Indonesia
NovelToon NovelToon
Aku Dan Bintang

Aku Dan Bintang

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Duda / Single Mom / Tamat
Popularitas:524.7k
Nilai: 4.9
Nama Author: Fie F.s

"Kamu terlalu erat memeluk luka." ~ Akhtar Alvarendra.
"Bagaimana aku tidak memeluknya, jika Bintangku adalah wujud dari luka itu?" ~Lintang Alkhaleena.

***
Ini adalah kisahku, Akhtar Alvarendra. Aku seorang duda yang jatuh cinta pada padangan pertama dengan gadis kecil berusia 4 tahun bernama Bintang Alkhaleena di sebuah Cafe milik sahabatku.

Dari sana, takdir selalu mempertemukan kami. Dia gadis tangguh yang menjadi penyemangat bagi mamanya, yang merupakan seorang single mother.

Lintang Alkhaleena, wanita hebat yang berhasil membesarkan gadis kecil itu sendirian tanpa sosok suami.

Aku mengaguminya, bahkan mencintainya. Aku bertekad untuk berjuang agar bisa bersamanya. Agar aku bisa mendekap Bintang sebagai putriku.

Namun, ternyata masa lalu kami membuat perjuanganku menjadi tidak mudah.

Akankah aku bisa bersamanya dan menjadikan Bintang sebagai putriku?

Ikuti terus kisahku, Duda high class dan Single mother berhati malaikat, dalam kisah Aku dan Bintang.....

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Fie F.s, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 35 Marah-marah

Lintang

Pagi ini aku berkutat di dapur, memulai hari sebagai istri dan orang tua di rumah baru kami. Aktivitas melelahkan malam tadi nyatanya tak mengurangi semangatku pagi ini. Justru malah menjadikanku semangat berkali lipat.

Pagi ini aku memasak ayam kecap dan tumis brokoli. Serta membuatkan roti isi sebagai bekal Bintang dan Zoya kesekolah. Dan ya, Zoya sejak kemarin pindah disekolah yang sama dengan Bintang. Sementara om Bram dan tante Hana sedang mengurus kepindahan mereka ke kota ini.

"Daa mama...." riuh suara kedua anakku saat akan berangkat sekolah. Ini pertama kalinya mereka diantar mas Akhtar dan Langit walaupun perjalanan mereka searah.

"Daa sayang-sayang mama." Aku melambai tangan hingga mobil menghilang keluar dari pagar.

Seperti biasa aku membereskan rumah dan langsung ke toko. Setelah dua hari aku menyerahkan semua tugas pada karyawanku.

"Cie... basah, basah, basah seluruh rambut." Nyanyian merdu dari Anna menyambut kedatanganku. Wanita satu anak itu tengah mempacking pesanan bersama Siska.

"An, plis jangan mulai. Ada bocah disini." Aku melirik Rara yang sedang menghadap komputer membalas chat dari costemer dan reseller.

"Rara gak dengar mbak." Gadis yang belum genap dua puluh tahun itu menutup telinganya.

Siska dan yang lain langsung tertawa melihat tingkah konyol Rara.

"Gak dengar tapi menyahut," cibirku padanya. Aku mendudukkan diri bersama Anna dan Siska.

"Gimana-gimana mantap dong yaaa..." Anna menggodaku lagi. Tapi aku tak peduli dengan godaan Anna yang terkutuk. Hahaha kayak setan ya?

Dia sekarang menguncang bahuku. "Cerita dong Lin." Aku menarik nafas dan menghembuskannya pelan.

"Kepo banget sih An? Makanya kamu nikah lagi." Dan dia malah senyum-senyum gak jelas.

"Mbak Anna udah dapat calon papa baru buat Elsa kok." Siska tanpa tedeng aling-aling membongkar rahasia Anna. Oke Sis. Good. Bongkar terus. Batinku.

"Siska jangan ember." Anna memperingatkan Siska.

"Siapa Sis?" tanyaku.

"Pak Ish- emmp." Anna membungkam mulus Siska dengan telapak tangannya.

"Pak Ishaaaaq." Ucap Rara sedikit berteriak. Niatnya menyambung ucapan Siska yang terpotong. Dan sungguh, ini berhasil membuatku terkejut. Bukan volume suaranya. Tapi sebuah nama yang tak asing bagiku.

"Mas Ishaq yang sering kesini?" Rara dan Siska mengangguk. Sementara Anna sudah pasrah duduk di lantai sambil melanjutkan pekerjaannya. Namun wajahnya tak menunjukkan ekspresi marah sama sekali.

"Yang guru kan?" Aku masih belum percaya. Lelaki yang sempat ingin melamarku, kini malah mendekati sahabatku.

"Iyaaa mbaak." Keduanya berusaha meyakinkanku. Dan kini aku percaya.

"Udah pada dapat PJ belum?" tanyaku. Anna mendelik kearahku.

"PJ?" Rara tidak mengerti kepanjangan PJ.

"Pajak Jadian. Sejenis traktiran!"

"Beluuuuum." Sahut keduanya membuat Anna semakin gemas karena sebentar lagi isi kantongnya akan dirampok oleh Rara dan Siska.

"Belum jadian Julehaaa." Ucap Anna.

"Gak apa-apa. Karena ini masuk dalam list kabar menggembirakan dan aku sedang dalam suasana hati berbunga, penuh lope-lope dan sedikit rasa bersalah meninggalkan kalian selama dua hari. Hari ini kalian bebas mau pesan apa. Termasuk Asep sama Bayu, jangan lupa." Ucapku sambil berdiri dan memberi uang berwarna merah sebanyak lima lembar kepada Rara.

"Lakukan tugasmu adik kecil." Itu perintah kepada Rara untuk memesan makanan.

