Seorang pemuda titisan dewa dari dunia tiny, merangkak maju demi meminta ke adilan untuk keluarga nya hingga membawa pemuda itu ke pertarungan hidup dan mati bersama dewa penguasa tertinggi yang mengusai alam itu.
Qin yan, seorang pemuda tegar, jenius dan berbudi pekerti harus menerima kenyataan kalau diri nya adalah seorang cacat. Namun takdir berkata lain, dewa merencanakan kehidupan nya agar mampu mengalahkan Kaisar dewa sage yang menguasai ruang dan waktu. Hingga ia di bawa pulang oleh di mensi dan mengalami kebangkitan kedua.
Di sini ia akan membangun kembali semua nya dan merubah takdir semua orang termasuk diri nya sendiri.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Erwin Stayly, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Segel Kepemilikan
Jangan lupa 👉like 👇komen dan Vote👆
*******
"Oke, mari kita lihat. Apakah kau dan bocah ini mampu melawanku atau tidak. Tapi kau juga harus menggukan 30% kekuatanmu saja."
Ucap Kyuki.
"Heh, apa kau takut? Kyuki.?"
Kyubi itu hanya tersenyum sinis.
"Tentu saja tidak, namun biarlah kita seimbang. Lagi pula yang kulihat itu adalah kekuatan anak ini. Bukan kekuatanmu."
Kyubi hanya menggelengkan kepalanya, kemudian Qin yan kembali seperti semula.
"Kyubi, bisakah kau berikan 5% kekuatanmu itu."
..."Tapi tuan, tubuhmu bisa hancur jika tidak mempunyai inti energi."...
Qin yan hanya tersenyum mendengar sistem yang khawatir.
"Kalau begitu berikan aku sedikit kekuatanmu Z."
..."Baik tuan. Transfer kekuatan! Loading prosesing. 10%.. 30%.. 40%... 50%..100%.. 400%.. 500%..! Tuan, setelah ini. Sistem Z akan teritdur dalam waktu yang lama untuk memulihkan energi."...
Tubuh Qin yan langsung membengkat.
"Z , kenapa kau mengorbankan sebanyak itu?"
..."Tidak apa tuan. Itu memang tugasku."...
"Kyubi, bisakah kau minimalisir kekuatan sistem ini?"
"Huh, bocah. Pintar juga kau."
"Heheh... kau macam tidak tau aku saja kyubi. Kalau begitu tolong jaga tubuhku dengan baik yah."
"Apa maksudmu bocah?"
"Tidak ada apa apa. Rubah tua kau harus keluar agar bisa membantuku."
"Heh, tentu saja."
"Oke, jurus pemanggilan di aktifkan."
BOOOMM....
Asap putih keluar, Qin yan tiba tiba berdiri di atas kepala musang berekor sembilan.
"Kyubi, makin lama kau makin tua saja." Ejek Kyuki.
"Sialan, kaulah yang sudah tua ular sialan. Lihat kumismu itu, sudah semakin putih." Marah Kyubi.
"Hei, kumis ini memang ada sejak aku lahir. Tapi lihatlah wajah kerutanmu pak tua."
"Astaga, kalian kenapa kalian malah bertengkar masalah itu." Qin yan hanya menepuk dahinya.
"Bocah, apa kau sudah siap?" Tanya kyubi memastiskan.
"Yup, ayo kita lakukan." Qin yan sudah tidak sabar lagi.
Seluruh tubuh Qin yan kemudian di penuhi gelembung merah transparan.
Kemudian sumbu di tubuh Qin yan menyala.
"Gerbang pertama di aktifkan."
BOOMM.....
Aura hijau Qin yan meledak.
'Menggabungkan skiil pembantai dengan kekuatanku. Lumayan." puji kyubi.
"Gerbang kedua di aktifkan. Reruntuhan surga."
BOOOMM....
Kyubi tiba tiba terkejut.
"Woe bocah, kau gila hah! Tubuhmu itu bisa hancur sialan."
......"Tuan, Kondisi anda dalam keadaan kritis. Jangan menggunakan teknik kedua itu tuan." ......
"Heh, memangnya apa gunanya kekuatan kyubi yang ada ditubuhku ini hah?"
Sekarang dengan kekuatan Qin yan ia bisa saja mengalahkan seseorang yang ada tingkat demigod. Tingkatan akhir dari dunia ini. Tapi, durasi waktunya hanya bertahan selama 1 menit.
'Satu menit sudah cukup untuk memberikan naga itu sebuah serangan.'
Setelah itu, Qin yan kehilangan akal pikiranya.
"Huh, dia bisa menguasai hukum dewa pembantai tingkat kedua? Anak ini, lumayan." Kyuki menyeringai.
SIUNG.....
Qin yan melesat dengan cepat.
"Huh, anak yang tidak sabaran." Kyuki mengibaskan ekornya ke Qin yan.
BOOOOMM.....
Terlihat kalau ekor Kyuki seperti langsung mengenai Qin yan.
"Terlalu lambat."
SIUNG....
Kyuki langsung terkejut, karna Qin yan tiba tiba muncul di depan mata kirinya.
"Huh."
BOOOMMM....
Naga itu sedikit oleng, terkena serangan tepat di wajahnya.
"Ppfft.... Kyuki, jangan kau remehkan kecepatan anak itu. Ada beberapa kekuatan tersembunyi di dalamnya. Jadi, sebaiknya kau hati hati." Ejek Kyubi.
