Indonesia
NovelToon NovelToon
BISIKAN HEWAN: PUTRI KECIL PEMBAWA KEBERUNTUNGAN

BISIKAN HEWAN: PUTRI KECIL PEMBAWA KEBERUNTUNGAN

Status: tamat
Genre:Mengubah Takdir / Epik Petualangan / Fantasi / Tamat
Popularitas:37.4k
Nilai: 5
Nama Author: Nissa Safira

Di tengah masa kelaparan parah yang melanda desa, seorang bayi perempuan dibuang begitu saja ke dalam hutan terlarang oleh orang tua kandungnya.

Takdir membawanya ke pelukan keluarga pemburu sederhana bernama Arga dan Mira yang kemudian menamainya Natasya.

Tujuh tahun berlalu, Natasya tumbuh menjadi anak ceria yang menyimpan rahasia ajaib karena ia mampu memahami dan berbicara dengan hewan.

Ketika Mira jatuh sakit parah dan membutuhkan tanaman obat langka, Natasya menggunakan kemampuannya untuk menjelajahi hutan terlarang demi menyelamatkan ibunya dan membawa kemakmuran bagi desa.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nissa Safira, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 33

Tap.

Tap.

Dua pasang kaki yang beralaskan sandal jepit usang melangkah memasuki gerbang Desa Cempaka.

Raka dan Siska mengedarkan pandangan mereka ke seluruh penjuru desa dengan mulut setengah terbuka.

"Kau lihat itu, Siska?"

Raka berbisik pelan sambil menunjuk ke arah jemuran hasil panen warga yang melimpah ruah.

"Desa ini benar-benar terlihat sangat makmur dan tidak kekurangan makanan sedikitpun."

"Gosip di pasar kota itu ternyata bukan isapan jempol belaka, Mas Raka."

Siska membalas bisikan suaminya dengan mata yang berbinar-binar penuh keserakahan.

"Anak sialan yang dulu kita buang itu benar-benar sudah membawa kekayaan ke desa ini."

"Ingat rencana yang sudah kita susun di jalan tadi."

Raka merapikan baju kemejanya yang lusuh dan robek di bagian kerahnya.

"Kau harus menangis sekeras mungkin agar semua warga desa ini merasa kasihan pada kita."

Siska mengangguk cepat dan langsung mencubit lengannya sendiri dengan keras hingga terasa sakit.

Air mata buaya langsung menggenang di pelupuk matanya dalam hitungan detik.

Hiks.

Hiks.

Siska mulai menangis terisak-isak sambil berjalan tertatih-tatih mendekati sekelompok ibu-ibu yang sedang mengobrol di teras.

"Permisi, Ibu-ibu yang baik hati."

Raka menyapa dengan suara serak yang dibuat-buat agar terdengar sangat menyedihkan.

"Bolehkah kami bertanya di mana letak rumah Bapak Arga?"

Ibu-ibu yang sedang berkumpul itu langsung menghentikan obrolan mereka dan menatap aneh pada pasangan asing tersebut.

"Rumah Arga ada di ujung jalan utama ini, berbelok sedikit ke arah batas hutan."

Salah satu ibu menjawab sambil menunjuk ke arah jalan yang dimaksud.

"Tapi kenapa istri Bapak menangis sedih begitu?"

"Kami sedang mencari anak perempuan kami yang hilang diculik tujuh tahun yang lalu, Bu."

Siska langsung menjawab sambil menjatuhkan dirinya berlutut di tanah berdebu.

"Kami dengar anak kami yang malang itu sekarang ada di rumah Bapak Arga."

Pernyataan dari wanita lusuh itu seketika membuat geger ibu-ibu yang mendengarnya.

"Anak perempuan berumur tujuh tahun di rumah Arga?"

Ibu itu menutup mulutnya karena sangat terkejut dengan informasi dadakan tersebut.

"Maksud kalian, Dewi Kecil Natasya itu adalah anak kandung kalian yang diculik?"

"Iya, Bu, namanya Natasya sekarang."

Raka ikut berjongkok dan memeluk bahu istrinya dengan gaya yang sangat dramatis.

"Tolong antarkan kami ke rumah Bapak Arga, kami sudah sangat rindu ingin memeluk darah daging kami sendiri."

