Ini adalah lanjutan dari cerita ku yang pertama yaitu SUAMIKU BUKAN TAKDIRKU. Jadi kalau kalian tidak mau bingung dengan jalan ceritanya silahkan mampir dulu ke novel SUAMIKU BUKAN TAKDIRKU
Kisah ini adalah tentang dua gadis yang berasal dari satu Ayah namun beda Ibu. Ya mereka adalah Putri dan Keyzia.. Anak dari Widia dan Amel yang menikah dengan Ferdi Ayah dari Putri Anandita dan Keyzia Anandita.
Apakah kisah kedua orang tua mereka akan terulang kembali bersama anak-anak mereka?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon arzaruwy, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Kakak Iparr
Putri dan Weni menatap Widia sambil tersenyum sementara Widia dibuat heran dengan tingkah Putri dan Anaknya tersebut.
"Jadi Ibu ini temannya Bunda?" Tanya Putri lagi setelah mereka duduk di sofa.
"Jadi kamu itu Putri Anandita anak dari sahabat tante?" Weni pun ikut menanyakan tentang Putri.
"Ish ish ish dunia ini emang sempit ya." Weni kembali menggeleng-gelengkan kepalanya karena tidak menyangka bisa bertemu dengan Putrinya Widia.
"Haii Tante.." Sapa David yang baru keluar dari dapur dan sempat mendengar percakapan mereka.
"Lah kamu juga disini toh?" Tanya Weni sambil menunjuk ke arah David yang langsung ikut bergabung dan duduk di samping Putri. Widia masih terdiam melihat Weni mengenal Putri dan David. Ia terus memperhatikan mereka tanpa berkata apapun.
"Iya Tante, kebetulan saya baru pulang ngampus dan mampir ke sini." Ucap David cengengesan.
"Ohh." Weni manggut-manggut tanda mengerti.
"Oh ya Ibu kok bisa tahu nama panjang saya?" Tanya Putri yang merasa heran Weni mengetahui namanya.
"Ya tahu lah. Orang waktu kamu masih kecil, Tante pernah gendong kamu!"
"Masa sih Bu?" Tanya Putri tak percaya.
"Tante Weni ini sahabat Bunda dari Bunda masih usia belasan. Sahabat Bunda saat Bunda masih bekerja di Wedding hall." Widia mencoba menjelaskan kepada Putri agar Putri bisa sedikit mengerti.
"Kamu masih inget gak pertama kali kita bertemu? Waktu itu kan Tante bilang mau kerumah temen Tante tapi gak jadi?" Tanya Weni dengan ekspresi yang begitu menggebu-gebu.
"Ah ya Putri inget Bu." Ucap Putri sambil nyengir.
"Yang Tante maksud itu ya Bunda mu ini." Weni menepuk bahu Widia dengan sedikit kencang sehingga Widia merasakan kesakitan. Putri pun hanya bisa cengengesan melihat Bundanya yang terlihat menahan sakit namun seperti sudah terbiasa dengan kondisi seperti itu.
Mereka pun berbincang bersama di selingi dengan canda tawa. David yang sudah terbiasa dengan keluarga Putri pun tak canggung dengan Weni yang notabene nya baru ia kenal saat hampir menabrak Weni.
***
Ferdi pulang ke rumah dengan keadaan berantakkan. Wajahnya lesu dan pucat karena Ia belum makan semenjak pagi. Ferdi langsung masuk ke dalam kamarnya dan menemukan Amel yang sedang berbaring di atas kasur dengan mata terpejam.
Amel sudah boleh pulang dari rumah sakit. Dan Ia merasa kecewa karena saat pulang ke rumah Ia tidak menemukan Ferdi bahkan menurut penuturan Keyzia, Ferdi tidak pulang ke rumah setelah pulang dari rumah sakit.
Ferdi menghampiri Amel, sorot matanya telah berubah sedikit merah. Perlahan Ferdi langsung memeluk Amel dan menangis. Amel yang sedang tertidur begitu terkejut saat mengetahui Ferdi memeluknya sambil menangis. Karena selama Ia bersama Ferdi, tak pernah sekalipun Ferdi menangis di depannya, apalagi sampai memeluk dirinya seperi sekarang.
"Mass ada apa?" Tanya Amel yang kebingungan namun tidak menolak pelukan Ferdi.
"Maafkan Aku! Maafkan Aku!" Ucap Ferdi sambil terus menangis di pelukan Amel. Amel mengerti apa yang di rasakan Ferdi. Perlahan air mata Amel menyeruak keluar. Akhirnya! setelah sekian lama Ferdi mau memeluknya bahkan meminta maaf kepadanya.
Ferdi langsung mendudukkan Amel, di ciumnya kening Amel dengan begitu lembut dan lama. Amel semakin menangis. Penantiannya untuk di cintai Ferdi pun akhirnya tiba. Entah ia harus merasa bersyukur atau Ia tetap harus waspada tentang keberadaan Putri. Yang Ia tahu sekarang hanyalah ada kebahagiaan dalam hidupnya.
