Indonesia
NovelToon NovelToon
BISIKAN HEWAN: PUTRI KECIL PEMBAWA KEBERUNTUNGAN

BISIKAN HEWAN: PUTRI KECIL PEMBAWA KEBERUNTUNGAN

Status: tamat
Genre:Mengubah Takdir / Epik Petualangan / Fantasi / Tamat
Popularitas:37.4k
Nilai: 5
Nama Author: Nissa Safira

Di tengah masa kelaparan parah yang melanda desa, seorang bayi perempuan dibuang begitu saja ke dalam hutan terlarang oleh orang tua kandungnya.

Takdir membawanya ke pelukan keluarga pemburu sederhana bernama Arga dan Mira yang kemudian menamainya Natasya.

Tujuh tahun berlalu, Natasya tumbuh menjadi anak ceria yang menyimpan rahasia ajaib karena ia mampu memahami dan berbicara dengan hewan.

Ketika Mira jatuh sakit parah dan membutuhkan tanaman obat langka, Natasya menggunakan kemampuannya untuk menjelajahi hutan terlarang demi menyelamatkan ibunya dan membawa kemakmuran bagi desa.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nissa Safira, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 34

Srek.

Arga langsung merentangkan kedua tangannya yang berotot besar untuk menghalangi langkah Siska.

"Jangan berani menyentuh putriku dengan tangan kotormu itu."

Arga menggeram rendah seperti seekor harimau yang sedang melindungi anak tunggalnya dari ancaman bahaya.

"Mas Arga, tolong biarkan mereka bicara dulu, kita tidak boleh main kasar di depan warga."

Mira memohon dengan suara bergetar sambil memegang lengan suaminya dari belakang.

Wanita paruh baya itu sangat takut kehilangan Natasya, namun ia juga takut suaminya akan diamuk warga jika bertindak kasar.

Natasya melangkah maju melewati tubuh ayahnya dan menatap kedua orang asing yang mengaku sebagai orang tuanya itu.

Gadis kecil itu menggunakan insting dan firasat tajamnya yang sudah terlatih untuk menilai karakter makhluk hidup.

Hidung Natasya tidak mencium aroma kasih sayang yang biasa ia cium dari keringat Arga dan Mira.

Ia justru mencium bau busuk dari keserakahan, kelicikan, dan aroma minuman keras yang menguar samar dari napas Raka.

"Jadi kalian berdua ini adalah orang tua kandungku yang dulu kehilangan aku di hutan?"

Natasya bertanya dengan nada suara yang sangat datar dan tenang untuk ukuran seorang anak kecil.

Suaranya yang jernih itu terdengar sangat jelas di tengah keheningan warga yang sedang menonton.

"Iya, Nak, ibu sangat merindukanmu setiap hari selama tujuh tahun ini."

Siska mencoba meraih tangan Natasya dari balik pagar dengan air mata buaya yang masih mengalir.

"Ayo kita pulang sekarang, ibu akan membuatkan makanan yang paling enak untukmu di rumah."

"Bohong."

Satu kata singkat itu keluar dari bibir mungil Natasya dengan ketegasan yang mematikan.

Gadis kecil itu menarik tangannya ke belakang agar tidak tersentuh oleh wanita asing tersebut.

"Kenapa kamu bilang ibu bohong, sayang?"

Siska memasang wajah terkejut yang sangat berlebihan dan menatap warga desa untuk meminta pembelaan.

"Ibu benar-benar ibumu yang melahirkanmu ke dunia ini."

"Kalau aku memang diculik saat kalian lengah, kenapa aku ditemukan di dalam keranjang bambu anyaman milik ayahku?"

Natasya memiringkan kepalanya dan menatap tajam tepat ke dalam mata Siska.

"Ayah Arga bilang, di keranjang tempatku dibuang itu ada kain selimut tua yang dibordir nama Raka."

"Apa pencuri itu sempat-sempatnya mencuri keranjang dan selimut milik kalian sebelum menculikku?"

Pertanyaan jebakan yang sangat cerdas dari otak Natasya itu seketika membuat Raka dan Siska terdiam kaku.

Mereka sama sekali tidak menyangka anak berumur tujuh tahun bisa memiliki pemikiran se logis dan sekritis itu.

