namaku seira Aurora artis ibu kota dengan imange seksi dan penuh dengan skandal.
ceritaku dimulai saat aku tidak sengaja bertabrakan dengan seorang Gus Hanif dan berciuman dengan dia.
sejak saat itu gus Hanif terus muncul dihadapan ku,mengikutiku.dengan alasan ingin mempertanggungjawabkan kejadian yang tanpa sengaja itu.
bahkan secara terang terangan ia mengatakan ingin menikahi ku, alasannya? membimbingku.
aku tertawa sumbang bagaimana mungkin artis dengan imange buruk sepertiku bisa menikah dengan anak seorang kiay.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aqilaarumi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
bab34
Hari demi hari semakin berat bagi seorang seira Aurora semenjak perusahaan f mengirim sebuah somasi kepada-nya tidak ada lagi brand yang ingin bekerja sama dengannya.
Beberapa kali pihaknya mencoba melakukan mediasi tapi selalu berujung penolakan.
Beberapa hari ini ia tidak melihat kehadiran Gus Hanif, entah kemana perginya laki laki itu.
Seira tertidur diatas kasurnya,ia melirik kearah meja kecil tempat biasanya Gus Hanif menulis materi untuk bahan tausyahnya
Bibirnya menyunggingkan senyum kecut.
" Cihhh kata mami aku akan bahagia jika menikah dengan laki laki itu,tapi lihatlah mi,aku sedang terkena masalah pun dia tidak ada untuk aku bahkan memberikan kata semangat pun tidak juga..."
Ia merasa sendiri disaat saat seperti ini,ia butuh dukungan tapi lihatlah laki laki yang selalu mengaku sangat mencintainya.justru tidak terlihat berada disampingnya disaat saat ia merasa butuh.
Hana kalang kabut ia tidak punya pilihan lain,selain meminta bantuan pada Kevin.sejak seira tertimpa masalah fikiran Hana langsung tertuju pada laki laki itu.
Ia tahu Kevin selalu ada untuk seira
Selalu hadir
Dan ia tahu hanya kevinlah yang bisa membantu seira.seperti saat saat sebelumnya saat seira tertimpa masalah.
Pria itu punya segalanya.
Uang
Kekuasaan..
Hanya dia yang bisa membantu seira.
Dan seperti dugaannya,Kevin mengiyakan akan membantu seira.
Kevin mengusap wajahnya kasar, beberapa hari ini ia mencoba menjauhi segalanya tentang seira,karna ingin mencoba membunuh perasaannya demi serina.
Karna selama jauh dari serina ia sudah mulai merasakan suatu ketidaknyamanan.
Tapi lagi dan lagi ia merasa harus membantu seira,ia tidak pernah bisa membiarkan seira tersandung masalah.
Untuk sekali ini saja membantu seira dan setelah itu ia akan fokus pada serina begitu fikiranya.
" Saya akan siapkan pengacara terbaik dikota ini untuk membantu seira han.kalau perlu kita tuntut balik."
" Saya akan coba bicarakan itu dengan seira."
" Ingat ya han,jangan bocorkan tentang saya."
Hana menatap Kevin dalam,dari dulu pria ini selalu ada untuk seira tapi selalu menyembunyikan.menolong seira dengan tulus tanpa pamri.
" Apa kamu tidak ingin jika seira tahu kalau selama ini kamulah yang membantunya."
" Untuk apa?"
" Hmmm paling tidak seira mengucapkan terimakasih."
" Seira tidak akan mungkin berterima kasih.justru saya khawatir dia akan marah.jika tahu saya mencampuri hidupnya sejauh ini.saya tahu kalau seira sedang mati Matian membunuh mimpi mimpi kami,mungkin karena itu dia akan marah jika dia tahu saya mencampuri urusannya sejauh ini."
" Baiklah, terimakasih.saya janji akan menutupi semuanya."
<<<<
Gus Hanif mengusap wajahnya saat uang yang ia kumpulkan selama beberapa hari ini jauh dari kata cukup untuk membantu seira menyewa seorang pengacara untuk membantu seira.
" yaAllah jika digabungi dengan uang tabungan ku pun belum cukup."
" Gus ini tehnya."
Ardy meletakkan teh didepan Gus Hanif.
" Terimakasih."
" Sama sama Gus,"
" Gus jangan terlalu dipaksakan cari uangnya, pagi harus syuting,siangnya kerja dibengkel,sore sampai tengah malam jaga tokoh.tubuh Gus juga butuh istirahat."
" Bagaimana lagi ,saya harus dapat uang secepatnya."
" Tapi sepertinya uangnya tidak bisa terkumpul hanya dengan gaji saya yang pas Pasan ini."
" Lalu Gus mau apa?"
" Tidak ada cara lain saya harus..."
" Harus rampokk."
" Astagfirullah.ngak lah dy.saya harus menjual sawah saya dikampung."