Indonesia
NovelToon NovelToon
Saat Foodie Reinkarnasi

Saat Foodie Reinkarnasi

Status: sedang berlangsung
Genre:Komedi / Fantasi / Petualangan / Contest / Reinkarnasi / Fantasi Timur
Popularitas:214.4k
Nilai: 4.6
Nama Author: Gideon.Indra.

Michael suatu hari mengalami kecelakaan saat ia ingin pulang dari tempat dia bekerja. Sewaktu dia sadar, dia bertemu dengan seseorang yang mengaku sebagai dewa yang akan memberinya kesempatan reinkarnasi.

Michael yang tidak bisa percaya dengan apa yang dikatakan oleh Dewa tadi menentang apa yang dia ucapkan. Hal itu membuat Sang Dewa menjadi muak dengan tingkah laku Michael yang tidak menghormati dirinya.

Karena Sang Dewa kesal dengan perilaku Michael, dia pun memilih skill Michael secara acak. Dia hanya memberi Michael skill auto-revive yang akan mencegahnya untuk mati. Lalu Dewa itu melempar Michael masuk ke portal teleportasi yang dia buka.

Michael yang terdampar di dunia lain itupun memutuskan untuk menjelajahi dunia itu sambil memenuhi hobinya mencoba semua makanan lezat di dunia itu, Areta. Seperti apa petualangan Michael di sana? Penasaran? Saksikan terus kehidupan Michael hanya di Saat Foodie Reinkarnasi!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Gideon.Indra., isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Percobaan menu baru dan bumbu di Boydale

Dia membagi daging lobster itu jadi beberapa bagian untuk mencoba beberapa rempah yang berhasil dia temukan di pasar Boydale tadi pagi. Rasa salah satu rempah yang ada di sana ada yang mirip banget dengan rasa bawang putih meskipun bentuknya sepenuhnya berbeda. Rempah yang satunya lagi ada yang benar-benar pahit hingga sepenuhnya mendominasi rasa daging lobster yang dimasaknya itu.

Dia merasa lucu melihat reaksi temannya sewaktu menyantap masakan buatannya itu. Ada yang langsung muntah saat dia mencoba lobster yang dia masak dengan rempah yang pahit itu. Ada juga yang hampir nangis karena ga kuat dengan pahit berlebihan dari tanaman bumbu yang bentuknya mirip kaya lengkuas itu. Rasa bawang putih yang ada di sana tidak setajam yang ada di hidupnya yang dulu. Bentuknya juga lebih mirip dengan buah anggur cuma ga warnanya aja oranye.

Michael sebetulnya mencari bumbu yang rasanya mirip serai. Selain itu dia juga masih punya tugas mencari bumbu yang asam kaya belimbing atau jeruk nipis untuk sup kerang yang mau dia buat. Dari apa yang dia temui, dia belum menemukan tanaman yang punya rasa mirip dengan apa yang dia butuhkan. Bumbu yang pahit itu juga punya rasa pahit yang lebih parah daripada pahitnya melinjo.

Michael cuma garuk-garuk kepala melihat reaksi temannya yang beragam itu. Anggota timnya yang mencoba lobster dan bawang putih itu menunjukkan muka yang senang dan lega tentunya karena 2 makanan yang lain punya rasa yang aneh. Makanan yang lainnya rasanya malah hanya berasa kaya dibumbui dengan garam aja. Bedanya daun yang dia pakai itu hanya memberi aroma wangi saja ke masakan yang dibumbui.

Wangi itu ga asing buatnya hanya dia bingung yang mana jenisnya. Yang pasti baunya mirip basil tapi ga sama dengan honey basil atau yang biasa orang Indonesia sebut dengan kemangi. Memang bumbu yang satu itu ga bakal berpengaruh banyak ke sup yang dibuatnya tapi aroma yang dihasilkan bakal membantunya untuk menarik perhatian pembeli. Dia masih harus cari banyak bumbu yang masih belum dia temukan.

Michael juga harus mempersiapkan skenario terburuk jika dia ga bisa menemukan bumbu yang dia butuhkan. Semuanya juga bisa terjadi di sana karena dia juga ga familiar dengan bumbu di sana kecuali garam dan lada. Hingga saat itu, dia belum menemukan cabai sama sekali yang jadi primadona masakan Nusantara itu. Kalau hanya itu, dia bisa ganti dengan merica tapi tetap rasanya ga bakal sama.

"Hmm... semoga aja gue ga buat mereka keracunan makanan sewaktu gue cobain rasa beberapa bumbu yang ada di sini," ujar Michael.

Iris yang berdiri di sampingnya langsung berubah ekspresi mukanya sesaat setelah dia mendengar gerutu Michael itu. "Waduh, itu perencanaan macam apaan woi! Masa iya lo mau buat rekan lo sendiri keracunan," protesnya dalam pikirannya.

