Indonesia
NovelToon NovelToon
Pendekar Pedang Langitan

Pendekar Pedang Langitan

Status: sedang berlangsung
Genre:Mengubah Takdir / Epik Petualangan / Penyelamat
Popularitas:203
Nilai: 5
Nama Author: Heryando Palar Vinkoert

Kisah Pendekar Pedang Langitan, merupakan petualangan Bagaga di Jawa Dwipa bersama Ngo Cian, gadis cantik yang mungil dari negeri Champa.
Bagaga di Jawa Dwipa lebih dikenal dengan Pendekar Pedang Langitan, karena itulah senjata yang selalu dia gunakan.
Bagaga dan Ngo Cian terlibat dalam upaya menyelamatkan kelahiran bayi suci yang membawa takdir langit atas tanah Jawa Dwipa dan Nusantara.
Semua berawal dari Bagaga mengalami peristiwa barasihan dan menerima wangsit dari Maharesi Pawitra alias Maharesi Semeru Anakan.
Banjir darah melanda Jawa Dwipa bagian timur karena perbedaan cara pandang para Maharesi dan juga para Penguasa.
Mari nikmati kisah Pendekar Pedang Langitan Bagaga dan Dewi Pengendali Api Ngo Cian menjelang kelahiran Ken Arok, bayi suci yang akan membawa takdir langit atas tanah Jawa Dwipa.

Seperti biasa. Pendekar Pedang Langitan adalah sekelumit kisah fiksi dengan latar belakang sejarah.

Terimakasih

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Heryando Palar Vinkoert, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

34. Menaklukkan Nyi Weling Mestika 2

Suara suling yang lembut menyebar ke seantero hutan. Suara tiupan suling terdengar jernih, sama sekali tidak terdistorsi oleh deru hujan.

Ribuan ular seperti tertegun. Mereka mendesis dan mendesis.

Ribuan ular itu mulai gelisah. Suara suling meninggi lalu menyentak dalam nada nada dinamism

Ribuan ular mulai bergerak kacau tidak terkendali.

Aaaaaauuuuuuu.... Uuuuuuuu... Uuuuuuoooooouuuu....

Tiba-tiba Nyi Weling Mestika mulai mengeluarkan suara tajam untuk membuyarkan pengaruh suara suling.

Bagaga Alam tidak berhenti. Dia memiuh suara suling. Menciptakan nada nada baru, mendukung nada siulan dan jeritan Nyi Weling Mestika.

Akibatnya sungguh tidak terduga. Perpaduan dua nada itu menjadi lebih kuat menyerang ribuan ular yang sudah semakin gelisah.

Tiba-tiba puluhan ular terlihat menggelepar. Ular ular itu menghempas membanting tubuhnya. Beberapa ular yang besar menghantam ular ular kecil. Ular ular kecil itu langsung benyek dan mati.

Nyi Weling Mestika kaget. Dia tidak mengira pria muda tampan yang mengaku Pendekar Pembasmi Iblis. Punya kemampuan luar biasa, sehingga menjadikan jeritan nada yang dilepaskan Nyi Weling Mestika menjadi senjata pembunuh.

Nyi Weling Mestika langsung diam. Namun suara suling semakin kuat. Nada nada tinggi bagaikan mata belati yang sangat tajam. Belati nada itu mulai merobek ratusan ular. Sehingga ratusan ular tewas.

Anyir bau darah ular memenuhi udara. Bangkai ratusan ular tersebar berserakan.

"Hentikan....!!"

Nyi Weling Mestika berteriak keras. Ratusan ular yang menjadi hamba hambanya mati bertebaran. Nyi Weling Mestika tidak punya pilihan lain selain menyuruh Bagaga Alam untuk segera berhenti.

Nyi Weling Mestika menurunkan perintah secara bathin. Ribuan ular itu dengan cepat menjauh dan menghilang.

Bagaga Alam hanya diam melihat semua itu.

"Pendekar Pembasmi Iblis. Mari kita selesaikan urusan di antara kita."

"Majulah Nyi Weling. Kematian mu telah ditetapkan."

Danang Wesi dan Ni Kirana melihat semua yang telah terjadi dengan mata nanar. Kulit kepala mereka menebal.

Sementara itu hujan deras dan petir telah berhenti. Berubah menjadi gerimis renyai...

Danang Wesi dan Ni Kirana duduk bersemadi dan memancarkan energi panas untuk mengeringkan pakaian mereka.

Nyi Weling Mestika perlahan merubah dirinya dari seekor ular besar. Kini menjadi gadis jelita dengan pakaian seronok. Pakaian itu mencetak bentuk tubuh perempuan cantik itu. Sudahlah ketat beberapa bagian pakaian itu terbuka. Memperlihatkan lekuk dua bukit besar yang mendesak keluar.

Hiiiyyaaaaaa....!!!

Diawali dengan jeritan keras, melengking. Tubuh indah Nyi Weling Mestika melesat sangat cepat.

Kuku kuku jemari tangannya yang runcing bewarna hitam. Kuku hitam itu merupakan senjata yang sangat beracun. Sedikit goresan pada kulit akibat serangan kuku itu. Dengan racunnya yang sangat, kuat. Lebih dari cukup untuk mengantar orang bertemu maut.

Dengan kuku hitam yang memiliki racun yang sangat kuat. Nyi Weling Mestika menyerang Bagaga Alam.

Niat membunuh yang sangat kuat merebak, memancar dari tubuh Nyi Weling Mestika. Niat itu dibalut oleh amis racun.

Untungnya Danang Wesi dan Ni Kirana berada dalam wadah pelindung. Mereka tidak terpengaruh oleh racun yang menyebar dari kuku kuku jari tangan Nyi Weling Mestika.

