Indonesia
NovelToon NovelToon
Rumah Tusuk Sate

Rumah Tusuk Sate

Status: sedang berlangsung
Genre:Hamil di luar nikah / Slice of Life / Rumah Tangga
Popularitas:790
Nilai: 5
Nama Author: PqxxyZ

Menikah karena keadaan bukanlah akhir dari segalanya. Bagi Arkana Najendra dan Hanifah Shafiqa, itu justru menjadi awal dari kehidupan yang tak pernah mereka bayangkan.

Dengan kondisi ekonomi yang pas-pasan, mereka membeli sebuah rumah tua di ujung jalan. Rumah tusuk sate. Murah, tetapi dipenuhi cerita yang membuat orang enggan mendekat.

Saat kehilangan terbesar menghancurkan keluarga kecil mereka, satu per satu masalah mulai berdatangan. Tekanan keluarga, luka yang belum sembuh, hadirnya orang ketiga, hingga berbagai kejadian ganjil yang membuat mereka bertanya...

Benarkah rumah itu membawa kutukan?

Ataukah, kutukan sesungguhnya adalah ketika dua hati yang saling mencintai perlahan berubah menjadi asing di bawah atap yang sama?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon PqxxyZ, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 34 - Mengunjungi Mereka

​​Hari Minggu tiba. Untuk pertama kalinya setelah keluar dari rumah sakit, Arkana mengajak Hanifah keluar rumah. Udara pagi terasa begitu sejuk setelah semalaman diguyur hujan.

​Arkana sudah menyiapkan sepeda motornya di halaman depan. Hanifah keluar mengenakan gamis krem dan jilbab cokelat muda. Wajahnya tidak lagi sepucat beberapa hari yang lalu.

​"Mas..." panggil Hanifah pelan.

​"Iya, Dek?" sahut Arkana menoleh.

​"Kita mau ke mana?" tanyanya ragu.

​Arkana tersenyum tipis sambil menyodorkan helm. "Ikut saja dulu ya."

​Hanifah tidak bertanya lagi. Ia menyambut helm itu, lalu naik ke boncengan motor. Sepanjang perjalanan, keduanya membiarkan hening memeluk mereka di tengah riuh aktivitas warga.

​Beberapa menit kemudian, motor Arkana melambat. Senyum tipis Hanifah mendadak luntur saat matanya menatap sebuah gerbang besi bertuliskan Tempat Pemakaman Umum.

​Jantung Hanifah berdegup kencang. "Mas..."

​Arkana mematikan mesin motor. "Iya, Dek?"

​"Apa kita... ke sini?" bisik Hanifah bergetar.

​"Mas ingin mengajakmu menemui anak-anak kita," jawab Arkana lembut sambil menggenggam jemari istrinya.

​Hanifah menunduk, matanya berkaca-kaca. Tanpa bersuara, ia mempererat genggamannya pada tangan Arkana.

​Mereka melangkah berdampingan menyusuri jalan setapak makam. Di depan sebuah gundukan tanah kecil yang masih baru dengan tanaman bunga segar di atasnya, langkah mereka terhenti.

​Hanifah berlutut perlahan, tangannya membersihkan beberapa daun kering di atas tanah tersebut. Sementara Arkana berjongkok di sisinya, mencabuti rumput liar.

​Hanifah mengusap lembut gundukan tanah dingin itu dengan ujung jarinya. "Assalamu'alaikum... Eka... Dwi... Tri... Ibu datang," bisiknya dengan suara bergetar.

​Air matanya kembali menetes basah. "Maafkan Ibu... Ibu belum sempat menggendong kalian. Belum sempat mendengar tangisan kalian... Belum sempat mencium kalian. Tapi Ibu dan Ayah sangat menyayangi kalian..."

​Arkana tertunduk dalam-dalam, dadanya terasa sesak luar biasa. "Anak-anak... Ayah datang," bisiknya serak. "Maafkan Ayah... Ayah belum sempat mengazankan kalian, belum sempat mengajari kalian berjalan... Tapi kalian akan selamanya menjadi anak pertama, kedua, dan ketiga Ayah."

