Kebebasan dari balik jeruji ternyata bukanlah akhir dari hukuman. Setelah bertahun-tahun mendekam di penjara, Indri berharap dapat memulai hidup yang baru. Namun, dosa masa lalu yang telah menghancurkan kehidupan seseorang membuatnya menjadi sasaran balas dendam.
Di balik kepulangannya, Evan telah menyiapkan sebuah permainan yang dirancang dengan sempurna. Bukan untuk membunuh Indri, melainkan membuat wanita itu merasakan penderitaan yang jauh lebih menyakitkan daripada kematian. Sedikit demi sedikit, kehidupan Indri direnggut—harga dirinya, kebebasannya, hingga harapan untuk hidup bahagia.
Namun, semakin jauh Evan melangkah menjalankan rencana balas dendamnya, semakin dalam pula ia terjebak dalam perasaan yang tak pernah ia duga.
Lantas... Akankah Indri berhasil terbebas dari belenggu dendam yang mengikat hidupnya? Ataukah justru Evan yang akan terperangkap dalam rasa yang sama beracunnya dengan kebencian yang selama ini ia pelihara?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon syitahfadilah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 26
Hasil pemeriksaan lanjutan pun selesai, Indri dinyatakan sedang hamil. Dokter menyampaikan kabar itu dengan tenang, tetapi bagi Indri dan Haris, kalimat tersebut terasa seperti sesuatu yang mengguncang seluruh hidup mereka.
“Dari pemeriksaan lanjutan, kami memastikan bahwa Bu Indri sedang hamil. Usianya masih sangat dini, jadi untuk sementara kami menyarankan banyak beristirahat dan menghindari aktivitas yang terlalu berat.”
Indri hanya diam. Tangannya perlahan menyentuh perutnya. Hamil... Selama beberapa minggu terakhir ia mengira rasa mual, pusing, dan lemas yang dialaminya hanya akibat kelelahan. Ternyata di dalam tubuhnya telah tumbuh kehidupan kecil.
Dan hanya ada satu nama yang langsung memenuhi pikirannya.
Evan... Indri memejamkan mata. Wajah lelaki itu seketika hadir dalam ingatannya.
Dendamnya... Kemarahannya... Semua kejadian yang telah membuat hidup mereka terikat dalam hubungan yang penuh luka...
Lalu kecelakaan itu. Kecelakaan yang sebenarnya bukan sekadar kecelakaan biasa. Indri tahu persis bahwa ada campur tangannya di balik semua itu. Ia yang meminta seseorang melakukan sabotase terhadap mobil Evan dengan harapan lelaki tersebut benar-benar lenyap dari hidupnya.
Dan sekarang, setelah mengetahui dirinya mengandung anak Evan, Indri merasa seolah dunia sedang memaksanya menghadapi akibat dari keputusan yang pernah dibuatnya.
“Evan...” bisiknya tanpa suara. Air mata mengalir tanpa mampu ditahannya.
Haris yang melihat kondisi putrinya segera duduk di samping ranjang. “Indri.”
Haris sendiri tentu sangat syok. Berita bahwa putrinya sedang hamil membuat dadanya terasa sesak. Namun ia berusaha menenangkan diri karena melihat Indri dalam keadaan yang tidak stabil.
Ia ingin bertanya banyak hal.
Siapa ayah bayi itu?
Mengapa Indri tidak pernah cerita jika dekat dengan seorang lelaki?
Tetapi Haris menahan semua pertanyaan tersebut. Kondisi Indri belum stabil. Ia tidak ingin membuat putrinya semakin tertekan.
"Pa..." Indri menatap papanya dengan berlinang air mata.
“Papa tidak akan memaksamu bercerita sekarang,” kata Haris lembut. “Istirahatlah dulu.”
Indri hanya mampu mengangguk. “Maaf, Pa.”
“Tidak perlu minta maaf.” Haris menggenggam tangannya. “Sekarang kamu istirahat. Tidak usah memikirkan apa-apa biar kondisi kamu cepat pulih.”
Kalimat sederhana tersebut justru membuat hati Indri semakin sakit.
Riko yang sejak tadi berada di ruangan itu juga tidak kalah terkejut. Ia menatap Indri dengan ekspresi tidak percaya.
Pusing, mual, cepat lelah... Ia kira itu cuma karena Indri terlalu banyak bekerja dan banyak pikiran hingga membuat jadwal makannya berantakan. Tapi ternyata itu semua ada tanda awal kehamilan.
Di luar ruangan, Rio berdiri sendirian. Berita tentang kehamilan Indri membuat pikirannya langsung tertuju kepada Evan.
Yah... Evan masih hidup. Kematian yang selama ini dipercaya semua orang hanyalah sebuah rekayasa.
Semua bermula pada saat kecelakaan tersebut. Saat itu Evan berada di dalam mobil bersama seorang sopir sementara. Rio sendiri sudah lebih dahulu pulang karena urusan pribadi yang tidak bisa ditunda.
Tidak lama kemudian, sebuah panggilan darurat masuk. Terjadi kecelakaan pada mobil yang ditumpangi Evan.
