Indonesia
NovelToon NovelToon
KISAH SERAMKU

KISAH SERAMKU

Status: tamat
Genre:Misteri / Horor / Supernatural / Tamat
Popularitas:117.8k
Nilai: 5
Nama Author: Dark Comfort

Mengisahkan seorang perempuan bernama Andrea Larasati, seorang manusia biasa yang tidak memiliki kemampuan untuk melihat makhluk tak kasat mata, tetapi mampu meraskan keberadaan mereka. Ya meskipun terkadang dia bisa melihat disaat-saat tertentu. Memiliki sesosok pendamping gaib yang secara tidak sengaja bertemu.

Beberapa kisah ada berdasarkan kisah nyata dari author ataupun orang-orang di sekitar author. Penasaran dengan kisahnya? yuk langsung dibaca aja :)

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dark Comfort, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Rumah Sakit

Akhir 2015 merupakan tahun yang paling memberatkan bagi keluargaku. Hal ini disebabkan karena ibuku mulai keluar masuk rumah sakit untuk melakukan beberapa operasi. Di awal, ibuku melakukan operasi kecil di rahang untuk menganggkat tumor rahangnya yang kian membesar.

Beberapa bulan kemudian, ibu kembali melakukan operasi pada mata karena ibu terus mengeluh pengelihatannya kabur. Kak Vian dan istrinyalah yang mengurusi ibuku saat itu. Bukan karena anak-anak yang lain tidak mau mengurusi, tetapi karena hanya Kak Vian dan istrinyalah yang ada di rumah saat kejadian. Sedangkan aku tengah sibuk bekerja di Kota Jatirimbun, begitupula dengan kakak-kakakku yang lain.

Kondisi ibu memang sempat membaik, namun entah mengapa lama-lama tumor rahang yang di deritanya kembali tumbuh dan membesar. Akhirnya aku dan kakak-kakakku memutuskan agar ibu diperiksa di rumah sakit yang ada di Kota Jatirimbun saja. Mengingat rumah sakit di kota ini adalah salah satu rumah sakit terbaik yang ada.

Aku juga memutuskan untuk mengundurkan diri dari pekerjaanku, karena akan fokus membantu merawat ibu ketika di rumah sakit. Hari ini sedari pagi aku sudah mengantri di loket pendaftaran untuk mendaftarkan ibuku agar segera mendapatkan ruang rawat inap. Usai mendaftar sang pegawai runah sakit berkata "mohon maaf, saat ini kamar rumah sakit sedang penuh, nanti jika sudah ada kamar tersedia akan kami hubungi lewat telepon".

Aku benar-benar kecewa saat ini karena sudah mengantri lama, tetapi harus pulang dengan tangan kosong. Akupun menjelaskan semua pada ibu, untung saja ibu mengerti akan hal tersebut. Namun berbeda dengan Kak Vian, Kak Vian sangat marah karena harus terpisah lama dengan anak dan istrinya.

Ibuku yang melihat anak lelakinya seperti itu menyuruh kakakku itu pulang ke Desa Tegal Angker. Entah apa yang merasuki Kak Vian, dia mau saja pulang ke Desa Tegal Angker bahkan saat ini juga Kak Vian langsung mengemasi barangnya dan pergi. Aku terheran-heran dengan sikap kakak laki-lakiku yang tiba-tiba berubah seperti itu.

"Bu...ibu jangan diambil hati ya dengan sikap Kak Vian. Mungkin dia rindu sekali dengan keluarga kecilnya di rumah, jadi dia bersikap seperti tadi" ucapku lembut berusaha menghibur hati ibuku, sedangkan ibuku hanya mengangguk sambil berusaha tersenyum.

Keesokan harinya, ponsel ibuku berdering dan terlihat jelas nomor asing serta bisa kupastikan dari rumah sakit.

"Halo selamat siang" sapaku ramah.

