Hai semua..kisah tentang penari dan pemain biola yang romantis.Wajib baca ok,ceritanya seru loh..
Devina Belia prayoga seorang gadis berusia 22 tahun dengan badan yang cukup tinggi,baik dan juga ramah..dia sangat menyukai tari..tapi karena sesuatu dia memendam hobinya
Altaf Huzain Santoso pria tampan dan cool dengan kulit putih dan tinggi dia seorang pemain biola yang sangat handal....
bagaimana kisah selanjutnya...ikuti terus kisahnya...
selamat membaca
keduanya bertemu tanpa sengaja saat ada acara pesta ulang tahun kerabat Altaf...
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon khalifa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 33
"Kalian dari mana bawa koper..."ujar Renita dari belakang...Altaf dan Renita terkejut dengan sumber suara dan mereka berbalik melihat kearah sumber suara tadi..
"Mama.."ucap keduanya..
Renita mendorong kursi rodanya sendiri..dan menghampiri Altaf dan Devina..
"Kalian mau kemana dan dari mana..kok membawa koper...apa kalian sudah bersiap-siap untuk ke Italy...untuk mengikuti kompetisi itu..."ujar Renita..
Altaf dan Devina saling melihat satu sama lain..
"Hhmm..itu ma.."Devina bingung mau menjelaskan apa sama mama mertuanya dan melihat kearah Altaf..
"Ini ma..Kami dari rumah Devina..untuk mengambil beberapa barang yang akan dibawanya nanti.."ujar Altaf..Devina tersenyum terhadap Renita..
"Oohh begitu...memangnya kapan kalian akan berangkat..."
"Mungkin sekitar tiga hari lagi ma..."ujar Altaf..
"Ya sudah kalau begitu...kalian siap-siap saja dulu...biar mama siapkan makan malam.."ujar Renita..
"Biar Devina bantuin ya ma.."ujar Devina saat melihat mama mertuanya mendorong kursi rodanya sendiri..
Altaf masuk kedalam kamar dengan membawa koper Devina..
Devina dan Renita sedang berkecimpung dengan peralatan dapur serta dibantu boleh beberapa pembantu..
Makan malam pun tiba...Altaf beserta keluarga yang lain sedang menikmati makan malam bersama..
"Rasanya mama kangen banget saat-saat seperti ini..saat masih berada dirumah sakit..dan mama juga senang akhirnya ada anggota keluarga baru disini..."ujar Renita disela-sela makan malamnya...
Devina tersenyum sambil mengunyah makanannya..
"Oh ya Al...kapan kalian akan berangkat ke Italinya..."tanya Irvan..
"Tadi Altaf sudah menghubungi pihak panitia dan jadwal keberangkatannya dimajukan jadi dua hari lagi..."ujar Altaf..
"Hhmm..bagaimana kalau kalian sekalian bulan madu.."ujar Renita..
Altaf dan Devina kaget dan mereka seperti tersedak makanan...
Uhuk..uhuk...keduanya terbatuk-batuk..
"Hati-hati dong Vin..."ujar Renita sambil memberikan segelas air kepada Devina..
"Terima kasih ma.."ucap Devina setelah minum air dari Renita.
"Bulan madu.."ujar keduanya pelan..
"Ya...setelah menikah kalian kan belum bulan madu...jadi ini kesempatan kalian untuk berbulan madu.."ujar Renita.
"Tapi ma...ini kan kompetisi...nanti acara kompetisi kita jadi terganggu.."ujar Altaf.
"Ya ma.."imbuh Devina.
"Ya kalian bulan madunya setelah kompetisinya selesai...Lagian Al..kamu kan disana juga sudah punya rumah...saat kamu masih belajar musik disana.."ujar Renita.
"Ya..tapi kan kita belum tahu ma..kompetisinya itu dinegara bagian mana...kalau jauh dari acara ya mending kita nginap dihotel saja ma..."ujar Altaf..