​Hanifah menoleh menatap suaminya yang terisak.

​Arkana menggenggam erat tangan Hanifah. "Mereka tidak pernah benar-benar pergi, Dek. Mereka hanya pulang lebih dulu."

​Hanifah mengangguk pelan dalam tangis harunya. Mereka pun menundukkan kepala, memanjatkan doa bersama untuk ketiga buah hatinya.

​Saat perjalanan pulang, motor mereka terhenti di sebuah lampu merah. Di seberang jalan, tampak toko roti yang ramai. Seorang ibu sedang membimbing anak kecilnya memilih kue ulang tahun dengan tawa riang.

​Hanifah menatap pemandangan itu cukup lama. Ada rasa sesak yang sempat mengusik dadanya, namun untuk pertama kalinya... sebuah senyuman tulus terukir di bibirnya.

​Arkana melirik dari kaca spion dan ikut tersenyum. "Ada apa, Dek?"

​Hanifah menggeleng pelan. "Tidak apa-apa, Mas. Aku hanya... senang melihat mereka bahagia."

​"Alhamdulillah," bisik Arkana lega saat lampu kembali hijau dan memacu motornya pelan.

​"Mas..." panggil Hanifah di tengah hembusan angin jalanan.

​"Iya, Dek?"

​"Nama Eka, Dwi, dan Tri... boleh tetap kita simpan, kan?" tanya Hanifah menautkan jemarinya di pinggang Arkana.

​"Bukan hanya disimpan, Dek," balas Arkana tersenyum hangat. "Mereka akan selamanya menjadi anak pertama, kedua, dan ketiga kita. Kalau suatu hari nanti Allah kembali menitipkan anak kepada kita... anak itu akan menjadi adik mereka."

​Air mata Hanifah kembali menetes pelan, namun kali ini terpancar rasa ikhlas yang menenangkan hatinya.

​Sesampainya di halaman rumah, Hanifah berdiri sejenak di depan pintu. Ia menatap rumah kecil mereka, menarik napas panjang, lalu menoleh ke arah suaminya.

​"Mas..."

​"Iya, Dek?"

​Hanifah tersenyum tipis namun penuh keyakinan. "Aku rasa... aku sudah siap."

​Arkana mengernyit pelan. "Siap untuk apa, Dek?"

​"Siap untuk kembali melangkah dan melanjutkan hidup," jawab Hanifah mantap.

​Arkana tak sanggup menahan rasa harunya. Ia merengkuh dan menggenggam erat kedua tangan istrinya. Mereka tahu, kenangan tentang Eka, Dwi, dan Tri tak akan pernah pudar, melainkan berubah menjadi kekuatan untuk terus melangkah bersama.

1
Anime aikō-kā
4
Ris Ris.25
wah menantang sekali nih
Mustafa
resmi rumah sendiri
Putri Ayu/PqxxyZ: iya, beli rumah demi Hanifah nih
total 1 replies
Mustafa
Mitos pasti sihn
Putri Ayu/PqxxyZ: betul banget nih kak
total 1 replies
Mustafa
yeaay udah sah
Putri Ayu/PqxxyZ: iya nih... syukur banget🤭
total 1 replies
Ris Ris.25
syukurlah diterima dengan baik😊
Putri Ayu/PqxxyZ: betul sekali😊
total 1 replies
Mustafa
Ayo kamu pasti bisa Arkana
Putri Ayu/PqxxyZ: yuk bisa yuk
total 1 replies
Mustafa
Berani melakukan, berani bertanggungjawab💪
Putri Ayu/PqxxyZ: wajib sih itu
total 1 replies
Ris Ris.25
cerita baru🤭😊😊
Putri Ayu/PqxxyZ: Iya nih.. mampir ya dan dukung kek kemarin lagi ya🙏😊🤭
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!