Indonesia
NovelToon NovelToon
Kebahagiaan Setelah Bercerai Denganmu

Kebahagiaan Setelah Bercerai Denganmu

Status: sedang berlangsung
Genre:Perjodohan / Duda / Mengubah Takdir
Popularitas:2.8k
Nilai: 5
Nama Author: E.N Viana

Menikahi seorang duda beranak remaja di usia 19 tahun bukanlah impian Kinanti Larasati. Namun, jerat kemiskinan dan ijazah SMA yang tak bernilai memaksanya menerima perjodohan itu. Pria yang dinikahinya terpaut usia lebih tua darinya sebuah pernikahan yang awalnya ia kira didasari oleh ketulusan demi mengangkat derajat hidupnya.

Selama tiga tahun, Kinanti menelan semua kerumitan itu sendirian. Ia mengalah demi menjinakkan hati anak sambungnya, dan tetap bertahan meski mantan istri suaminya tiada henti mengusik ketenangan rumah tangga mereka.

Kehadiran putri kecilnya, Aira Shakila, sempat menjadi lentera yang menerangi hari-harinya. Namun, tepat saat Aira merayakan ulang tahunnya yang pertama, badai yang sesungguhnya baru saja dimulai. Sebuah rahasia besar yang selama ini disimpan rapat-rapat oleh suaminya mendadak terbongkar ke permukaan.

Ketika topeng sang suami terbuka dan dunia tempatnya bersandar mendadak runtuh, akankah Kinanti tetap bertahan demi masa depan putrinya? Ataukah

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon E.N Viana, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 34. Malam Terlarang di Atas Kertas Kehancuran

Malam kian larut ketika mobil SUV hitam milik Baskara berhenti di area parkir VIP apartemen mewah tempat Valerie tinggal.

Baskara melangkah keluar dari mobil dengan wajah yang amat sangat lelah. Pikiran pria matang itu dipenuhi beban berat dari konflik rumah tangganya tatapan dingin Kinanti dan penentangan keras Natasha terus membayangi benaknya. Dalam kepalanya yang kalut, Baskara hanya ingin mencari tempat yang tenang untuk lari sejenak dari tekanan di rumahnya sendiri.

Pria itu menaiki lift khusus dan menggeser kartu akses unit apartemen lantai teratas tersebut.

klek.

Pintu apartemen terbuka. Suasana di dalam unit mewah itu tampak temaram. Hanya ada cahaya remang-remang dari lampu dinding berwarna kekuningan, dipadu dengan aroma wewangian terapi yang manis dan menenangkan.

Valerie melangkah keluar dari arah kamar dengan gaun malam tipis dari bahan sutra berwarna merah hati. Wajah mewahnya masih menyisakan sedikit lebam, namun riasan tipis dan mata sembabnya dipasang sempurna untuk memancing rasa kasihan.

"Baskara..." bisik Valerie dengan suara memelas yang amat sangat lembut.

Wanita itu langsung menghampiri Baskara dan memeluk pinggang pria itu dengan erat, menyandarkan kepalanya di dada bidang Baskara sembari terisak pelan.

Baskara menghela napas panjang, menepuk-nepuk bahu Valerie secara canggung. "Sudahlah, Val... Aku sudah di sini. Kau tidak usah takut lagi."

"Aku sangat takut, Bas..." ratap Valerie mendongak, menatap mata Baskara dengan pandangan matanya yang berkaca-kaca. "Anakmu begitu membenciku... Tapi aku tidak peduli pada kebencian orang lain, asalkan kau masih ada di sampingku."

Valerie menuntun Baskara untuk duduk di sofa empuk ruang tengah. "Kau pasti sangat lelah, Bas. Wajahmu pucat sekali. Duduklah dulu, aku sudah buatkan minuman hangat khusus untuk menenangkan pikiranmu."

Baskara menyandarkan punggungnya di sofa, memejamkan mata yang terasa amat sangat berat. "Terima kasih, Val..."

Di balik meja pantry yang terlindung dari pandangan Baskara, jemari Valerie yang dipoles kuteks merah merogoh botol kaca kecil dari dalam saku gaunnya. Dengan tangan stabil dan senyuman beracun, Valerie meneteskan setengah isi botol cairan obat perangsang dosis tinggi itu ke dalam segelas teh herbal hangat bercita rasa manis.

Ia mengocoknya perlahan hingga cairan tak berbau dan tak berwarna itu menyatu sempurna dengan teh.

Valerie berjalan kembali ke ruang tengah, menyerahkan cangkir keramik itu ke genggaman tangan Baskara.

"Minumlah, Bas. Ini akan membuat tubuh dan pikiranmu jauh lebih rileks," tutur Valerie manis, duduk bersimpuh di samping lutut Baskara sembari memandangi pria itu.

Tanpa curiga sedikit pun, Baskara menerima cangkir tersebut. Pria yang sedang kelelahan secara mental dan fisik itu menyesap teh herbal tersebut hingga tandas setengah gelas.

"Rasanya agak aneh... sedikit manis dan hangat di tenggorokan," gumam Baskara pelan, meletakkan cangkir itu kembali ke atas meja.

