Kebahagiaan tidak selamanya abadi begitu juga dengan kehidupan manusia, Rindu menikah diusianya yang ke-18 tahun dengan seorang duda yang berusia 41 tahun.
Perbedaan umur lebih dari 20 tahun membawanya kepada kehidupan yang cukup bahagia hingga pada suatu hari semua kebahagiaan itu berakhir.
Akankah kebahagiaan itu datang lagi?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon chika chiki, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 35
Happy Reading...
Siang itu suasana seperti biasa, keramaian pasar menghiasi setiap netral pandangan. Hilir mudik masyarakat beraktivitas seperti hari hari biasanya.
Cuaca pagi itu cukup panas hingga siang harinya tiba-tiba menjadi mendung dan gerimis pun mulai membasahi bumi pertiwi.
Seperti biasanya Pram masih menerima dan mencatat beberapa orderan yang masuk serta Ryan juga sibuk dengan aktivitasnya yang melakukan pengecekan beberapa bahan yang sudah kosong stoknya.
Sedangkan Sugeng dan Didi sudah berangkat mengirimkan pesanan ke proyek pembangunan yang jaraknya lumayan jauh sehingga untuk transportasi kendaraan terasa kurang jika ada orderan mendadak seperti ini.
Pram menerima telpon customer yang melakukan orderan bahan bangunan yang cukup banyak itemnya dan pengiriman harus hari ini juga serta mereka akan melakukan pembayaran cash setelah barang di terima ditempat, berbeda dengan orderan besar Pram lainnya dengan pembayarannya satu atau 2 minggu setelah barang diterima.
"Kami butuh dan sangat urgent, mohon bantuannya Pak,!" ucap seseorang di balik telpon.
"Tapi masalahnya kendaraan kami sedang dipakai untuk mengirim ke lokasi lain, apa tidak bisa sore ataupun besok Pak?" tanya Pram mencoba bernegosiasi dengan sang customer.
"Kami butuhnya sekarang Pak, jika besok kami tak butuh lagi, karena stok barang kami akan ready dari atasan kami. Bapak kan tahu sendiri jika proyek kami satu hari tidak jalan karena kekurangan bahan maka kami akan mengalami kerugian yang cukup besar belum lagi banyaknya tukang yang harus kami bayar, lebih baik kami order bahan yang kami butuhkan untuk pengerjaan tukang kami hingga besok stok bahan ready lagi. Biar mahal kami akan bayar dari pada kami harus bayar kerugian kami tanpa hasil apa-apa, tolong dong Pak usahain bagaimana baiknya atau Bapak bisa sewa mobil lagi lainnya, jangan hanya mengandalkan satu mobil dan supir Bapak." ucap mandor proyek tersebut panjang lebar.
Pram berpikir sejenak, ada benarnya juga yang mereka katakan hingga akhrinya ia menyetujui kesanggupannya.
Setelah sambungan telepon selesai kini Pram sibuk mencari beberapa nomor telpon kenalannya untuk sewa mobil dan setelah menelusuri beberapa nomor akhrinya ia berhasil mendapatkan mobil engkel tapi sayangnya supir mobil tersebut tidak bisa narik hari ini karena sakit dan Pram berinisiatif menjadi supir sendiri untuk mengantarkan semua pesanan.
Waktu berlalu kini sudah dua jam terlewati, karena sang customer meminta barang segera dikirim Pram pun sempat tadi membayar beberapa tukang parkir serta tukang becak untuk membantu memindahkan bahan-bahan ke atas mobil engkel tersebut.
Hari semakin siang dan biasanya akan ada terik matahari yang cetar membahana tapi kini mendung redup menyelimuti bumi. Pram dan Ryan pun makan dengan lahap dan cepat nasi warteg bu Ani yang berjarak 4 toko dari tokonya.
"Ryan, kalau sudah beres makan kamu ikut saya ngirim barang dan toko kota tutup, kalau pun Sugeng tiba ke toko itupun pastinya sudah sore dan kita juga pastinya akan tiba lagi kesini malam harinya. Jaraknya lumayan jauh mungkin 2 jam perjalanan." ujar Pram yang sudah selesai dengan makannya dan kemudian dia meminum teh hangat yang ada di depannya dengan sekali tegukan habis.
"Siap.. Bos,!" jawab Ryan yang juga langsung mengambil air minumnya.
Mereka berdua sibuk dengan tugas masing-masing, Ryan membereskan beberapa barang dan memasukan kembali ke toko karena toko akan ditutup dan Pram sibuk menutup bak mobil dengan terpal dan mulai mengikat erat karena takut bahan-bahan akan terkena hujan dan rusak sehingga customer kecewa. Ia tak ingin itu terjadi.
Bukannya yang utama dalam hal jual beli adalah kepuasan customer, jika customer kecewa maka nama baik toko juga pasti berdampak buruk untuk kedepannya. Jadi sudah seharusnya Pram menjaga hal itu, dan semoga saja kedepannya ia akan mendapatkan banyak orderan dan kepercayaan dari para customer.
"Sudah beres semua Yan?" tanya Pram.
"Sudah Bos!" jawab Ryan dan Pram memberikan ia kunci pintu besi itu lalu Pram masuk ke mobil dan menyalakan mobil tersebut sambil menunggu Ryan.
Tak lama Ryan selesai menutup pintu besi toko dan ia pun bergegas naik ke mobil dan siap menjadi kenek sang bos hari ini, hingga akhirnya mobil pun mulai melaju menuju ke lokasi yang sudah di sepakati mereka melalui sambungan telepon tadi.
"Santai aja bos, hujan badai sepertinya akan datang!" ujar Ryan ketika ia melihat cuaca di langit tampak lebih gelap dari sebelumnya dan hujan pun mulai turun dengan lebatnya serta angin kencang pun tak ingin kalah menunjukkan keperkasaan ya.
"Kenapa cuaca berubah tiba-tiba seperti ini?" ucap Pram sedikit takut, nyalinya menyetir sungguh sangat menciut, tapi orderan harus tiba pada waktunya dan ia sudah setengah jalan tak mungkin ia batalkan lagi.
Hujan badai disertai dengan kilat dan petir mendadak itu sungguh sangat menyeramkan, banyak mobil yang melaju dengan pelan serta lampu para mobil pun kini menyala semua, ada pula beberapa mobil yang memilih untuk berhenti menunggu hujan badai ini berhenti karena mereka tak ingin mengambil resiko jika melanjutkan perjalanan dan dalam hal ini kecelakaan sangat sering terjadi.
Bersambung....
udah aku masukin fav yaa
Semangat terus kak🤛🤛
senior galak hadir maaf lama gak mampir.
Semangat
Ditunggu karya barunya ya 🤗
“Silence” hadir bersama “Cinta dan Dendam” 🥰