Indonesia
NovelToon NovelToon
Antara Benci Dan Cinta

Antara Benci Dan Cinta

Status: tamat
Genre:Romantis / Fantasi / Contest / Romansa-Percintaan bebas / Tamat
Popularitas:104.7k
Nilai: 5
Nama Author: Amwa

Kisah cinta yang rumit antara Faam yang tergila gila akan sosok Fiani bahkan ingin membahagiakan Fiani.

Sedangkan Fiani tidak mencintai Faam ia hanya ingin menyelamatkan ibunya dari ayah nya yang selalu menyiksa bahkan tidak menganggap ibunya sebagai seorang istri.

Akan kah cinta Faam pada Fiani akan membuat Fiani juga mencintai Faam?

Ataukah Fiani justru hanya memanfaatkan cinta Faam saja?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Amwa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 32

Mulut Nadia mengangga ia tidak percaya apa yang ia dengar barusan.

Tante Reni adalah dalang di balik semua masalah ini dan Vino tau semuanya apa jadinya jika Om Danar sampai tau pastilah dia tidak akan pernah percaya dengan semua kenyataan ini apalagi jika tau bahwa sebenarnya Vino bukanlah anak dari om Danar melainkan anak dari orang yang bernama Soni.

Nadia segera menghubungi Faam.

Faam melirik ponselnya ternyata Nadia yang menelpon.

"Halo dek ada apa?" tanya Faam ingin tau. Apakah terjadi sesuatu pada Fiani hingga nada suara adiknya terdengar sangat gugup.

"Kak coba kakak coba putar Vidio yang akan aku kirim pasti kakak tidak akan percaya." Nadia segera mengirim Vidio kepada Faam.

"Coba kakak putar Vidio nya pasti kakak tidak akan percaya. Oh ya mengenai Kak Fiani dia koleps lagi sebaiknya kakak kemari." pinta Nadia pada Faam yang terkejut mendengar Fiani kambuh lagi.

"Apa? Ok kakak akan segera kesana." ucap Faam yang segera menyudahi panggilannya.

"Ada apa?" tanya Cakra ingin tau.

"Calon istriku koleps lagi, aku pergi dan untuk kalian berdua coba jalankan misi ini sesuai rencana ok." keduanya hanya mengangguk.

"Hey... Apa calon istri sejak kapan kau mempunyai pacar?" ejek Cakra.

"Kau terlalu kepo Kra, sudah nanti kau akan tau, tapi sekarang aku harus pergi." Faam segera meninggalkan tempat itu ia segera berlari masuk ke dalam mobilnya.

Faam takut jika sesuatu yang buruk sampai terjadi pada Fiani padahal tadi saat dia meninggalkan dirinya dia masih baik-baik saja bahkan bertengkar dengannya lalu apa yang membuatnya kambuh.

"Apa yang Nadia kirim tadi?" tanya Faam.

Faam memutar Vidio yang di kirim Nadia ia terkejut ternyata benar apa yang di ceritakan Cakra padanya wanita itu tidak pantas di sebut manusia.

Kenapa dia sangat kejam ingin melenyapkan nyawa seseorang dan lucunya suaminya bahkan lebih mempercayai wanita itu dari pada istrinya.

Pantas saja Fiani meminta dirinya untuk menolongnya ternyata ini sebabnya.

Setelah beberapa menit Faam sudah berada di rumah Fiani bahkan ia melihat Fiani yang masih tidur apa yang membuatnya sampai kambuh lagi apa ini ada hubungannya dengan wanita itu.

"Kau," ucap Fiani yang membuka sedikit matanya,

"Kenapa apa yang kau rasakan?" tanya Faam dalam kekhawatiran nya.

"Tidak kepalaku hanya sakit saja, tapi bukanya tadi kau bilang jika kau ingin pergi lalu kenapa kembali lagi?" tanya Fiani ingin tau sebenarnya ia ingin mengusirnya karena merasa tidak nyaman jika berada di dekat Faam tapi ia juga mulai bingung jika Faam lama-lama meninggalkan dirinya.