"Heh... Diam kau rubah sialan. Mari kita mulai saja pertarungannya. Aku memang terlalu meremehkan anak ini tadi." Kyuki langsung masuk ke dalam air. Melesat ke arah Kyubi.
"Heh, kau kira ketika berada diair, kau akan menguasai pertarungan hah?"
Kyubi mengaum keras, hingga lautan bergetar hebat. Ia membentuk bidang energinya sendiri, hingga kyuki yang ada didalam serasa ketarik.
"HAAAAAAH....." Dalam sekali tarikan napas, seluruh air lautan mengepung kyubi.
"Mati kau, kyubi...........!!! Huh!"
Di dalam kepungan air, percikan api mulai keluar. Kemudian meledakan situasi tersebut.
"GROAAAARRRRRRR....... Kyuki Kau tak perlu memakai teknik buangan itu sialan."
Kyubi mengamuk disana.
Kemudian seluruh air laut naik, menyisahkan daratan kosong di bawah laut. Dari langit sosok sempurna ular naga monster laut bangkit menyerang Kyubi dengan segala kekuatan airnya.
"Kau bilang itu teknik buangan hah, kalau begitu mana teknikmu anjing."
Ia langsung melesat cepat ke arah Kyubi dengan dipenuhi jutaan air laut.
"Heheh... kau lihat saja ini."
Seluruh tubuh Kyubi di penuhi api membara, ia juga melesat keatas kyuki.
Mulut kedua makhluk itu menciptakan sebuah bola energi padat raksasa.
"Ball of Dictruksion..!"
"Ball of Dictruksion..!"
Sebelum mereka berdua bertemu, Qin yan dari belakang kyubi tiba tiba muncul. Ia melesat dengan cepat, dan langsung berubah menjadi naga hijau.
"Teknik gerbang kedua, Dragon Seal Divine.!!"
Dari mulut naga itu terciptalah bola hijau membara.
Tiga kekuatan dasyat bertemu satu sama lain. Meledakkan dunia buatan itu.
______
Menara kuno tiba tiba bergetar tanpa henti.
Para pemuda dari keluarga bulu biru dari tadi memperhatikan perubahan Qin yan. Dari bentuk manusia ke bentuk perubahan iblis.
Saat ini Qin yan sedang menjalani meditasi, sekarang tubuhnya sudah mengalami perubahan iblis kedua. Di mana tidak ada lagi gelembung tranparan menyelimuti tubuhnya. Hanya ada tubuh Qin yan yang kulitnya sudah terkelupas, dipenuhi warna merah darah. Ekor dan telinganya juga sudah bersatu dengan tubuhnya.
"Ppffrr...."
Qin yan menyemburkan darah segar, sudah beberapa kali ia mengaum hari ini. Lambang V di dahinya dari tadi berkedip tak menentu.
Tentu saja semua orang tau apa yang terjadi dengan Qin yan. Hanya ada satu dipikiran mereka, yaitu...
Perubahan Iblis yang melegenda.
"Aku baru pertama kali melihat yang namanya perubahan iblis. Tidak di sangka benar sesuai dengan rumor, benar benar mengerikan."
"Jika ia tidak bisa mengendalikan dirinya, akankah dia menyerang wanita?"
Pertanyaan itu membuat semua gadis yang ada diruangan itu jadi waspada.
Tiba tiba, dari tubuh Qin yan muncullah busur biru yang ia angkat tadi. Busur itu melayang, kemudian berubah menjadi seekor ular naga kyuki. Naga itu mengaum, mengamuk dengan keras. Hingga menggetarkan menara kuno.
Memberitahukan kepada semua mahkluk tentang kekuatanya. Tapi semua kekuatan itu ia arahkan ke Qin yan.
Tiba tiba Qin yan juga membuka matanya, menatapnya dengan tajam sambil mengeram.
"GGGGRRRHH...."
Seolah olah Qin yan dan naga itu melakukan suatu percakapan yang tidak bisa dimengerti oleh semua orang.
Naga itu terlihat mengangguk, lalu berubah menjadi titik cahaya. Kemudian masuk ke dalam tangan kirinya.
"Ukh....!!" Ringis Qin yan. Walaupun ia masih dalam mode perubahan, namun ia tetap tak bisa menahan rasa sakit dari pembentukan lambang kepemilikan.
"AAAAHHKK.....!!" Qin yan memegang tangan nya dengan kuat sambil menggertakan giginya.
"Ukh...."
Sebuah garis segel biru muncul di sana, menyelimuti seluruh tangan kiri Qin yan. Perlahan tapi pasti, Segel garis itu terbentuk dengan sempurna hingga ke mata. Bercorak seperti bunya. Kemudian secara perlahan perubahan iblis Qin yan mulai menghilang.
Menampilkan wajah tampannya yang masih menahan rasa sakit. Seluruh aura kyubi terserap oleh lambang di dahinya.
Segel di tangan nya itu bersinar dengan terang, tanda kalau uji kepemilikan telah berakhir.
Not: Tinggal bayangin ajah kayak segel karma yang ada di tangan boruto.
"Hah hah hah......"
Qin yan terduduk, bersandar di dinding batu, tempat diletakan busur itu. Ia menatap langit langit. Sambil berusaha mengejar napas. Senyum mempesona muncul diwajahnya, akhirnya ia telah..
"Berhasil."
tapi di komik menjadi alkemis dan bisa bertarung