera untuk acara Tahun Baru tapi di manfaatkan lebih dulu" kataku sambil tersenyum.

"Keren" katanya.

"Aku matikan dulu lenteranya" kataku, kumatikan kedua lentera yang ada kuletakan di atas meja makan.

Aku dan Kakak kost keluar makan malam berjalan kaki dari kost menuju restoran cepat saji mencari ayam goreng.

**

"Lee kudengar orang tuamu tinggal satu kota disini, kenapa tinggal di kost" kata Kakak Kost.

"Rumahku jauh dari kampus" kataku beralasan.

"Yang sering datang itu serius kakakmu?" tanya Kakak Kost lagi.

"Iya, kenapa tidak mirip?" kataku sambil menyantap paha ayam yang baru aku cocol sambal tomat.

"Mirip...beberapa orang bilang itu pacarmu" kata Kakak Kost.

"Hahahah, kacau.... kalau kakakku tau dia pasti marah" kataku

"Kenapa?" tanya Kakak Kost.

"Merusak pamor katanya begitu" kataku senyum-senyum

"Kak, apa kakak ingat sekitar seminggu lalu siapa yang meletakan paket untukku di depan kamar" kataku.

"Paket? aku kurang tau, soalnya aku juga jarang keluar kamar, memangnya paket apa?" tanya Kakak Kost.

"Paket Lentera tadi" kataku

"Wah, jadi lenteramu dapat gratis begitu?" tanya Kakak Kost.

"Salah satunya memang aku pesan, satunya lagi di paketkan" kataku

"Tidak ada nama pengirim?" katanya

"Tidak ada" kataku.

"Coba besok tanyakan Ibu kost, kurir yang biasa masuk kost kita siapa, kalau kamu mau tau lebih lanjut...tapi kemungkinan besar dari penggemarmu atau pacarmu mungkin" kata Kakak Kost.

"Pacar? Hahahaha...tidak mungkin, mantan pacarku di luar negeri lagi pula dia tidak tau aku tinggal dimana" kataku sambil meminum minuman soda.

"Jadi sekarang Free?" tanya Kakak Kost.

"Ststtttsss... rahasia" kataku dengan tangan di telunjuk.

"Ok, aman" kata kakak kost.

Selesai makan kami langsung pulang, rupanya lampu di kost juga sudah hidup, kupandangi lagi kedua lentera itu sangat berbeda, Lentera dari pengirim rahasia itu indah dan kayunya juga wangi kayu cendana sementara Lentera desain ku sederhana tidak banyak detail dan ukiran.

Kuletakan kedua lentera itu di rak buku, aku baru ingat buku yang kupinjam tadi siang ku keluarkan dari tas dan kusalin beberapa huruf di buku tugasku agar tidak terlupa lagi sebelum tidur.

***

"Kak Lee, kita diminta membantu bagian dekorasi" kata seorang adik tingkat perempuan menemuiku di parkiran.

"Menempel?" tanyaku.

"Iya" kata adik tingkat.

Kulihat cuaca mendung bagaimana ditempel, sedangkan acaranya  masih lusa.

"Serius ini di tempel hari ini" kataku pada ketua dekorasi.

"Banyak yang harus di persiapkan, kalau tidak bisa tidak sempat" kata Ketua dekorasi, pria ini memang keras kepala juga tempramennya egois.

"Sekarang mendung, akan hujan" kataku.

"Kalian mau membantu atau tidak Lee, kami sibuk jangan cuma menyerahkan tugas saja" katanya.

"Tugas kami sudah selesai menulis seribu lembar sesuai permintaan, kami juga lembur mengerjakannya, tim ku  sudah bertanggung jawab" kataku.

Seorang Professor datang menengahi kami berdua yang berdebat dan nada kami saling meninggi.

"Karena cuaca tidak mendukung besok saja, semua mahasiswa wajib menempelkan, informasikan saja hari ini dimana ditempel sesuai bagian dekorasi inginkan" kata Professor.

mahasiswa lain yang ikut mendengar mengangguk setuju, hampir saja seribu lembar itu dilimpahkan ke tim menulis juga yang mengerjakan.

Padahal baru hari ini kami istirahat.

Aku kembali ke ruangan membaca dan menyalin buku yang aku pinjam untuk cepat menyelesaikan tugas menulis aksara kuno awal tahun.

**

"Hei Lee....lama tidak bertemu" kata teman SMAku bernama San di mall.

"Dua tahun tidak bertemu semakin cantik saja" kata San.

"Bisa-bisanya berkata begitu di depan pacarmu" kataku melihat wanita di sebelahnya.

"Hahaha, kenalkan Ini Lee dia temanku SMA dia jago berkuda dan aku selalu kalah main catur dengannya" kata San.

"Tapi tetap kau sekarang atletnya" kataku.

"Kenapa?Tidak pernah latihan bercatur lagi?" tanya San.

"Sesekali di kampus pernah, tapi bertanding lagi tidak" kataku, kami duduk di bangku sebuah outlet.

"Kau kuliah seni kan?" tanya San.

"Ya, masih dengan jurusan hukum?" tanyaku.

"Masih..." katanya, aku masih ingat San bercita-cita menjadi Hakim.

"Maaf aku selalu berisik kalau bertemu San" kataku dengan kekasih San, tidak enak kalau dia hanya diam.

"Tenang saja, sudah biasa, aku malah senang.. berkenalan dengan orang baru" kata kekasih San, terlihat modis seperti seorang model.

"Sampai jumpa lain waktu ya..." kataku, aku baru ingat kalau harus balik ke kampus lagi menggantikan dosen untuk masuk kelas menulis hari ini.

"Oke...kapan hari kita bertemu lagi Lee" kata San.

Aku sudah sangat jauh dari orang-orang di sekitarku semenjak pergi dari rumah.

Bersambung...

1
Novita Tory
Sampai saat ini berharap happy ending
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!