Berita tentang kedatangan orang tua kandung Natasya yang mencari anaknya itu langsung menyebar bagaikan api tertiup angin.

Dalam waktu kurang dari sepuluh menit, puluhan warga desa sudah berkumpul dan berjalan mengikuti Raka dan Siska.

Bu Rini yang mendengar keributan itu langsung tersenyum puas dan ikut berjalan di barisan paling depan.

"Akhirnya pertunjukan seru yang aku tunggu-tunggu dimulai juga hari ini."

Di rumah ujung jalan, Arga sedang membelah kayu bakar di halaman depan dengan kapak besarnya.

Trak.

Trak.

Suara belahan kayu itu terhenti saat telinga Arga menangkap suara langkah kaki orang banyak yang mendekat.

Pria kekar itu mendongak dan mengerutkan keningnya melihat kerumunan warga desa berbondong-bondong menuju halaman rumahnya.

"Ada apa lagi ini, kenapa kalian semua datang kemari beramai-ramai?"

Arga menancapkan kapaknya ke batang kayu dan berjalan ke arah pagar bambu.

"Anakku, di mana anak perempuanku?"

Siska tiba-tiba berlari menerobos kerumunan warga dan langsung menangis histeris di depan pagar rumah Arga.

"Kembalikan anak kandungku yang sudah kalian sembunyikan selama tujuh tahun ini."

Arga tersentak mundur selangkah karena sangat terkejut mendengar teriakan wanita asing berpenampilan kotor tersebut.

"Siapa kau ini, berani-beraninya berteriak di depan rumahku dan menuduhku menyembunyikan anak?"

Arga membentak keras dengan rahang yang mengeras menahan amarah.

"Aku ini Raka, ayah kandung dari anak perempuan yang kau beri nama Natasya itu."

Raka melangkah maju dan berdiri di samping istrinya dengan memasang wajah penuh penderitaan.

"Tujuh tahun yang lalu, saat istriku sedang lengah di pinggir hutan, ada orang jahat yang menculik bayi kami di dalam keranjangnya."

Mendengar cerita karangan tersebut, darah Arga seketika mendidih hingga ke ubun-ubun.

"Kalian berdua ini benar-benar pembohong besar yang tidak punya rasa malu sedikitpun."

Arga menunjuk tepat ke wajah Raka dengan jari telunjuknya yang besar dan kasar.

"Aku tidak pernah menculik bayi siapapun di desa ini atau di desa manapun."

Arga berteriak lantang agar semua warga desa yang berkumpul bisa mendengar kebenarannya.

"Aku dan istriku menemukan Natasya dibuang sengaja di bawah pohon beringin Hutan Larangan saat malam hari yang sangat dingin."

"Kalau saja aku telat datang lima menit saja, bayi itu pasti sudah mati kedinginan atau dimakan serigala."

Arga menatap tajam ke arah Raka dan Siska bergantian.

"Orang tua kandung macam apa yang tega membuang darah dagingnya sendiri ke sarang monster dan sekarang berani datang menuntut hak?"

"Itu fitnah yang sangat kejam, kami tidak pernah membuang anak kami."

Siska menangis semakin keras dan memukul-mukul dadanya sendiri untuk mencari simpati warga.

"Pencuri itu yang membuang bayi kami ke sana karena ketakutan saat kami kejar masuk ke dalam hutan."

"Iya, kami mencari bayi kami semalaman di hutan itu tapi tidak menemukannya."

Raka ikut menimpali sandiwara istrinya dengan suara yang dibuat bergetar seolah menahan tangis.

"Baru hari ini kami mendapat kabar bahwa anak kami ternyata diselamatkan oleh kalian, jadi kami datang untuk berterima kasih."

Sebagian besar warga desa yang mendengar adu argumen itu mulai terlihat kebingungan dan saling berbisik.

Cerita Raka dan Siska terdengar sangat menyedihkan dan masuk akal bagi telinga orang awam.

"Kalian tidak boleh memisahkan seorang anak dari orang tua kandungnya, Arga."

Bu Rini langsung maju ke depan mengambil kesempatan emas itu untuk menyudutkan keluarga Arga.

"Bagaimanapun juga, darah itu lebih kental daripada air, dan anak itu berhak tahu siapa orang tua aslinya."