Keringat dingin mulai mengucur di dahi Raka karena ia lupa memikirkan detail tentang keranjang bambu tersebut.

"Itu... itu karena..."

Raka tergagap mencoba mencari alasan yang masuk akal namun otaknya mendadak buntu.

"Pencuri itu mengambil keranjangnya juga untuk memudahkan membawa bayimu ke dalam hutan."

Bu Rini tiba-tiba ikut campur memberikan alasan karangan untuk menyelamatkan posisi Raka.

Natasya mengalihkan pandangannya pada Bu Rini dengan senyuman miring yang meremehkan.

"Lalu kenapa saat Ayah Arga menemukanku, aku diletakkan dengan sangat rapi dan hati-hati di atas akar pohon beringin yang besar?"

"Kalau pencuri itu lari ketakutan dikejar oleh kalian, dia pasti akan melempar keranjangku begitu saja ke semak-semak atau menjatuhkannya."

"Orang panik yang dikejar tidak akan punya waktu menata keranjang bayi agar tidak terguling."

Argumen Natasya yang disusun berdasarkan logika sederhana itu langsung mematahkan semua cerita karangan Siska.

Warga desa yang tadinya merasa kasihan kini mulai mengerutkan kening dan menatap curiga pada Raka.

"Benar juga apa yang dibilang Dewi Kecil, pencuri yang lari pasti akan membuang barang curiannya sembarangan."

Pak Joko berbisik pada Mang Udin yang langsung diangguki setuju oleh pria itu.

Melihat situasinya mulai berbalik menyudutkan mereka, Raka langsung mengubah taktiknya menjadi lebih agresif.

"Kau ini masih anak kecil yang tidak tahu apa-apa tentang kejadian malam itu."

Raka membentak Natasya dengan raut wajah aslinya yang keras dan kejam mulai terlihat.

"Kau pasti sudah diajari macam-macam kebohongan oleh pria miskin ini agar membenci orang tua kandungmu kan?"

Raka menunjuk wajah Arga dengan penuh kemarahan yang dipaksakan.

"Dia sengaja mencuci otakmu agar kau mau disuruh-suruh mencari kekayaan untuk desa ini."

"Ayahku tidak pernah mencuci otakku atau menyuruhku mencari kekayaan."

Natasya membalas bentakan pria itu tanpa rasa takut sedikitpun di matanya.

"Kalian datang ke sini bukan karena menyayangiku, tapi karena kalian melihat tumpukan kain sutra mahal di dalam rumahku itu kan?"

Jari telunjuk Natasya menunjuk lurus melewati pintu yang terbuka, memperlihatkan tumpukan hadiah dari warga Desa Karang di ruang tengah.

Mata Raka dan Siska tanpa sadar langsung melirik ke arah tumpukan barang mewah itu dan menelan ludah.

Reaksi refleks tubuh mereka yang dipenuhi keserakahan itu tertangkap jelas oleh mata seluruh warga desa yang hadir.

"Ternyata tebakan anakku benar, kalian datang ke mari hanya untuk mengincar harta dan menumpang hidup enak."

Arga tersenyum sinis melihat betapa mudahnya kedok orang tua kandung itu dibongkar oleh seorang anak kecil.

"Pergi dari halamanku sekarang juga sebelum aku benar-benar melempar kalian berdua keluar dari desa ini."

"Kami tidak akan pergi ke mana-mana tanpa membawa anak kami."

Siska berteriak panik karena rencananya gagal total dan kembali mencoba meraih Natasya dengan paksa.

"Dia adalah anak yang lahir dari rahimku, jadi dia adalah properti milik kami sepenuhnya secara hukum."

Grep.

Arga menangkap pergelangan tangan Siska dengan cengkeraman yang sangat kuat hingga wanita itu mengaduh kesakitan.

"Natasya bukan properti atau barang dagangan yang bisa kalian buang dan pungut sesuka hati kalian."

Arga menghempaskan tangan Siska dengan kasar hingga wanita itu terhuyung mundur menabrak suaminya.

"Ada keributan apa ini di pagi hari yang damai?"

Suara bariton yang sangat berwibawa tiba-tiba memecah ketegangan di halaman rumah Arga.

