Indonesia
NovelToon NovelToon
Saving My Ex-Husband

Saving My Ex-Husband

Status: sedang berlangsung
Genre:Penyesalan Suami / Mafia / Penyelamat
Popularitas:10.9k
Nilai: 5
Nama Author: Hyacinthus Rainwood

IG: @hyacinthschia

Brooklyn dan Liam menikah karena perjodohan demi menyelamatkan keluarga Liam, meski hati pria itu tetap milik Helena. Selama beberapa tahun Brooklyn setia menjaga rumah tangga dengan cinta sendirian, hingga kembalinya Helena memicu perceraian di hari ulang tahunnya.

Brooklyn menghilang dan berubah menjadi agen rahasia, sementara Liam baru menyadari ketulusan Brooklyn serta kebohongan Helena setelah semuanya terlambat. Saat Liam diburu mafia, ia tak menyangka bahwa sosok yang ditugaskan melindunginya adalah mantan istrinya sendiri. Kini, di tengah bahaya yang mengintai, keduanya terpaksa berhadapan kembali dengan masa lalu yang belum selesai.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Hyacinthus Rainwood, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 32: Terungkap

Selama dua minggu berikutnya, Liam menjalani hidupnya yang penuh dengan kepalsuan.

Di permukaan, ia tetap menjadi kekasih yang penuh perhatian bagi Helena, memenuhi setiap permintaannya, mengajaknya makan malam romantis, bahkan sesekali memberikan hadiah kecil untuk semakin meyakinkan wanita itu bahwa hubungan mereka telah sepenuhnya pulih.

Namun di balik semua itu, ia telah menyewa Nathan Cross, seorang detektif swasta berpengalaman yang telah lama bekerja untuk berbagai klien kalangan atas di New York yang membutuhkan investigasi diskret dan terpercaya.

Nathan diberi tugas untuk mengawasi setiap gerak-gerik Helena. Liam akan mencocokkannya dengan pengakuan Helena kepadanya. Misalnya ke mana ia pergi ketika mengaku sedang bertemu teman-temannya, dan dengan siapa saja ia berkomunikasi melalui telepon. Lalu, Nathan akan melaporkan sejauh mana hubungannya dengan Marcus Kane yang telah terungkap sebelumnya benar-benar berlangsung.

Setiap minggu, Nathan mengirimkan laporan terperinci kepada Liam, lengkap dengan foto-foto dan terkadang rekaman audio yang berhasil ia dapatkan melalui berbagai teknik pengawasan yang legal namun tetap menyeluruh. Liam membaca setiap laporan tersebut dengan ekspresi yang semakin dingin dan terkendali, mengumpulkan kepingan-kepingan informasi yang perlahan membentuk gambaran yang jauh lebih mengerikan dari yang pernah ia bayangkan sebelumnya.

Puncak dari investigasi tersebut datang pada suatu sore, ketika Nathan meminta pertemuan langsung dengan Liam di sebuah kafe kecil yang tersembunyi di pinggiran kota, jauh dari kemungkinan bertemu siapa pun yang mengenal mereka berdua.

"Tuan Whitmore," ucap Nathan setelah mereka duduk berhadapan, wajahnya tampak serius, membawa sebuah amplop cokelat tebal berisi berbagai dokumen dan sebuah perangkat perekam kecil. "Aku pikir sudah waktunya kau mengetahui seluruh kebenaran tentang Nona Helena."

Liam mengangguk pelan, jantungnya berdebar dengan campuran kecemasan dan kesiapan mental yang telah lama ia bangun selama dua minggu investigasi tersebut. "Katakan semuanya, Nathan. Aku sudah siap mendengar apa pun."

Nathan mengeluarkan perangkat perekam tersebut, meletakkannya di atas meja di antara mereka. "Aku berhasil merekam percakapan antara Helena dan Marcus Kane tiga hari lalu, di apartemen milik Marcus di SoHo. Aku pikir kau perlu mendengar ini secara langsung."

Ia menekan tombol putar pada perangkat tersebut, dan suara Helena yang begitu familiar mulai terdengar, namun nada bicaranya begitu berbeda dari kelembutan yang selalu ia tunjukkan di hadapan Liam. Suara itu terdengar begitu dingin, penuh perhitungan, dan sama sekali tidak menunjukkan kerapuhan yang biasa ia perlihatkan.

"Aku sudah hampir mendapatkan apa yang kuinginkan, Marcus," terdengar suara Helena dari rekaman tersebut. "Liam benar-benar percaya bahwa aku telah kembali kepadanya karena cinta. Dia bahkan tidak menyadari bahwa aku sengaja pergi ke luar negeri bertahun-tahun lalu karena aku tahu keluarga Whitmore hampir bangkrut saat itu, dan aku tidak ingin terjebak dalam pernikahan dengan pria yang tidak lagi memiliki kekayaan sesungguhnya."

Liam mendengarkan setiap kata itu dengan rahang mengeras, tangannya mengepal erat di bawah meja, namun ia tetap diam, membiarkan rekaman itu terus berputar.

"Tapi sekarang Whitmore Group sudah kembali stabil, bukan?" terdengar suara Marcus Kane bertanya dengan nada penasaran.

"Ya, dan itulah kesempatanku," jawab Helena dengan tawa kecil yang begitu dingin dan penuh perhitungan. "Setelah aku menceraikan Brooklyn Hartley dari kehidupannya, wanita bodoh itu bahkan begitu mudah dimanipulasi hanya dengan beberapa kebohongan sederhana. Aku sekarang tinggal menunggu waktu yang tepat untuk menikahi Liam. Setelah pernikahan itu resmi, aku akan memastikan sebagian besar kekayaannya berpindah ke dalam kendaliku, sebelum akhirnya aku menceraikannya dan pergi bersamamu, Marcus."