"Apa masih sakit?" tanya Faam sambil mengusap rambut Fiani.

"Apa yang kau lakukan?" tanya Fiani yang tidak ingin rambutnya sampai di sentuh oleh Faam.

"Aku hanya ingin mengecek keadaanmu saja. Memang tidak boleh?" tanya Faam ingin tau.

"Memang kau perduli?" tanya Fiani berdecak pelan. Faam tersenyum simpul

"Kenapa kau begitu lucu sekali ingin rasanya aku memangsamu." batin Faam.

"Kenapa kau tersenyum? Apa kau sedang mengejekku?" tanya Fiani yang mulai kesal.

"Ah tidak aku hanya berpikir bagaimana rasanya jika itu menyentuh bibirku." Faam tersenyum sedangkan Fiani tau apa yang sedang Faam pikirkan.

"Kenapa kau menatapku seperti itu?" tanya Fiani pada Faam yang menatapnya seakan menginginkan sj semakin condong pada wajahnya.

"Apa yang sedang dia pikirkan kenapa dia melihatku seperti itu, ini tidak boleh terjadi jika aku terus menerus Sakin maka aku akan selalu di mangsa olehnya, ini pasti dia berusaha mesum padaku, Tuhan jauhkanlah di mesum ini dariku."

Wajah Faam semakin maju. "Apa yang kau lakukan?" tanya Fiani namun Faam tidak menghiraukan apa yang Fiani katakan.

"*Haduh kenapa dia cerewet amat sih aku cuma mau menyentuh rambutnya saja, emangnya dia mikirin apaan sih? Heboh bener?"

"Kenapa kenapa dengan diriku rasanya kok aneh, kenapa semakin dekat wajahnya itu jadi ganteng, ah kenapa jadi muji dia sih, dia cowok nyebelin tapi kenapa aku rasanya aneh gini sih kalau dekat dengan dia*?

Kini mereka tengah di posisi yang sangat tidak bagus, jika ada yang masuk kamar giba-tiba maka pasti mereka sudah berpikir yang bukan-bukan.

"Kenapa kau begitu manis sih Fi, walaupun kau galak entah mengapa setiap kau memintaku pergi aku selalu ingin dekat denganmu, aduh moga saja tidak khilaf jangan sampai aku dengan bodohnya mencium dirinya lagi. Bisa murka nih dia.

"Tunggu kenapa aku menginginkan dirinya untuk melakukannya, ah tidak kau ini wanita apaan sih Fi dengar kau bukan siapa-siapa nya jadi kau jangan berpikir jika dia akan melakukan itu. Ah kenapa aku jadi napsu gini sama dia, bahaya kalau dia semakin mendekat, Tuhan jauhkan dia dariku." Fiani menutup matanya sedangkan Faam tersenyum.

"Kenapa dia menutup mata apakah dia menginginkannya?" tanya Faam dalam hatinya.

"Tidak..." Tiba-tiba Fiani mendorong Faam namun sialnya kini posisi mereka terbarik sekarang Fiani yang berada di atas tubuh Faam.

"Apa kau mencoba untuk," ucap Fiani yang segera ingin bangkit dari posisi yang tidak enak ini.

namun belum sempat Fiani menyeimbangkan tubuhnya Faam pun menarik lengan Fiani hingga tak sadar Fiani lah yang menyentuh benda yang tadi ia idamkan.

"*Apakah aku harus melakukannya? Tapi sudah terlanjur menempel?" tanya Fiani melirik Faam yang tidak bisa mengekspresikan wajahnya itu.

"Apakah dia menginginkan bibirku, haduh Fiani Fiani kenapa enggak bilang, dasar cewek mesum," ucap Faam yang segera ******* bibir Fiani*.

Fiani tak melawan bahkan ia hanya diam, ini ketiga kalinya Faam mencium dirinya tapi rasanya sangat aneh untuk kali ini kenapa dia menginginkan ciuman ini?

