Indonesia
NovelToon NovelToon
The Badass Empress: Lembut? Sorry, Gak Kenal!

The Badass Empress: Lembut? Sorry, Gak Kenal!

Status: sedang berlangsung
Genre:Transmigrasi / Cinta Istana/Kuno / Fantasi
Popularitas:7.2k
Nilai: 5
Nama Author: heldahell

Bagaimana jadinya jika jiwa seorang remaja cewek tomboi modern yang hobi tawuran, bermulut tajam, dan ceplas-ceplos terlempar ke masa lalu? Sialnya lagi, dia bangun di dalam tubuh permaisuri Xia Ruo, wanita paling rapuh dan tertindas di Kekaisaran Han yang baru saja mencoba bunuh diri karena tidak tahan diabaikan oleh kaisar yang penguasa berdarah dingin yang terkenal kejam.

Kini, tidak ada lagi Permaisuri Xia Ruo yang hobi menangis terisak. Yang ada hanyalah permaisuri baru yang berani duduk bersila di atas ranjang sutra sambil memanggil sang Kaisar kejam dengan sebutan "Mas Bro". Didampingi oleh Yuan er, pelayan setianya yang selalu menangis histeris dan berusaha keras mendidik sang permaisuri agar bisa berbicara lembut, Xia Ruo harus memutar otak untuk bertahan hidup. Mulai dari melabrak dapur istana demi makanan enak, melatih fisiknya yang selemah triplek basah, hingga menghadapi Kaisar kejam yang anehnya... justru mulai terobsesi dengan perubahan barbar dirinya!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon heldahell, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

bab 34 : Lu sehat, mas bro? kesurupan ya?

Sejak penolakan emas batangan yang berujung pembahasan micin dapur itu, sikap Kaisar Yan bukannya tobat, malah makin menjadi-jadi. Bukannya sadar kalau permaisurinya punya urat romantis yang sudah putus, cowok itu justru merasa tertantang. Jiwa kompetitifnya sebagai penguasa tunggal kerajaan mendadak tersulut demi menaklukkan hati seorang Xia Ruo.

Alhasil, mulailah aksi bucin terselubung skala masif yang bikin seisi Istana Fengyi geleng-geleng kepala.

Siang itu, matahari sedang terik-teriknya. Ara baru saja selesai memilah beberapa tanaman obat di halaman belakang istananya bersama Yuan-er. Keringat bercucuran di pelipisnya, dan jubah permaisurinya sudah digulung asal-asalan sampai ke siku demi kenyamanan bergerak. Di tengah kegiatannya yang jauh dari kata anggun itu, mendadak terdengar suara dehaman berat yang sangat familier.

Ehem.

Ara menoleh dan mendapati Kaisar Yan sudah berdiri di sana. Hari ini penampilannya agak di luar nalar. Alih-alih memakai jubah naga kuning yang formal, dia sengaja memakai jubah sutra tipis berwarna putih salju yang sengaja longgar di bagian dada, menampilkan sedikit siluet otot dadanya yang tegap dan kokoh. Rambut hitam panjangnya juga dibiarkan terurai sebagian, tertiup angin sepoi-sepoi dengan efek dramatis. Ditambah lagi, wajahnya dipasang se-melankolis mungkin sambil memegang sebuah kipas cendana.

"Ruo'er, cuaca hari ini sangat gerah. Aku sengaja datang kemari untuk membawakanmu sup sarang burung dingin agar tubuhmu kembali segar," ucap Kaisar Yan dengan nada suara yang sengaja diberatkan satu oktaf, terdengar mendayu-dayu penuh karisma.

Di belakangnya, seorang kasim langsung maju dengan gemetaran, menyajikan mangkuk porselen berisi sup mewah tersebut.

Ara tidak langsung mengambil sup itu. Dia malah berdiri, menatap Kaisar Yan dari ujung kaki sampai ujung kepala dengan pandangan penuh selidik. Matanya menyipit tajam, mirip seorang detektif yang sedang menginterogasi buronan kelas kakap.

Tanpa ba-bi-bu, Ara melangkah maju. Jarak mereka mengikis hingga tersisa beberapa senti saja. Kaisar Yan batinnya langsung bersorak kegirangan. Dia mengira taktik pamer dada bidang dan sup dinginnya sukses besar membuat Ara terpikat. Pria itu mencondongkan tubuhnya sedikit, bersiap jika Ara mendadak ingin bersandar manja di dadanya.

Plak!

Bukannya bersandar, telapak tangan Ara yang masih agak kotor bekas tanah tanaman herbal langsung mendarat mulus di dahi lebar Kaisar Yan. Tidak tanggung-tanggung, Ara menekan dahi itu dengan kuat sampai kepala sang Kaisar agak terdorong ke belakang.

"Lu sehat, Mas Bro? Kesurupan ya?" semprot Ara dengan muka lempeng tanpa dosa.

Kaisar Yan langsung membeku. Seluruh harga dirinya sebagai penguasa absolut runtuh seketika di hadapan para pelayan. "Ruo'er! Apa yang kau lakukan?! Aku ini suamimu, Kaisar di negeri ini! Kenapa kau malah mengataiku kesurupan?!"

"Ya lagian lu aneh banget hari ini!" balas Ara gak kalah ngegas. Dia menarik tangannya kembali lalu bersedekap dada. "Lihat tuh baju lu, kancingnya sengaja dibuka-buka gitu. Masuk angin baru tahu rasa lu! Terus itu suara, ngapain digede-gedein kayak penyiar radio jadul? Lu batuk? Kalau serak ya minum air anget, bukan malah tebar pesona di mari!"