Kepala Desa Cempaka berjalan membelah kerumunan warga dengan dikawal oleh dua orang pemuda desa yang kekar.

"Pak Kades, tolong kami."

Raka langsung memanfaatkan kedatangan Kepala Desa itu untuk mencari pembelaan baru.

"Kami adalah orang tua kandung Natasya yang datang untuk menjemputnya pulang, tapi pria bernama Arga ini menahan anak kami dengan kekerasan."

Kepala Desa menatap Raka dan Siska dari atas ke bawah dengan pandangan menilai yang sangat dingin.

Pria tua yang bijaksana itu sudah banyak mendengar laporan dari warga tentang sifat Natasya dan kasih sayang Arga.

"Aku sudah mendengar sebagian besar perdebatan kalian dari ujung jalan tadi, Tuan Raka."

Kepala Desa berjalan mendekati pagar rumah Arga dan berdiri tepat di tengah-tengah kedua belah pihak yang berseteru.

"Desa kami punya aturan adat sendiri yang sangat menjunjung tinggi keadilan dan kesejahteraan anak-anak."

"Jika kalian mengklaim sebagai orang tua kandungnya dan Arga mengklaim sebagai ayah angkatnya, maka kita tidak bisa menyelesaikannya dengan adu mulut di jalanan seperti ini."

"Lalu bagaimana cara kita menyelesaikannya, Pak Kades?"

Bu Rini ikut menyahut dengan nada tidak sabar karena ingin melihat keluarga Arga hancur hari ini juga.

"Hukum negara pasti akan langsung memberikan anak itu pada ibu yang melahirkannya."

"Kita tidak menggunakan hukum negara yang kaku di desa pinggir hutan ini, Bu Rini."

Kepala Desa menatap wanita penggosip itu dengan sorot mata peringatan agar tidak ikut campur.

"Kita akan mengadakan sidang desa terbuka di balai desa besok pagi setelah matahari terbit."

Kepala Desa kemudian menoleh menatap Raka dan Siska dengan wajah yang sangat tegas dan tidak bisa dinegosiasi.

"Kalian berdua boleh menginap di pos ronda malam ini, tapi jangan berani mendekati rumah Arga sampai sidang besok dimulai."

"Dan di sidang besok, kita akan membiarkan Natasya sendiri yang memilih dengan siapa ia ingin tinggal dan menghabiskan sisa hidupnya."

"Mana bisa begitu, Pak Kades."

Raka langsung protes keras karena ia tahu Natasya pasti akan memilih keluarga Arga.

"Anak kecil belum punya akal pikiran yang matang untuk memutuskan hal sebesar itu."

"Di desa ini, Dewi Kecil Natasya sudah membuktikan bahwa pemikirannya jauh lebih matang dari orang dewasa serakah seperti kalian."

Kepala Desa memotong protes Raka dengan kalimat telak yang didukung oleh anggukan setuju seluruh warga desa.

"Keputusanku sudah bulat dan sidang akan diadakan besok pagi tanpa ada penundaan."

Kepala Desa berbalik dan memerintahkan warganya untuk bubar dan kembali ke rumah masing-masing.

Raka dan Siska hanya bisa berdiri mematung di jalan dengan wajah yang memerah padam menahan amarah yang meledak-ledak.

Mereka berdua terpaksa menelan kekalahan telak di ronde pertama ini dan berjalan gontai menuju pos ronda dengan dikawal beberapa pemuda desa.

Arga segera menutup pintu pagarnya dan menguncinya rapat-rapat setelah kerumunan warga benar-benar bubar.

Pria itu langsung berlutut di tanah dan memeluk Natasya dengan sangat erat, diikuti oleh Mira yang memeluk mereka berdua dari belakang.

Air mata Mira jatuh membasahi bahu Natasya karena rasa takut kehilangan yang masih belum sepenuhnya hilang.

"Kamu hebat sekali tadi, Natasya."

Arga berbisik pelan dengan suara yang bergetar menahan haru.

"Ayah sangat bangga karena kamu berani melawan kebohongan mereka dengan sangat pintar."

"Aku tidak akan pernah mau pergi bersama orang asing berbau jahat itu, Ayah, Ibu."