Kriet.

Pintu depan rumah Arga tiba-tiba terbuka perlahan sebelum pria itu sempat membalas ucapan Bu Rini.

Mira berdiri di ambang pintu dengan wajah pucat pasi dan seluruh tubuh yang gemetar hebat.

Di belakangnya, Natasya berjalan keluar dengan langkah yang sangat tenang dan raut wajah tanpa ekspresi.

"Itu dia, itu anak perempuanku."

Siska langsung berdiri dan berusaha menerobos masuk melewati pagar bambu untuk memeluk Natasya.

"Wajahnya sangat mirip denganku saat aku masih kecil dulu."

1
Jamilah Hidirmanto
ceritanya kerennnnn banget 👍👍👍👍👍
Nissa Safira: Makasih kakak! 🥹🙏
Seneng banget kalau kakak suka perjalanan Natasya & Gaga dari hutan sampai desa.
Komen kakak ini jadi bekal semangat nissa buat nulis cerita selanjutnya🥰🙏🙏🔥
total 1 replies
░▒▓█►─═HeSideMySelf ═─◄█▓▒░
mirip kisah bocil Donghua di toktok😆🤭yg selalu ku tonton,
Dewiendahsetiowati
terima kasih untuk ceritanya dan ditunggu karya selanjutnya Thor
Nissa Safira: Terima kasih banyak kakak 🙏💛
Dari Natasya bayi yang dibuang di hutan sampai jadi penjaga Desa Cempaka bareng Gaga di bukit selatan tadi, makasih udah nemenin sampai titik TAMAT ini.
Jangan lupa follow nissa yaa kak biar gak ketinggalan rilisnya!🥰🥰🔥🤣
total 1 replies
🟡🦋⃞⃟𝓬🧸≛⃝⃕|ℙ$Cintya☕︎⃝❥ 💎
ceritanya sangat seru banget, banyak sekali petualangan yang dialami Natasya, bahkan terkadang sampai emosi karena Raden Arya, komandan dan prajurit yang sombong, pengkhianatan Jenderal Bima, dan juga pendeta gila yang membakar hutan...

Intinya, cerita ini benar-benar bagus sekali, dan bagus buat rekomendasi 🥳🥳🎉🎉🎉

⭐⭐⭐⭐⭐
☕☕☕☕☕
🎉🎉🎉🎉

semangat untuk cerita selanjutnya kak 🎉🎉🎉
🟡🦋⃞⃟𝓬🧸≛⃝⃕|ℙ$Cintya☕︎⃝❥ 💎
wahhh, akhirnya tamat😱, ku pikir bakalan lebih dari 100 bab 😁, tapi Terima kasih untuk cerita yang seru ini. Bahwa kebaikan dan empati, akan mendapatkan sesuatu yang jauh lebih berharga, v seperti Natasya, walaupun dia takut untuk pertama kali melihat serigala, namun empati dan kebaikannya, mengalahkan rasa takut itu. Dan kini, kalian menjadi sahabat yang tak akan pernah saling meninggalkan.

⭐⭐⭐⭐⭐⭐⭐⭐⭐ untuk cerita ini🥳🥳🎉🎉🎉
🟡🦋⃞⃟𝓬🧸≛⃝⃕|ℙ$Cintya☕︎⃝❥ 💎: wahhh, sama-sama kak 😊, padahal awalnya ini cuma pengen cari novel tentang petualangan dan hewan gitu, akhirnya nemu cerita ini, terus aku baca sinopsisnya, dan ternyata menarik, akhirnya aku subscribe, dan mulai baca. dan ternyata, memang bagus banget ceritanya /Drool/, gak sia-sia aku search itu🤭... 🤩🤩🤩