Kesannya emang mengerikan tapi Michael juga sebetulnya ga berniat melakukan hal itu ke temannya sendiri. Dia ga tahu bakal menimbulkan reaksi seperti apa juga gabungan rempah yang bakal dipakainya itu. Sejauh ini penjual makanan di sana jarang yang memakai rempah yang beragam rasanya. Yang sering dia temui hanya memakai garam dan lada aja.

Selama ini dia hanya menemukan beberapa kedai saja yang pakai bawang oranye itu untuk tambahan rasa. Beberapa kedai lain ada yang pakai lengkuas rasa basil itu juga sebagai aromatik tapi dia sama sekali ga lihat kedai lain pakai sejenis belimbing atau lemon juga. Hal itulah yang menyebabkan Michael kebingungan harus menemukan rempah itu di mana.

Anggota kelompoknya juga ga ada yang tahu tentang apa yang dia tanyakan pada mereka itu. Mereka semua jadi bingung satu sama lain dan hanya menatap balik ke arah Michael dengan canggungnya. Kalau mereka aja ga tahu mau jawab Michael gimana, apalagi Michael yang butuh info buat sempurnakan makanan jualannya itu.

Michael juga ga tahu bakal sempat atau ga mulai mengembara buat mencari bumbu yang dia butuhkan untuk festival itu. Dia yang pasti tahu satu hal yang bakal terjadi kalau dia mulai bertualang saat itu, restoran yang dia buat bakal jadi kacau balau. Itu satu-satunya yang dia yakin betul bakal terjadi karena anggota grupnya ga ada yang bisa mengolah kepiting atau kerang sepenuhnya untuk saat ini.

Dia sendiri masih belum siap untuk mengajari salah satu rekannya di sana cara memasak makanan original buatannya itu. Michael masih mau melindungi resep yang dia punya untuk sementara waktu agar saingannya di sana ga cepat menemukan rahasia masakannya itu. Paling ga dia bakal coba tahan rahasia itu sampai festival berakhir karena dia bakal dikontrak untuk kerjasama dengan walikota Boydale mempopulerkan seafood mereka.

Entah tawaran itu bakal berlaku atau ga kalau dia kalah dalam kompetisi makanan bergengsi itu. Dia lebih memilih fokus membuat makanan yang enak daripada harus fokus dengan festival itu untuk saat ini. Michael lebih yakin kalau makanannya enak, bakal banyak pelanggan yang datang tanpa dia harus bingung harus berbuat apa. Namanya juga kompetisi masak sebagai rumah makan ga seperti acara TV yang berlomba chef-nya aja.

Michael meminta tolong rekan satu timnya untuk mencari bumbu yang rasanya berbeda dengan apa yang mereka sudah coba sekarang. Dia berharap bisa mendapat apa yang dia butuh dengan memberikan instruksi kaya itu. Ga mungkin juga dia bisa jelasin rasa asam kalau mereka aja ga pernah coba rasa asam itu kaya gimana. Dunia masakan di Areta benar-benar ketinggalan kalau dibanding dengan teknologi makanan yang ada di Bumi.

Proses yang seperti itu berulang terus menerus tiap harinya di mana dia berburu selama sehari dan hari berikutnya dia mencoba menyelesaikan menu barunya sesudah jam buka kedainya. Dia juga ga mau menyerah begitu aja walaupun berkali-kali bumbu yang dibawa teman sekelompok dia itu rasanya aneh-aneh bahkan terlalu aneh buat dipakai buat bumbu masakan juga.

Mayoritas eksperimen yang dia lakukan berakhir dengan kegagalan karena bumbu yang dia pakai punya rasa atau aroma yang aneh. Dia mengalami stagnasi dalam beberapa hari awal mencoba membuat sup kerang yang khas Indonesia banget itu. Dia jadi agak pesimis bakal bisa buat makanan itu jadi suatu kesatuan kalau begini prosedur yang dia harus lewati.

Prosesnya ga kalah bar-bar dengan pertarungannya dengan monster yang hidup di hutan dekat Laford dulu. Dia bahkan udah ga tahu berapa kali dia keracunan makanan karena cobain beberapa gabungan bumbu dan bahan makanan yang dia punya. Untungnya di sana tanaman obat yang dijadikan penawar racun di sana efeknya jauh lebih mutakhir kalau dibandingkan dengan obat-obatan yang ada di hidupnya dulu.

