Indonesia
NovelToon NovelToon
Dari Selir Yang Diabaikan Menjadi Permaisuri

Dari Selir Yang Diabaikan Menjadi Permaisuri

Status: tamat
Genre:Fantasi Wanita / Aliansi Pernikahan / Cinta Istana/Kuno / Tamat
Popularitas:3.5k
Nilai: 5
Nama Author: Diah Nation29

Yang baca Author do'akan semoga kalian lancar rezekinya😍😍


Dari Selir yang Diabaikan menjadi Permaisuri

👑 Kaisar Tang Xuanze (唐玄泽)
👸 Permaisuri Mu Qingran (慕清然)
🌸 Gelar: Permaisuri Xianhe (贤和皇后)
🏯 Istana: Istana Ziyun
📜 Era Pemerintahan: Zhengzhou (正州)

Mu Qingran hanyalah seorang selir yang hidup dalam bayang-bayang istana. Diabaikan Kaisar Tang Xuanze, dihina para selir, dan dijadikan pion dalam perebutan kekuasaan, ia memilih bertahan dengan kecerdasan dan kesabarannya. Saat berbagai intrik mengancam takhta, Qingran membuktikan kesetiaan serta keberaniannya hingga perlahan merebut kepercayaan sang kaisar. Namun, jalan menuju singgasana permaisuri dipenuhi pengkhianatan, fitnah, dan pengorbanan. Mampukah seorang wanita yang pernah dianggap tak berharga mengubah nasibnya menjadi Permaisuri Xianhe yang dihormati seluruh negeri? Ataukah ambisi istana akan menghancurkan cinta dan harapan yang akhirnya ia temukan?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Diah Nation29, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Jebakan Malam Bulan Purnama

Malam bulan purnama menggantung sempurna di langit kelam Istana Zhengzhou, memancarkan cahaya perak temaram yang menyelimuti atap-atap pirus dan halaman marmer yang luas. Suasana di dalam kompleks istana tampak begitu sunyi, hampir terlampau senyap untuk ukuran ibu kota sebuah kekaisaran besar. Namun, di balik keheningan yang menyelimuti itu, ketegangan yang mematikan sedang merayap di setiap sudut koridor.

Di kediaman Marquis Wen, sekelompok pasukan bayaran berpakaian serba hitam dan para sisa pejabat faksi lama telah berkumpul dengan senjata terhunus di dalam sarungnya. Wajah mereka dipenuhi oleh binar ambisi yang membara. Waktu yang telah lama mereka nantikan akhirnya tiba. Dengan dalih mengamankan istana dari cengkeraman sang permaisuri yang dianggap tirani, mereka bersiap bergerak menuju gerbang barat daya.

"Semua pasukan sudah siaga," bisik utusan klan Lin dengan senyuman kemenangan tersungging di bibirnya. "Gerbang barat akan dibuka dari dalam oleh orang kita di departemen logistik. Dalam waktu kurang dari satu jam, kita bisa menguasai paviliun utama dan memaksa Mu Qingran bertekuk lutut."

Tanpa membuang waktu lagi, mereka mulai bergerak menyusuri jalan-jalan setapak tersembunyi di dalam kota menuju dinding perbatasan istana, meyakini bahwa langkah mereka tidak terdeteksi oleh siapapun.

Sementara itu, di dalam Paviliun Phoenix, suasana justru tampak sangat tenang. Aroma dupa gaharu mengepul lembut dari perapian perunggu, berpadu dengan wangi teh melati di atas meja giok. Mu Qingran duduk dengan postur tegak yang sempurna, mengenakan jubah kebesaran berwarna ungu tua bersulam benang emas. Mahkota giok di kepalanya memantulkan kilau cahaya lentera dengan wibawa yang luar biasa.

Di hadapannya, Chunhua berdiri tegak sambil membungkuk hormat.

"Yang Mulia, laporan dari pengawal gerbang barat telah diterima," lapor Chunhua dengan suara tegas namun tenang. "Kelompok Marquis Wen dan pasukan bayaran klan Lin telah memasuki area terowongan saluran air dalam. Mereka baru saja memaksa masuk melalui gerbang kecil yang kuncinya telah diserahkan oleh pengkhianat di departemen logistik."

Qingran tidak menunjukkan keterkejutan sedikit pun. Ia menyesap tehnya perlahan, lalu meletakkan cangkir itu kembali ke atas meja dengan bunyi ketukan yang sangat pelan. Sudut bibirnya terangkat membentuk senyuman tipis yang misterius.

"Bagus," ucap Qingran dingin. "Biarkan mereka masuk lebih dalam. Tutup seluruh jalur pelarian ke luar istana, dan pastikan Panglima Komandan menutup pintu gerbang utama terowongan dari belakang. Jangan biarkan seekor tikus pun lolos dari perangkap ini."

"Titah dilaksanakan, Yang Mulia!" jawab Chunhua mantap, lalu melesat keluar ruangan untuk menyampaikan perintah mutlak tersebut.

Lima belas menit kemudian, kelompok Marquis Wen berhasil menembus halaman utama istana bagian barat. Mereka merangsek maju dengan cepat, menghunus pedang sambil bersiap menerobos masuk ke pelataran Paviliun Phoenix yang tampak diterangi oleh cahaya lentera yang terang benderang.

Marquis Wen tertawa kecil penuh kemenangan ketika melihat tidak ada penjagaan ketat di gerbang depan paviliun. "Ha-ha-ha! Lihat itu! Perempuan sombong itu pasti sedang ketakutan di dalam! Maju! Tangkap dia hidup-hidup!" teriaknya kepada para pasukan bayaran di belakangnya.