"Selamat siang, kami dari Rumah Sakit Kesehatan Bangsa ingin memberi tahu jika pasien atas nama Lastri sudah mendapatkan kamar untuk rawat inap dan disarankan agar datang hari ini ke rumah sakit" ucap si penelpon.

"Oh baik terimakasih atas informasinya, saya dan ibu saya akan segera ke rumah sakit" jawabku kemudian memutus panggilan telepon.

Usai menutup panggilan telepon, aku dan ibuku bergegas bersiap ke rumah sakit dengan membawa beberapa pakaian. Sesampainya di rumah sakit, aku langsung mengurus kamar rawat inap ibuku. Setelah semuanya selesai kami disuruh menunggu beberapa menit karena pasien dari kamar tersebut baru saja pulang.

30 menit menunggu akhirnya kami dipersilahkan oleh pegawai rumah sakit untuk masuk ke dalam kamar rawat inap ibuku. Sampai di kamar rawat inap, aku langsung meletakkan barang-barang kami di tempat yang telah disediakan. Ternyata kamar ibuku dihuni oleh dua orang, kebetulan saat aku meletakkan barang-barang aku sempat melirik ke tempat tidur sebelah.

Betapa terkejutnya aku ketika melirik sekilas ke tempat tersebut, karena di sana sudah berdiri sosok arwah dari pasien yang tengah terbaring di atas tempat tidur. Arwah itu melihat juga ke arahku sehingga membuat tatapan kami bertemu secara tidak sengaja.

"Kamu melihatku kan?" tanya arwah itu.

"Ya" jawabku dalam hati.

"Waktuku sudah tidak banyak lagi, bisakah kamu membantuku menyampaikan pesan pada keluargaku?" tanya arwah itu lagi.

"Selama pesanmu tidak aneh-aneh aku usahakan bisa membantu" jawabku masih dalam hati.

"Tolong sampaikan pada mereka jangan terlalu lama bersedih akan kepergianku, tolong jaga diri masing-masing dan hiduplah dengan bahagia. Sampaikan juga maafku jika pernah menyakiti hati keluarga atau orang-orang yang ada di sekitarku baik secara sengaja ataupun tidak" ujar arwah itu panjang lebar.

"Baiklah aku akan menyampaikannya" sahutku.

"Terimakasih nak" bisik arwah itu di telingaku.

"Sama-sama" ucapku membatin.

"Bu....Rea mau ke ranjang sebelah dulu ya, soalnya Rea mau menyampaikan pesan" ujarku meminta ijin pada ibu.

"Tapi orang itu kan masih hidup Re, buktinya mesin pendeteksi detak jantungnya saja masih menunjukkan jantungnya belum berhenti berdetak" sahut ibu.

"Iya bu, tetapi sebentar lagi orang itu akan pergi makanya Rea mau menyampaikan pesan dulu" ucapku kemudian berjalan ke ranjang pasien sebelah.

Saat berjalan menuju ranjang pasien sebelah, tiba-tiba ada sosok hitam yang wajahnya tak dapat kulihat berdiri di sebelah arwah tadi. Tentu saja aku sangat terkejut karena ini adalah pertama kalinya bagiku melihat proses penjemputan arwah seseorang.

"Apakah itu malaikat pencabut nyawa?" tanyaku pada diri sendiri.

"Ya itu salah satu dari mereka" jawab Hitam tiba-tiba sehingga membuatku tersentak.

"Permisi...mohon maaf jika saya mengganggu. Saya hanya ingin menyampaikan pesan dari beliau" ujarku kepada orang-orang yang berada di sekitar ranjang pasien sambil menunjuk pasien yang terbaring lemah di atas kasur. Dapat kulihat banyak kabel dan selang menempel di tubuh renta lelaki itu.

"Tapi anda siapa ya?" tanya salah seorang wanita di keluarga itu.

"Saya hanya orang luar yang kebetulan bertemu dengan beliau. Saya langsung saja karena waktu beliau sudah tidak lama lagi" ujarku sambil melihat ke arah arwah kakek itu. Tiba-tiba beberapa orang yang ada di sana menangis seolah paham akan maksudku.

