Indonesia
NovelToon NovelToon
Playtime And Disaster

Playtime And Disaster

Status: sedang berlangsung
Genre:Kutukan / Horor
Popularitas:2.3k
Nilai: 5
Nama Author: Naura G. A.

Seorang gadis yatim-piatu bernama Clara Paradista terpaksa beradaptasi kembali dengan situasi baru namun familiar saat tante Imelda membawanya pulang untuk tinggal bersama. Lalu untuk menyemangati Clara yang tampak sedih tak berkesudahan, tante Imelda memberikan boneka sebagai pelipur lara tanpa tahu Clara membenci boneka. Tapi dibalik kesalahan tersebut, mereka tidak tahu bahwa boneka usang dari kain fanel itu membawa pesan penting. Boneka itu tahu rencana busuk para iblis untuk menghancurkan umat manusia dengan memanfaatkan kekuatan jiwa.

Akhirnya, Clara dan boneka terkutuk bernama Ethan melakukan petualangan berbahaya untuk menghentikan rencana para iblis yang bersemayam di rumah terkutuk bekas seorang pengrajin mainan sambil bertahan hidup dari permainan maut yang tercipta dari pikiran yang berantakan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Naura G. A., isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 34 – Arsitektur Dari Rumah Impian

Saat pagar dibuka, Jessica mempersilahkan Clara masuk. Matanya tidak bisa berhenti berbinar saat melihat lebih dekat rumah yang kelihatannya paling mencolok kedua di Sari Kurma. “Ayo masuk aja. Sepatu taroh di rak sana.” Ucap Jessica sambil menunjuk sepatu besar yang isinya agak sepi. “Thenk yu.” Balas Clara sambil meletakan sendal-nya di tingkatan teratas. Meski bingung kenapa Jessica menyebut sendal di kakinya adalah sepatu, Clara tidak mau mempermasalahkan detail kecil itu.

Didalam rumah, rasanya sangat sejuk padahal Jessica belum menyalakan AC. Mungkin karena keramik putih dilantai menyerap dingin atau interior rumah yang rapih membuat mata merasa damai. Bisa saja karena letak rumah yang strategis karena berada di ujung kompleks membuat angin mudah masuk dari ventilasi. Saat mereka pergi ke dapur, Clara menaruh tas di bangku makan lalu meregangkan tubuh lega karena beban berat di punggungnya bisa dialihkan.

Kemudian Jessica berkata akan mencari alat – alat di gudang sedangkan Clara sepakat mengemasi cemilan.

“Ada sandwich di kulkas. Ambil aja semua.”

“Okey, sama boleh minjem kamar mandi?”

“Lewatin pot tinggi itu, belok, terus ada pintu kamar mandi. Pake aja.”

Clara mengikuti perkataannya dan menemukan pintu plastik putih dengan ganggang besi yang terasa dingin. Setelah membukanya, dia melihat kamar mandi yang ukurannya lebih luas dari yang ada di rumah tante Imelda dan memiliki bathtub sakral yang hanya bisa di miliki orang – orang kaya atau orang biasa yang niat membelinya.

Sebelum masuk, Clara mengatakan, “Ketemu Je’!” dan dibalas acungan jempol.

...🥑🥨🥑...

Clara dengan mode serius memilah makanan apa yang mungkin mereka butuhkan dari dalam kulkas. Dari pintu bawah dia menemukan tupperware berisi sandwich yang sebelumnya Jessica singgung dan menaruhnya di meja makan. Kemudian empat botol air mineral rak botol di pintu kulkas. “Awh!” Dengan cerobohnya Clara menjatuhkan satu botol karena membawa terlalu banyak barang sehingga dia menaruh sisanya dan mengambil botol terakhir itu. Tanpa sengaja matanya melihat sebuah botol beling yang kelihatannya seperti botol sirup. Tapi karena dia berpikir agak beresiko untuk membawa botol kaca yang mudah pecah, dia mengurungkan niatnya lalu menutup kembali pintu kulkas dan mengambil botol air mineral-nya. Sebelum dia melihat mereka dari botol ‘sirup’ yang dia baru temukan.

Lalu makanan terakhir yang akan dia bawa adalah biskuit oreo yang plastiknya masih baru. Merasa yakin bekal yang akan dibawa sudah merasa cukup, Clara duduk di kursi dengan tenang sampai Jessica kembali dengan kardus berisi pengaman lutut dan siku saat bersepeda lengkap dengan helm yang kelihatannya sangat kokoh. Tapi yang menyita perhatian adalah kotak berkakas berwarna biru tua diatasnya. Meski alat – alat didalamnya berguna untuk memperbaiki barang, Clara dan Jessica akan menggunakannya untuk menghancurkan sesuatu kali ini.

