Indonesia
NovelToon NovelToon
Transmigrasi Si Remaja Berisik: Pangeran Dingin Bisa Dengar Suara Hatiku!

Transmigrasi Si Remaja Berisik: Pangeran Dingin Bisa Dengar Suara Hatiku!

Status: sedang berlangsung
Genre:Transmigrasi / Cinta Istana/Kuno / Fantasi
Popularitas:3.9k
Nilai: 5
Nama Author: heldahell

Xie Yufei (17 tahun), remaja Gen-Z yang hobi julid, tewas tersedak boba dan bertransmigrasi ke zaman kuno menjadi Nona Muda yang lemah lembut.

Demi bertahan hidup, Yufei berakting super anggun dan polos. Namun, dia tidak tahu kalau suara hatinya yang sangat berisik dan penuh istilah modern bisa terdengar jelas oleh Pangeran Mo Cheng yang kejam, kakak kandungnya, dan pelayan setianya!

Kekacauan dimulai saat Yufei membungkuk takzim, sementara isi kepalanya sibuk mengomel: (Buset, ini Pangeran mukanya ditekuk mulu kayak belum bayar kontrakan. Ganteng sih spek drakor, tapi auranya psikopat banget!)

Mendengar itu, sang Pangeran dingin seketika tersedak teh. Di saat Yufei merasa akting polosnya sempurna, orang-orang di sekitarnya justru sedang berjuang setengah mati menahan tawa mendengar isi kepalanya yang super kocak!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon heldahell, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

bab 34: Perang urat saraf istana dan sabotase tepung gatal di paviliun

Sementara Xie Yufei sibuk menghadapi drama drakor di kediaman keluarga Xie, suasana di Aula Agung Istana Kekaisaran justru sudah berada di titik didih. Udara terasa begitu mencekam hingga para kasim yang berjaga di sudut ruangan bahkan tidak berani bernapas terlalu keras.

Di atas takhta emas, Kaisar duduk dengan wajah berwibawa namun menyiratkan kelelahan. Di bawahnya, Pangeran Mo Cheng berdiri tegak layaknya tombak dewa, sementara di sisi lain, Perdana Menteri Mu berdiri dengan ekspresi wajah setenang air dan senyum tipis yang penuh kepalsuan.

Di tengah lantai marmer, si pembunuh bayaran berwajah arang berlutut dengan tubuh gemetar, tangannya terikat rantai besi berat.

"Ayahanda Kaisar," ucap Pangeran Mo Cheng, suaranya berat dan bergema di seluruh aula. "Orang ini adalah bagian dari organisasi Gerhana Hitam yang menyabotase pergerakan pasukan khusus di Hutan Terlarang. Mereka tidak hanya mengincar nyawaku, tetapi juga memiliki peta rahasia militer yang hanya dikeluarkan oleh lingkar dalam kementerian."

Perdana Menteri Mu melangkah maju satu langkah, menyilangkan tangannya di dalam lengan baju luasnya sembari membungkuk hormat kepada Kaisar. "Yang Mulia Kaisar, ucapan Pangeran Mo Cheng tentu harus didasari bukti yang kuat. Organisasi Gerhana Hitam sudah lama menjadi legenda gelap. Bagaimana bisa seorang tahanan lemas yang mulutnya penuh jelaga arang ini bisa dijadikan bukti sahih?"

Pangeran Mo Cheng menatap dingin ke arah Perdana Menteri. "Tahanan ini berniat bunuh diri dengan zat beracun, namun berhasil diselamatkan. Dan sebelum pemimpin mereka melarikan diri di Lembah Tengkorak, zirah lengannya robek. Pria itu memiliki bekas luka bakar berbentuk bulan sabit sempurna di pergelangan tangan kanannya."

Mendengar kata 'bekas luka bulan sabit', sudut mata Perdana Menteri Mu berkedut sangat tipis selama sepersekian detik, namun dia langsung menguasai dirinya kembali.

"Bekas luka bisa dimiliki oleh siapa saja, Pangeran," sahut Perdana Menteri Mu dengan nada meremehkan.

"Cukup," potong Kaisar dengan suara tegas, mengangkat tangannya. "Mo Cheng, serahkan tahanan ini ke Menara Sipir Surgawi untuk diinterogasi lebih lanjut oleh hakim agung. Masalah peta militer yang bocor... internal kementerian akan segera diperiksa ketat. Siapa pun pengkhianatnya, kepalanya akan digantung di gerbang istana!"

Perdebatan politik itu berakhir menggantung, namun Pangeran Mo Cheng tahu bahwa dia telah berhasil menanamkan rasa tidak percaya di hati Kaisar terhadap Perdana Menteri.

Sementara itu, di Paviliun Anggrek milik Yufei, suasananya jauh dari kata politik, melainkan sudah seperti laboratorium kosmetik dadakan.

Yufei sudah menggulung lengan bajunya tinggi-tinggi, sibuk menumbuk daun sereh sisa dan mencampurnya dengan minyak kelapa murni di dalam mangkuk keramik. Di luar, dia terlihat fokus layaknya tabib wanita yang anggun. Namun, isi kepalanya justru sedang menyanyikan lagu-lagu hits modern dengan riang gembira:

(Asik, asik, mari kita racik. Sebelum bahan premium dari Mas Jenderal datang, gue harus bikin tester minyak sereh wangi versi kalem dulu. Nanti kalau selir istana pakai ini, kulit mereka gak cuma terhindar dari gigitan nyamuk purba, tapi juga auto wangi semerbak bak bidadari turun dari kayangan! Cuan... cuan... datanglah padaku.)