Namun, begitu mereka menjejaki halaman marmer yang luas dan melangkah mendekati undakan utama paviliun, langkah mereka mendadak terhenti seketika.

Suara derap langkah kaki yang teramat rapi dan berat menggema dari segala penjuru arah. Dari balik bayang-bayang pilar-pilar besar dan koridor gelap istana, ribuan prajurit pengawal kekaisaran bersenjata lengkap mendadak muncul secara serentak. Tombak-tombak baja berkilau di bawah cahaya bulan, mengacu tepat ke arah kerumunan kelompok Marquis Wen. Dalam hitungan detik, mereka telah terkepung sepenuhnya tanpa ada celah untuk melarikan diri.

Wajah Marquis Wen memucat seketika, senyuman kemenangannya lenyap berganti dengan teror yang mencekam. "Tahan... apa-apaan ini?! Bagaimana bisa kalian...?"

Pintu utama Paviliun Phoenix terbuka secara perlahan dengan suara derit yang berat. Di ambang pintu, di bawah naungan cahaya lentera yang megah, Mu Qingran melangkah keluar dengan anggun. Tatapan matanya yang dingin bagaikan pisau es menyapu wajah setiap pengkhianat yang berdiri di hadapannya. Di belakangnya, puluhan pengawal elite berdiri tegak, memancarkan aura kekuatan mutlak yang membuat lutut para pemberontak mendadak lemas.

"Mencari siapa, Marquis Wen?" suara Qingran meluncur tenang, namun sangat jelas terdengar di telinga setiap orang yang hadir di halaman tersebut. "Apakah kau sedang mencari tempat untuk menguburkan dirimu sendiri di istana ini?"

Marquis Wen terhuyung mundur, napasnya tersengat rasa panik yang teramat sangat. Ia menatap tajam ke arah sang permaisuri, menyadari kebenaran yang mengerikan. "Kau... kau sudah mengetahui rencana ini sejak awal?! Semua ini... semua ini adalah jebakan?!"

"Jebakan?" Qingran tertawa kecil, sebuah tawa dingin yang membuat bulu kuduk siapa pun merinding. "Kalian menyebutnya jebakan, aku menyebutnya sebagai pembersihan sampah terakhir dari rumahku. Kalian mengira kepergian Kaisar ke perbatasan adalah celah bagi kalian untuk merangkai makar? Kalian terlalu bodoh untuk menyadari bahwa singgasana ini tidak pernah goyah, bahkan ketika angin badai paling kencang menerpa."

Sebelum Marquis Wen sempat membuka mulut untuk memohon ampun atau melarikan diri, Qingran mengangkat tangan kanannya perlahan memberikan isyarat mutlak.

"Tangkap semua pengkhianat ini!" titah Qingran dengan suara menggelegar penuh wibawa. "Seret mereka ke penjara bawah tanah, dan pastikan tidak ada satupun dari mereka yang melihat terbitnya matahari esok hari!"

Dalam sekejap, pasukan pengawal kekaisaran bergerak serentak bagaikan air bah. Para pemberontak disergap dan dilumpuhkan tanpa sempat memberikan perlawanan berarti. Teriakan keputusasaan dan suara logam yang beradu menggema sesaat di malam bulan purnama itu, sebelum akhirnya kembali ditelan oleh kesunyian malam istana yang agung.

Mu Qingran berdiri tegak di atas undakan paviliun, memandangi kekacauan yang telah berakhir dengan kemenangan mutlak di tangannya. Di bawah langit malam ibu kota, ia membuktikan sekali lagi bahwa benteng pertahanan Kekaisaran Zhengzhou berdiri kokoh tanpa cela, menunggu kepulangan sang kaisar dengan damai dan kejayaan yang abadi.

1
Hatijah Cantik
biar gak tegang terus ,tampilkan yg romantisnya antara kaisar dan permaisuri ,Thor !
Xi Yue Qing: ada bagian romantisnya kak di bab lanjut
total 1 replies
Xi Yue Qing
Hai, readers.

Author mau kasih tahu nih. Author cuti dua minggu untuk gak nulis dulu karena kesibukan author yang berada diperantauan juga. Jadi, untuk pembaca baca dulu karya lain author ya. jika nanti author kembali pastinya author akan kasih kejutan yang menarik lagi untuk karya selanjutnya.

Siapa nih yang suka intrik istana? kalian bisa request sama author mau dibuatkan novel tema Intrik istana, kultivasi, atau poliandri yang lagi trend sekarang.

kebetulan author lagi nulis karya baru dikertas jadi rilisnya kemungkinan juga bulan September.

Semoga kalian suka karya lain author ya🥰🥰

Terimakasih dukungan kalian untuk author🥰 author akan menulis karya yang lebih menarik dan matang lagi alurnya.

byebye🥰
laaaa
jujurr inii baguss bangett sukaaa bangett samaaa ceritanyaa
Xi Yue Qing: terimakasih dukungannya kak🤩🤩
total 1 replies
Alia Chans
Alurnya menarik banget thor, apalagi karakter Qingran yang tenang tapi penuh strategi.Penulisannya juga bikin penasaran dengan keputusan Kaisar selanjutnya. Semangat terus berkarya thor/Smile/
Xi Yue Qing: siap... terimakasih 🤩
total 1 replies
Nur Yani
lanjut kk
Nur Yani
lanjut kakak
Xi Yue Qing: asiap... ditunggu update nya🥰🥰
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!