"Ya ma...kan mereka belum tau dikota mana mereka akan berkompetisi.."ujar Irvan..
"Iihh..papa ini.."ujar Renita..
Devina hanya terdiam dan mendengarkan pembicaraan keluarga barunya.
Altaf telah selesai makan terlebih dulu,dia berpamitan untuk pergi ke mansionnya..sedangkan Devina masih membantu para pelayan untuk membereskan meja makan..lepas itu dia juga pergi ke mansion Altaf..
Saat berada didepan pintu mansion,Devina ragu untuk membuka pintunya..Devina terdiam sejenak..
Devina memutuskan untuk mengetuk pintunya lebih dulu untuk memastikan didalam ada Altaf atau enggak.
Tok..tok..tok..
Devina mengetuk pintu mansionnya..
"Ya..siapa.."sahut Altaf dari dalam..
"Ini aku.."ujar Devina..
Altaf yang tahu itu suara Devina..langsung menyuruh Devina untuk masuk kedalam Mansion.
Devina membuka pintu dengan sangat pelan...kepala Devina masuk terlebih dulu dan melihat-lihat kedalam..Devina melihat Altaf yang duduk di sofa panjang dan sedang membaca buku..
Devina masuk kedalam mansion...Devina berjalan menuju ke kasur dengan ragu..
Altaf hanya bersikap cuek..
Devina melihat kesana kemari seperti mencari sesuatu...
"Kamu taruh mana koperku.."ujar Devina..
Altaf mendongakkan kepalanya dan dia melihat kearah lemari besar yang ada disebelah studio Altaf..
Devina yang mengerti maksud Altaf langsung menuju kesana..
Devina membuka pintu lemari tadi..Devina terpukau dengan tatanan lemari dimansion Altaf,semua tertata rapi..
"Ini lemari rapi sekali...gak nyangka biarpun Altaf orangnya cuek tapi dia cukup rapi dalam segala hal..."ujar Devina lirih..
Lalu Devina mencari kopernya dan dia mengambil salah satu piyama untuk tidur.
Baju-baju Devina memang masih tetap didalam koper.Devina tidak berniat memindahkan baju-bajunya ke salah satu rak baju Altaf yang berada didalam lemari.
Devina keluar dari lemari dengan membawa piyama yang ada ditangannya,Altaf melihat kearahnya..
"Mau kemana kamu..."ujar Altaf dingin.
"Mau ganti baju..."
"Kenapa gak ganti didalam saja..."
"Memangnya boleh ganti pakaian disana.."
Altaf memejamkan matanya..
"Aku membuat lemari sebesar itu...agar bisa sekalian ganti baju disana..."
"Ohh seperti itu...ya sudah kalau begitu aku masuk lagi ya.."ujar Devina.
Altaf hanya diam melihat kearah Devina..
Tak lama kemudian Devina keluar dengan piyama lengan pendek dan celana panjang.
Altaf hanya melirik kearah Devina..
Devina duduk disisi ranjang dan melihat kearah Altaf yang sedang fokus membaca buku..
"Sedang membaca buku apa sih.."tanya Devina yang penasaran dengan buku yang dibaca Altaf..
Altaf tidak menjawab dan hanya melihat kearah Devina lalu membaca bukunya kembali..
"Hhmm..Al...aku boleh bertanya sesuatu gak..."ujar Devina lagi..
Al menutup bukunya..dan fokus melihat kearah Devina..
"Mau bertanya apa.."ujar Altaf dingin.
"Sebenarnya pekerjaan kamu apa sih..."
"Kenapa kamu bertanya seperti itu.."
"Ya..aku penasaran saja.."
"Aku memperbaiki dan membuat alat musik.."
"Oohh...gitu.."
"Ada lagi yang ingin kamu tanyakan.."
"Mmm...tidak ada..."
"Ya sudah kalau begitu cepat istirahat.."
Devina mulai membaringkan tubuhnya diatas kasur dan Altaf meneruskan membaca bukunya.