Indonesia
NovelToon NovelToon
Sri Langit

Sri Langit

Status: tamat
Genre:Bad Boy / Teen School/College / Romansa / Cintapertama / Tamat
Popularitas:14.4k
Nilai: 5
Nama Author: Candala

[Tahap Revisi]

"Jangan suka hujan."

"Kenapa? Karena hujan penyebab langit di salahkan?"

"Bukan. Kalau Lo suka hujan, nanti yang suka Gue siapa?"

Langit, perempuan rumahan yang seluruh waktunya di habiskan untuk belajar dan mengurus pekerjaan rumah bertemu dengan laki-laki yang minim ekspresi di sekolah. Hingga pada pertemuan ke dua, mereka memutuskan untuk memulai hubungan palsu karena alasan tertentu. Namun, hubungan palsu yang dia jalin dengan laki-laki itu malah menumbuhkan benih-benih cinta di dalam hatinya.

Di saat Langit mulai menyimpan perasaan pada laki-laki itu, semesta malah membentangkan jarak di antara mereka. Dan di saat Langit memutuskan untuk rela melihat orang yang dia suka mulai membangun hubungan dengan perempuan lain, dengan banyak cara semesta juga kembali mendekatkan mereka berdua dalam pertemuan-pertemuan yang tidak terduga.

Akankah perasaan Langit terbalas dan cerita mereka berlanjut? Ataukah cerita mereka hanya sebagai pemanis di masa SMA?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Candala, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Teror kedua

Cahaya matahari terpancar indah di langit yang biru pada pagi hari ini. Langit menatap jalanan yang sudah ramai oleh kendaraan dari balik kaca bus. Sudah sejak lama Langit menaiki kendaraan umum untuk pergi ke sekolah karena keluarganya hanya memiliki dua motor. Satu di gunakan oleh Ayahnya bekerja dan satunya lagi di gunakan oleh adiknya. Karena arah sekolah dia dan adiknya yang sangat berjauhan jadi mereka tidak berangkat bersama. Dia juga merasa tidak enak jika meminta untuk di antarkan oleh Ayahnya. Sebab Ayahnya selalu pulang larut jika bekerja dan pastinya membutuhkan waktu istirahat yang cukup.

Bus yang di tumpanginya berhenti di depan bangunan sekolah. Sebagian besar penumpang yang merupakan pelajar yang berseragam sama dengan Langit satu per satu turun dari bus. Tepat ketika semua pelajar sudah turun dari bus, Langit pikir dia adalah pelajar terakhir yang akan turun dari bus. Tapi ternyata masih ada seorang pelajar laki-laki yang *khidmat* duduk di deretan bangku belakang bus.

Dia memperhatikan dengan seksama wajah laki-laki itu yang sepertinya sedang tertidur. Laki-laki itu juga mengenakan seragam yang sama dengan dirinya. Wajahnya tampak tidak asing di matanya. Namun, untuk memastikan kebenarannya dia pun melangkah lebih dekat ke bangku belakang bus. Nama Giovano Mahardika tertera jelas di nametag seragam laki-laki itu.

Langit tidak tahu apa yang membuat laki-laki itu menaiki bus untuk berangkat ke sekolah. Dia juga tidak tahu harus berbuat apa pada laki-laki yang sekarang sedang tertidur itu. Dia benar-benar bingung apakah harus membangunkannya atau di biarkan saja sampai supir bus yang membangunkannya. Sebab kejadian kemarin membuatnya malu untuk menunjukkan diri di hadapan Gio.

Tiba-tiba saja laki-laki itu terbangun dan membuat Langit seketika berjongkok, berpura-pura sedang membenarkan tali sepatu agar wajahnya tidak terlihat atau pun di kenali. Saat akan berdiri matanya tidak sengaja menemukan paper bag berwarna biru tua dengan karakter singa berada di sebelah bangku yang tadi Gio tempati.