Kata-kata itu menghantam Liam seperti pukulan telak, meski jauh di lubuk hatinya, ia telah mempersiapkan diri untuk mendengar kebenaran yang begitu mengerikan ini. Namun mendengarnya secara langsung, dengan suara Helena sendiri yang begitu jelas mengakui seluruh rencana liciknya, tetap saja terasa begitu menyakitkan dan mengejutkan.

"Aku sebenarnya heran kau bisa bertahan berpura-pura mencintainya selama ini," ucap Marcus dalam rekaman tersebut, terdengar sedikit kagum dengan kelicikan Helena.

"Itu bukan hal yang sulit," jawab Helena santai, suaranya penuh kepercayaan diri yang begitu mengerikan. "Liam selalu begitu mudah dimanipulasi ketika menyangkut perasaannya terhadapku. Dia begitu haus akan validasi dari cinta masa lalunya, sehingga ia rela mengorbankan pernikahannya yang sesungguhnya cukup nyaman dengan Brooklyn hanya demi mengejar bayangan romantis yang telah kubentuk dengan begitu sempurna."

"Dan bagaimana dengan wanita yang kau tampar itu, putri investor itu? Bukankah itu hampir menghancurkan segalanya?" tanya Marcus lagi.

"Kesalahan kecil," jawab Helena dengan nada meremehkan. "Tapi Liam terlalu takut kehilanganku sehingga dia berusaha keras memperbaiki masalah itu sendiri. Pria itu benar-benar buta karena masa lalu yang ia idealkan, Marcus. Dia bahkan tidak menyadari bahwa aku sudah lama tidak menjadi gadis lembut yang dulu ia kenal semasa kuliah."

Nathan mematikan perekam tersebut setelah beberapa menit rekaman yang begitu mengerikan itu berakhir, menatap Liam dengan ekspresi penuh simpati. "Aku turut prihatin, Tuan Whitmore. Aku tahu ini pasti sangat berat untuk didengar."

Liam duduk diam untuk beberapa saat, mencoba mencerna seluruh kebenaran yang baru saja terungkap dengan begitu jelas dan tidak terbantahkan. Setiap kelembutan yang pernah ditunjukkan Helena, setiap air mata yang pernah ia teteskan, setiap kata cinta yang pernah ia ucapkan—semuanya ternyata hanyalah bagian dari sandiwara yang telah direncanakan dengan begitu rapi dan licik sejak awal.

"Dia bahkan merencanakan perceraianku dengan Brooklyn," gumam Liam pelan, suaranya bergetar antara amarah dan kepedihan yang begitu mendalam. "Semua fitnah yang ia lancarkan, semua kebohongan tentang vas kristal, tentang tangannya yang terbakar, tentang dorongan di tangga, semuanya direncanakan dengan begitu sempurna untuk menyingkirkan Brooklyn dari hidupku."

"Sayangnya, ya," ucap Nathan mengangguk, mengeluarkan beberapa dokumen tambahan dari amplop cokelat tersebut. "Aku juga menemukan bukti bahwa Helena sengaja melukai tangannya sendiri dengan minyak panas untuk menciptakan efek luka bakar palsu, serta rekaman kamera keamanan lain yang menunjukkan dia sendiri yang mendorong vas kristal tersebut dari raknya."

Liam meraih dokumen-dokumen itu dengan tangan yang sedikit gemetar, menatap setiap bukti yang begitu jelas mengungkap seluruh kebohongan yang telah menghancurkan pernikahannya dengan Brooklyn, seluruh penderitaan yang telah ia sebabkan terhadap wanita yang sesungguhnya tidak pernah bersalah sama sekali.

"Aku sudah menghancurkan hidup seseorang yang tidak bersalah demi wanita yang sejak awal hanya memanfaatkanku," ucap Liam pelan, suaranya dipenuhi penyesalan yang begitu mendalam dan menyakitkan. "Aku begitu buta hingga tidak bisa melihat kebenaran yang sesungguhnya begitu jelas terlihat."

Nathan menepuk bahu Liam dengan penuh simpati. "Setidaknya sekarang kau mengetahui kebenarannya, Tuan Whitmore. Pertanyaannya sekarang, apa yang akan kau lakukan dengan informasi ini?"

Liam menatap dokumen-dokumen di tangannya dengan mata yang dipenuhi tekad baru yang begitu berbeda dari kebingungan dan penyesalan yang selama ini menguasainya.

Sebuah rencana mulai terbentuk dengan jelas dalam benaknya, bukan hanya untuk menghadapi Helena dengan kebenaran yang telah terungkap, melainkan juga sebuah keinginan yang begitu mendesak untuk mencari Brooklyn, untuk mengakui seluruh kesalahannya, dan entah bagaimana caranya, mencoba memperbaiki sebagian kecil dari kerusakan yang telah ia timbulkan terhadap wanita yang sesungguhnya telah menjadi korban dari rencana licik yang jauh lebih besar dari yang pernah ia bayangkan.

"Aku akan menghadapinya," ucap Liam tegas, suaranya kini dipenuhi kekuatan yang telah lama hilang sejak berbagai kekacauan menguasai hidupnya. "Tapi lebih dari itu, aku harus mencari Brooklyn. Aku harus mengatakan kebenaran ini kepadanya, meski aku tahu permintaan maaf sesederhana apa pun tidak akan pernah cukup untuk menebus seluruh penderitaan yang telah kusebabkan."

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!