Follow FB Author : Novel by Anny/ Anny Djumadi
Penyesalan selalu datang belakangan. Inilah yang berlaku buat si cantik Anggita. Karena percaya dirinya yang terlalu tinggi dia berusaha menggapai cinta Byantara, seorang CEO yang dingin dan kejam. Anggita berpikir dengan segala yang dimilikinya dia akan membuat Byantara akan mencintainya suatu hari. Tapi apa yang terjadi ketika ayah Byantara yang selalu menginginkan Anggita sebagai menantunya itu akhirnya meninggal? Anggita sama sekali sudah tidak memiliki orang yang berpihak padanya. Anggita harus pergi dari kehidupan Byantara bahkan membawa benih yang tidak pernah diakui Byantara.
Bagaimana perjalanan hidup Anggita selanjutnya? Buat yang penasaran ayo lanjut baca, ditunggu dukungan komentar, like dan votenya.
Semoga terhibur selalu, walau ceritanya akan menguras emosi🤭🤭
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Anny Djumadi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Anggita yang menghindar
Betapa kagetnya Anggita ketika melihat Byantara berdiri tepat di depannya. Anggita benar-benar tidak menyangka kalau pria yang ditunjuk Hani itu adalah Byantara.
Deg! Jantung Anggita terasa mau lepas, sampai Anggita terpaku di tempatnya berdiri dan memandang ke Byantara tak percaya. Anggita bahkan sampai lupa dengan hal yang ingin dia tanyakan tadi.
"Ternyata benar kau sembunyi di sini!", ujar Byantara santai dan tersenyum pada Anggita.
Mendengar perkataan dan senyum Byantara akhirnya menyadarkan Anggita dari rasa terkejutnya.
Apalagi yang mau dia lakukan pada ku? melihat senyum nya sepertinya bukan hal yang bagus. Bagaimana nanti dengan nasib mas Theo, kalau ketahuan mas Theo yang membantu ku?, yang pertama Anggita pikirkan adalah nasib Theo, menurut Anggita Theo sudah membantunya tanpa memperdulikan resikonya.
Ayo Gita! Lari dulu dari iblis ini! yang lainnya pikirkan nanti saja, pikir Anggita yang segera membalikan badannya dan berjalan cepat meninggalkan Byantara. Sayang gerak Anggita terlambat, reflek Byantara yang cepat tahu-tahu sudah mencengkram pergelangan tangan Anggita.
"Lepaskan saya Tuan, anda salah mengenal orang!", ujar Anggita berusaha menghempaskan tangan Byantara.
"Gita! Kau jangan berlagak bodoh dan tidak mengenal aku", ujar Byantara yang malah makin mengencangkan cengkraman tangannya.
Akhirnya Byantara dan Anggita menjadi perhatian beberapa tamu yang mengenal Byantara. Siapa yang tidak mengenal Byantara yang kini merupakan orang terkaya di kota mereka. Bahkan beberapa dari mereka sejak tadi sudah merasa aneh mengapa Byantara lebih sering sendiri, padahal istrinya Sella juga hadir di pesta itu. Dan mereka merasa lebih aneh lagi ketika melihat Byantara malah menarik tangan perempuan lain.
***********
Nenek Tang yang melihat Samuel menggandeng Benji terus menjadi kesal, padahal nenek Tang ingin mengenalkan beberapa gadis, anak dari rekan bisnisnya pada Samuel. Tapi kalau Samuel menggandeng Benji terus bagaimana dia bisa mengenalkan Samuel pada gadis-gadis itu.
"Sam! Ke mana Gita? Kenapa harus kau yang menemani Benji terus? Ini kan acara mu, kok kau malah jaga Benji?", protes nenek Tang.
"Tadi Gita sakit perut, jadi aku bantu Gita buat jaga Benji dulu", ujar Samuel.
"Tapi nenek mau mengenalkan kamu pada beberapa gadis, anak dari rekan kerjanya perusahaan kita", ujar Nenek Tang yang kelepasan mengatakan rencananya. Samuel hanya bisa menggeleng-gelengkan kepalanya ketika mengetahui rencana sang nenek.
"Buat apa aku mengenal mereka? Nenek gak usah berpikiran macam-macam ya! Memang nenek mau menjodohkan aku?", tanya Samuel yang langsung curiga dengan keinginan neneknya.
"Apa salahnya Sam? Kau kan sudah bercerai, jadi kau harus segera mencari gantinya. Siapa tahu nanti ada yang cocok dengan mu", ujar nenek Tang.
