Indonesia
NovelToon NovelToon
Terjerat Gairah Suami Sahabat

Terjerat Gairah Suami Sahabat

Status: sedang berlangsung
Genre:Pelakor / Selingkuh
Popularitas:1.1M
Nilai: 5
Nama Author: Ima susanti

Apa yang kita rencanakan tidak selalu sesuai dengan apa yang kita inginkan. Takdirkan yang akan membawa kita ke jalan yang sudah di gariskan.

Lidia tak pernah menyangka bahwa hidupnya akan berubah setelah kejadian malam itu. Niat ingin membantu malah berakhir jadi hal buruk yang tak akan pernah ia lupakan seumur hidup.

Mahkota yang ia jaga di renggut paksa oleh Panca suami sahabatnya sendiri. Semenjak itu ia tak bisa lepas dari jeratan Panca. Sekeras apapun ia menolak ia tak bisa mengelak akan pesona panca yang notabene adalah atasannya sendiri.

Apakah yang akan terjadi selanjutnya? Apakah sahabatnya akan mengetahui perbuatan buruknya dan bagaimana kisah anatara dirinya dan panca?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ima susanti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 25

Lidia memutuskan ikut buk Sum ke kampungnya. Dari pada tidak punya tujuan lebih baik menerima ukuran tangan orang baik. Dalam hati Lidia menyemangati dirinya sendiri bahwa ini adalah jalan yang terbaik untuk dirinya dan untuk Panca serta Wulan.

"Ayo masuk, nak." ajak buk Sum menyuruh Lidia memasuki rumahnya yang sederhana.

"Maaf keadaanya begini, nak. Moga kamu betah."

Lidia memindai ruangan yang nampak tertata rapi, meski sederhana tapi nyaman itu yang ia rasakan.

"Ibu tinggal sendiri?" tanya Lidia sambil meletakan tas ransel yang ia bawa.

"Iya."

"Keluarga yang lain mana?" tanya Lidia kepo.

"Anak ibu kerja di kota sedangkan suami ibu sudah tiada." Buk Sum membuatkan segelas teh hangat u tuk Lidia dan untuk dirinya sendiri.

"Ooh." angguk Lidia.

"Ini minum dulu dan cobain kue buatan ibuk." Buk Sum meletakan segelas teh hangat dan cemilan buatan tanganya sendiri.

"Makasih, bu. Maaf merepotkan." ujar Lidia sungkan.

"Ga apa - apa, anggap saja rumah sendiri."

"Berarti tadi ibu dari kota habis nengokin anaknya ya?" tanya Lidia sambil menikmati minuman dan kue.

"Iya, ibu biasanya tiga bulan sekali akan ke kota untuk menengok anak dan menantu ibu." ada senyum bahagia terbit di sudut bibir buk Sum.

"Ooh, bu. Ibu ga takut tinggal sendirian di sini?"

"Galah, apa yang di takutkan. Kita itu punya Allah jadi serahkan saja semuanya pada Allah. Lagian di sini juga banyak tetangga yang baik, yang ada saat di butuhkan." kekeh buk Sum.

Setelah berbincang - bintang tentang banyak hal, bu Sum menyuruh Lidia istirahat di kamar bekas putrinya yang sudah lama kosong.

"Kamu istirahat aja dulu. Ibuk mau ke warung sebentar."

Lidia mengangguk lalu merapikan baju yang ia bawa kedlaam lemari yang masih kosong. Ia menata kamar sedikit agar terasa lebih nyaman. Karna lelah Lidia merebahkan tubuhnya dan tak lama terdengar dengkuran halus pertanda ia sudah tertidur.

Buk Sum yang sudah kembali dari warung melihat Lidia sebentar dan tersenyum saat melihat Lidia tidur dengan nyenyaknya. Wanita itu bergegas kebelakang membawa belanjaannya dan mengeksekusi.

Sekitar jam empat sore Lidia terjaga dari tidurnya. Perlahan matanya terbuka sedikit demi sedikit menyesuaikan pendar cahaya. Ia duduk termenung mengingat ia sekrang ada di mana. Setelah kesadarannya kembali, Lidia perlahan turun dari ranjang dan keluar dari kamar.

"Sudah bangun, nak?" tanya byk Sum yang tengah duduk sambil melipat pakain.

