Frost lahir di bumi, namun karena suatu kecelakaan dia memasuki sebuah lubang hitam yang tiba-tiba muncul dan meninggal secara tidak terduga.
Kemalangan kadang datang dengan keberuntungan, ketika Frost sadar kembali dia telah menjadi bayi dan telah bereinkarnasi ke dunia baru.
Seolah mengejek Frost, nasib sialpun datang lagi dari yang awalnya mempunyai orangtua lengkap di suku besar, tiba-tiba menjadi yatim piatu disuku kecil.
Namun pada usia tiga tahun suatu hal yang menunbangkan kognisinya terjadi, pada usia tiga tahun dia akhirnya mengetahui, seluruh dunia, baik bumi maupun dunia barunya dan alam semesta hanyalah sebuah catur bagi makhluk di dimensi tinggi.
Semua makhluk adalah bidak catur, dunia adalah papannya, dan makhluk dimensi tinggi adalah pemain caturnya.
Bagaimana Perjalanan Frost seorang bidak catur akan bertahan hidup di dunia ini? apakah dia akan melawan?Mengabaikan? atau menjadi pemain catur, melawan seluruh dunia?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kashiko Al-andonesy, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Simulasi Takdir Selesai
[Bulan Keenam, Para pemimpin suku dari suku Mi, Bu, Ga, dan Xa sepakat untuk datang ke suku Opwa, mereka datang dengan rombongan sukunya ke suku Opwa dan Blood Frost telah mengatur tempat pertemuan di luar suku Opwa.
Ketika waktu pertemuan tiba, kelima pemimpin suku termasuk kamu berkumpul bersama.
Dalam pertemuan tersebut pemimpin suku Xa memberitahu mereka hal yang dibahas adalah suku super besar yang menguasai wilayah ini, mengirimkan perintah perekrutan tentara.
Kamu baru pertama kali mendengar hal ini. Awalnya tidak terlalu mempercayai berita itu, namun setelah berpikir sejenak Blood Frost mempercayainya.
Hal yang sama berlaku ke pemimpin suku lainnya. Namun dalam pembicaraan berikutnya kamu ingin mengutuk suku super besar itu, hingga pembicaraan itu berakhir kamu tetap tidak senang]
[Bulan ketujuh, kamu mengadakan seleksi di dalam suku, 10 orang terlemah untuk pria dewasa akan dikirim ke medan perang termasuk 1 Ahli Besi Hitam. Setelah seleksi 10 orang pun terpilih dan kamu memberitahu mereka untuk pergi ke suku Xa untuk melapor. Kesepuluh orang itu pergi dengan sedih, kamu melihat punggung mereka dan berdoa semoga beruntung untuk mereka.]
[Bulan kedelapan, tidak banyak hal yang terjadi, Namun pertempuran dengan suku kecil di hutan telah berhenti]
[Bulan kesembilan, Tidak banyak hal yang terjadi dan kamu terus berlatih]
[Bulan kesepuluh, satu perempat anggota sukumu telah menjadi Ahli Besi Hitam, dan beberapa orang yang masih menyimpan dendam terhadapmu mulai tertekan mengetahui rahasia di alam Besi Hitam, mereka sedih dan mengurangi kebencian terhadapmu]
[Bulan kesebelas, dengan meningkatnya jumlah Ahli Besi Hitam di suku Opwa, Energi di sekitar suku Opwa tidak berkurang namun bertambah, hal ini juga menyebabkan banyak Ahli di alam fana berlatih lebih cepat daripada biasanya, tidak banyak orang yang memperhatikan namun kamu salah satu orang yang memperhatikan hal ini.
Dalam benakmu kesimpulan yang pernah kamu pikirkan mulai terbukti dengan hadirnya bukti ini.]
[Bulan kedua belas, semua anggota suku Opwa dewasa telah menjadi Ahli Besi Hitam, Tamat]
Gambar dan teks yang di digital kan mulai buram dan Blood Frost kembali ke dunia nyata.
Blood Frost merangkum pengalamannya dari simulasi Takdir. Itu adalah nama yang dia berikan ke Fusi Bakat mata digital dan mata takdir.
Meskipun di simulasi takdir kekuatan tidak dapat diambil seperti di novel-novel simulasi lainnya di kehidupan Blood Frost sebelumnya, namun pengalaman latihan masih bisa dilakukan karena itu terpatri di dalam ingatan.
Blood Frost merasa puas dengan simulasi takdir ini, karena dia bisa merasakan bahwa pengetahuan nya tentang latihan telah meningkat pesat.
Dengan pengalaman latihan ini Blood Frost tidak perlu jalan memutar dalam berlatih, dia bisa terus berlatih dengan pengalaman di simulasi dengan sekuat tenaga.
Namun di dalam simulasi takdir beberapa hal yang telah direncanakan oleh Blood Frost tidak terwujud. Seperti membangun sekolah untuk melatih anak-anak suku Opwa yang ada.
Mungkin karena diri di dalam Simulasi Takdir itu sendiri sadar kalau itu hanya simulasi masa depan sehingga beberapa detail yang dia rencanakan tidak dilaksanakan.
