Untuk keluar dari penjara keluarga, Charoen Torrer harus menerima pinangan dari seorang mafia ternama. Walau hanya jadi istri sementara, tetapi demi kebebasannya. Char menerima tawaran itu tanpa berpikir dua kali.
Tanpa ia tahu ke depannya, hidupnya jauh lebih rumit di banding rumah yang rasanya seperti penjara itu. Bagaimana Char dicintai secara ugal-ugalan oleh suaminya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Maya Melinda Damayanty, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab. 33
Kejutan terus diberikan Alexander untuk Char, istrinya. Pria pengusaha ternama di kota Seradam menghebohkan publik ketika memborong seluruh roti yang diproduksi Odego Bakery dan dibagikan secara gratis pada panti-panti asuhan.
"Untuk ulang tahun Pegawai terbaik Odego Bakery, saya akan berikan potongan sepuluh persen!" ujar Nataniel.
"Terima kasih, Pak Odego!' seru Char senang. Sementara Alexander merasa gatal mendengar potongan harga yang tak seberapa itu.
"Ucapkan terima kasih, sayang!" bisik Char memaksa suaminya.
Sudut bibi Alexander berkedut, ia tak pernah mengungkapkan terima kasih sebelumnya pada seseorang.
"Alex!" desak Char menatap suaminya garang.
Untuk menyenangkan istrinya, Alexander mengucapkan kata-kata itu walau setengah hati.
"Terima kasih, Tuan Odego!"
Nataniel tersenyum mendengarnya, ia sangat paham jika seorang Romanov akan berat mengatakan dua kalimat paling sederhana di dunia. Yakni tolong dan terima kasih.
"Sama-sama Tuan, walau potongan harga itu tak seberapa nilainya di mata anda. Tetapi untuk pengusaha kecil seperti saya. Itu sangat berarti dan saya tidak pernah kecewa atau menyesali apa yang saya berikan!"
Perkataan Nataniel sukses membuat Alexander tertegun di tempatnya. Kalimat sederhana itu menghantam sudut terkecil ego sang penguasa Seradam, mengingatkannya bahwa kebahagiaan Charoen selama ini tumbuh dari tempat yang sederhana, dari tempat di mana rasa saling menghargai lebih tinggi nilainya daripada tumpukan uang tunai.
Sudut bibir Alexander melunak. Ia menatap pemilik toko roti tua itu dengan pandangan yang tak lagi penuh keangkuhan.
"Atas nama istriku... saya benar-benar menghargai kebaikan Anda, Tuan Odego," sahut Alexander, kali ini dengan nada yang jauh lebih tulus dan mantap.
Charoen yang mendengar ucapan suaminya tersenyum sangat lebar. Matanya berkaca-kaca haru. Ia meremas jemari Alexander erat-erat, merasa luar biasa bangga melihat pria kaku nan dingin itu perlahan belajar menurunkan egonya demi kebahagiaan orang lain.
Nataniel mengangguk hangat. "Semoga Nyonya Romanov dan calon bayi-bayinya selalu diberi kesehatan dan kelimpahan berkah."
Alexander mengangguk dan kembali mengucapkan terima kasih. Mereka pun keluar dari pabrik roti itu, bersamaan.
Lalu suara riuh helikopter terdengar dan tiba-tiba kelopak mawar berjatuhan dari heli itu. Mata Char terbelalak.
"Alex? Kau melakukannya sungguhan?" tanyanya menatap suaminya dengan mata berkaca-kaca.
"Of course dear!" jawab Alexander.
Para pekerja wanita yang keluar ikut merasakan cinta Alexander pada Char.
"Tuan Muda Romanov! Ini luar biasa. Anda adalah laki-laki terbaik yang dimiliki Charoen!" puji salah satu karyawati.
Alexander hanya tersenyum, seorang anak perempuan yang menunggu ibunya berlari ke halaman pabrik. Ia menatap Alexander.
"Tuan, apa boleh saya punguti kelopak-kelopak ini?" pintanya penuh harap.
"Kelopak bunga itu milik Nyonya Romanov. Mintalah padanya!' suruh Alexander.
Anak perempuan itu menatap Char. Tentu saja Char mengangguk kuat.
"Tentu sayang. Kau boleh ambil, bawa juga roti kesukaanmu ya!"
Anak perempuan itu tersenyum lebar dengan salah satu gigi depannya yang tanggal. Tapi di mata Char senyum itu layaknya berlian yang sangat mahal.
"Terima kasih Nyonya. Saya mau berikan pada Nenek saya. Nenek saya hari ini juga berulang tahun!" seru gadis kecil itu.
Sang ibu mendekat dan membantu putrinya memunguti kelopak-kelopak bunga itu.
"Ayo!" ajak Alexander mengamit tangan Char dan menggenggamnya erat.
Char menatap suaminya. "Kemana lagi?" tanyanya.
"Iku saja! Odego. Kami permisi ya!' Nataniel mengangguk, ia tersanjung karena Romanov pamit padanya.
Lalu keduanya naik mobil roll royce mewah ke sebuah hotel milik Alexander.