"Maaf saya tidurnya lama." ucap Lidia tak enak hati.

"Ga apa - apa, kamu pasti lelah melakuan perjalan jauh. Kamu mau mandi?" tanya buk Sum.

"Iya, bu. Kamar mandinya di mana?" tanya Lidia.

"Itu sebelah dapur, pintu cat hijau." Lidia yang sudah membawa perlengkapan mandi bergegas menuju kamar mandi karna badanya teras lengket. Guyuran air terasa sangat dingin di kulit Lidia membuatnya menggigil dan secepat kilat menyelesaikan ritual mandinya. Mungkin karna belum terbiasa, air di kampung berbeda dengan air di kota rasanya.

"Airnya dingin banget, bu." Lidia memakai jaket dan menutupi kakinya dengan selimut untuk mengurangi rasa dingin yang mendera.

"Kenapa kamu ga bilang, tadi ibuk bisa rembukan air panas dulu."

"Ga apa - apa, bu. Mungkin karna masih belum terbiasa saja, lama - lama juga kuat." kekeh Lidia yang merasa sudah agak hangat badanya.

Lidia memulai kehidupan barunya di kampung bersama buk Sum, sebagian Panca di kota hidup terpuruk dan nampak kacau. Bagaiman pernikahan Panca dan Wulan? lanjut bab berikutnya.

...****************...

Assalamualaikum kk

Di tunggu saran dan masukannya kk😘

Jangan lupa mampir di karya thor yang lain.

Mohon dukungannya berupa like dan komen yang banyak 😘😘🙏

1
Ari Sawitri
egois kamu Lidya ...pdhal panca sdh mau melamar resmi dg orang tuanya..klu panca mencintai harusnya kamu berani menghadapi apapun bersama .. jangan cemen dan egois kay. kasian Surya
Ima Susanti: msh ada yg ganjal, makanya ragu😔
total 1 replies
Dessy Lisberita
lagian juga kenapa kita yg punya laki malh nyuruh sahabt kan ga beres jadi nya
Ima Susanti: terlalu percaya🤭🤭
total 1 replies
Siti Maimunah
typo bgd byk tulisan yg ...😄😄😄
Ima Susanti: siap kk👍🙏
total 1 replies
Ima Susanti
/Pray//Pray//Pray//Pray/
Intan Datulangi
makin seru👍
Wirly Pena
karya yang bagus thor , semangat 💪

hallo temen2, jangan lupa mampir dan baca " Aku istrimu, bukan babu mu "

terimakasih 🙏
Intan Datulangi
mantap👍
Ima Susanti: /Pray//Pray//Pray//Pray/
total 2 replies
Intan Datulangi
lanjtu👍
Ima Susanti: ngikut🤭😂🤣
total 1 replies
Intan Datulangi
semakin asyk👍💪
Intan Datulangi
lanjut
Ima Susanti: ayo🤭😊
total 1 replies
Handayani Lilis
bagus skli
Ima Susanti: /Pray//Pray//Pray//Pray//Pray/
total 1 replies
Intan Datulangi
💪👍
Ima Susanti: /Pray//Pray//Pray/
total 1 replies
Intan Datulangi
lanjut👍
Ima Susanti: /Ok//Good/
total 1 replies
Intan Datulangi
mantap,jangan dulu selesai dong ceritanya👍
Ima Susanti: nyari idenya agak sulit kk😊
total 1 replies
Intan Datulangi
senang rasa mereka bertiga bahagia,bilang sama ortunya kembali lagi ke kampung ajak nikah lidyanya
Ima Susanti: memulai hidup baru tentunya😊
total 1 replies
Intan Datulangi
asyk lanjut
Ima Susanti: /Chuckle//Chuckle/
total 1 replies
Intan Datulangi
mantap ceritanya 👍
Ima Susanti: /Pray//Pray//Pray//Pray//Pray/
total 1 replies
Intan Datulangi
lanjut👍
Ima Susanti: siap kk👍
total 1 replies
Intan Datulangi
makin asyk ceritanya👍
Ima Susanti: /Kiss//Kiss//Kiss//Kiss/
total 1 replies
Intan Datulangi
lanjut
Ima Susanti: kasih ide kk😊
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!