Indonesia
NovelToon NovelToon
'Ahlaan Zawjati

'Ahlaan Zawjati

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Contest / Komedi
Popularitas:284.9k
Nilai: 5
Nama Author: Naja

Berhijrah terkadang bukan perkara yang mudah, apalagi bayang kelam masa lalu bak sebuah benalu yang menggerogoti hati. Tak jarang membuat keyakinan merosot kembali.

Keinginan untuk menjadi lebih baik, terkadang di bumbui sebuah kesempurnaan. Bak
setiap pria yang mendambakan seorang istri sempurna, pun seorang perempuan mendambakan seorang suami yang sempurna. Namun terkadang keduanya tidak menyadari kalau mereka di ciptakan untuk saling menyempurnakan.

Inilah sebuah kisah. Perjalanan penuh Lika liku, mendambakan sebuah kesempurnaan untuk mencapai sebuah kebahagiaan.

Tidak pernah menyadari, berdiam di Zona nyaman sebuah kesempurnaan dan kebahagiaan, membuat hati buta.


Telat menyadari kalau kebahagiaan bukan milik dia yang hebat dalam segalanya, namun bahagia, milik dia yang mampu temukan hal sederhana dalam hidupnya dan tetap bersyukur.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Naja, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 33

Ansell dengan tergesa-gesa menghampiri Zahra. Kesal sendiri. Kenapa mereka masih saling menatap tanpa ada tanda untuk mengakhiri.

"Dek. Bangun, Sayang!"

Ansell ikut berjongkok. Tangan kanannya merangkul Afham dan menggendongnya.

Sedangkan satu tangannya lagi merangkul pundak Zahra. Perlahan berdiri tanpa melepaskan rangkulannya untuk membantu Zahra berdiri.

"Habib." Zahra terkejut. Dia langsung memalingkan pandangannya dari Fahri dan kini menatap suaminya.

"Iya."

Ansell dengan lembut mengelus kepala Zahra. Menyeka setiap cairan bening yang keluar dari mata Zahra dan berakhir mengecup kedua sudut matanya.

Iya, dia memang kesal. Bahkan cemburunya sudah sampai level tinggi karena sosok lelaki yang bernama Fahri. Maka dia akan melampiaskan kekesalannya. Dengan mengelus kepala Zahra. Memeluk Zahra. Bahkan tanpa malu mencium setiap inci bagian wajahnya. Tanpa terkecuali mengecup bibir merah istrinya. Membuktikan pada Fahri, bahwa Zahra adalah miliknya. Zahra adalah istrinya. Orang yang Fahri panggil Aisyah adalah Ibu dari anak nya.

Fahri yang ada di depan mereka langsung memalingkan wajah. Sesuai dugaan. Sosok Ai yang dulu Ia dambakan sudah bahagia dengan kehidupannya sekarang. Dia sedikit terkejut. Rupanya anak kecil yang sedari tadi ia buntuti adalah anak dari wanita yang pernah masuk dalam hatinya.

"Afham sudah ketemu. Jadi jangan menangis lagi, Sayang."

Dengan pandangan penuh sendu Ansell mengelus pipi Zahra. Lagi lagi membuktikan kasih sayangnya pada Zahra. Agar tidak ada laki laki lain yang akan mengusiknya.

"Loh kenapa malah tebar kemesraan? Ku kira si Bos akan meninju Ustadz Fahri."

Raka yang melihat pergerakan Ansell bingung sendiri. Kenapa yang di lakukan Ansell tidak sesuai ekspektasi.

Masalahnya bukan kaget karena Ansell tidak kasar pada Fahri. Hanya saja dia yang sudah terbiasa melihat kemesraan mereka menjadi malu sendiri. Apalagi Fahri. Laki laki itu saja langsung memalingkan wajah, mungkin takut matanya ternodai.

"Ckckck. Dasar si Ansell. Mentang mentang sekarang lawannya Ustadz.

Bermain nya bukan dengan kekerasan. Melainkan dengan perasaan. Tidak tahu malu sampai mencumbu Nona Zahra. Padahal itu Afham ada di pangkuannya."

Kali ini Alex yang bicara. Dia benar benar menggelengkan kepala melihat tingkah sahabatnya.

~

"Afham tidak apa-apa? Kamu dari mana saja? Abie dan Umie sampai gelisah mencari mu."