"Itu racikan herbal import, Bas... bagus untuk sarafmu," balas Valerie dengan binar mata yang berkilat licik.

Hanya butuh waktu kurang dari lima belas menit bagi obat perangsang kimia dosis tinggi itu untuk bereaksi di dalam aliran darah Baskara.

Perlahan, rasa hangat yang semula terasa nyaman di dada Baskara mendadak berubah menjadi gelombang hawa panas yang membakar seluruh tubuhnya. Jantungnya berdetak liar kencang melebihi batas normal. Kesadaran dan rasionalitas pria tegap itu mendadak mengabur; pikirannya terasa berat, pusing, dan dipenuhi dorongan gairah hebat yang tak terkendali.

"Val... kenapa... kenapa napasku terasa sangat sesak dan panas...?" bisik Baskara serak, jemarinya memegang kerah kemejanya, membuka dua kancing atas secara kasar. Keringat dingin mengucur deras dari dahi dan pelipisnya.

Valerie menyunggingkan senyum kemenangan yang amat kejam. Dia tahu obatnya sudah bekerja menguasai otak dan saraf Baskara.

Valerie berdiri, mengikis jarak dan merangkul leher Baskara yang sedang kepanasan dan kehilangan akal sehatnya.

"Kau cuma butuh pelepasan, Baskara..." bisik Valerie tepat di telinga Baskara dengan nada suara merayu yang memabukkan. "Lepaskan semuanya bersamaku malam ini... Jangan pikirkan rumah, jangan pikirkan Kinanti atau anakmu... Kau milikku malam ini..."

Dalam pengaruh racun obat perangsang yang begitu kuat, pertahanan moral dan kontrol diri Baskara hancur lebur tanpa sisa. Wajah Valerie di matanya tampak membayang kabur, dan dorongan biologisnya mengambil alih seluruh kesadarannya.

Dengan napas memburu dan akal sehat yang benar-benar lumpuh, Baskara menarik tubuh Valerie ke dalam pelukannya... dan malam terlarang itu pun terjadi seutuhnya di dalam kamar apartemen tersebut.

Keesokan harinya. Sinar matahari pagi menembus celah gorden kamar, menyinari tempat tidur berukuran king-size yang berantakan.

Baskara perlahan membuka matanya. Kepalanya terasa sangat berat dan pening luar biasa, seolah-olah baru saja dihantam oleh benda tumpul.

Pria itu mencoba duduk, menahan napasnya yang terasa sesak. Namun, saat kesadarannya perlahan pulih dan matanya menyesuaikan dengan cahaya pagi, darah di dalam tubuh Baskara seketika membeku sepenuhnya.

Di sampingnya, Valerie sedang tertidur lelap dengan selimut ditarik sebatas dada, memperlihatkan bahunya yang polos. Dan saat Baskara melihat ke bawah selimutnya sendiri... pria itu kaku tak bergeming. Dia tidak mengenakan selembar benang pun.

Guncangan kesadaran dihantamkan tepat ke kepala Baskara bagai sambaran petir.

"T-tidak... Tidak mungkin..." bisik Baskara gagap, suaranya bergetar hebat dipenuhi kepanikan dan rasa horor yang luar biasa.

Ingatan samar-samar tentang apa yang terjadi tadi malam berputar kembali di kepalanya bagaimana gairahnya meledak tanpa kendali dan bagaimana ia menyerahkan tubuhnya pada wanita di sampingnya ini.

Baskara melempar selimutnya, melompat turun dari tempat tidur dengan wajah yang amat sangat pucat pasi bagai mayat. Tangannya yang gemetar hebat terburu-buru menyambar pakaian dan celananya yang berserakan di atas lantai.

"Apa yang sudah kubuat... Ya Tuhan, apa yang sudah aku lakukan?!" jerit Baskara dalam hatinya, napasnya memburu kacau dipenuhi rasa bersalah dan penyesalan yang mendalam.

Selama ini, betapapun emosional dan egoisnya Baskara, dia selalu menjaga batas hukum dan agama agar tidak pernah berzina dengan Valerie. Namun pagi ini, garis batas terpenting itu telah hancur lebur.

Valerie perlahan membuka matanya, menyunggingkan senyum manis yang teramat sangat puas melihat raut wajah Baskara yang hancur dipenuhi kepanikan.

"Selamat pagi, Baskara..." panggil Valerie lembut, sengaja memposisikan dirinya duduk terlapis selimut. "Terima kasih untuk semalam... Kau membuatku merasa sangat dicintai..."

Baskara menatap Valerie dengan sepasang mata elang yang membelalak dipenuhi ketakutan dan rasa jijik pada dirinya sendiri.

"Valerie... ini... ini sebuah kesalahan!" bentak Baskara dengan suara serak bergetar, memakai kemejanya secara acak-acakan. "Aku... aku tidak sadar semalam! Aku tidak tahu kenapa aku bisa kehilangan kendali seperti itu!"

Valerie merubah raut wajahnya menjadi sedih dan terluka secara instan. "Kesalahan kau bilang, Bas?! Kau menyentuhku dengan seluruh rasa cintamu semalam, dan sekarang kau menyebutnya kesalahan?! Apa kau cuma mau memanfaatkan tubuhku lalu membuangku?!"