Kaisar Yan langsung memegang dadanya sendiri dengan panik, buru-buru merapatkan kembali jubah putihnya yang tadi sengaja dia pamerkan. Wajahnya yang tampan mendadak memerah padam karena malu sekaligus kesal tingkat dewa.

"Aku tidak tebar pesona! Aku hanya... aku hanya ingin memberikan perhatian kepadamu!"

"Perhatian pala lu peang," cibir Ara santai. Dia merebut mangkuk sup dingin dari tangan kasim yang sejak tadi sudah menggigil ketakutan.

Tanpa ritual estetis sama sekali, Ara langsung meneguk sup sarang burung mahal itu langsung dari mangkuknya sampai tandas dalam beberapa tegukan, layaknya orang yang baru selesai ronda malam.

"Ahhh, seger! Nah, kalau mau ngasih makanan mah kasih aja langsung, gak usah pakai acara dandan ala siluman rubah jantan begini. Bikin merinding tahu gak," kata Ara sambil mengelap bibirnya memakai punggung tangan.

Kaisar Yan hanya bisa melongo menatap mangkuk porselennya yang kini sudah kosong melompong. Niat hati ingin menciptakan momen romantis yang bikin baper, apa daya pasangannya adalah seorang preman tulen yang tidak mempan dikasih kode-kodean visual.

"Kau... kau benar-benar wanita tidak tahu adat!" gerutu Kaisar Yan dengan sisa gengsinya.

Dia berbalik dengan hentakan kaki kesal, berniat pergi dari sana sebelum harga dirinya makin habis diinjak-injak oleh permaisurinya sendiri.

"Eh, bentar, Yan!" panggil Ara tiba-tiba.

Langkah kaki Kaisar Yan langsung terhenti. Jantungnya mendadak berdegup kencang lagi. "Apakah dia akhirnya sadar dan mau meminta maaf? Atau dia mau menahan ku agar tidak pergi?" pikirnya penuh harap. Cowok itu menoleh perlahan dengan tatapan sok cool.

"Ada apa?"

Ara menunjuk ke arah paha Kaisar Yan yang masih agak diperban di balik jubahnya. "Jalan lu masih agak pincang gitu, jangan kebanyakan gaya deh. Tar kalau jaitan luka lu di paha robek lagi gara-gara lu kebanyakan mondar-mandir tebar pesona, gua gak mau ya ngobatin pakai bubuk herbal cabe rawit yang kemarin."

Mendengar kata 'bubuk herbal', ingatan Kaisar Yan langsung melayang pada rasa perih luar biasa di dalam goa tempo hari. Rasa ngeri mendadak menyergapnya. Tanpa berkata apa-apa lagi, dia langsung mempercepat langkah kakinya meninggalkan kediaman Ara, melupakan seluruh skenario romantis yang sudah dia susun rapi sejak subuh tadi.

Sementara itu, Ara hanya mengangkat bahunya acuh tak acuh dan kembali jongkok untuk mengurus tanamannya. Dia sama sekali tidak sadar bahwa di balik dinding taman, sepasang mata milik mata-mata faksi Selir Agung sedang merekam semua kejadian itu dengan ekspresi wajah yang penuh dengan rencana busuk.

1
Yadi
bab ini paling senang gue ngulang bacanya 🤣🤣🤣
Yadi
Semua masalah pada ludes jika Ibu Bar Bar Negara yg turun tangan 🤣🤣
Yadi
tawuran...?? 🤣🤣🤣
Yadi
Lanjut Thor..
Yadi
hahahaha..
Paksu Kaisar berharap banget pada ibu negara 🤣🤣🤣
Yadi
🤣🤣🤣🤣🤣

ketawa mulu mah gue
Yadi
🤣🤣🤣🤣🤣🤣
daacanss
jangan lupa mampir komen terus yaa, biar author semangat nulis nyaa😊
Yadi
Ratu Bar Bar Pedas beraksi
Yadi
Lanjuuuiut...

kok nggak ada yg komen ya?

apakah para pembaca pada terhipnotis krn novel ini enakn dibaca ya?
Yadi
Gue yakin ilmu beladiri Permaisuri satu tingkat diatas Kaisar 😄😄😄
Yadi
🤣🤣🤣🤣🤣🤣

Kayaknya Kaisar Yan akan mendapatkan lawan seimbang
Yadi
🤣🤣🤣🤣

Gue suka mulut Permaisuri yg badas... yg bikin para pejabat pada setrok berjemaah ketika Permaisuri memberikan kuliah subuh 🤣🤣🤣🤣
daacanss: yakan,gak menye menye jadi seru,gak lemah terus🤭🤣
total 1 replies
Emalia
Lanjut kk
daacanss: tunggu kelanjutan nya besok ya kak😙
total 1 replies
Hatijah Cantik
cukup menghibur
daacanss: makasih kak kalo suka sama ceritanya,tunggu terus ya kelanjutan cerita nya🥰
total 1 replies
Hatijah Cantik
cerita menarik , diawali dgn ngamuk2👍🤣🤣🤣🤣
𝓐𝓡 𝓐𝓾𝓽𝓱𝓸𝓻 𝓘𝓼𝓽𝓲𝓶𝓮: saling support yo ka
total 2 replies
Ame Joh
aku mampir thor sepertinya seru
daacanss: iyaa makasih ya udah mau mampir😊
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!