Kini Ansell memperhatikan Afham. Tangan yang awalnya mengelus kepala Zahra kini mendarat di kepala kecil buah hatinya. Kegelisahan yang tadi menumpuk dalam hati kini sirna saat bisa kembali memeluk putranya.

"Afham tadi angkap apung. Ini! Afham belani Abie."

Namanya juga anak kecil. Afham belum mengerti akan situasi. Yang terpikir sekarang adalah menunjukkan hasil buruannya. Ingin mendapat pujian dari Sang Abie bahwa dia laki laki berani.

Seulas senyum terlihat di bibir Ansell. Tingkah anaknya itu memang memancing kegelisahan tapi juga menggemaskan. Sampai tangan nya dengan lembut mengacak-acak rambut anaknya.

"Afham memang anak pintar dan berani. Tapi jangan pernah melakukan ini lagi tanpa minta izin pada Abie dan Umie. Lelaki berani itu tidak boleh membuat Umie menangis. Afham mengerti kan?"

"Iya, Abie. Afham inta maaf."

Afham langsung menunduk. Malu karena dia malah mendapatkan teguran dari Abie nya.

"Iya, Abie maafkan. Dan sekarang minta maaf sama Umie."

Ansell mengalihkan Afham ke pangkuan Zahra. Beres sudah mengamankan Istri juga anaknya. Ansell pun kini berbalik arah. Menghadap Fahri untuk memperjelas kenapa laki laki itu bisa bersama Afham dan kenapa bisa mengenal istrinya.

"Maaf Tuan. Karena terlalu gelisah saya jadi mengabaikan anda. Dan terima kasih, sepertinya Afham dari tadi bersama anda."

Ansell menatap Fahri dengan penuh selidik. Sosok lelaki yang berdiri di depannya memang memiliki aura yang berbeda dari laki laki yang biasa di temui nya. Sosok guru yang Ali bilang memang terlihat jelas dari auranya. Bahkan dia tidak bisa menyalahkan Zahra saat istrinya pun menggunakan kata Ustadz untuk memanggil nya.

"Tidak harus berterima kasih. Putra anda yang terlalu berani. Tanpa menyusahkan saya dia sendiri yang selamat sampai di sini."

Fahri dengan ramah bertutur kata dengan Ansell. Ada kekaguman. Rupanya inilah Sang Abie yang dari tadi di ucapkan Afham. Bukan hanya kagum karena Ansell bisa menjadi sosok Abie yang Afham banggakan, tapi juga sosok suami dari wanita yang pernah Ia dambakan.

"Anda benar benar beruntung."

Fahri bergumam. Sama halnya tadi Ansell memperhatikan dirinya. Fahri pun tidak kalah memperhatikan Ansell. Sampai rasanya tidak percaya. Sosok Aisyah yang lembut bisa menikah dengan lelaki yang berdiri di hadapannya. Penampilan Ansell dengan setelah jas rapi dan sepatu mewah memang tidak menjadi pusat perhatian nya. Namun polesan warna rambut dan bekas tindak di telinga Ansell serasa tidak bisa. Ternyata sosok suami yang menikahi Aisyah tidak sesuai dugaannya.

"Maaf walau ini terlambat. Namun selamat atas pernikahan kalian. Awalnya saya sedikit terkejut saat tahu kalau Dek Aisyah sudah menikah."

Fahri mengulurkan tangan.

Dia berusaha bersikap biasa saja. Karena memang sedari awal dia sudah mengikhlaskan Aisyah. Kedatangannya ke pesantren pun untuk menjemput wanita untuk di jadikan istrinya.

"Terima kasih. Rupanya Tuan mengenal istri saya."

Ansell menerima uluran tangan Fahri. Dia sudah sekuat tenaga menahan diri. Rasanya tidak rela saat Fahri dengan jelas mengucapkan nama istrinya. Bahkan terlihat jelas kalau ada sesuatu yang terjadi pada mereka sebelumnya.

"Akh iya. Saya Fahri. Kita pernah mengaji bersama di sini."

Fahri memperkenalkan diri. Memberikan alasan pada Ansell karena bisa sampai mengenal istrinya.

"Oh. Saya Ansell. Senang berkenalan dengan anda."

Ansell berusaha tersenyum. Hatinya sebenarnya ingin cepat memisahkan mereka dan membawa Zahra jauh dari pandangannya.