Kerumunan awak media telah memenuhi halaman hotel. Ratusan wartawan dari berbagai media ternama Kota Seradam dan internasional sudah berkumpul. Kilatan lampu kamera tak berhenti menyambar saat Alexander menuntun Charoen naik ke atas panggung. Pria itu berdiri tegap di depan podium, satu tangannya merangkul erat pinggang Charoen yang tampil memesona dalam balutan dress peraknya.
Aura intimidatif Alexander kembali terpancar kuat saat ia menatap deretan kamera di depannya.
Kilatan masih menyala ketika, para wartawan sudah sibuk mengabadikan moment apapun.
Alexander meraih mik di depannya. Suara dengung terdengar keras memekakkan telinga. Char sampai merapatkan tubuhnya pada sang suami.
"Selamat malam! Ini pertama kali saya melakukan konversi pres setelah pernikahan saya beberapa minggu lalu!" ujar Alexander datar.
"Saya akan perkenalkan siapa yang jadi Nyonya Romanov. Untuk menghilangkan rumor dan pengakuan palsu dari semua wanita di luar sana!"
Ruangan ballroom hotel berbintang itu mendadak hening seketika. Suara berat dan datar milik Alexander bergema menembus setiap sudut ruangan, membuat ratusan awak media menahan napas dan tak berani memotong satu kalimat pun.
Tangan kiri Alexander yang melingkar protektif di pinggang Charoen kian merapat, memberi ketenangan pada sang istri yang sempat kaget dengan gaung pengeras suara.
"Di sebelah saya adalah Charoen Romanov. Satu-satunya wanita yang sah menyandang nama keluarga saya," lanjut Alexander, matanya yang sekelabu baja menatap dingin ke seluruh penjuru kamera. "Hari ini, bertepatan dengan ulang tahunnya yang ke-23, saya mengumumkan pengalihan sepuluh persen saham Romanov Industry atas nama istri saya."
Gema bisik-bisik ketakjuban langsung memecah keheningan. Kilatan flash kamera menyambar serentak bagaikan badai kilat. Nilai sepuluh persen dari kekaisaran bisnis Romanov bukan sekadar angka biasa—itu adalah posisi kekuasaan mutlak yang membuat Charoen seketika menjadi wanita paling berpengaruh di Kota Seradam.
Charoen menengadah, menatap rahang tegas suaminya dengan binar mata sarat haru. Ia bisa merasakan degup dada Alexander yang stabil dan tenang, begitu kontras dengan ketegangan yang ada di ruangan itu.
"Ini bukan sekadar hadiah," sambung Alexander lagi, intonasinya merendah namun amat menekan. "Tetapi bentuk perlindungan mutlak. Siapa pun yang berani mengusik, menyebarkan rumor jahat, atau mencoba menyakiti Nyonya Romanov... kalian tidak akan berurusan dengan hukum semata, melainkan dengan seluruh kekuatan yang saya miliki."
Ancaman terselubung itu disampaikan begitu tenang, namun sanggup membekukan darah siapa pun yang mendengarnya.
"Alex ... Aku lelah," bisik Char.
Dengan sigap Alexander menggendongnya di depan semua wartawan. Semua terhenyak melihat pemandangan paling langka di seluruh kota Seradam.
"Perutku ...," cicit Char tiba-tiba merasa kram lalu keringat dingin menetes di pelipisnya.
Mata Alexander membelalak sempurna.
"Raph! Kosongkan jalan menuju rumah sakit. Sekarang!" teriak Alexander.
Raph langsung menekan earphone di telinganya. Memerintahkan kepolisian memecah lalu lintas untuk kelancaran kendaraan sang penguasa.
Mobil Rolls-Royce mewah itu meluncur kencang di jalan raya. Alexander mencengkram kemudinya erat-erat. Ia begitu khawatir dengan keadaan istrinya.
Sementara Char merasakan perutnya melilit hebat, wajahnya pucat dan keringat dingin mulai membanjiri dahinya. Tetapi melihat wajah suaminya yang begitu mengkhawatirkan nya. Sebisa mungkin ia tak mengeluh kesakitan.
Setibanya di rumah sakit, Alexander langsung membawa istrinya dan berteriak.
"Tolong istri saya!"
Dengan gerakan cepat, Char ditangani. Laura tiba sepuluh menit kemudian dari ruang operasi. Ia berlarian menuju ruang UGD di mana Char berada.
Tak lama, brangkar membawa tubuh Char ke kamar rawat. Alexander nyaris tumbang jika Raph tak menahan laju tubuhnya.
Char telah dibawa ke ruang rawat exclusive. Alexander dan Raph ada di sana dengan wajah tegang.
Laura membalikkan tubuhnya menatap dua pria di depannya.
"Have you two lost your minds?!"
"Laura ...."
"Dokter! Saya seorang Dokter di sini Tuan Romanov!" seru Laura galak.
"Dok ...."
"Apa anda sadar Tuan. Anda membawa istri anda yang tengah hamil dengan lima kantung janin yang lemah nyaris seharian!"
"Dan Anda Tuan Angelo! Anda mestinya mengingatkan atasan anda dengan masalah seperti ini!" lanjut Laura memarahi Raph.
Bersambung.
Hahahaha ... Sukurin Alexander dan Raph dimarahi dokter!
Next?
pengen nabok rasanya biar otak si Grace sedikit berfungsi
char lucu
makin seru n penasaran