Ferdi memeluk Amel kembali. Rasa bersalah karena telah menelantarkan Amel selama ini semakin membuat dirinya hancur. Rasa sakit saat tahu Widia telah menghianati dirinya telah membuat dia membiarkan alam sadarnya untuk mengatakan kalau Widia tak pantas untuknya. Widia tak pantas di cintai, yang pantas di cintai adalah Amel. Istrinya saat ini!.
Malam itu pun menjadi malam yang sangat indah bagi Amel, tidak hanya permintaan maaf saja yang ia dapatkan dari Ferdi orang yang di cintainya. Tetapi juga mendapatkam haknya sebagai seorang istri.
***
Widia dan Weni terlihat masih asyik berbincang, bahkan setelah David pamit pulang pun, Weni masih saja betah berlama-lama di rumah Widia.
"Aishh udah malam ternyata." Ucap Weni saat melihat jam di dinding menunjukkan pukul 20.30 wib.
"Masih sore kok." Ucap Widia seolah tak ingin sahabatnya cepat pulang.
"Hemm kalau jam segini Aku belum pulang anak Aku pasti bakalan nyariin." Ucap Weni dengan senyuman di wajahnya. Setelah ia berbicara sepergi itu, benar saja ponselnya berdering dan Weni langsung menunjuk ke arah ponselnya kepada Widia. Widia hanya tersenyum geli melihat tingkah Weni yang sama sekali tak berubah.
"Iya Hallo.." Ucap Weni saat menerima telepon
"Mama dimana? kok belum pulang?"
"Mama lagi di rumah teman, sebentar lagi mama pulang."
"Ini sudah malam Ma, kasih tahu alamat rumah temen Mama, biar Gladis yang jemput."
Rupanya yang menelpon Weni adalah Galdis anaknya Weni. Weni pun memberikan alamat rumah Widia kepada Gladis. Tak butuh waaktu lama setelah menelpon. Galdis pun tiba di kediaman rumah Widia di antar oleh Firman yang baru saja tiba di rumah pada saa Gladis menelpon Weni.
"Kamu yakin ini alamat rumah temen Mama?" Tanya Firman betanya-tanya sambil menatap rumah Putri.
"Yakinlah, nih lihat pesan dari Mama." Ucap Gladis sambil menunjukkan isi pesan dari Weni.
Firman terdiam sejenak, entah apa yang ada di dalam fikirannya saat ini. Hanya saja Ia masih belum percaya kalau Mamanya itu berteman dengan Widia, Ibu dari Putri. Cewek yang hampir membuatnya gila hari ini.
Gladis pun turun dari dalam mobil dan langsung menyilangkan kedua tangannya di atas dada saat melihat Kakaknya masih saja terdiam di dalam mobil.
"Kakak, ayo cepetan jemput Mama!" Teriak Gladis, namun Firman masih asyik dalam lamunannya. Gladis pun sudah semakin kesal dengan sikap Firman. Gladis pun menghampiri kaca mobil Firman dan langsung mengetuk kaca mobil Firman sehingga membuat Firman tersadar dari lamunannya.
"Apaan sih, bikin kaget aja!" Bentak Firman dengan tatapan yang tajam ke arah Gladis.
"Cepetan turun!" Teriak Gladis sambil memonyongkan bibirnya.
"Oggahhh." Teriak Firman dan langsung memalingkan wajahnya. Gladis pun kesal di buatnya. Ia langsung membuka kaca mobil Firman dan mencoba melepaskan seat belt yang masih melingkar dalam tubuh Firman.
"Apa-apaan sih." Teriak Firman tang tak terima Gladis bersikap seenaknya.
"Kalau kakak gak mau turun juga, Okeyy Aku akan kirim video Kakak yang sedang tertidur di ruang rapat direksi.
"Hahaha gak mempan, kamu mau ngomong apa juga." Kata Firman.
Mendengar suara bising di luar rumahnya Widia, Weni dan Putri pun memutuskan keluar untuk melihat ada keributan apa di luar. Saat membuka Pintu. Gladis dan Firman pun menoleh ke arah Pintu yang perlahan terbuka lebar. Gladis nampak tersenyum senang saat melihat Weni keluar dari dalam rumah itu. Namun Ia semakin senang saat melihat Putri ada di sana.
Sontak saja Gladis langsung berlari ke arah Putri sambil berteriak..
"Kakakkk Ipaaaaaarrr."
Gladis memeluk Putri dengan begitu gembira. Namun Putri dan Widia saling pandang karena tak mengerti dengan keadaan saat ini.
-
-
-
-
Boleh gak sih Aru komentar juga, boleh ya boleh ya😅😅.. Ferdi belum tahu aja kalau Widia gak pernah menghianatinya dan Putri itu anak kam dudulz hahaha.. Udah ahh komentnya😅😅.. Jangan lupa dukung terus PUTRI KEYZIA. Like komentar dan Vote nya terima kasih semuanya lopelopesekebontoge😘😘😘
klw udah judulnya apa?
awas klw ga ya thor