Siswa-siswi berhamburan keluar dari mobil pribadi, kendaraan umum, maupun mereka yang membawa kendaraan sendiri ke sekolah. Mereka saling menyapa, melempar senyum dan berjalan bersama ke dalam sekolah. Begitu pun dengan Langit yang kini sudah berada di area sekolah menuju ke kelasnya.

Tepat saat Langit menghentikan langkahnya di depan loker untuk mengambil baju olahraga, ada Naya yang menyapanya dengan senyuman. "Selamat pagi, Langit."

Langit balas tersenyum, "pagi, Naya."

"Lo udah kerjain tugas dari Pak Toro belum?" Tanya Naya sembari memasukkan beberapa buku kedalam lokernya.

Karena Naya tidak mendengar jawaban dari Langit, dia pun menoleh dan mendapati perempuan itu sedang memasang wajah terkejut.

"Langit, Lo kenapa?" Tanya Naya khawatir.

Melihat Langit yang masih diam mematung membuat Naya penasaran dengan apa yang sedang di lihat oleh perempuan itu di dalam loker.

Naya yang mengintip loker Langit di buat terkejut oleh sesuatu yang ada di dalamnya. "Astaga, ini ulah siapa?"

Sebuah pisau berukuran kecil dengan berlumuran darah yang entah terbuat dari apa menancap di dada boneka beruang. Bahkan baju olahraga milik Langit yang ada di dalam loker juga menghilang. Padahal mata pelajaran olahraga pada hari ini berlangsung di jam pertama.

"Kemarin aku juga dapat paket yang mencurigakan." Sahut Langit masih dengan tatapan mata yang tertuju pada benda di dalam loker.

"Berarti ini ulah dari orang yang sama." Kata Naya yang langsung menyimpulkan. "Atau jangan-jangan dia juga orang yang bikin akun fake Lo itu."

Perkataan Naya membuat Langit seketika berpikir tentang bagaimana caranya pelaku itu bisa membuka lokernya yang harus di buka dengan kode.

Langit mengangguk, "bisa jadi."

"Kayaknya disekolah ini ada yang benci sama Lo. Ujar Naya sambil bersandar pada loker dan menyilangkan kedua tangannya di depan dada.

Langit menutup pintu loker dan kemudian menatap Naya. "Tapi siapa? Aku enggak pernah merasa jahatin siapapun di sekolah ini."

"Bukannya Gue nuduh, tapi mungkin aja itu ulah Sofia."

"Kenapa Sofia?"

"Dia kandidat dengan alasan yang kuat untuk membenci dan melakukan semua ini sama Lo. Soalnya Lo itu mantannya Kak Gio, dan Lo selalu kelihatan dekat sama Kak Gio. Jadi dia takut kalau kalian berdua akan balikan."

"Tapi kayaknya enggak mungkin Sofia yang melakukan semua ini."

"Langit, selama ini Sofia dan kedua temannya itu selalu memperlakukan Lo dengan cara yang buruk. Jadi siapa lagi yang bisa melakukannya kalau bukan Sofia?"

...•••••...

Langit melangkah dengan perasaan yang resah menuju ke kelas Gio. Pikirannya bukan hanya di penuhi oleh pertanyaan tentang siapa pelaku yang terus menerornya tapi juga tentang tanggapan yang akan di tunjukkan oleh Gio ketika tahu bahwa baju olahraga miliknya sempat di pinjam oleh Langit.

Sebenarnya Langit sudah mencari kesana-kemari baju olahraganya tapi usahanya tidak membuahkan hasil. Karena waktu yang sudah mepet dan juga ternyata barang yang ada di dalam paper bag milik Gio adalah baju olahraga akhirnya Langit memutuskan untuk meminjam baju tersebut. Tentunya setelah bertanya pada Giva untuk memastikan apakah paper bag tersebut memang milik Gio atau bukan. Bahkan dia juga mengecek jadwal olahraga kelas XII IPA 5 takut jika jam kelas mereka berbarengan. Dan tidak lupa juga dia mengirim pesan kepada Gio untuk meminta izin.