"Ayo cepat kau kembalikan Benji pada ibunya! Nenek sudah berjanji akan mengenalkan mu pada mereka!", perintah nenek Tang lagi.
"Baiklah, tunggu sebentar nek!", ujar Samuel mau tidak mau menuruti nenek Tang. Samuel khawatir kalau nenek Tang akan marah pada Anggita, kalau dia tidak menuruti kehendak sang nenek.
"Cepat ya!", pesan Nenek Tang.
*********
"Om gendong Benji, agar Benji bisa membantu om Sam mencari di mana mama Benji ya!", ujar Samuel yang kembali menggendong Benji agar Benji bisa melihat sekitarnya kalau berada di posisi tinggi. Samuel juga melihat sekitarnya untuk mencari keberadaan Anggita. Ketika melihat beberapa orang yang sedang memperhatikan sesuatu, Samuel otomatis mengikuti arah pandang orang-orang itu. Pertama kalinya Samuel masih tidak sadar kalau Anggita adalah perempuan yang sedang ditarik pria yang memakai kemeja putih, karena warna baju Anggita yang sudah diganti baju warna hijau lumut. Tapi ketika dia sudah melihat wajah Anggita dengan jelas, Samuel tentu kaget melihat Anggita yang ditarik seorang pria.
Apalagi bersamaan itu, Benji juga melihat ke arah ibunya yang ditarik Om yang dia rubah panggilannya menjadi om monster itu.
"Mama! mama! om Montel!", teriak Benji sambil menunjuk ke arah Byantara dan Anggita berada. Benji tubuhnya langsung tegang, karena Benji sudah menganggap Byantara jahat padanya, jadi tidak aneh kalau jahat pada ibunya juga.
"Benji kenal dengan om baju putih itu?", tanya Samuel sambil mendekati tempat Anggita berada.
"Om jahat!", sahut Benji pendek. Mendengar itu Samuel segera menurunkan Benji.
"Benji jangan ke mana-mana ya!", pesan Samuel yang disambut Benji dengan anggukan.
********
"Lepaskan!", ujar Samuel sambil menarik tangan Byantara agar melepaskan pergelangan tangan Anggita. Akhirnya cengkraman Byantara terlepas, Byantara tidak menyangka dengan kemunculan Samuel.
Anggita langsung bersembunyi di belakang tubuh Samuel dan segera menarik Benji mendekat padanya untuk ikut bersembunyi di belakang punggung Samuel.
"Jangan menghalangi pembicaraan kami!", ujar Byantara dengan arogan.
"Itu bukan pembicaraan, itu pemaksaan!", sahut Samuel.
"Kau siapa? Apa hak mu melarang saya berbicara dengan Gita?", tanya Byantara mulai terpancing emosi.
"Anda sendiri siapa? Gita sepertinya tidak ingin berbicara dengan mu! Jadi jangan memaksanya. Ini adalah tempat ku, aku harus melindungi orang ku!", ujar Samuel.
"Mas Sam, ayo pergi dari sini. Aku tidak ingin berbicara dengan orang ini, kami tidak ada hubungan apa-apa lagi", ujar Anggita yang menarik Samuel agar pergi dari hadapan Byantara. Anggita juga tidak mengerti hatinya sendiri, melihat Byantara dia langsung merubah panggilan Tuan Samuel menjadi Mas Sam.
"Gita, kau berani?", ancam Byantara geram sambil mengepalkan tangannya. Anggita segera menarik Samuel dan tidak memperdulikan Byantara lagi, bagi Anggita saat ini yang penting dia pergi dulu dari hadapan Byantara agar dia bisa menenangkan hatinya dulu.
"Huh!.om montel, jahat!", teriak Benji yang sempat-sempatnya menengok ke belakang dan mengatai Byantara. Byantara menatap kesal ke arah anak kecil yang kini dia yakini kalau anak itu adalah anak Anggita.
Anak dan ibu sama saja, sukanya memancing kemarahan! Pantes saja aku merasa wajahnya familiar, ternyata dia anak Gita!, pikir Byantara dalam hati (masih tidak sadar kalau Benji mirip dengannya). Byantara merasa penasaran dan hendak mengejar Anggita, tapi Byantara tiba-tiba ditarik seseorang dari belakang.
Byantara yang sedang emosi langsung membalikkan badannya dengan kasar dan siap memarahi orang yang menariknya itu.
