Indonesia
NovelToon NovelToon
SHEILA (Bukan,Orang Ketiga)

SHEILA (Bukan,Orang Ketiga)

Status: tamat
Genre:Romansa / Dijodohkan Orang Tua / Tamat
Popularitas:9.1k
Nilai: 5
Nama Author: NMY_YEOJA

Semua ini terjadi begitu saja, seperti kilatan petir yang menyambar dengan kecepatan yang bahkan tidak dapat di lihat oleh mata telanjang.

Dia, apakah aku bisa bahagia jika bersamanya? Apakah dia juga dapat bahagia bersamaku?. Apakah dia juga berpikiran yang sama dengan ku? Apakh dia juga menerima semua ini karena terpaksa juga, sama denganku?

Sampai detik ini, bahkan dia tidak pernah menunjukkan bentuk wajahnya padaku, yang ku kenal hanyalah namanya saja. Namun, apakah hanya dengan sebuah nama semua bisa menjadi jawaban dari pertanyaanku.

Aku berjalan dengan taburan yang menghiasi, setiap langkahku selalu di iringin dengan bunga - bunga. suasana hening melingkupi ruangan megah ini, tdak ada suara yang terdengar, hanya suara derap langkah kakiku dan juga langkah tegas pria paruh baya yang saat ini melangkah di sampingku.

Semua orang yang menatapku merasakan kebahagian yang tiada tara. Terharu dengan datangnya hari ini. Namun, pantaskah aku juga ikut bahagia? Tidak bisakah aku juga

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon NMY_YEOJA, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 33

" Mita, Ayo kita masuk . Kak kami masuk dulu ya ."ucap Pakhi menarik tangan Mita kemudian pamit kepada Marvel dan Dirga , kedua nya hanya mengangguk kan kepalanya

" Marvel , kenapa bisa seperti ini? Apa yang terjadi ?"tanya Dirga beranjak duduk di samping Marvel yang masih tertunduk lemas .

" malam itu... malam itu aku ..."Marvel akhirnya menceritakan semua yang terjadi saat malam pertama selama mabuk dan dia melakukannya bersama Sheila , Dirga yang mendengar cerita Marvel tiba-tiba mengepalkan tangannya keras .

"Hal seperti itu kenapa kamu tidak mengatakannya kepadaku ? Tidak, setidaknya kamu mengatakan kepada saya . Kau sungguh brengsek!!!" pekik Dirga, amarahnya yang sudah berada di ubun-ubun.

" Maafkan Aku ... Waktu itu aku berencana mengatakannya , tapi aku merasa Sheila tidak memberikan tanda-tanda kehamilan jadi aku mengurungkannya, aku juga takut mengatakan nya. Maafkan Aku."jelas Marvel , dia mengusap kasar wajahnya. dia tidak bisa berpikir jernih sekarang ini .

"Heh... Kok Seharusnya minta maaf kepada Sheila jangan kepadaku. Kau harus menyiapkan kata-katamu untuk menjelaskan kepadanya , dan kau harus secepatnya mengatakannya " Dirga menghela nafas berat.

"Aku tahu , kau tidak mau masuk ?" tanya Marvel.

" Sebentar lagi, biarkan mereka bertiga dulu. Aku yakin Mita dan Pakhi sekarang sedang menangis tersedu-sedu ." jawab Dirga, dia kemudian menyandarkan badannya di kursi sekali menepuk pelan pundak Marvel menandakan agar tetap tenang .

"Hiks...Hiks... Hiks..."

" Kenapa ?" Sheila hanya menatap bingung kedua sahabatnya itu, yah benar dugaan Dirga sekarang Pakhi dan Mita sedang terisak di hadapan Sheila.

" Sheila... Hiks.. Apa kau baik-baik saja." Tanya Pakhi di sela tangisnya.

" Aku baik-baik saja Pakhi, kamu jangan menangis seperti itu. Apa kau tahu kau sangat terlihat jelek ." ucap Sheila lembut mengusap pelan air mata Pakhi.

" Kamu benar-benar baik-baik saja ? Ini semua salahku..." ucap Mita lagi,air matanya hasil dari tadi tak berhenti mengalir.

" Bukan... Kalau aku tidak apa-apa , aku tidak akan bisa duduk di tempat ini kan . Aku baik-baik saja , kalian jangan bersedih begini"

Sekarang giliran wajah Mita yang merasakan usah penemu dari tangan Sheila yang menyeka air matanya .

" Tapi, kamu seperti ini karena aku.... Kamu bisa ke..." ucap Mita terpotong sejenak saat mendengar suara pintu kamar yang terbuka .

"Ck, apa aku bilang Marvel , kau lihat... Wajah mereka sekarang sudah sangat berantakan ." decak Dirga mengarahkan kepalanya ke arah dua orang gadis yang sedang menangis tadi , Marvel yang melihatnya hanya tersenyum , saat matanya bertemu dengan mata milik Sheila senyumnya langsung memudar .Perasaan bersalah selalu meliputinya saat melihat Sheila .

" Sheila , apakah baik-baik saja?" tanya Dirga menghampiri tempat tidur Sheila , Sheila hanya mengangguk dan melemparkan senyumnya ke arah Dirga .

" Apanya yang baik-baik saja Dia baru saja ke..."