Natasya membalas pelukan kedua orang tua angkatnya dengan pelukan yang sama eratnya.

"Kalian berdua adalah satu-satunya keluarga yang aku miliki dan aku sayangi di dunia ini."

Meskipun sidang besok pagi akan menjadi penentu masa depannya, Natasya sama sekali tidak merasa takut.

Di dalam hati kecilnya, ia sudah mulai menyusun rencana lain untuk memberikan pelajaran berharga bagi kedua orang tua kandungnya yang serakah itu.

Pelajaran tentang bagaimana alam dan hewan di Hutan Larangan memperlakukan orang jahat yang berani mengancam kedamaian keluarga kecil mereka.

1
Jamilah Hidirmanto
ceritanya kerennnnn banget 👍👍👍👍👍
Nissa Safira: Makasih kakak! 🥹🙏
Seneng banget kalau kakak suka perjalanan Natasya & Gaga dari hutan sampai desa.
Komen kakak ini jadi bekal semangat nissa buat nulis cerita selanjutnya🥰🙏🙏🔥
total 1 replies
░▒▓█►─═HeSideMySelf ═─◄█▓▒░
mirip kisah bocil Donghua di toktok😆🤭yg selalu ku tonton,
Dewiendahsetiowati
terima kasih untuk ceritanya dan ditunggu karya selanjutnya Thor
Nissa Safira: Terima kasih banyak kakak 🙏💛
Dari Natasya bayi yang dibuang di hutan sampai jadi penjaga Desa Cempaka bareng Gaga di bukit selatan tadi, makasih udah nemenin sampai titik TAMAT ini.
Jangan lupa follow nissa yaa kak biar gak ketinggalan rilisnya!🥰🥰🔥🤣
total 1 replies
🟡🦋⃞⃟𝓬🧸≛⃝⃕|ℙ$Cintya☕︎⃝❥ 💎
ceritanya sangat seru banget, banyak sekali petualangan yang dialami Natasya, bahkan terkadang sampai emosi karena Raden Arya, komandan dan prajurit yang sombong, pengkhianatan Jenderal Bima, dan juga pendeta gila yang membakar hutan...

Intinya, cerita ini benar-benar bagus sekali, dan bagus buat rekomendasi 🥳🥳🎉🎉🎉

⭐⭐⭐⭐⭐
☕☕☕☕☕
🎉🎉🎉🎉

semangat untuk cerita selanjutnya kak 🎉🎉🎉
🟡🦋⃞⃟𝓬🧸≛⃝⃕|ℙ$Cintya☕︎⃝❥ 💎
wahhh, akhirnya tamat😱, ku pikir bakalan lebih dari 100 bab 😁, tapi Terima kasih untuk cerita yang seru ini. Bahwa kebaikan dan empati, akan mendapatkan sesuatu yang jauh lebih berharga, v seperti Natasya, walaupun dia takut untuk pertama kali melihat serigala, namun empati dan kebaikannya, mengalahkan rasa takut itu. Dan kini, kalian menjadi sahabat yang tak akan pernah saling meninggalkan.

⭐⭐⭐⭐⭐⭐⭐⭐⭐ untuk cerita ini🥳🥳🎉🎉🎉
🟡🦋⃞⃟𝓬🧸≛⃝⃕|ℙ$Cintya☕︎⃝❥ 💎: wahhh, sama-sama kak 😊, padahal awalnya ini cuma pengen cari novel tentang petualangan dan hewan gitu, akhirnya nemu cerita ini, terus aku baca sinopsisnya, dan ternyata menarik, akhirnya aku subscribe, dan mulai baca. dan ternyata, memang bagus banget ceritanya /Drool/, gak sia-sia aku search itu🤭... 🤩🤩🤩