Sreeek.

Tiba-tiba, tirai paviliunnya tersingkap agak kasar. Seorang pelayan wanita bertubuh gempal bernama Chun'er yang dikenal sebagai mata-mata kiriman Nyonya Lin ibu tiri Yufei melangkah masuk sambil membawa nampan berisi teh hangat.

"Nona Besar," sapa Chun'er dengan suara yang dibuat ramah namun matanya melirik liar ke arah meja racikan Yufei. "Nyonya Besar mengirimkan teh madu hangat ini untuk menyegarkan tubuh Anda setelah perjalanan jauh."

Saat meletakkan cangkir, tangan Chun'er dengan sengaja bergerak menyenggol botol minyak esensial Yufei, sementara tangan kirinya diam-diam meraba saku bajunya, berniat menaburkan bubuk halus berwarna putih ke dalam mangkuk racikan Yufei. Itu adalah bubuk tanaman gatal tingkat tinggi yang jika terkena kulit akan memicu ruam merah bernanah selama berminggu-minggu. Ibu tirinya ingin menghancurkan wajah Yufei!

Namun, mata Yufei yang sudah terlatih melihat kelicikan dunia korporat langsung menangkap gerakan mencurigakan tersebut.

(Wah, wah, mainnya kasar ya, Tante! Mau sabotase produk pertama gue pake tepung gatal? Gak mempan maliiihhh!)

Hatchiiiii!

Yufei sengaja bersin dengan sangat keras tepat ke arah wajah Chun'er. Refleks karena kaget, Chun'er melonjak mundur, membuat bubuk gatal di tangan kirinya justru terbang tertiup angin dan mendarat mulus di atas leher dan wajahnya sendiri.

"Aduh! Nona... Anda bersin tidak lihat-lihat!" protes Chun'er kesal sambil menyeka wajahnya.

Namun baru tiga detik berlalu, wajah pelayan gempal itu langsung berubah menjadi merah padam. "Eh? Kok... kok leher saya mendadak panas? Duh! Gatal sekali! Akhhh! Gatal!" Chun'er mulai menggaruk leher dan pipinya secara brutal hingga kulitnya memerah ekstrem.

"Ya ampun, Chun'er! Kulitmu kenapa?!" seru Yufei di luar dengan wajah panik yang dibuat-buat, penuh drama khawatir. "Apakah kau terkena kutu Hutan Terlarang yang menempel di jubahku semalam?! Aduh, kutu itu sangat berbahaya dan suka menyerang orang yang berniat jahat!"

(Hahaha! Sukurin lu! Rasain tuh senjata makan tuan! Mau ngerjain gue malah kena batunya sendiri!)

Chun'er yang sudah tidak tahan dengan rasa gatal yang luar biasa langsung melempar nampannya dan berlari keluar paviliun sambil menjerit-jerit histeris, membuat kehebohan di kediaman keluarga Xie. Xiao Mei yang baru kembali dari dapur sampai melongo melihat pelayan senior itu berlari seperti orang gila.

Yufei tertawa puas di dalam hatinya, namun tawanya mendadak terhenti saat dari arah pintu masuk paviliun terdengar suara langkah kaki yang sangat familiar. Langkah kaki yang mantap, berat, dan berwibawa.

Sesosok pria tinggi tegap dengan jubah biru tua melangkah masuk ke dalam paviliunnya yang berantakan. Pangeran Mo Cheng telah kembali dari istana. Dan di belakangnya, Xie Jian beserta dua prajurit tampak membawa tiga kotak kayu giok berukuran besar yang memancarkan aroma harum yang sangat mewah.

Mata Yufei seketika berbinar cerah layaknya lampu sorot stadion sepak bola. Jiwa oportunisnya langsung melonjak kegirangan:

(MAMAAAKKK!!! ITU DIA! Kotak giok penyimpan harta karun kosmetik gue! Mas Jenderal beneran dateng bawa bunga lili salju sama bubuk mutiara impor! Gantengnya langsung naik jadi seribu persen hari ini woy! Spek malaikat pencabut kemiskinan!)

Pangeran Mo Cheng yang baru saja melangkah masuk langsung membeku di tempat saat telinganya menangkap istilah 'malaikat pencabut kemiskinan' dari pikiran Yufei. Sudut bibirnya berkedut hebat, dan telinganya perlahan mulai berubah menjadi merah padam untuk kesekian kalinya.

Dia berdeham keras, mencoba mengusir rasa canggung, lalu menatap Yufei dengan pandangan tajam namun penuh binar geli.

"Bahan belanjaan mewahmu sudah tiba, Nona Xie," ucap Pangeran Mo Cheng dengan suara beratnya yang menawan. "Sekarang, tunjukkan padaku... bagaimana cara 'investasi' mahal ini bisa menghasilkan ramuan yang kau sebut sebagai skincare kerajaan itu."

1
paijo londo
🤣🤣🤣🤣🤣🤦🤦🤦🤦kocak....kocak
paijo londo
🤭🤭🤭yeee pangeran mo Cheng salah tingkah tuh
Siskasuryaningsih
bagus thor, tapi jangan terlalu lebay iya thor, mcam novel mu yg lalu
heldahell: novelku yg mana ya kak? apa udah ku hapus ya?
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!