"Tutup mulutmu!" pangkas Baskara kasar, menyambar jas dan kunci mobilnya dari atas meja dengan tangan gemetar. Pria berkuasa itu merasa sangat kotor, hancur, dan ketakutan setengah mati jika sampai hal ini diketahui oleh Kinanti maupun Natasha.

Tanpa mempedulikan teriakan Valerie, Baskara berlari keluar dari unit apartemen tersebut bagai orang yang dikejar hantu.

Di atas tempat tidur, Valerie tertawa pelan sebuah tawa puas yang dipenuhi kemenangan iblis.

"Larilah sesukamu, Baskara..." desis Valerie dengan mata berkilat tajam. "Kau sudah jatuh ke dalam perangkapku seutuhnya. Sekarang, mau Kinanti atau anak sialanmu itu tahu atau tidak... kau berada di bawah genggaman tanganku seumur hidupmu!"

Sementara itu, di kediaman Dirgantara.

Pukul delapan pagi. Kinanti dan Natasha sedang duduk tenang di meja makan lantai dasar. Suasana pagi itu begitu damai. Kinanti menyajikan sarapan untuk Natasha yang siap berangkat sekolah.

Natasha yang tidak tahu apa yang telah terjadi di apartemen Valerie semalam tampak tenang, meminum susunya sembari mengobrol santai dengan Kinanti.

Brak!

Pintu depan kediaman Dirgantara terdorong kasar.

Baskara melangkah masuk ke dalam rumah. Penampilannya tampak amat sangat berantakan kemeja putihnya kusut, rambutnya acak-acakan, matanya merah menyalakan ketakutan, dan aura wajahnya hancur berantakan.

Langkah kaki Baskara terhenti kaku saat matanya menangkap sosok Kinanti yang berdiri anggun di dekat meja makan, serta Natasha yang menatapnya dari sofa.

Mata Kinanti menatap Baskara lurus-lurus. Tatapan wanita hamil itu begitu jernih, tenang, dan polos sebuah tatapan seorang istri sah yang tidak tahu kebusukan apa yang baru saja dilakukan suaminya semalam.

Deg!

Rasa bersalah yang luar biasa besar seketika menusuk dada Baskara hingga terasa sesak luar biasa. Pria tegap itu tidak sanggup menatap mata istrinya. Langkah kakinya gemetar mundur, dan untuk pertama kalinya dalam hidup, seorang Baskara Dirgantara menundukkan kepalanya, menyembunyikan wajahnya dari pandangan istri dan anaknya.

Perangkap telah tertutup rapat, dan bom waktu kehancuran rumah tangga Baskara tinggal menghitung detik untuk meledak.

1
sunaryati jarum
Ayo Tuan Besar Ramli segera cabut aset darimu yang dikelola Baskoro, tidak sadar malah makin menjadi
sunaryati jarum
Kamu memang cocok sama Valerie sama - sama sampah , dan menjijikan .Sekali siap - siap jadi gelandangan
sunaryati jarum
Menuju kehancuran kamu Baskoro,otw jadi gembel sebentar lagi pasti semua asetmu ditarik Kakek Ramli.Semoga kandungan kamu baik- baik saja .
sunaryati jarum
Baskara setelah ini kamu akan dimiskinkan oleh kakek Ramli, semua asetmu dan kakek dibagi dua untuk Natasya dan anak Kinant.Kamu akan jadi gembel.Masih maukah Valerie padamu?
🤣🤣🤣
sunaryati jarum
Bagus Kinanti tua Bangka tidak tahu diuntung dulu mendapatkan kamu dengan cara paksa, sekarang nikmati hidupmu dengan parasit Valery.Untuk Kinanti mulai sekarang sayangi dirimu sendiri dengan dukungan Natasya dan Kakek Ramli
sunaryati jarum
Yang terbiasa mengobral.tubuh demi kemewahan, apapun.akan dilakukan.Saat ini karma untukmu Valerie lewat putri pria bodoh, yang kau jebak
sunaryati jarum
Kakek Ramli lebih siapa Valerie dari pada Baskara.Siap- siap jadi gembel setelah anakmu dari rahim Kinanti lahir.Karena seluruh harta Juragan Ramli untuk Natasya dan anak Kinanti.Harta Baskara juga dibagi sebagai harta gono- gini setelah bercerai dan juga untuk Natasya. Momen yang emak tunggu
sunaryati jarum: Maksudnya lebih paham
total 1 replies
sunaryati jarum
Emak akan beri 5 🌟 jika Baskara dan Valerie hancur
sunaryati jarum
Tua Bangka bodoh dan egois, tidak mengindahkan peringatan putri dan istrinya yang tulus menyelamatkan usahamu . Sokoor kau masuk jebakan Valerie dan sudah melakukan kegiatan intim padanya, yang pasti sudah direkam untuk mengancam kamu.Sebentar kehancuran kamu bersama Valerie, karena Natasya akan membongkarnya,semua kekayaan Baskara sudah langsung milik Kinanti
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!