"Pakhi... Itu bukan hakmu untuk mengatakannya , biarkan Marvel sendiri yang menjelaskannya" serta Dirga cepat sebelum kekasihnya itu melanjutkan perkataannya .Pakhi melirik sebentar ke arah Marvel yang hanya menampilkan wajah sedihnya , Marvel hanya mengangguk pelan .

" Baiklah, tapi kau harus mengatakannya segera " ucap Pakhi, Sheila hanya bingung dengan percakapan orang-orang yang ada di hadapannya itu.

" Kenapa ? Mengatakan apa ? Kalian lagi bahas apa sih ?" tanya Sheila bingung menatap Marvel . namun , Marvel maupun yang lain hanya diam mengatup bibir mereka .

Mita tiba-tiba beranjak dari tempat duduknya ." mau ke mana ?" Tanya Pakhi, menahan lengan Mita yang hendak pergi.

"Aku ingin menyelesaikan hidup seseorang " Ucap Mita .

"Uwahh, siapa ? Apa pekerjaan sampinganmu itu jadi pembunuh bayaran ?"Tanya Pakhi bergidik ngeri .

" Jelas bukanlah , ya sudah aku pergi ..." balas Mita lagi lalu berjalan menuju pintu.

" Mita semangat ...Kau harus pastikan dia tamat ." ucap Dirga mengacungkan tangannya yang dikepal ke arah Mita , hanya tersenyum lalu pergi .

"Sayang ? Kamu juga mau jadi pembunuh bayaran ?" tanya Pakhi memicikan matanya ke Dirga .

" Astaga , dasar bodoh " Dirga hanya berdecak . Dirga memang tahu tujuan Mita itu , bukan untuk menjadi pembunuh bayaran tapi hanya untuk membuat seseorang mendapatkan balasan atas perbuatannya .

"Sheila, kalau begitu Kami pergi dulu ya. aku rasa kamu masih butuh istirahat. nanti kami akan kembali lagi"Lanjut Dirga.

" Tapi aku masih mau di sini...."Ucap Pakhi, namun Dirga menata tajam Pakhi, dan seakan tahu tatapan itu Pakhi hanya mendengus kesal .

" Baiklah , kami pulang dulu ya Sheila .... Kamu istirahatlah yang cukup ya , biar cepat sembuh " ucap Pakhi , sembari memeluk Sheila, kemudian Pakhi dan Dirga keluar dari kamar Sheila .

Diam , semenjak Dirga dan Pakhi meninggalkan mereka , Marvel dan Sheila hanya diam .

"Ehem.... " setelah sekitar 10 menit saling diam , Marvel berdehem pelan untuk memecahkan keheningan di antara mereka .

" Sheila..." lirih Marvel pelan, dia beranjak dari tempatnya tadi berdiri dan duduk di kursi yang berada tepat di samping kasur Sheila.

" Kenapa?" tanya Sheila .

" Maafkan Aku.."

" Memaafkanmu ? kenapa aku harus memaafkan mu? apa Aku melakukan kesalahan kepadaku?"

" Aku sungguh minta maaf ,Sungguh.... aku tidak bermaksud melakukannya ." ucap Marvel dengan suara bergetar , dia menggenggam kedua tangan Sheila dengan kedua tangannya .

"Kenapa kak, Kamu ada masalah?" tanya Sheila, Marvel medongakkan kepalanya menatap Sheila sebentar.

"Sheila, aku akan menceritakannya. Kau diam saja dan mendengarnya ya, setelah mendengar nya terserah apa pun yang mau kau lakukan kepadaku, aku akan terima ." The last Marvel, Sheila hanya mengernyitkan alisnya tanda bingung .

" Sebenarnya ...." Marvel dengan ragu menceritakan semua yang terjadi kepada Sheila , mulai dari saat selama mabuk dan dia melakukannya dengan Sheila sampai Sheila mengalami keguguran .

Air mata Sheila tiba-tiba saja jatuh , ia tidak tahan mendengar apa yang dijelaskan oleh Marvel. Sungguh akan sehatnya tak bisa menerima apa yang telah terjadi padanya , namun dirinya juga yakin Marvel tidak mungkin berbohong kepadanya .

" Maafkan Aku... Maaf... Aku tidak bisa menjagamu Sheila , Maafkan Aku ..." lirik Marvel dengan air mata yang ikut tumpah di wajahnya.

"Ka... Kakak..." Sheila hanya bergumam pelan.

" Maafkan Aku."

Sheila menghambur ke pelukan Marvel, Marvel sangat kaget merasakan tubuh Sheila yang mendekatnya.

" Kakak ? Kenapa ? Kenapa kau tidak mengatakannya kepadaku ?" ucap Sheila di sela tangisnya

" Maafkan Aku ..."

" Berhentilah mengatakan maaf ... Aku ingin mendengar jawaban mu kak."

" Aku takut ... Aku takut kalau kau akan membenciku ."

"Kalau saja kau mengatakannya dari awal, aku pasti akan bisa merasakan kalau aku sedang hamil Kak . aku pasti akan menjaga kesehatanku, dan aku tidak akan kehilangan nya." tangis Sheila makin menjadi setelah ucapan terakhirnya itu. Marvel hanya mengelus pelan punggung Sheila, dia juga ikut menangis Bersama Sheila,Merasakan sakit yang sedang dirasakan oleh wanita itu

~ Bersambung

1
Diah Christy Yudiarsih
sangat bagus
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!