aamiin, kak juga sehat-sehat ya, biar bisa terus lanjut nulis novelnya 😊😊
total 2 replies
Nur Atika Hendarto
alhamdulillah cerita bagus banget aku suka
Nur Atika Hendarto
suka banget cerita nya 😍😍😍😍😍
Nissa Safira: Ya Allah makasih banyak kak 😭❤️
Seneng banget kalau kakak suka sama perjalanan mereka🥰
Terima kasih sudah setia nemenin Natasya dari anak kurus 7 tahun yang nawarin damai ke Gaga, sampai jadi komandan kecil 10 tahun yang dijaga satu hutan.
Semoga kedamaian Desa Cempaka yang kakak rasain di bukit selatan tadi bisa kebawa sampai ke dunia nyata kakak juga ya. Sehat selalu buat kakak🥰😍
total 1 replies
Night Watcher
secara utuh ceritanya bagus, menghanyutkan pembaca hingga terbawa emosi. tapi tetep asyik,..
mengangkat kisah jaman pramodern yg dialami manusia pd umumnya,(non sistem, non kekuatan kesaktian dll)
sedikit saran, sesuaikan suara² yg ditimbulkan oleh sesuatu, juga keberadaan tempat, sering keberadaan kejadian berubah/ tdk konsisten,(contoh awalnya di halaman rmh tasya, tau² berubah di balai desa)
utk kedepannya agar lebih jeli & teliti.
smg karya² selanjutnya lebih seru, logis dan semakin disukai banyak readers. tetap semangat, jadikan komen sadis sebagai pemicu semangat & koreksi karyamu.
semoga sukses menanti dan menyertaimu.. aamiin
Nissa Safira: MasyaAllah, terima kasih banyak kak atas komen sedetail ini 🙏🙏😭
Jujur komen kakak bikin saya merinding bacanya, karena ini komen yang bener-bener merangkum perjalanan Natasya & Gaga dari awal sampai akhir dengan hati. Terima kasih sudah hanyut bareng mereka sampai tamat kak, itu hadiah terbesar buat saya sebagai penulis.
Dan terima kasih juga untuk kritik sadis tapi membangunnya kak🙏
Jujur kak, cerita Desa Cempaka ini memang saya sengaja bikin non-sistem & non-kesaktian, biar perjuangan Natasya terasa manusiawi, kayak kisah jaman pramodern yang kakak bilang. Seneng banget kakak nangkep roh ceritanya itu😂
Doa Aamiin dari kakak saya Aamiin-kan juga, semoga karya selanjutnya lebih logis, lebih seru, dan tetap bisa menghanyutkan kayak gini.
Sekali lagi terima kasih banyak kak 🙏🙏
Sehat selalu buat kakak dan keluarga, semoga sukses juga menyertai kakak Aamiin🤲🙏🙏😅
total 1 replies
Night Watcher
kurang cocok aja dgn perayaan HUT natasya, krn dia "ditemukan" di hutan, tak tau kapan lahirnya
Night Watcher
kok bisa tau ultahnya, kan dia ditemukan di hutan masih bayi?
Buang Buang
bagus ceritanya
Buang Buang
bagus ceritanya
Buang Buang
mantap ceritanya
Dewiendahsetiowati
bisa gak Rini kena stroke aja bikin dosa terus deh
Night Watcher
ceritanya bagus, tp kadang ngeselin.
apa mungkin karna saking terbawa arus & alur cerita ya? jd sering ikut erosi..🤭🤭👍💪🙏
Aina Senja: trimakasi kk masukannya sangat bermanfaat
total 1 replies
Night Watcher
duh... tegang mulu...
up nya lanjut, tp kasih jeda penghibur kek,,, biar agak relax.🤦🙏
Night Watcher
laporan apapun pasti ke arga, padahal mereka punya "kades".😇🤦
🟡🦋⃞⃟𝓬🧸≛⃝⃕|ℙ$Cintya☕︎⃝❥ 💎
kalian semua berhasil /Sob/, walaupun harus mengorbankan ladang mereka u tuk mencari makanan, tetapi, keutuhan keluarga tidak bisa dikorbankan begitu saja.... selamat Natasya, kamu berhasil lagi. Para hewan hutan larangan dan warga desa cempaka telah membuktikan bahwa hewan dan manusia bisa saling berhubungan dengan erat. dan sekarang tidak akan ada lagi ketakutan di mata para penduduk Desa Cempaka... 🎉🎉
Night Watcher
keliatan bener kalo cuma omon-omon..🤭🤭
Night Watcher
heleh.. tinggal nyuruh gaga cs nggruduk pendeta² itu pasti bubar, gaga cs kan bukan mahluk dedemit, gak ngaruh sama mantra..
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!