Namun, sepertinya Gio tidak membaca pesan dari Langit. Sebab ketika Langit sampai di depan kelas Gio, dia melihat laki-laki itu sedang sibuk mencari sesuatu di dalam ranselnya. Padahal teman-teman sekelasnya sudah berhamburan keluar dengan seragam olahraga menuju ke lapangan.

Dengan ragu-ragu Langit mendekat dan memanggil nama laki-laki itu, "Kak Gio."

Gio menoleh sekilas dan kembali sibuk dengan pencariannya. Langit yang melihatnya merasa sangat bersalah. Lantas dia pun memberanikan diri untuk menjelaskan semuanya.

"Tadi pagi aku nemuin paper bag ini di dalam bus yang ternyata punya Kak Gio. Sebenarnya aku mau langsung kembalikan saat itu juga, tapi karena baju olahraga aku hilang jadi pinjam dulu punya Kakak. Aku juga udah kirim pesan ke Kak Gio tapi kayaknya Kakak enggak baca." Jelas Langit dengan panjang lebar.

Langit menyerahkan paper bag itu sambil menunduk, dia tidak ingin melihat wajah marah Gio. "Maaf, seharusnya aku enggak langsung pakai. Tapi aku cuma pakai bajunya aja dan masih wangi, kok."

Gio yang masih tidak membuka suara membuat Langit semakin yakin bahwa laki-laki itu memang marah. "Aku benar-benar minta maaf. Kak Gio boleh minta apa aja untuk menebus kesalahan aku." Lanjutnya dengan sungguh-sungguh dan tulus dalam meminta maaf.

"Pulang sekolah bantuin Gue sapu taman belakang." Sahut Gio membuat Langit mendongak menatap wajahnya. "Hukuman pengganti karena enggak bantuin OSIS." Sambungnya menjawab kebingungan yang ada di wajah Langit.

Langit mengangguk dengan semangat seraya tersenyum. "Iya, aku enggak akan lupa."

1
Jelo Muda
pdhl bagussss.. knp g dilanjutin ..
Dewi Sri
saya baru nemu cerita ini dan sangat bagus berasa jadi anak SMA.
Atik Rahayu
kayaknya ok nih ceritanya
Raudatul zahra
cerita yang baru, ttg manusia biasa aja ya thor.. lebih bagus kalau bukan org² yg tinggi.. susah mau dapet feel nya..
Raudatul zahra
sejujurnya kalau pelajaran,, lebih ke sisi family nya sih yaa. gimana kita sbg org tua, jangan suka membeda² kan anak kita dgn yg lain.. karna itu akan menyakiti hati mereka. dan khawatir nya kalau mereka sampai nekad kaya Naya..
juga, harus punter² nahan mulut siih,, jangan kayak ayahnya Langit,, yg omongan nya sama anak kasar banget..udah gitu nyuruh anak jd yang terbaik, tp kita nya sbg org tua, nggak ngasih perhatian ke anak.. betapa kesepian nya anak kita kan..
mungkin karena aku seorang ibu kali yaa, jd lebih ngerasa dibagian itu siih pelajaran nya..
kalo antara Langit dan Gio,, aku suka sama hubungan mereka aja..
Raudatul zahra
awalnya aku memilih untuk baca cerita ini karena tertarik dgn sinopsis nya.. aku nggak suka sama cerita² CEO² ganteng, tajir, perfeksionis gitu.. aku nggak suka sama cerita² yg kebanyakan punya orang suruhan.. atau si pemeran utama yang menang terus..
di Sri Langit,,nggak ad yg begitu².. cerita nya nggak lebay.. masih selayaknya anak SMA lah menurut ku.. diksi nya aku suka.. watak² karakter nya aku suka.. Langit, Gio, Giva. tapi yang lain, nggak suka sih. jahat soalnya 🤣🤣
pokoknya suka semua aku
Raudatul zahra
seberapa suka??? entahlah.. yg aku tau, aku selalu ngintip NT buat ngeliat update-an Sri Langit
Raudatul zahra
aku patah hati💔💔💔💔💔💔💔💔💔💔💔 tega nian author menamatkan cerita nya cuma sampai disini😭😭😭
Raudatul zahra
beruntung nya Langit, meskipun ayahnya keras, tp dia punya bunda sambung yang baik..