Michael agak ragu apa dia harus coba masak beberapa tanaman obat itu juga karena beberapa bumbu yang dipakai di kotanya dulu juga berasal dari tumbuhan obat kaya ginseng, jahe, dan lain-lain. Masalahnya dia ga bisa ajak anak grupnya buat cobain kalau resiko keracunan makanan yang bakal ditimbulkan jadi lebih besar daripada yang sebelumnya. Bakal repot juga dia kalau sampai ada yang keracunan makanan dari masakan buatannya.

Dia memutuskan mencoba eksperimen yang bakal dia lakukan sendirian besoknya. Michael lebih baik keracunan sendirian daripada reputasinya rusak karena percobaan dia membuat menu baru yang ada di luar nalar orang di masa itu. Bisa-bisa dia dipenjara dengan tuduhan aneh lagi buat kedua kalinya. Dia cuma merasa ga adil aja alasan kenapa dia dipenjarakan sebelumnya.

Meski begitu dia tetap meminta rekannya membawakan dia beberapa jenis tanaman obat dan juga bumbu yang tumbuh di area Boydale. Mereka agak kecewa karena Michael ga lagi melibatkan mereka dalam percobaan yang dilakukan olehnya itu. Setelah dia menjelaskan kenapa dirinya ga mengajak mereka buat nyoba masakan dia ke depannya, rekan grupnya jadi bisa mengerti kenapa karena mereka ga bisa revive kaya apa yang Michael bisa.

Mereka malah lega dia mau memperhatikan anggota kelompoknya sampai sedetail itu. Karena efek samping yang bakal terjadi bisa membuat usahanya jadi berantakan, Michael sebisa mungkin mau meminimalkan resiko yang harus dia tanggung. Kalau dia dipenjara sekarang, yang ada usahanya bakal dipaksa tutup oleh petugas keamanan setempat tanpa peduli fakta bahwa dia peserta festival panen.

Dugaan dia sesuai dengan apa yang dia bayangkan. Michael beberapa kali keracunan makanan sewaktu coba mencampur beberapa tanaman obat dan bumbu supaya dia bisa mendapat sensasi rasa yang dia mau. Proses itu membuat dia merasa kesal dan juga sedih. Ga seperti di masa lalunya di mana banyak bahan makanan sudah dieksplorasi, di sini proses perpaduan yang dia buat harus melalui tahap yang panjang.

Michael sendiri ga pernah menduga kalau dia harus beberapa kali mati keracunan karena efek samping campuran yang dibuatnya sendiri. Secara spontan dia membuang perabotan yang dipakainya membuat campuran itu. Dia lebih baik ga mencoba keberuntungannya dengan memakai perabotan yang sama untuk memasak makanan jualannya 2 hari setelah dia keracunan. Efeknya bakal lebih horor buat orang biasa yang ga punya skill aneh kaya dia.

Udah hampir dua minggu dia masih baru bisa buat lobster bakar bumbu bawang putih aja atau sup kerang dengan bawang dan basil. Kalau perkiraan yang dia punya benar, Boydale punya lahan subur yang kecil untuk menanam banyak macam tumbuhan di sana. Hal itu jadi jawaban paling masuk akal karena di bagian selatan Boydale membentang pantai yang panjang. Pantai itu nyaris menutupi 40-50% wilayah Boydale yang mana cukup besar.

Jika memang benar itu yang jadi masalahnya sekarang, dia berencana tanya pada temannya siapa tahu di daerah pantai itu ada tanaman yang mirip dengan kelapa. Dia ga sabar ingin tahu soal itu karena kelapa bakal bisa membuat makanan buatannya jadi lebih nikmat dibandingkan dengan apa yang ada sekarang.

Sapi di Boydale juga kurang bagus kualitas susunya dan dagingnya juga kurang enak rasanya. Sayang banget hal itu terjadi karena daging sapi Boydale tekstur dagingnya benar-benar mirip dengan apa yang disebut lumer di mulut waktu dikunyah. Michael jujur aja kecewa sebab daging yang lumer itu rasanya lebih amis dari sapi yang ada di dunianya sendiri dulu.

Keterbatasan jumlah bumbu yang bisa ditemui juga membuat dia ga bakal memilih sapi itu buat dijadikan bagian dari menu makanan buatannya. Basil aja ga bakal cukup buat selamatkan bau daging sapi itu yang menyengat. Michael coba bejalan ke daerah timur Boydale di mana grupnya jarang bertualang. Dia menemukan tanaman yang menyerupai kelapa bentuknya.

Michael jadi tambah bersemangat melihat tumbuhan yang familiar dengannya di masa lalu itu. Dia berencana menggunakan kelapa itu dalam bentuk santan dan juga menyangrai dagingnya untuk dijadikan topping (taburan) buat sup kerangnnya. Dia juga ga tahu bakal cocok atau ga percobaannya kali ini tapi yang pasti dia ga bakal keracunan kalau yang ditemuinya itu betulan kelapa.