Wanita cantik siluman ular itu semakin dekat dengan Bagaga Alam. Cakar dengan kuku hitam yang tajam. Menjangkau tenggorokan Bagaga Alam.

Bagaga Alam menarik sedikit leher dan kepalanya kebelakang. Kuku kuku hitam itu luput satu inci dari tenggorokan Bagaga Alam. Aroma amis racun merebak memenuhi udara dihadapan Bagaga Alam.

Nyi Weling Mestika tersenyum lebar. Dia mundur dua tidak menatap Bagaga Alam dan berkata.

"Pendekar Pembasmi Iblis... Kau sudah menghirup racun ku. Kau akan segera merasakan hawa panas di dada mu. Setelah itu organ dalam mu akan hancur dan kematian akan menjemput mu, hi hi hii hiii..."

Nyi Weling Mestika menatap wajah Bagaga Alam. Wanita siluman ular yang cantik itu mulai menghitung dalam hati.

Namun kemudian dahi berkerut dalam. Nyi Weling Mestika telah lewat menghitung sampai sepuluh. Bagaga Alam masih terlihat biasa saja.

Nyi Weling Mestika kembali menghitung sampai sepuluh. Tapi Bagaga Alam masih biasa biasa saja.

"Kamu...??" Nyi Weling Mestika bicara dengan ragu.

"Apakah kau berfikir racunmu berpengaruh terhadap ku ?"

"Jadi...???"

"Sekarang bersiaplah untuk menemui kematian mu Nyi Weling Mestika."

Bagaga Alam mengangkat tangan. Telapak tangannya terbuka dan menghadap kepada Nyi Weling Mestika.

Pukulan tanpa ujud...

Bagaga Alam mendesis. Udara tiba-tiba seperti tidak bergerak. Diam, bisu dan tidak ada apa apa.

"Hi hi hii...."

Nyi Weling Mestika tertawa. Namun tawa itu tiba-tiba terhenti ketika energi mendalam yang sangat kuat menghantam tubuhnya.

Bllaaaaaaaamm...!  Aaakkhhh...!!

Nyi Weling Mestika menjerit dan terlempar. Wanita siluman ular yang cantik itu terhempas dan berguling.

Nyi Weling Mestika terhenti setelah tubuhnya menabrak sebuah pohon yang sangat besar.

Huaaackk.....!!

Nyi Weling Mestika memuntahkan segumpal darah.

Nyi Weling Mestika segera bangkit. Dia kembali memuntahkan seteguk darah lagi.

"Bangsat....." Nyi Weling Mestika mendesis mengumpat dan memaki.

"Aku belum pernah mencoba rasa daging siluman ular. Mestinya daging mu cukup enak." Wajah cantik Nyi Weling Mestika merah membesi mendengar ucapan Bagaga Alam.

"Pendekar Pembasmi Iblis... Aku akan membasmi mu, sialaaan."

Nyi Weling Mestika menangkupkan kedua tangannya di depan dada. Tubuhnya memancarkan bias energi bewarna kehitaman. Niat membunuh terasa begitu kuat.

Bagaga kembali mengganti sukun dapat Perak dengan pusaka Pedang Langitan. Aura suram pekat kematian menyebar dengan kuat.

Pusaka Pedang Langitan tiba-tiba bersinar terang ketika Bagaga Alam menyalurkan kekuatan yang sangat besar dari energi mendalam ke pusaka Pedang Langitan.

Aura kematian yang kental berpadu dengan niat membunuh menekan Nyi Weling Mestika.

"Nyi Weling Mestika... Sejak hari ini. Aku akan mengamankan jalur hutan Kamojing ini dari gangguan mu."

Blassst..

Bagaga Alam menghilang. Dia muncul disamping Nyi Weling Mestika. Pusaka Pedang Langitan berkelebat.

Craaaaaazzzss...! Uuughh....!

Pusaka Pedang Langitan menyatat pinggang Nyi Weling Mestika.

Wanita siluman ular yang cantik dan seksi itu terhempas. Bagaga Alam tidak menunggu.

Pendekar sakti itu langsung memburu. Pusaka Pedang Langitan kembali melibas kearah leher Nyi Weling Mestika.

Nyi Weling Mestika melempar tubuhnya kearah belakang. Serangan pusaka Pedang Langitan luput. Nyi Weling Mestika terus melayang mundur.

Pukulan tanpa ujud.....

Tangan Bagaga Alam terbuka dengan telapak tangan menghadap ke Nyi Weling Mestika.

Bllaaaaaaaamm...!  Aaakkhhh...!!

Nyi Weling Mestika kembali di hantam oleh pukulan tanpa ujud.

Luar biasa, wanita siluman ular yang cantik itu masih bisa bertahan. Dia terlempar dan hanya muntah darah, meski cukup banyak darah yang menyembur dari mulutnya.

Blaaaaaasssstt...

Bagaga Alam kembali menghilang. Pria muda yang sangat sakti itu muncul tepat di depan Nyi Weling Mestika.

Slaaaaaassshh...!!

Pusaka Pedang Langitan merobek perut Nyi Weling Mestika. Wanita siluman ular yang cantik itu tidak mampu mempertahankan wujud manusia nya. Dia kembali berubah menjadi ular weling yang sangat besar.

Luka luka ditubuhnya menutup sendiri. Sembuh begitu saja tanpa ada bekas.

Bagaga Alam tertegun sejenakt melihat perubahan pada Nyi Weling Mestika. Kesempatan itu digunakan dengan baik oleh ular weling besar itu

Dia segera melesat menyerang Bagaga Alam. Mulutnya terbuka lebar dan taring taring tajam, panjang dan mengerikan segera menghantam Bagaga Alam.

\=\=\=\=\=***\=©

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!