Dari arah rumah. Ummie terlihat keluar. Awalnya dia begitu gelisah belum mendengar kabar menghilang nya Afham. Namun saat mendekat, Ummie begitu terkejut. Rupanya Ansell Zahra dan Fahri sudah saling bertemu bahkan sedang terlihat bersama.

"Nak Fahri sudah di sini? Mana yang lainnya Nak?"

Ummie menghampiri Fahri. Sudah tahu situasi untuk tidak membiarkan mereka lama-lama berkumpul bersama.

"Masih di belakang Mie. Sebentar lagi sampai."

"Baiklah. Ayo masuk. Ummie sudah menyiapkan jamuan nya."

Percakapan Ummie dan Fahri manjadi pertanyaan. Apa sebenarnya yang terjadi. Zahra sampai kaget karena Ummie dengan antusias mengajak Fahri untuk masuk ke dalam.

"Mie. Jadi yang mau di jodohkan dengan Rani adalah Ustadz Fahri?"

Zahra terkejut. Refleks Zahra menarik tangan Ummie meminta jawaban dari nya.

"Iya Nak. Ayo masuk. Jangan terus berdiri di sini. Keluarga Nak Fahri sebentar lagi sampai."

"Apa?"

Ansell terkejut. Kalau Fahri dengan Rani, berarti laki laki itu akan sering berjumpa dengan isterinya.

Tidak hanya Ansell,

Zahra lebih terkejut, berdiri mematung. Sampai tidak sadar dari tadi Ansell memperhatikan nya.

"Dek. Bisa jelaskan sebenarnya siapa dia?"

Ansell sampai kesal melihat ekspresi Zahra. Kenapa sampai terkejut seperti itu saat tahu dia laki-laki yang akan di jodohkan dengan Rani.

Bukankah seharusnya bias saja. Itu kan bukan urusannya.

"Kita pernah mengaji bersama Bib. Bukankah Ustadz Fahri sudah menjelaskan nya."

Bibir memang menjawab. Tapi mata masih terpaku melihat Fahri yang hendak masuk ke rumah Ummie.

Sontak membuat Ansell benar benar kesal. Tanpa aba-aba dia mencium bibir Zahra dengan waktu cukup lama.

"Jangan pernah memanggil nama itu dengan bibir ini. Karena aku tidak suka."

"Habib?"

Zahra melebarkan mata. Tidak menyangka Ansell akan semarah itu padanya.

"Sini. Kita harus bicara!"

Entah apa yang akan di lakukan Ansell.

Dia dengan cepat menarik Zahra. Bahkan menitipkan Afham pada Raka agar bisa menjaga anaknya.

"Habib, mau ke mana?"

Zahra sadar dia salah. Tapi tidak menyangka Ansell akan semarah ini pada nya.

Bersambung....😉

1
Lilik Farihah
wkkwk...kita temenin bang alex
Lilik Farihah
hha.hha..asli ngakak baca yaa
Sindun Solissa
bagaus
Dwi Setya S
kenapa ga di lanjut kak.
nungguin lho bolak balik cek blm up jg
Nurma Lisa Hasanah
🤣🤣🤣luccu jg
Dewi Nurlela
Alex sama Rani aja thor
Romadhoni Indra5758
thor kok digantung sih ceritanya?
Yayoek Rahayu
baik banget suaminya Alika
Yayoek Rahayu
sangat setuju dg zahra...
Romadhoni Indra5758
kok lama blm up lg thor
Iyaa Lia
salut sama novel ini..
apalagi dengan tokoh zahra...
🙏🙏
Joko Jokoo
smpe terbawa mimpi dgn cerita ini. dicek2 belum dilanjut lgi. tpi cek profil othor ny ad karya baru. knp ini gk dilanjut lgi😥😥
Joko Jokoo: msa lupa kk, lanjut dong
total 2 replies
Tri Sudarso
baca novel ini berasa di kehidupan nyata ya sederhana tp menghibur...tanpa konfkik berat...semua pasangan sllalu bikin baper abis....🤗🤗
Muhibbah
lanjut tor 💪👍
Joko Jokoo
buka2 mna tau ad tulisn up
Ainin Mu
hahaha godaaan terbesar snih
Ainin Mu
ketemu deh ya
Ainin Mu
hamil kan
Ainin Mu
Alek ma istri bikin q deg deg persis Ansel 11,12
Ainin Mu
jgn end dlu Thor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!