Sehingga diri dalam simulasi hanya fokus berlatih.
Blood Frost menggelengkan kepala memikirkan hal ini tapi dia merasa itu tidak masalah.
Menurut Blood Frost simulasi takdir hanya perlu digunakan untuk merangkum masa depan sehingga menghindari bahaya.
Seperti kejadian yang akan terjadi di bulan ini.
Di dalam simulasi suku Ga berani membunuh anggota sukunya, dan Blood Frost tidak bisa menerima hal ini.
Jadi dia berencana mulai menerapkan beberapa hal yang dia lakukan di simulasi untuk memberi pelajaran terhadap suku Ga ini.
Di dalam simulasi takdir saat ini dengan kekuatannya yang ada hanya bisa melihat sejauh satu tahun kedepan.
Mengenai hal tersebut Blood Frost merasa puas, lagipula sebulan kemudian dia bisa mensimulasikannya lagi.
Walaupun Cooldown yang ada semakin lama tetapi hal ini juga bagus, asalkan dia tetap mengikuti hal yang dia lakukan di simulasi maka tidak akan ada bahaya yang perlu Blood Frost hadapi.
Namun jika hanya melakukan beberapa perubahan kecil itu tidak menjadi masalah.
Hari sudah pagi, dan simulasi takdir Blood Frost lakukan selama sehari penuh.
Lottie sudah keluar untuk mengurus tanaman an yang ada diikuti oleh beberapa wanita yang berminat untuk bertani.
Setelah pengumuman Blood Frost kemarin banyak wanita berniat pergi berburu, tentu beberapa orang tidak berminat untuk berburu jadi mereka pergi untuk bertani.
Meskipun lama namun tidak perlu mengambil resiko kehilangan nyawa.
Blood Frost memanggil anak buahnya dan memberikan perintah.
“Jika pembangunan rumah kayu untuk anggota suku Opwa telah selesai, kamu buatlah carilah tempat untuk membangun sebuah rumah kayu yang lebih besar… ah… lupakan saja. “
Kata-kata Blood Frost berhenti karena dia baru ingat, ini adalah zaman primitif, dan beberapa kognisinya sedikit berbeda dengan orang zaman primitif.
“lupakan saja, tidak perlu mencari lagi, beri tahu aku saja ketika rumah kayu untuk anggota suku Opwa yang baru telah selesai, kamu bisa pergi. “
Blood Frost memberi perintah dan mengusir bawahan itu namun kemudian dia menghentikan bawahannya karena ada beberapa hal yang baru dia ingat.
“Tunggu.”
“Panggil orang-orang yang ingin menjadi pemburu suku yang tidak membangun rumah kayu ke timur suku pada siang hari.“
“Beritahu mereka tidak semua orang bisa menjadi Pemburu, hanya setelah lulus seleksi ku barulah mereka bisa menjadi pemburu.”
“Oke itu saja.”
Blood Frost melambaikan tangan menandakan bahwa bawahan itu boleh pergi.
Bawahan Blood Frost pun pergi dan Blood Frost pergi ke timur desa untuk menyiapkan tempat seleksi pemburu suku.
Seperti di dalam simulasi, untuk menghindari suku Ga, Blood Frost melakukan seleksi ketat terhadap orang-orang yang ingin menjadi pemburu.
Saat ini tidak perlu kuat saja untuk menjadi pemburu, namun beberapa keterampilan perlu juga di dapat.
Seperti menghilangkan jejak, melacak, dan keterampilan berburu lainnya perlu dipelajari.
Apalagi dengan adanya sistem kekuatan tanpa kemampuan menghilang kan jejak dan melacak sulit untuk menghindari bahaya di hutan.
Siapa yang tau apa kemampuan yang dimiliki oleh musuh, jadi setiap kehati-hatian perlu dilakukan.
Dan di dalam simulasi takdir seleksi ini sangat berguna, setidaknya korban di pihak Blood Frost akan jauh lebih sedikit dibandingkan suku lainnya.
Yang namanya seleksi pasti ada yang namanya standar.
Agar membiarkan anggota suku Opwa memenuhi standar pemburu dalam pikiran Blood Frost.
Maka Blood Frost menyiapkan tempat latihan di timur suku Opwa.
Sebelumnya, karena Blood Frost sadar kalau diri dalam simulasi memiliki pikirannya sendiri sehingga diri dalam simulasi takdir hanya menerapkan beberapa hal seadanya saja.
Jadi hal-hal yang diri dalam simulasi takdir tidak terlalu maksimal. Tentu saja kesadaran diri dalam simulasi ini terkait erat dengan pikiran Blood Frost dan gaya perilakunya.
Apa pikiran Blood Frost dan gaya perilaku yang dia miliki paling banyak? Berlatih, berhati-hati, dan menghindari masalah.
Selama masalah itu tidak berdampak pada dirinya sendiri maka Blood Frost hanya akan melakukan seadanya saja. Apalagi diri dalam simulasi itu sendiri sadar kalau itu bukan kenyataan jadi dia hanya melakukan beberapa gerakan seadanya saja.