Seorang gadis biasa bernama Shim Hyeri akhirnya berhasil mewujudkan impiannya untuk pergi ke sekolah bergengsi di Daegu city. Sekolah yang sangat berpengaruh besar dan hanya orang-orang tertentu saja yang bisa masuk ke sana. Mr Kim adalah seorang siswa tahun pertama yang berhasil menguasai sekolah dan bahkan guru tak berani melawannya atau menghukumnya. Ia adalah dalang dari semua aksi bullying yang terjadi di sekolah. Kim Hyeri yang disebut juga sebagai gadis ayam karena selalu memakai topeng ayam saat mengantar pesanan restorannya tak sengaja menolong tuan berpengaruh itu pada suatu insiden. Karena insiden tersebut, Mr Kim menjadi penasaran dengan gadis yang menolongnya dan berusaha mencarinya. Akankah Mr Kim menemukan pahlawannya dan bahkan menjadikan dia sebagai kekasihnya? Saksikan kehidupan Hyeri bersama Tuan berpengaruh di sini 👉👈.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Jindael, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Permintaan Tuan Muda
Yeol sekarang sedang bermain dengan konsol game miliknya di ruang tengah. Tuan muda ini bukannya mengerjakan soal-soal dari Hyeri malah asyik bermain sendiri. Ayahnya yang baru pulang, kembali membuang nafasnya dengan kasar saat melihat sang putra yang tak belajar di sana.
"Yeol, kamu tak belajar malah main," sindir ayahnya langsung.
"Ah Yah, soal itu nanti saja, jawabnya terus memainkan konsol gamenya.
"Yeol, kamu sepertinya tak menginginkan mobil impianmu lagi ya. Ok padahal ayah dah pesankan, ucap ayahnya dengan sengaja untuk menyemangati sang putra.
"Sungguh Yah, ok aku kerjakan sekarang." Yeol akhirnya menghentikan permainannya dan beranjak.
*Dasar anak itu__," ucapnya tak sampai sambil menggeleng.
Entah kenapa, pria paruh baya ini malah penasaran dengan permainan sang anak. Tanpa sadar dirinya mencoba bermain sebentar karena penasaran. Setelah beberapa menit ia mencoba, orang ini semakin menjadi ketagihan hingga membuat Yeol keluar dari kamarnya kembali dan terkejut dengan sang ayah.
"Ayah sedang apa?"
Kim Byeol yang merasa tertangkap basah segera mencari-cari alasan. "Tidak, ayah hanya ingin menaruh ini aja, sana kembali kerjakan tugas mu."
Yeol menatap sang ayah dengan mengernyitkan dahinya heran. Ayahnya malah memberikan kode agar dirinya masuk saja. Yeol pun berbalik dengan perasaan sedikit bingung.
Di kediaman keluarga Wong. Jung-il yang sudah di kamarnya, semakin menajamkan matanya untuk belajar. Ia baru ingat jika ada Hyeri si penerima beasiswa dengan nilai terbaik. Jung-il tentunya tak mau kalah saing dengannya dan berusaha meningkatkan kemampuan belajarnya. Pemuda yang bernama lengkap Wong Jung-il ini adalah anak dari salah satu Dosen terkenal di Seoul National University yang berada di Gwanak-gu, Korea Selatan. Karena anak dosen, ia dituntut untuk menjadi terbaik di sekolahnya dan jika nilainya turun sedikit, anak ini pasti akan mendapatkan omelan dari sang ayah. Maka dari itu ia tak akan membiarkan Hyeri melangkahinya nanti.
Berbeda tempat dengan kediaman Keluarga Gong. Gong Chil yang ingin menjadi kuat seperti ayahnya tak hilang akal. Dia kini sedang berlatih kekuatan ototnya sambil belajar di kamarnya. Sang ayah yang mengintip dari balik pintu hanya mengangguk kagum dengan sang anak.
Hyeri yang telah sampai di rumahnya juga kembali membuka buku pelajarannya saat tiba di kamarnya.
"Yeol benar-benar menjengkelkan, awas saja sampai tugas dariku masih salah," gerutunya sambil mulai mengerjakan soal-soal matematika miliknya.
"Ku harus bisa lulus dengan nilai yang baik dan tidak mengecewakan ayah," ucapnya bermonolog dengan sungguh-sungguh.
Sementara di tempat lain, seseorang baru saja keluar dari perpustakaan untuk menuju rumahnya. Saat sedang menunggu bus, mendadak ada mobil mewah yang berhenti tepat di depannya. Pemuda itu tak peduli dan memilih menunggu kembali kendaraan umumnya. Saat kaca mobil di buka, tampak gadis cantik memakai bando memanggil namanya.