aamiin, kak juga sehat-sehat ya, biar bisa terus lanjut nulis novelnya 😊😊
total 2 replies
Nur Atika Hendarto
alhamdulillah cerita bagus banget aku suka
Nur Atika Hendarto
suka banget cerita nya 😍😍😍😍😍
Nissa Safira: Ya Allah makasih banyak kak 😭❤️
Seneng banget kalau kakak suka sama perjalanan mereka🥰
Terima kasih sudah setia nemenin Natasya dari anak kurus 7 tahun yang nawarin damai ke Gaga, sampai jadi komandan kecil 10 tahun yang dijaga satu hutan.
Semoga kedamaian Desa Cempaka yang kakak rasain di bukit selatan tadi bisa kebawa sampai ke dunia nyata kakak juga ya. Sehat selalu buat kakak🥰😍
total 1 replies
Night Watcher
secara utuh ceritanya bagus, menghanyutkan pembaca hingga terbawa emosi. tapi tetep asyik,..
mengangkat kisah jaman pramodern yg dialami manusia pd umumnya,(non sistem, non kekuatan kesaktian dll)
sedikit saran, sesuaikan suara² yg ditimbulkan oleh sesuatu, juga keberadaan tempat, sering keberadaan kejadian berubah/ tdk konsisten,(contoh awalnya di halaman rmh tasya, tau² berubah di balai desa)
utk kedepannya agar lebih jeli & teliti.
smg karya² selanjutnya lebih seru, logis dan semakin disukai banyak readers. tetap semangat, jadikan komen sadis sebagai pemicu semangat & koreksi karyamu.
semoga sukses menanti dan menyertaimu.. aamiin
Nissa Safira: MasyaAllah, terima kasih banyak kak atas komen sedetail ini 🙏🙏😭
Jujur komen kakak bikin saya merinding bacanya, karena ini komen yang bener-bener merangkum perjalanan Natasya & Gaga dari awal sampai akhir dengan hati. Terima kasih sudah hanyut bareng mereka sampai tamat kak, itu hadiah terbesar buat saya sebagai penulis.
Dan terima kasih juga untuk kritik sadis tapi membangunnya kak🙏
Jujur kak, cerita Desa Cempaka ini memang saya sengaja bikin non-sistem & non-kesaktian, biar perjuangan Natasya terasa manusiawi, kayak kisah jaman pramodern yang kakak bilang. Seneng banget kakak nangkep roh ceritanya itu😂
Doa Aamiin dari kakak saya Aamiin-kan juga, semoga karya selanjutnya lebih logis, lebih seru, dan tetap bisa menghanyutkan kayak gini.
Sekali lagi terima kasih banyak kak 🙏🙏
Sehat selalu buat kakak dan keluarga, semoga sukses juga menyertai kakak Aamiin🤲🙏🙏😅
total 1 replies
Night Watcher
kurang cocok aja dgn perayaan HUT natasya, krn dia "ditemukan" di hutan, tak tau kapan lahirnya
Night Watcher
kok bisa tau ultahnya, kan dia ditemukan di hutan masih bayi?
Buang Buang
bagus ceritanya
Buang Buang
bagus ceritanya
Buang Buang
mantap ceritanya
Dewiendahsetiowati
bisa gak Rini kena stroke aja bikin dosa terus deh
Night Watcher
ceritanya bagus, tp kadang ngeselin.
apa mungkin karna saking terbawa arus & alur cerita ya? jd sering ikut erosi..🤭🤭👍💪🙏
Aina Senja: trimakasi kk masukannya sangat bermanfaat
total 1 replies
Night Watcher
duh... tegang mulu...
up nya lanjut, tp kasih jeda penghibur kek,,, biar agak relax.🤦🙏
Night Watcher
laporan apapun pasti ke arga, padahal mereka punya "kades".😇🤦
🟡🦋⃞⃟𝓬🧸≛⃝⃕|ℙ$Cintya☕︎⃝❥ 💎
kalian semua berhasil /Sob/, walaupun harus mengorbankan ladang mereka u tuk mencari makanan, tetapi, keutuhan keluarga tidak bisa dikorbankan begitu saja.... selamat Natasya, kamu berhasil lagi. Para hewan hutan larangan dan warga desa cempaka telah membuktikan bahwa hewan dan manusia bisa saling berhubungan dengan erat. dan sekarang tidak akan ada lagi ketakutan di mata para penduduk Desa Cempaka... 🎉🎉
Night Watcher
keliatan bener kalo cuma omon-omon..🤭🤭
Night Watcher
heleh.. tinggal nyuruh gaga cs nggruduk pendeta² itu pasti bubar, gaga cs kan bukan mahluk dedemit, gak ngaruh sama mantra..
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!