Fiani menikmati semua permainan Faam bahkan rasanya ia tidak ingin melepaskan pautannya, rasanya sangat aneh.

Faam bermain sangat lembut namun sepertinya Fiani kini muai ingin menikmatinya Fiani memulai aksinya bahkan lebih bergairah dari Faam.

Faam tak sengaja menyentuh kedua gundukan kembar milik Fiani, Fiani melotot melihat Faam yang tak sengaja menyentuhnya tapi tubuhnya terasa panas ada rasa yang aneh hingga membuat dirinya membiarkan Faam menjelajahi tubuhnya.

Faam tersadar ia tidak ingin lebih hilaf lagi jadi ia menyudahi permainanya namun sepertinya Fiani tidak ingin berhenti dari aksinya.

"Fi, sudah ya,"

"Diam, aku ingin kau melakukannya lagi?" pinta Fiani yang masih tidak bisa menahan hasratnya.

Fiani pun kembali ******* bibir Faam, Faam pun tidak menolak dan melanjutkannya kembali karena sebenarnya memang dirinya tidak ingin menyudahi permainannya.

"Fi," tanya Faam setelah melepaskan pautannya.

"Apa kau menyesal?" tanya Faam ingin tau.

"Soal apa?" tanya Fiani yang terengah-engah.

"Karena aku telah mengambil ciuman pertamamu?"

"Awalnya sih, tapi entah kenapa aku jadi ingin melakukannya jika bersamamu jadi entahlah kau sebelum aku khilaf lagi," pekik Fiani yang segera mendorong tubuh Faam agar menjauhinya.

"Apa kau ingin melakukannya lagi?" tanya Faam menggoda Fiani.

"Wah apakah boleh?" tanya Fiani kini mengerjai Faam.

"Tentu saja, tapi setelah menjadi istriku kau melakukan lebih pun boleh."

Fiani menghembuskan napas kasar, pasti Faam memintanya untuk memajukan acara pernikahan mereka.

Fiani cemberut. "Hey tadi kau mengusirku, sekarang bibirmu manyun apa ingin aku cium lagi?" tanya Faam.

Fiani menggeleng menyesali kejujurannya, kenapa dia begitu ceroboh meminta hal yang sekarang menjadi candu baginya.

"Jauhkan bibirmu itu..." teriak Fiani sedangkan Faam tertawa melihat pujaan hatinya ternyata lebih mesum darinya.

1
Lusia Evie
lanjut thor
Ambar
woke 😄😄
re
Next
Ambar
woke segera up 😂
Novita Hutabarat
lanjut Thor
Novita Hutabarat: aaaassssiiiiaaapppp
total 2 replies
Hana Fauziah
lanjut
Ambar
ok makasih sarannya 😊😊
Santai Dyah
lnjut thor di tunggu up selanjutnya
Syy HD#Hibernasi
Wihh bagus bgt penyusunan kata katanya..
Tapi like nya masih kurang kak..
Saya sarankan kak Author, jangan terlalu banyak dulu up nya,fokus cara naikkan like dulu, semisalnya promo di novel yg popularitas nya tinggi,atau share ke grup,atau suruh teman atau keluarga nge share.
jangan lupa mampir bentar ke karya ku kak, Psichopath's Man Is My Husband
Difa IG@difadipho: Hy kak jangan lupa mampir juga di novel aku
~Pertama dan Terakhir
~Istriku Tak Suci Lagi
😘😘😘
total 1 replies
DEva Vis
SEMOGA BAYI NYA DAN FANI SELAMATTTT KA PASTIII SERRRUUU😍😍😍🥰🥰🥰😍😍🥰🥰
re
Ana coba terima Yuda
re
Next
Ambar: woke😃
total 2 replies
Ambar
woke siap
re
Next
Ambar
apanya???
re
masakan nya selalu gosong hehe
re
Next
Sri mulyani71
penasaran ya di lanjut bacanya sptnya bagus ceritanya
Ambar
selamat membaca ☺️
re
Mulai membaca
Ambar: selamat membaca
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!