Beberapa saat setelah kelompoknya mendekati kelapa yang jadi tujuan utamanya kali itu, dia mendengar satu anggotanya mengatakan, "Ketua itu pohon salah satu jenis Treant(monster yang menyerupai pohon yang bisa bejalan seperti raksasa berbentuk pohon) yang ada di lokasi ini."

Michael kaget mendengar apa yang disampaikan pengintai yang ada di grupnya itu. Dia hanya meminta mereka meneruskan perjalanannya dan menyergap Treant yang masih belum menunjukkan wujud aslinya itu. Sesudah mereka masuk dalam jarak serang si Treant, monster itu menggertak mereka dengan raungannya yang keras.

Sayang grup Michael punya persiapan yang lebih baik dari Treant itu, mereka menghujani monster itu dengan rentetan serangan sihir hingga pohon itu mati. Michael mencoba memetik buah yang ada di dedaunan Treant itu sesudah monster itu mati. Anggota grupnya malah bingung sendiri kenapa Michael malah memanen bagian yang paling ga penting dari monster itu.

Mereka lalu membereskan sisa monster itu dan mengemasnya dalam kantong sihir agar bisa mereka bawa pulang untuk dijual ke serikat. Michael sudah ga perlu terlalu banyak memberi arahan pada anggota kelompoknya itu karena mereka sudah terbiasa dengan tugasnya masing-masing setelah mereka berburu bersama selama dua minggu terakhir.

Efisiensi mereka sebagai satu grup juga meningkat pesat seusai mereka sudah terbiasa dengan tugas mereka dalam perburuan. Michael merasa udah waktunya dia merekrut knight buat menggantikan tugasnya dalam perburuan di grup itu. Dia ingin bisa leluasa mencari bahan makanan yang mungkin belum pernah dipakai orang yang ada di kota itu.

Dia kembali menaruh pencarian anggota baru di serikat dan menyerahkan proses audisinya pada petugas serikat di sana. Kali ini dia bakal merekrut 3 orang knight dan juga seorang pengintai tambahan. Dia berencana membawa pengintai itu sebagai asisten dia dalam mengembara sendiri mencari bahan makanan.

Michael mencoba mengekstrak santan dari kelapa yang dia dapat dari Treant yang berhasil dikalahkannya siang tadi sesudah dia menyelesaikan dokumen pencarian anggotanya di serikat. Daging kelapa itu warnanya agak aneh untuk Michael karena dia ga pernah lihat kelapa yang dagingnya berwarna pink sebelumnya. Dia menghiraukan hal itu dan lanjut mencoba membuat santan berbahan kelapa yang dia punya itu.

Hasilnya emang agak aneh warnanya tapi rasanya malah lebih gurih daripada santan yang ada di dunianya dulu. Michael jadi heran sendiri kenapa bahan makanan di dunia ini aneh banget dah bentuk dan warnanya. Dia lanjut membuat hidangan yang dia rencanakan hingga larut malam. Situasi itu memaksanya beristirahat sebelum melakukan kegiatannya esok hari.

1
Shinta Dewiana
huaaaaaa...bolak balek lo dah .
Eka Nurmila
baru awal paragraf, udah typo pov
Raysonic Lans™
lebay banget MC nya kayak Author
zero X
kenapa gg google aja, malh yahoo
Dariyanto Anto
kurang seru pake bahasa sehari2 bang, jadi berasa ngantuk bacanya.
Vemas Ardian
gw kasihann plisss 😭😭
De'Ran7
yg buat nih novel mungkin sungguh musuhin si MC kali ya...
masa MC loyo² gitu😕
De'Ran7
nih novel apaan dah...payah amat MC nya😒
Ghost reader
xD
gila, parah, anak orang lu katain seenak jidat.
Ghost reader
Baru sekali baca sudah ngajak ribud ya, bund.
^_^
De'Ran7
lah😒
Egaega
Pfft...
Eros Hariyadi
MC-nya payaaahh bisanya ngomel muluuuq..... yang ga da gunanya...🤔🙄😫😫q
Eros Hariyadi
like and favorit...💪👍👍👍
Eros Hariyadi
mantaabb Thor 💪👍👍👍
Eros Hariyadi
bru kaleee ini baca novel sistem model gineee...bikin ngakak... wkwkwk 😝
Khalidi Huri
semangat
Jeffri Hornbill
kuasa katanya bikin pusing....
KAISAR SUPREME PRIMODIAL CHAOS
coba MCNYA DIKASIH Skill yg terkuat bkn hanya skill hidup lagi
KAISAR SUPREME PRIMODIAL CHAOS
hahahahaha sejak kapan monster kb bos
sae aja nih MC
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!