3 tahun waktu yang cukup lama buat menjaga kesetiaan dan cinta.. semoga Langit dan Gio bisa melalui nya bersama..

lanjutkan thoorr 💪💪
Zahraa
seruuu sekali ceritanya, selain lucu kita jg bisa dpt ilmu² yg kita blm tau, semangat trs thor.
Erni Fitriana
ku langsung tandain pas baca detail nya....up ceritanya yg rutin y thor...biar gak ngegantung n bikin penasaran reader
Erni Fitriana
mampir thor
Raudatul zahra
udah mulai terbongkar yaa???

kupikir kerjaan ayahnya Gio ttg teror dll itu,biar Gio menjauh dari Langit karna nggak mau Langit susah.. tp agak aneh juga siih kalau itu ayahnya Gio.. kayak nggak sepadan aja lawan nya bocah 17 tahun..
mau curiga ke Naya gara² omongan Giva waktu itu yang nyuruh Langit hati² sama Naya, kayak aneh juga.. kayak berlebihan nggak siih kalau anak kelas 2 SMA, ngelakuin hal² kayak gitu.. apalagi di bab ini, sampai sesadis itu.. kayak kekecilan menuriku,,Naya buat ngelakuin hal² kayak gitu.. tp yaa masalah hati,, nggak ada yg tau yaa... sesakit itu dia ngerasa, dibeda²in terus..
lagian nonton berita juga, sering juga hal² kayak gitu dilakuin bocah².. tapi hatiku tetap menolaaakkk.. kekecilaaann.. yaa walaupun dewasa juga tetap nggak pantes siih..

pelajaran siih buat orang tua,, jangan pernah bandingkan anak. meskipun dengan saudara nya sendiri.. karna kalau sdh sakit hati,, bisa nekad kayak Naya..


up lagi thooorrrrrr... jangan lama-lama yaaaaa... semangat 💪💪💪
Raudatul zahra
iyyeeeuuuuuuu....😖
Raudatul zahra
lanjut thooorrrr...
lama banget baru UP lagi .. kangeeeeeennn
Raudatul zahra
ooooowwwww jadi gituu...
tp Gio nggak benci kan sama Giva ???

kasian yaa Gio kecil.. kurang kasih sayang dari orang tua nya.. bahkan sampai dia besar.. semoga kedua orang tua nya cepet sadar dehh..
Raudatul zahra
mau komen apa ya 🤔🤔 kayaknya semua uneg-uneg ku sudah tersampaikan diatas😅😅

ahh iyaa,, ada 1 uneg-uneg siih yang belum.. semangat berkarya thoorr.. aku selalu setia menunggu update an Sri Langit loohh😚😚
Raudatul zahra
iya,, beneran.. kadang aku kesel juga sama Gio.. dia kayak ngasih harapan ke Langit, tapi habis itu seakan² kayak nggak terjadi apa².. tiba² jutek, tiba² menjauh gitu..
tapi ingat ayah Gio,, kasian juga sama Gio jadi nya.. dia kayak beneran suka sama Langit tapi nggak bisa berbuat semaunya karna paksaan ayahnya..

sekali² POV Gio dong thoor.. biar tau gimana perasaan Gio yang sebenarnya 😁
Raudatul zahra
kalimat terakhir typo kayaknya ya thor .. harus nya menetap kan, bukan menutup..
Raudatul zahra
kapan Langit merasakan kebahagiaan thoorrr... banyak banget masalahnya.. kasiiaann..

ndang update lagi yaa thoorrrr
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!