Rio langsung menuju lokasi kejadian. Ketika tiba, ia mendapati keadaan yang jauh lebih buruk daripada yang dibayangkan.
Mobil Evan mengalami kerusakan parah. Sopir yang berada di dalam kendaraan tersebut tidak berhasil diselamatkan. Sementara Evan ditemukan dalam keadaan terluka cukup parah.
Namun ketika mobil itu diperiksa memeriksa, ada sesuatu yang membuatnya curiga. Kerusakan pada mobil tersebut tidak sepenuhnya terlihat seperti akibat kecelakaan biasa.
Ada indikasi bahwa kendaraan itu telah disabotase. Rio segera menyadari bahwa jika kabar Evan masih hidup sampai ke publik, keselamatan pria tersebut mungkin akan kembali terancam. Terlebih lagi, orang yang melakukan sabotase masih belum diketahui.
Karena itu, Rio mengambil keputusan besar. Ia menyembunyikan fakta bahwa Evan selamat. Dan sopir sementara yang meninggal kemudian diberitakan sebagai Evan, sementara jenazahnya dimakamkan dalam sebuah upacara yang dibuat seolah-olah merupakan pemakaman Evan.
Sementara itu, Evan yang mengalami luka parah diam-diam dibawa ke luar negeri untuk menjalani pengobatan. Tidak banyak orang yang mengetahui kebenaran tersebut. Rio menjadi salah satu orang yang bertanggung jawab memastikan rahasia itu tetap tertutup.
Namun ada satu alasan lain mengapa Evan memilih menyetujui keputusan Rio di sisa-sisa kesadarannya sebelum diberangkatkan. Ia ingin Indri percaya bahwa dirinya benar-benar telah pergi. Setelah semua tindakan balas dendam yang dilakukannya terhadap Indri, Evan akhirnya menyadari bahwa dendam tersebut justru membuat dirinya semakin kehilangan arah. Ia menyesali apa yang telah dilakukannya. Karena itu, ia memilih membiarkan Indri percaya bahwa dirinya telah mati.
Rio kemudian menjalankan dua tugas sekaligus. Ia mengambil alih peran Evan dalam melanjutkan kerja sama proyek dengan Haris Group. Di saat yang sama, ia diam-diam memperhatikan keadaan Indri sesuai permintaan Evan. Namun tugas tersebut bukan satu-satunya hal yang harus diselesaikannya. Rio juga mulai mencari tahu siapa sebenarnya dalang di balik sabotase mobil Evan.
Ia tidak percaya bahwa kecelakaan tersebut terjadi secara kebetulan. Ada seseorang yang sengaja ingin menghabisi Evan. Dan semakin ia menyelidiki, semakin banyak hal yang terasa janggal.
Kini, Rio sedang dalam dilema besar. Indri hamil, dan Evan masih hidup. Pertanyaan besar muncul di kepalanya. Haruskah ia memberitahu Evan?
Rio mengambil ponsel. Ia membuka percakapan dengan Evan. Jarinya bergerak perlahan mengetik sesuatu.
'Bu Indri sedang dirawat di rumah sakit, Pak.'
Ia berhenti. Kemudian menambahkan,
'Bu Indri hamil.'
Rio menatap pesan itu cukup lama. Ia belum menekan tombol kirim. Ia sedang berpikir keras. Jika Evan mengetahui kabar tersebut, semuanya bisa berubah.
Evan mungkin akan kembali. Padahal selama ini pria itu sengaja menghilang demi memberi Indri kesempatan untuk menjalani kehidupan baru.
Namun bagaimana mungkin seorang ayah tetap diam ketika mengetahui dirinya akan memiliki anak?
Rio menghapus kalimat tersebut. Untuk sementara, ia memilih menyimpan rahasia itu. Bukan karena ingin menyembunyikan kebenaran selamanya. Ia hanya sedang mencari waktu yang tepat.
Di dalam ruangan, Indri masih terdiam. Haris keluar sebentar untuk berbicara dengan dokter. Riko juga memberikan ruang agar Indri bisa menenangkan diri.
Indri menatap perutnya. “Kenapa harus seperti ini?” Air matanya jatuh. Ia tidak tahu harus berbuat apa sekarang. Anak itu tidak bersalah. Namun keberadaan anak tersebut akan menimbulkan banyak pertanyaan yang ia sendiri akan sulit menjawabnya.
Tangannya bergerak perlahan mengusap perutnya. Indri menangis dalam diam.
Evan sudah saatnya kamu keluar dari persembunyian hadapi dengan jentel ..jgn jadi banci kau ..,, selesai masalah mu dgn Indri jgn buat kesalahan lagi kasihan calon anakmu Van nanti tumbuh tanpa sosok mu , jgn sampai kamu menyesal Indri jadi milik Royco...
Belum pernah di bahas deh thor hubungan Cinta dan Indri 🩵
jujur ajah masih teka teki sama Riko dia itu emang cinta sama Indri atau ada maksud lain 🤔