"Kakek berpesan agar kalian semua jangan terlalu lama bersedih akan kepergian beliau. Tolong jaga diri masing-masing dan hiduplah dengan bahagia. Beliau juga meminta maaf jika pernah menyakiti hati keluarga atau orang-orang yang ada di sekitarnya baik secara sengaja ataupun tidak. Itu saja pesan yang beliau minta saya sampaikan" ucapku sesuai dengan amanat yang dikatakan oleh kakek itu sebelumnya.

Mesin pendeteksi detak jantung pun tiba-tiba menunjukkan jika detak jantung kakek sudah hilang. Beberapa keluarga menjadi makin histeris karenanya. Arwah sang kakek juga tersenyum kepadaku seolah berterimakasih sudah menyampaikan pesannya, dan akhirnya arwah sang kakek pergi bersama sosok hitam tersebut menuju cahaya yang sangat terang.

Aku berjalan perlahan kembali ke ranjang ibuku dengan berlinang air mata. Rasa lega dan syukur terasa jelas dalam hatiku.

"Kamu sudah menyelesaikan misi hari ini nak" ujar ibu sambil memelukku.

"Iya bu Rea bahagia bisa membantu meskipun hanya menyampaikan pesan yang terbilang sepele, tetapi sebenarnya itu sangat bermakna bagi kakek itu. Tadi beliau pergi dengan senyuman yang hangat bu" cerocosku dalam pelukan ibu.

Tiba-tiba seorang lelaki muda datang ke ranjang ibuku.

"Terimakasih ya dik kamu sudah menyampaikan pesan dari kakek. Saya yakin kakek kami sudah berada di tempat yang lebih baik sekarang" ucap lelaki itu padaku.

"Sama-sama kak, saya senang bisa membantu" sahutku.

Lahir, hidup, dan mati seseorang tidak ada yang tahu kapan datangnya. Memang sangat berat rasanya ditinggalkan oleh orang yang kita sayangi, tetapi sebagai makhluk yang masih hidup kita harus mengikhlaskan kepergiannya agar orang yang meninggalkan kita bisa tenang di sisi-Nya.

1
Agus Wijaya
Luar biasa
Agus Wijaya
cerita nya ... masih misteri
Siti Arbainah
Aku jga gak bisa keramas terlalu sering krna lngsung skit kpla
naziqa
bagus ceritanya
わかなよう
ada yg bagus tapi seram dikit 🤸🏻‍♀️semangat ya
Triliani Oktari
itu cerita bagus bagi diriku
Benny Andryan
Cerita nya bener bingung , katanya bapak nya sudah pensiun tinggal di desa
Tapi ini masih kerja Dan tinggal masih di Tempat lama.
Aneh
Ananda Trizna
keliatannya baguss
Naya Kunaya
kok udahan , meninggal muda 😭😭😭
Naya Kunaya
buka jasa semacam wa thor ,( penyampai pesan )😉🤣canda thor 💪💪
Naya Kunaya
kirain 2 sejolo , rea ma arya , ternyata 🤣🤦
Naya Kunaya
andre jahat banget, buat muassin egonya nyakitin temen sendiri
Naya Kunaya
penginapan gaib
Naya Kunaya
ga akan d p3njara polisi mana percaya masa lewat mimpi beranteum nya ga masuk akal
Naya Kunaya
sukma suka sama bima ,bima suka ma rea , rea masih ragu ma bima meskipun emang suka juga
Naya Kunaya
qyah nya rea bukan dah pensiun?
Naya Kunaya
jadi pelindung rea 😉
Naya Kunaya
kenapa ga ada komen?
hayoo
entah mengapa setiap gue baca tiap bab gue terasa merinding seketika dan nangis tanpa sebab dari awal sampai akhir padahal gue ngak ngerasa apa ²
St. May Sharoh
apa waktu detik detik nafas terakhir bapak ku yg diliat mama ku sosok malaikat hitam pekat
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!