"Bong!"
"Nona Jung?" Bong Chan tampak bingung dengan kedatangan Somi tiba-tiba.
"Ayo masuk!" suruhnya.
"Tidak usah, aku menunggu bus saja." Pemuda dengan tinggi badan ideal ini menggeleng.
Jung Somi mendengus kesal dan terpaksa turun dari mobilnya sambil menggeleng pelan. "Pertama kalinya aku ngajak orang biasa seperti dia. Ada apa lah dengan ku?" gumamnya sebelum turun.
"Sudah ayo!"
Bong Chan di tarik oleh Somi untuk masuk ke dalam mobilnya. Pemuda ini pun terpaksa menuruti ajakan si Nona muda.
Setelah Bong Chan duduk, dengan cepat Somi kembali ke posisinya dan menyalakan mesin mobilnya kembali.
Mereka berdua pergi menuju restoran paling mahal di kota untuk makan malam. Sesampainya di sana Bong Chan tampak ragu ketika mengikuti Somi masuk ke dalam restoran yang begitu mewah itu. Tanpa di duga mereka berdua berhenti melangkah karena ada seseorang yang memanggil salah satu nama diantara mereka.
"Somi!"
Somi menoleh dan alangkah terkejutnya ia mendapati dua orang temannya, Nayeon dan Jimin beserta ibu mereka akan datang menghampiri.
"Hai, malam Tante!" sapa Somi segera.
"Somi, dia siapa?" Nayeon langsung bertanya dan melihat ke arah Bong Chan dengan tatapan merendahkan.
"Ah dia.... supir baru ku," jawab Somi tak jujur.
"Ah supir ya, ku pikir pacarmu. Syukurlah kalau bukan, jika itu pacarmu juga tak mungkin. Seleranya gak banget," celetuknya sambil menilai penampilan Bong Chan yang tampak biasa.
Merasa kurang cocok berada di sana, Bong Chan akhirnya memutuskan untuk pulang dan menyuruh gadis yang bersamanya bergabung bersama teman-temannya.
"Maaf menyela, ku pikir aku harus pulang. Kamu bergabunglah dengan temanmu."
"Bong...," ucap Somi pelan.
Saat Somi hendak pergi menyusul Bong Chan, kedua temannya langsung menggandengnya agar ikut bersama mereka. "Iya Somi kamu ikut kita saja, ya ya."
Somi sedikit menoleh ke arah Bong Chan pergi sebelum dirinya terpaksa menyetujui permintaan kedua temannya. Hem iya iya.
Somi merasa tak enak pada Bong Chan yang telah pergi meninggalkan restoran. Niatnya mengajak untuk berkenalan lebih ternyata justru membuat Bong Chan harus menerima ejekan kedua temannya. Pemuda itu terus berjalan tanpa peduli dengan apa yang terjadi barusan. Ia sepertinya cukup memahami situasi yang terjadi.
..._____________🐓❤️🐓____________...
Ujian akhirnya di mulai, siapa sangka Jung-il ternyata tak mau kalah dengan Hyeri yang juga pintar seperti dirinya. Tatapannya sangat tajam ketika melihat Hyeri yang sedang bersiap masuk ke ruang ujian.
"Ada apa dengan dia? Ada yang salah kah?" pikirnya bingung.
"Oi Hyeri, kenapa bengong? Ayo masuk!" Mendadak Yeol mengangetkan dirinya.
Hyeri mengangguk-angguk. "Yeol, semangat ingat materi yang telah ku ajarkan padamu. Kamu pasti bisa!" lanjutnya menyemangati.
"Jika aku berhasil, kami harus mengabulkan permintaanku semalam," ucap Yeol membuat Hyeri berpikir.
Sebelum hari ujian
Hyeri diantar oleh Yeol ke rumahnya setelah ia selesai mengajari tuan muda. Sebelum gadis ini masuk, Yeol menarik satu tangannya.
"Ada apa?" tanyanya.
"Hyeri, aku punya permintaan untukmu," ucap Yeol padanya.
"Permintaan apa?" Hyeri memiringkan kepalanya.
"Jika aku lulus semua ujian, kamu mau kan jadi pacarku," jawabnya membuat Hyeri terkejut.
"Hah? Pacar? Aku__" Hyeri masih ragu untuk menjawabnya. Yeol yang tahu segera menaruh telunjuknya di bibir sang gadis.
"Hust, aku akan tunjukkan padamu jika aku bisa Hyeri," ucapnya.