Saat kuncinya dibuka, Clara langsung mengambil palu sedangkan Jessica masih berpikir. Saat dia mengambil obeng, Jessica berkomentar “Kalau berantem pake ini payah banget.” Namun Clara malah tidak setuju dan balik mengambil obeng dari tangan Jessica. Kemudian dia memegang benda itu seolah adalah anak panah. Sambil menutup satu matanya, Clara menodong obeng itu selaras dengan arah pandangnya. Lalu berkata, “Ini bisa buat nusuk.” Kemudian Clara mempraktekan gerakan tusukan itu dengan udara. Jessica yang sudah paham dengan pemikiran kreatif itu mengiya-kan usulan Clara agar dia berhenti melayangkan obeng secara liar karena itu bisa berbahaya juga.

“Tapi selain senjata, kita juga perlu sesuatu buat bukain pintu.” Pemikiran Clara memperlebar topik mereka dalam menyiapkan rencana karena menurutnya, “Kalo semisal pintunya macet dan ada monster datang bisa repot di kitanya.” Walaupun Clara belum bertemu dengan pintu yang berpotensi ‘macet’ atau ‘terkunci’ dia berusaha mengurangi resiko buruk karena jalan keluar mereka adalah antara pintu atau jendela.

Ada kemungkinan jendela sulit ditemukan karena dari kedua kalinya Clara berpindah dunia lewat media ini, dia sadar lokasi perpindahan tepat di teras. Itu berarti tiap jendela dari Rumah Angker Tirta di dunia nyata terhubung dengan jendela dimensi misterius tersebut dan ada sekitar 6 jendela di Rumah Angker Tirta dibandingkan jumlah pintu yang masih membingungkan. Jika ada skenario terburuk saat jendela tidak ada disaat genting, Clara dan Jessica terpaksa menggunakan pintu untuk setidaknya melarikan diri. Tapi jika pintunya tidak bisa terbuka, itu akan menjadi jalan buntu bagi mereka. Jadi harus ada banyak rencana cadangan.

Setelah mendengar opini Clara, dia teringat sesuatu sehingga Jessica membalikan badan dan pergi meninggalkan Clara dengan pesan, “Wait Clara, lu rapihin aja perlengkapan kita dulu.” Karena itu, Clara menghembuskan nafas panjang. Dia tidak tahu apa yang ada dalam pikiran Jessica sampai pergi tiba – tiba. Tapi kesendirian ini bisa dia manfaatkan untuk sesuatu yang lain. Yaitu dengan tenang memasukan palu yang dia pilih dan bungkus oreo. Sedangkan untuk kotak sandwich, Clara akan menyerahkannya pada tas Jessica karena ruang di tempatnya sudah habis tersita untuk kotaknya boneka Ethan.

Selain itu, Clara penasaran suatu hal. “Kamu ngapain sampai bikin Momo nangis?”

Ethan dalam kotaknya mendengar pertanyaan itu dengan perasaan yang sangat gusar. Memorinya kembali berputar kejadian memalukan sebelumnya yang dia anggap sebagai aib. Aib karena dia tidak bisa berkepala dingin dalam menanggapi situasi hingga mengabaikan perasaan orang – orang.

‘Ini bukan yang seharusnya dilakukan malaikat’

‘Tidak seharusnya begini, Tidak seharusnya begini, Tidak seharusnya begini...’

‘KAU IBLIS!’

‘JAWAB PERTANYAANKU BAJINGAN SIALAN TAK GUNA!’

“(Tenanglah, kau ciptaan yang sempurna. Kau baik, aku baik...)” Sekilas kecemasannya datang bagaikan sambaran petir. Mencoba melupakannya pun cukup sulit dan dilain sisi, “Hah? Apa artinya ‘Han?” Arumina tidak tahu kapan harus mematikan komunikasi mereka jika Ethan tidak memberitahunya. Hal itu keduanya tersentak kaget. Tapi Ethan mencoba mengalihkan pembicaraan dengan nada tenang dan formalnya seperti biasa. “Semua kesalahan ada padaku, Clara. Aku tidak bisa menahan rasa penasaranku tentang dunia aneh yang kita lewati tadi dan sikap egoisku ini membuat kalian kesal. Maaf... Maaf..., tolong maafkan aku.”

Terdengar suara Ethan yang tiba – tiba gemetaran. Clara tahu dengan mudah jika topik ini sangat sensitif bagi dia. Bahkan dalam lampiran kertas yang mereka baca sebelumnya di dimensi misterius Rumah Angker Tirta, ada kalimat yang menyinggung ‘Kematian seorang manusia’ dan ‘Tirta Samsudin’. Hal – hal yang menjadi beban pikiran Ethan. Mendadak hati Clara dipenuhi rasa bersalah karena bertanya tadi. “Sudahlah Ethan. Kita juga penasaran, tapi misteri gak mungkin selesai secepet itu. Jadi kita sabar saja sambil liat situasi.” Seorang anak manusia menasihati dirinya akan menjadi tambahan aib untuk Ethan. Meskipun begitu, perkataan Clara ada benarnya juga. “Lagian, gimana nasibmu nanti?”

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!