Time travel seorang gadis yang terpeleset di acara festival lampion kampus.
Karya Fantasi kedua setelah Petualangan Mayanza, semoga berkenan di baca tiap episode nya... 🤍😘
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Novita Tory, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Part 3 Ada apa ini?
Aku bertanya sendiri, kehilangan diriku Angelie Lee di masa kini.
Memaksakan diri untuk kembali sebagai Xiu Ren, usaha itu tidak berhasil.
Tiap hari aku ke kampus berusaha untuk kembali menjalani hidup normal.
hari ini, aku sudah bertekad bulat melupakan semua.
Lentera dan Pakaian yang kupakai malam tahun baru aku simpan dikotak, lemari paling bawah.
Biarlah kembali ke masa lalu adalah rahasiaku sendiri.
Anggaplah itu mimpi, aku berusaha untuk berpikir begitu.
Aku menjalani kehidupan normal, bertemu dan bergaul dengan orang-orang di duniaku lagi.
Biarlah menjadi gadis pembawa lentera yang menerangi jalan Pangeran Fang sudah berlalu, bukan menjadi tugasku.
**
Sejak kembali ke rumah dan dijodohkan dengan teman dari rekan Ibuku hari-hariku menjadi sedikit ramai, apalagi Pria yang di jodohkan ini sangat mirip dengan Pangeran Fang.
Namanya saja Fang Ren Perpaduan nama dari Pangeran Fang dan Xiu Ren.
Ayahnya peneliti di Museum Sejarah, kehidupan mereka kental akan pengetahuan sejarah.
Ibunya pengusaha yang sibuk, sementara Fang adalah pria introvert yang keras kepala dan menganggap aku hanyalah perempuan matrealistis.
Seandainya wajah Fang tidak serupa Pangeran Fang apa aku akan setuju dengan perjodohan ini.
Kedua orang tuaku menekanku, walaupun kakakku terlihat tidak setuju tapi memang benar mereka sangat memerlukan aku untuk melancarkan proyek delapan puluh miliyar, harga diri perusahaan ayah dan ibu di tanganku.
Sementara aku harus menikah dengan Pria Cacat.
Aku mungkin telah terbiasa hidup di kehidupan masa lalu.
Bersama merawat Pangeran Fang aku sudah sangat terbiasa.
Pangeran Fang juga egois, sampai terakhir aku berpisah dan mengetahui dari sejarah dia juga mencintaiku yang hidup sebagai Xiu Ren.
Sayangnya perasaan kami hanya tersampaikan lewat cerita sejarah dan pengarangnya adalah may.
Dayang may menjadi penulis dan menikah dengan Liu San.
Kupikir Dayang May menikah dengan Pengawal Ziu.
Pengawal yang tampan selalu menemani Pangeran Fang.
Pengawal yang setia pada tugasnya.
Ternyata Dayang May hebat menulis juga, dari kisahnya dia tau perubahan Xiu Ren sejak mengikuti kompetisi Istana.
Dari pendapatnya Xiu Ren sangat menyukai kunang-kunang.
Setiap kali aku melihat cahaya kunang-kunang aku selalu teringat nama Xiu Ren orang yang tidak pernah kukenal namun aku sempat menjadi dirinya di masa lampau.
**
"Lee, perutmu sudah sangat besar" kata Ibuku yang datang membawa banyak paper bag berisi hadiah, memelukku.
Aku meninggalkan buku bacaan, Fang suamiku melirikku.
Menyentuh lembut tanganku.
"Ayah mertuamu sudah kembali?" tanya Ibu menanyakan Ayah Fang sejak Malam Tahun Baru terakhir bertemu, kami tidak menemukannya.
Aku menggelengkan kepala.
Fang Ren menggengam tanganku.
"Semoga saja ada kabar, ini ibu bawakan barang-barang persiapan untuk menyambut cucu perempuanku" kata Ibu berwajah ceria.
Meraba perutku yang membesar, beberapa hari lagi menunggu proses persalinan.
Fang Ren suamiku begitu protektif, akhir-akhir ini dia lebih banyak dirumah..
Kadang dia juga lupa membawa tongkatnya untuk berpura-pura lumpuh.
Ini sudah hampir setahun, Bibi Sara, Ibu mertuaku juga sudah melaporkan Ayah mertuaku ke pihak berwajib masih belum menemukan tanda-tanda keberadaan Ayah mertuaku.
Masih menjadi misteri, tapi mertua perempuanku Bibi Sara kelihatan santai dia tidak terlihat khawatir dangan kepergian suaminya, karena sering sekali di tinggal pergi penelitian.
***
Bibi Sara, Ibu mertuaku bilang ayah mertua datang, terlihat lusuh dan sangat lelah.
Bibi Sara di hari aku bersalin tidak bisa datang karena mencabut laporan kehilangan orang selama setahun ke kantor polisi.
Aku dan Fang Ren suamiku sudah pulang ke kediaman kami membawa putri kami yang di beri nama Xiu Ren Fang.
Bayi mungil yang cantik, seorang bayi perempuan yang kami panggil Xiu.
"Fang, kau tidak ke rumah ayah dulu?" tanyaku setelah beberapa hari tidak mendapat kabar dari Bibi Sara.
"Ayah juga akan memaklumi, cucunya lahir seharusnya dia yang datang" kata Fang.
"Tapi Ayah baru saja pulang" kataku.
Fang menidurkan Xiu dan meletakan Xiu di keranjang bayi di sampingku.
Aku tidak bisa banyak bergerak tubuhku masih terasa sakit.
Fang menyerahkan segelas susu untukku minum tiba-tiba ketukan pintu.
Pintu di bukakan Fang, Ayah mertuaku datang, terlihat baik-baik saja.
"Cucuku... kakek baru datang..." katanya langsung menuju keranjang bayi.
"Iya, kakekmu yang merepotkan" kata Bibi Sara ibu mertuaku.
Aku tersenyum.
Xiu tertidur pulas, "Kalian beri nama siapa dia?" tanya Ayah mertuaku pada Fang.
"Xiu Ren Fang, panggilannya Xiu" kata Fang.
"Tidak boleh!" kata Ayah mertua dengan suara yang keras.
Kami semua terkejut.
Membangunkan Xiu, menangis...
"Ada apa ini pa?" kata Bibi Sara langsung menyerahkan Xiu ke gendonganku.
Wajah Ayah mertuaku marah, dia menarik Fang untuk bicara di luar kamar.
Bersambung...