"Baiklah, aku masuk dulu!" Hyeri mengerti dan pamit padanya
Yeol mengangguk sambil masih memperhatikan Hyeri yang melangkah untuk membuka pintu restoran. Melihat sang gadis sudah masuk, Yeol pun berbalik untuk menuju mobilnya kembali.
"Yeol, semangat!"
Hyeri yang tadinya sudah masuk, mendadak keluar kembali untuk memberikan semangat padanya. Yeol yang terkejut, langsung tersenyum senang sambil membalas dengan gerakan tangannya.
"Semangat!"
Kembali ke suasana ujian yang sedang berlangsung sekarang. Ujian ini adalah ujian akhir semester yang menentukan mereka akan naik atau tinggal kelas. Waktu tak terasa sudah mau habis. Hyeri yang mendapati satu ruangan dengan Yeol, terus memperhatikan tuan muda itu masih memikirkan jawabannya. 10 menit sebelum waktu selesai, Hyeri sudah terlebih dahulu menyelesaikan semua soal yang ada.
Di meja Yeol, ada rasa gelisah dari dirinya. Ia mencoba untuk melirik ke arah Hyeri sang tutor yang duduk tak jauh darinya. Hyeri hanya mengangguk sambil menyemangati dirinya. Yeol dengan mantap ikut mengangguk dan melanjutkan sisa soal yang belum ia kerjakan.
"Semuanya silahkan kumpulkan jawaban kalian!"
Satu persatu siswa mulai menyerahkan lembar jawaban ke guru di depan. Hyeri pun ikut berdiri untuk menyerahkan jawaban miliknya. Terlihat Yeol masih sibuk dengan satu pertanyaan yang belum ia pecahkan. Mendadak Hyeri memberikan lambang diam-diam sebagai tanda jawaban benarnya. Yeol yang mengetahui itu, tersenyum senang karena jawabannya sama seperti yang dipikirkan olehnya hanya saja dirinya ragu untuk menjawab.
Ujian hari pertama berhasil akhirnya bisa di lalui. Yeol merasa sangat lega tapi itu baru satu mata ujian belum yang lainnya. Saat Hyeri hendak pulang, tuan muda satu ini mendadak meminta Hyeri untuk mengajari pelajaran lainnya lagi. Ada Jung-il, Jian dan Gong Chil juga di sana. Tatapan aneh dari Jung-il terus membuat Hyeri menjadi merasa risih karenanya.
"Ya aku akan mengajari mu pulang sekolah nanti, tapi ingat harus sungguh-sungguh," ucap Hyeri padanya.
"Siap. Setelah selesai ujian, ingat ucapan ku semalam," balas Yeol sambil mengingatkannya.
"Iya iya," ucap Hyeri mengangguk.
"Ada apa kamu dengan Yeol, Hyeri? Ucapan apa yang kalian maksudkan?" Tiba-tiba Jian datang bertanya karena penasaran.
"Ah itu ucapan biasa kok," jawab Hyeri mengabaikan.
"Hyeri, awas jika kamu mengungguli ku nanti," ancam Jung-il menyela.
"Oh jadi karena ini kamu menatap aneh terus ke aku," ucap Hyeri yang sudah mengerti.
Jung-il yang masih menatap tajam Hyeri di balik kacamatanya mengangguk.
"Takut kalah saing ya," ledek Jian tiba-tiba dengan berani
"Hyung, kamu takut kalah saing sama bocah piyik ini," ledek Gong Chil ikut-ikutan sambil menunjuk tubuh Hyeri yang kecil.
$Siapa bocah piyik, mau ku penyet kamu Gong," tukas Hyeri langsung memberikan gerakan memukul kearahnya.
Gong Chil dengan cepat menggeleng. Entah kenapa dia sekarang jadi takut padanya.
"Kita liat saja nanti ya hasilnya Jung," ucap Hyeri beralih ke Jung-il.
Tak ada lagi pembicaraan diantara mereka, Jian akhirnya mengajak temannya untuk pulang.
"Hyeri, ayo kita pulang!"
"Iya Jian." Hyeri mengangguk. "Kami pamit dulu," ucap Hyeri pada mereka.
Jung-il dan Gong Chil mengangguk bersama.
"Hyeri, nanti sore jam 4 ya aku tunggu!" Teriak Yeol mengingatkan tutornya.
Hyeri yang sudah berjalan bersama Jian, segera mengangkat tangannya dengan membentuk tanda ok untuk menjawabnya.
..........................🐓❤️🐓........................
...Bersambung...
congratulations
Kamu harus menolong keluarga Hyeri 😁