"Lepaskan ! Berani sekali kau menarik ku!", omel Byantara. Ternyata Sella yang tadi menariknya dan kini berdiri di hadapannya. Sella terburu-buru mendekati Byantara dan berbisik.
"Kau jangan membuat keributan di sini Byan! Kau akan menjadi perhatian orang-orang", ujar Sella berusaha membuat Byantara tidak marah. Sella juga takut kalau dia akan jadi berita memalukan kalau suaminya ribut dengan seseorang karena perempuan lain.
"Aku tidak perduli", ujar Byantara.
"Ingatlah posisi mu Byan, kau bisa lanjutkan kehendak mu setelah acara selesai jangan saat acara berlangsung, hanya akan menjadi perhatian dan berita", ujar Sella lagi. Byantara yang tidak pernah mau kalah itu menarik tangannya dari cekalan tangan Sella.
"Kau urus saja urusan mu sendiri, kau tidak perlu mengurus ku!', ujar Byantara mendengus kesal dan meninggalkan Sella. Sella hanya bisa menatap khawatir kepergian Byantara.
Semoga saja dia tidak tahu Benji adalah anaknya, harap Sella dalam hati yang merasa semakin tidak tenang.
********
Kau sungguh menghina ku Gita! Awas kau! akan ku buat hidup mu tidak tenang, biar kau tahu bagaimana rasanya saat kau tidak mau tapi ada yang memaksakan kehendak. Kau juga harus rasakan perasaan ku dulu!, pikir Byantara yang hatinya menjadi panas kembali ketika bayangan Anggita yang bersembunyi di belakang Samuel meminta perlindungan berkali-kali terbayang terus.
Memang aku seperti harimau, sehingga dia bisa begitu takut pada ku!, pikir Byantara semakin penasaran. Untung saja Byantara tidak tahu kalau Anggita malah menyebutnya "Iblis"
Bersambung...........
emang iblis
novel kalian ku akui bagus tapi sangat2 tidak adil dan egois
ini buktinya
*pelakor kalian laknat dan binasakan tapi pebinor kalian puja2 dan semua perbuatannya kalian benarkan, padahal faktanya samue dan The banyak melakukan kesalahan fatal dan licik, samuel mendekati istri orang hingga membuat fitnah dan salah paham (aslinya samuel dan theo biang masalah) licik, bersikap baik dan menolong punya maksud licik ingin membuat salah paham dan akhir bisa mendekati istri orang (buktinya samuel dan theo melakukanya)
*intraksi suami dengan wanita lain kalian laknat dan pandang menjijikan tapi intraksi istri dengan pria lain kalian bela dan benarkan dengan alasan nolong lah, padahal faktanya samuel tidak ikhlas bantu Gita, sampai ada maunya, samu licik ingin membuat rumah tangga Gita hancur dan dia bisa merebut Gita
*kesalahan byan semua sudah pasti tau, dan kalian tegas itu kesalahan fatal dan kalian buat byan dapat karma, dia menyesal, dan berjuang sangat keras untuk mendapat kesempatan (adilkan) tapi ini semua kesalahan Gita kalian tutup mata dan kalian benarkan semuanya
binatang aja ada yg punya hati lho
apa Gita akan tenang2 aja krn merasa itu sbg perhatian Byan ?
padahal itu sudah pelecehan ....
hadeeeuuh ... Gita ini banyak banget dilecehkan yaaa ... tp krn Byan yg melakukan, jd dianggap oke2 aja ....
gedeg banget sama sosok Byan ... dan pada akhirnya Byan pun bahagia krn pelecehan2 yg dilakukannya berhasil membuat Gita menjadi istri ....
dan Gita sbg orang yg dilecehkan pun tersenyum bahagia ...
huehuehe ....
udah tindakannya malam itu melecehkan Gita ...
trus pertanyaan "anak siapa" ... itu juga pertanyaan melecehkan .... dlm arti, dia menganggap Gita wanita yg tidur dgn banyak laki2 ...
hadeeeuuuh .... dan Gita tetep santai aja ... "cuma marah sebentar" ... dan trus luluh ... 🤦♀️
gak ada ucapan terimakasih ?????
ck..ck..ck...
beneran Byan ini manusia gak ada akhlak ya ...
dan ternyata manusia spt itu yg dipilih Gita ...
gak ada empatinya liat kondisi Gita ... cuma gara2 cemburu sama Samuel ...
gak ada terimakasih nya juga ke Samuel .. padahal udah dibantu ..
beneran pengen Byan tuh sengsara deh ...