Indonesia
NovelToon NovelToon
Ketika Hati Menemukan Jalannya

Ketika Hati Menemukan Jalannya

Status: sedang berlangsung
Genre:Teman lama bertemu kembali / Cinta Seiring Waktu / Drama / Bullying dan Balas Dendam / Kontras Takdir / Anak Yatim Piatu / Teen School/College
Popularitas:521
Nilai: 5
Nama Author: Biru_Muda

Amanda yang seorang guru, dihadapkan pada lika-liku sekolah yang semakin hari semakin kehilangan arahnya.

Beban tanggung jawabnya sebagai wali kelas 1A benar-benar tak mudah, karena ia juga mendapatkan tekanan dari berbagai sisi, hingga membuatnya stress dan frustasi.

Disaat Amanda sedang pusing menghadapi berbagai masalah dalam sekolah tempatnya mengajar dan juga masalah bersama sang mantan yang masih kekeh meminta balikan dengannya.

Pertemuanya yang tak terduga dengan Reihan yang merupakan kakak dari salah satu muridnya menambah drama baru dihidupnya.

Membangkitkan kembali kenangan masa kecil yang telah terkubur lama ditambah bayang-bayang masa lalu antara dirinya dan Aqila, teman Reihan membuat hubungan mereka jadi penuh drama.

Kira-kira apa yang terjadi di antara mereka? Apa yang membuat Amanda sampai terlibat dengan Reihan dan Aqila?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Biru_Muda, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Belum Saatnya Membuka Hati

"Akhirnya pulang juga." celetuk Raisa merasa lega melihat Aqila pulang.

"Kamu ini kenapa sih, kok selalu bersikap tidak sopan di depan Aqila?" tegur sang mama pada anaknya yang tak ikut mengantar Aqila keluar.

"Perasaan aku biasa aja deh." Raisa mengangkat kedua bahunya tanda tak ada yang salah dengan sikapnya.

"Kamu tidak boleh bersikap tidak sopan begitu Raisa, mau bagaimanapun kak Aqila lebih tua dari kamu." Reihan ikut memberi komentarnya.

"Tuh, dengerin apa yang dikatakan sama kakak kamu."

"ihh, habisnya dia nempel mulu sama kak Reihan, aku kan jadi gk suka."

"Ternyata beneran, ini semua karena kamu cemburu sama kedekatan kakakmu dengan Aqila? Ya ampun, nak.. " Dewi Rosita menepuk jidatnya, terkejut dengan sikap anaknya.

Reihan dan pak Septian saling menatap satu sama lain. Ekspresi keduanya sama terkejutnya dan seketika langsung tertawa melihat tingkah Raisa.

"Tadi kamu malah nyuruh kakak cepetan menikah, tapi sekarang malah cemburu kakak dekat sama Aqila?" ucap Reihan yang kini balik meledek adiknya.

"Aku nggak cemburu kok, aku cuma nggak suka aja kak Reihan dekat sama kak Aqila. Soalnya dia bawa pengaruh buruk buat kakak." Raisa membela diri.

"Kenapa kamu nggak suka sama Aqila? Padahal, dia juga teman kakak, lho? sama seperti Gavin?"

"Kalau kak Gavin sih baik, gak ada yang aneh sama dia. Tapi, kalau kak Aqila... " terdiam sejenak untuk memikirkan jawabannya. "Dia tuh sepertinya terlalu obsesi dan mencoba memonopoli kak Reihan."

"Maka dari itu, aku mau menjauhkan kakak dari kak Aqila."

Reihan terdiam mendengar perkataan adiknya.

"Satu lagi, kakak tidak boleh sampai jadian apalagi menikah sama kak Aqila, ok!" tutup Raisa memberi peringatan pada kakaknya.

Reihan tersenyum mendengar perkataan adik yang berbeda 16 tahun darinya itu. Merasa itu sedikit lucu, apalagi ditambah dengan ekspresinya yang sangat serius.

"Kamu ini, terlalu khawatir yang berlebihan." ucapnya sembari mengacak-acak rambut adiknya dengan gemas.

"ih, kakak. Aku serius tauuu..., jadi please, kabulkan permintaanku, ok!?"

"Mana bisa mengatur perasaan orang, kakakmu sudah dewasa biar dia yang menentukan perasaanya sendiri." Dewi Rosita akhirnya ikut menanggapi.

"Apa mama setuju kalau kak Reihan menikah sama kak Aqila?"

"Kalau kakakmu suka, mama sama papa juga akan mendukungnya." tak ada pertentangan dari Dewi Rosita, begitupun dengan pak Septian yang ikutan mengangguk.

"Lagi pula mama sudah mengenal Aqila dan keluarganya dengan baik, jadi apa masalahnya? Tinggal menunggu keputusan kakakmu aja gimana."

Ternyata orang tua Reihan tak pernah ikut campur dalam pemilihan pasangan untuknya, walau terkadang Reihan sering ditodong untuk segera menikah, namun orang tuanya tak pernah mau ikut campur terlalu dalam dengan hubungan anaknya.

"Entahlah, aku sendiri masih belum ada kepikiran untuk menikah." Reihan kembali menegaskan dirinya yang belum mau menikah dalam waktu dekat.

"Bagaimana perasaan kakak soal kak Aqila?" Raisa cukup penasaran pada perasaan kakaknya.

"Perasaan kakak ke Aqila?" Reihan sudah mendengarnya, namun ia memilih mengulangi pertanyaan Raisa sambil mencari jawaban yang tepat untuk mendeskripsikan perasaanya yang sebenarnya.

"Dia teman kakak."

"Hanya itu?"

"Iya." angguk Reihan.

Seketika senyum sumringah terpancar diwajah Raisa. Memeluk sang kakak dengan penuh kehangatan seolah sudah memenangkan sesuatu.

"Anak kamu tuh, benar-benar seperti anak kecil aja." keluh Rosita pada sang suami.

"Dia memang masih kecil, kan?" Septian terlihat senang pada kedekatan kedua anaknya.

....

Tidak ada yang tahu hati Reihan akan berlabuh kemana. Entah pada Aqila atau justru pada perempuan lainnya. Perasaanya masih terkesan abu-abu.

32 tahun mungkin bagi sebagian orang, usia yang cukup tepat untuk menikah. Namun, Reihan masih belum mau membuka hatinya untuk siapapun. Walau, ia cukup dekat dengan Aqila. Namun, perasaanya tak pernah lebih dari sekedar teman.

"Mungkin?"

Terlahir dari keluarga yang tak pernah kekurangan akan cinta, pada kenyataanya tak mudah untuk Reihan menemukan cinta sejatinya. Entah apa yang sedang ia cari, hingga masih betah untuk sendiri?

Melihat hubungannya beberapa kali kandas, kadang kala membuat Reihan berpikir tentang apa yang kurang dari dirinya. Memaksanya intropeksi dan terus membenahi kekurangannya agar pasangannya kelak merasa bahagia berada di dekatnya.

"Padahal aku sudah cukup baik, ternyata itu tak cukup untuk membuatnya bisa bertahan." ujarnya, ketika mengingat pada hubungan terakhirnya yang harus kandas begitu saja setelah hampir 3 tahun bersama.

"Sudahlah, semua sudah berlalu juga."

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!