"Lo tu cowok yang gak gentle " Athala menilai Vero dari atas hingga bawah kemudian gadis itu berjalan berlahan mendekati laki-laki dihadapannya dengan jantung yang berdegup lebih kecang "Lo cowok yang terlemah yang pernah Gue temuin" kata Athala berbisik di telinga Varo.
Mendengar itu Vero menarik kasar Athala hingga punggung gadis itu terbetur dinding kemudian mengungkung tubuh gadis di hadapannya.
Wajah Vero yang begitu dekat membuat Athala merasakan deru nafas yang tidak teratur karna menahan amarah.
"Lo gak tau apa-apa tentang Gue" katanya tegas dan menatap Athala tajam.
"Lo mau gue tanggung jawab ?" tanya Vero
"Oke Gue turutin permintaan Lo" kata Vero kemudian menunjukan seringaianya pada Athala.
Beberapa detik kemudian Athala merasakan sebuah beda kenyal menghampiri bibirnya membuat Athala spontan membuka matanya terkejut saat melihat Vero yang menutup kedua matanya dan menempelkan bibirnya pada bibir miliknya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Desy Rania Sari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 32
***
Vero menendang bola asal. Kekesalannya masih jelas terlihat di wajahnya. Sial lagi-lagi bola tidak masuk kedalam ring. Vero meremas rambutnya.
"Lo istirahat dulu, Ro" Bagas menepuk bahu laki-laki itu. Sejak tadi Bagas melihat Vero prihatin. Vero terlihat kacau hari ini. Entah apa yang terjadi , Vero tidak atau belum bercerita apapun padanya.
Vero menarik nafas kesal kemudian menelentangkan badannya dia tengah-tengah lapangan basket.
"Minum dulu" kata Gilang sambil memberikan sebotol air putih.
"Makasih" kata Vero seraya duduk, lalu meminumnya.
Gilang mengagukan kepala "Lo kacau, Ro" kata nya sambil meneguk satu botol air minum. Vero mengalihkan pandanganya ke arah Gilang.
"Kalo ada masalah, Lo bisa kasih tahu kita" kata Bagas duduk di depan Vero.
"Gak usah sok sungkan, Lo" kata Gilang yang duduk di samping kanannya.
"Hmm" jawab Vero.
Vero menutup mata nya menahan rasa kesal dan amarah nya. Kemudian melihat Gilang dan Bagas bergantian. Vero gamang, Apakah ia harus menceritakan pada Bagas dan Gilang.
"Gak usah ragu, Gue sama Gilang pasti bantu Lo" kata Bagas
Vero menganggukkan kepalanya. Ia menceritakan tentang Note yang mengancam nya dan apa yang dilakukan nya tadi malam pada Reksa.
"Jadi, muka bonyok Lo..." Vero Menganggukkan kepala nya sebelum Gilang menyelesaikan perkataannya.
"Gue rasa emang bukan Reksa, Ro" kata Bagas
Vero dan Gilang melihat pada Bagas "Iya, Gue rasa, ini orang lain. Reksa gak mungkin ngelakuin hal serendah itu" kata Bagas yakin
Vero menganggukkan kepala nya "Dia juga bilang gitu. Reksa bakal lebih milih baku hantam sama gue ketimbang ngacem-ngancem gak jelas begini" katanya .
"Kalo gitu, siapa?" tanya Gilang.
Vero, Bagas dan Gilang terdiam. Memikirkan siapa yang kemungkinan-mungkinan bisa saja pelakunya.
"Ada satu orang lagi yang mungkin ngelakuin hal seperti ini" kata Vero mengepalkan kedua tangannya saat mengingat satu orang .
Bagas dan Gilang mengernyit bingung.
"Siapa?" tanya mereka bersamaan.
"Dia.."
***
Athala berjalan sendiri menuju perpustakaan, tugas yang menumpuk membuat kepalanya pening. Bintang entah kemana laki-laki itu sejak jam pelajaran ke dua, Bintang izin untuk tidak masuk, sahabat nya itu ada sedikit urusan katanya dengan organisasi yang di ambilnya.
Sedangkan kedua sahabatnya, mereka memilih ke kantin mengisi perut dari pada menemaninya ke perpustakaan.
Dugh
"Aduh" ringis Athala.
"Makanya kalo jalan jangan nunduk" kata Vero saat Athala menabrak Gilang yang sedang berjalan.
Gilang mengelus dada nya yang di tabrak Athala "Jantung gue mau jatoh kaya nya" goda Gilang pada Athala.
"Sorry, Kak" kata Athala sambil tersenyum canggung.
"Gak papa" kata Bagas sambil tersenyum. Hati nya berdesir melihat mata gadis dihadapannya.
"Lo mau kemana?" tanya Gilang
"Mau ke Perpus" kata Athala sambil menunjuk ruang perpus tak jauh dari tempat mereka sekarang. Bola mata gadis itu sedikit melirik Vero yang hanya diam memperhatikan kedua temannya.
Sedang kan yang di lirik tidak menyadari nya. Vero yang sejak tadi diam hanya memperhatikan ketiga nya. Vero mengangkat satu alis nya saat melihat Bagas yang sedang memperhatikan Athala sambil tersenyum-senyum.
"Em gue duluan ya, Kak" kata Athala sambil berjalan meninggalkan ketiga nya.
Gilang menganggukan kepalanya mempersilahkan Athala meninggalkan mereka.
"Adek nya bang Rafa cantik, sayang kaca mata nya ganggu" kata Gilang sambil melihat Gadis itu berbelok memasuki ruangan Perpustakaan.
"Ayok" kata Vero mengajak kedua temannya itu.
"Bentar, Gue ada perlu" kata Bagas meninggalkan mereka berdua dengan tatapan heran.
"Lah Gas" kata Gilang
Vero mengernyitkan dahi nya saat Bagas memasuki ruangan Perpustakaan.
"Dia ajak sama, Athala?" tanya Gilang pada Vero saat melihat temannya itu mengikuti Athala memasuki ruangan Perpustakaan.
Vero mengangkat kedua bahu nya "Gue gak tau" kata nya sambil berjalan meninggalkan Gilang yang masih melihat arah Bagas menghilang.
Entah kenapa saat melihat Bagas yang melihat Athala secara intens detak jantung nya berdetak kencang menahan amarah. Ia tidak suka entah kenapa Athala, gadis itu membuat nya selalu memikirkan nya.
👋❤️ I NEVER SAY GOODBYE ❤️🙏🏻 Terimakasih Author.
Salam The Other Side dan Pemeran Pembantu
Udah aku BL + rate 5 + favorite ya kak😄
Salam hangat dri "Semua Karena Paksaan"💙
Semangat kk💪 jangan lupa mampir yaa😄
jika punya kesempatan mampir di novelku Gadis Buangan