Indonesia
NovelToon NovelToon
Kisah Chika

Kisah Chika

Status: sedang berlangsung
Genre:Pengganti / Keluarga & Kasih Sayang
Popularitas:7.9k
Nilai: 5
Nama Author: Arzeerawrites

Ini hanya cerita tentang Chika yang kurang mendapatkan kasih sayang dari papanya setelah kehilangan mama kandungnya. Kemudian Ia harus beradaptasi dengan Valerie Ibu tirinya. Tidak mudah bagi Chika yang begitu membenci ibu tirinya itu.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Arzeerawrites, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 33

“Iya, Tante. Soalnya harus latihan taekwondo terus menjelang kompetisi,”

Jawab Elina dengan santun.

“Oh begitu. Ya sudah Tante ke dapur dulu ya mau masak. Kamu jangan pulang dulu. Kita makan malam bersama nanti,”

Pamit Valerie dan melenggang pergi meninggalkan Chika yang masih pura-pura sibuk menonton televisi dan juga Elina yang tadi tersenyum padanya.

“Lo ngapain sih sikapnya kayak gitu? Dia nggak pantes dapat perlakuan yang baik dari kita,” Ujar Chika dengan nada dingin tanpa mengalihkan fokusnya sama sekali dari televisi. Ia berbicara pada Elina tetapi tak menatap Elina sedikitpun.

“Walaupun dia nggak sebaik yang lo pikir, tapi dia itu statusnya tetap orang tua. Jadi udah seharusnya kita bersikap sopan sama dia."

Jawab Elina dengan bijak. Ya, walau Elina juga sangat membenci Valerie karena Valerie yang sahabatnya itu jadi berubah menjadi murung, tetapi bagaimanapun Valerie itu lebih tua darinya dan berstatus orang tua. Jadi bersikap sopan dan santun adalah sebuah keharusan yang harus dia jalani ketika berhadapan dengan siapapun yang usia nya lebih tua dari nya.

“Halah, ngapain sopan sama dia? Gak penting banget!"

Ucap Chika dan langsung meninggalkan ruang tamu dan Elina. Chika menaiki anak tangga menuju lantai atas. Entahlah Chika mau kemana. Mungkin ke kamarnya. Karena hanya kamarnya yang selalu di jadikan nya sebagai tempat nya bersedih,berbahagia bahkan curhat dengan seluruh foto-foto mama nya yang terpajang di seluruh penjuru kamarnya yang luas ini.

Elina menatap kepergian temannya itu dengan menghela nafas sabar. Ia benar-benar harus ekstra sabar menanggapi Chika yang masih suka emosi bila bertatap muka dengan mama tirinya itu. ia sudah sangat tahu dan hafal dengan sikap temannya itu. Elina juga sangat mengerti bahwa Chika itu masih belum bisa menerima semua kenyataan hidup yang harus ia jalani.

Memang sebuah kenyataan yang sulit diterima bukan? Untuk gadis yang masih remaja seperti Chika. Di saat seluruh remaja yang seumuran dengan Chika mendapat perhatian dari kedua orangtuanya, berbeda dengan Chika. Chika harus kehilangan semua kasih sayang orang tuanya. Chika sempat berharap bahwa setelah mamanya meninggal. Mungkin papanya akan tetap memberi kasih sayang dan perhatiannya pada Chika. Bahkan Chika juga berharap papanya akan memberi semua kasih sayang dan perhatian itu lebih besar. Tetapi kenyataan sangat berbeda jauh dari harapan Chika. Justru kenyataan yang pahit harus ia jalani di masa remajanya saat ini. Ia harus kehilangan sedikit demi sedikit perhatian dan kasih sayang papanya karena papanya memilih untuk menikah dengan wanita lain setelah mamanya meninggal Dunia. Mungkin siapapun yang berada di posisi chika sekarang, pasti mereka akan berontak dan memiliki sikap yang sama seperti chika. Betapa pedihnya menjadi sosok Chika, gadis yang sangat haus akan perhatian dan kasih sayang dari kedua orangtua.

Selama ini orang-orang di luar sana hanya mampu berasumsi. Mereka tidak merasakan bagaimana rasanya menjadi Chika. Gadis malang yang dulu sangat di perhatikan dan kini justru seperti kebalikannya. Sekarang Chika Seperti sampah yang tak ada gunanya di mata siapapun bahkan di hadapan papanya sekali pun. Setelah mamanya meninggal Chika bagaikan butiran debu yang Sangat tidak penting bagi Dharma. Dharma sangat jarang memberi perhatian dan kasih sayangnya lagi pada Chika.

Sosok Dharma yang dulu sangat perhatian dan menyayangi keluarga, kini seolah di telan bumi. Dharma yang sekarang bukanlah Dharma yang dulu. Dharma sangat berbeda seratus delapan puluh derajat dari sosok nya yang dulu sangat baik, bahkan jauh dari kata dingin, cuek dan angkuh seperti sikap nya yang sekarang.

Entahlah mengapa Dharma menjadi berubah seperti itu. Tetapi apakah Dharma tidak berpikir keras. Apa dia tidak memikirkan bagaimana perasaan putri semata wayangnya karena berubah nya sifat yang dia miliki dulu. Dharma tidak menyadari betapa rapuhnya Chika karena harus kehilangan sosok Dharma yang dulu sangat menyayanginya tetapi kini seolah membuangnya bagaikan sampah.

Yang Elina tahu, Chika semakin kecewa pada papanya karena anak Valerie akan dibawa untuk tinggal bersama mereka. Wajar saja Chika marah, kecewa, dan sedih. Semua perasaan bercampur menjadi satu.

Chika merasa bahwa dunianya ingin dikuasai seluruhnya oleh Valerie. Apa yang Ia miliki, ingin direbut oleh Valerie. Maka dari itu Ia semakin membenci Valerie dari hari ke hari.

1
Lely Purwanti
Ya memang kebanyan seorang ayah kalau sudah dapat istri baru jadi lupa dgn anak nya yg seharus nya dia lindungi dan sayangi udah ketutup hatinya dgn istri tersyang nya takut gk di kasih jatah mlm,,kasian anak seperti chika lebih baik dia pergi dari rumah itu biar gk sakit hati terus chika hati nya baik pasti bnyak orng yg sayng si luar sana...
Rafika Adami
kluar aja chika dr rmh dr pd d pukul trus
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!