"Siap mbak Bos."

"Guys... Lima lembar.... Mbak Lintang gak lagi mabuk kan?" Dia terkejut melihat jumlahnya.

Aku menggeleng. "Have fun guys." Aku mau ketemu bunda dulu.

"Thank you Julehaaa. Kamu terbaik." Anna memberikan senyum termanis.

Aku hanya mencibirnya sambil berlalu menuju pintu belakang dan langsung berjalan ke rumah Bunda yang jaraknya hanya lima langkah.

Selesai sholat Dzuhur, aku kembali ke toko. Melihat apakah mereka sudah makan siang atau belum. Tiba-tiba ada keributan diluar.

"Saya mau ketemu sama bos kalian." Suara teriakan wanita terdengar sampai kedalam. Aku tau, dia sedang berbicara dengan Asep dan Bayu yang memang sedang duduk di luar.

"Ada apa ini?" Aku keluar dan membuka pintu toko yang terbuat dari kaca itu. "Tante Tuti. Ada apa tan?" tanyaku sopan. Wanita setengah abad di depanku adalah ibu mas Ilham.

"Kamu mau apa Lin? Mau uang berapa banyak?" Ucapnya dengan menuding wajahku. Aku sangat terkejut. Tiba-tiba tante Tuti datang dan marah-marah. Wanita dengan penampilan mencolok ini berhasil membuat semua karyawanku berhambur keluar.

Rara nyaris tertawa melihat penampilan tante Tuti. Wanita ini memakai tiga buah kalung emas yang panjangnya hingga ke perut dengan liontin sebesar biji salak. Cincin bertumpuk dijari manisnya dan gelang yang berjejer nyaris sampai ke siku. Sungguh ini seperti toko emas berjalan.

"Kamu cabut tuntutannya. Saya kasih berapa pun kamu mau?" lanjutnya lagi dengan volume yang semakin kuat.

"Tuntutan apa Tante? Saya tidak mengerti." Ucapku pelan, aku sungguh tak mengerti arah pembicaraan ini.

"Kamu masuk Lin, biar kami yang urus." Anna membujukku untuk masuk kedalam, sementara Rara dan Siska berusaha menuntunku.

Sebenarnya ada apa ini?

"Jangan mentang-mentang punya suami orang berpendidikan dan punya pekerjaan bagus, terus kamu manfaatkan untuk menjebak anak saya. Membuat bukti palsu kalau dia yang membuat foto b*gil kamu."

"Atau itu memang kamu!" Tudingnya lagi kearahku. "Keluarga kamu menutupi aibmu dengan melimpahkan kesalahan pada anakku!" Teriakannya sampai membuat para tetangga berkumpul.

foto b*gil? foto apa? Aku seperti orang bodoh sekarang.

"Maaf tante. Sopan sedikit. Sekarang silahkan pergi sebelum kami seret keluar!" Bayu mengacam tante Tuti.

"Anak saya memang mencelakai kamu! Karena Ilham sakit hati saat ayah kamu menolaknya berkali-kali!" Aku makin terkejut. Kepalaku terasa pusing sekarang. Dan aku terduduk lemas dikursi.

"Cabut tuntutan kamu sekarang! Kamu mau berapa hah! Seratus juta, dua ratus atau tiga ratus. Bilang Lin!" Tante Tuti melemparkan sekantung kresek uang dihadapanku.

"Astagfirullah." Bunda lari dari teras rumah. Bunda langsung panik melihatku terduduk lemas di kursi dengan uang puluhan gepok uang berwarna merah berserakan dilantai.

"Nih emaknya pasti mau. Ambil uang ini dan bebaskan anak saya!" Wanita itu menatap sinis ke arah bunda. "Bilang sama suami kamu! Cabut tuntutan terhadap anak saya!" Tante Tuti menunjuk-nunjuk wajah bunda.

"Sebaiknya kamu bawa pulang uang ini dan sewa pengacara hebat untuk membebaskan anak kamu. Sampai jumpa di pengadilan!" Ucap Bunda tanpa takut. Lalu membawaku ke rumah dibantu Rara dan Anna.

Bayu dan Asep mengumpulkan uang itu, lalu tak lama tante Tuti pergi sambil marah-marah.

Di dalam rumah, tidak ada sama sekali yang berniat menjelaskan. Bahkan Rara dan Anna langsung kembali ke toko.

Di ruang tamu, bunda membawaku dalam dekapannya. "Kita tunggu ayah dan suami kamu pulang ya, biar mereka yang menjelaskan."

1
Nacita
ya ampun terharu bgt 🥹
Nacita
ah rumit sekali gayssss ternyata, mantan akhtar ternyata yg jd selingkuhan suami lintang 🤣
Whyro Sablenk
aq eneng g prnh like aplg koment, tp jujur, ex g keitung aq bc ini novel thor.
bagus bgt crtny...
🥰
Fie F.s (Mama Adara) 💕: terima kasih banyak kak 😊
total 1 replies
Magephira
3 minggu berlalu gak kebaca lanjutannya😒
王贝瑞: Mampir juga kak ke Biru si ketos bad boy dan Love My Stepbrother 😄
total 2 replies
Lilin Udji
bagus ceritanya
Fie F.s (Mama Adara) 💕: Terima kasih kakak.
baca cerita aku yang lain ya...
total 1 replies
Andi Sayyid
akan kutunggu kisahnya
Fie F.s (Mama Adara) 💕: Sudah rilis kak... 😍 ditunggu kehadirannya yaaaa
total 1 replies
Siti Sarfiah
judulnya g usah d ganti judulnya kan bagus thor lanjut lagi
Etik Etik
nyimak
Siti Sarfiah
ternyata zoya seharian je makam kedua orang tuanya
Siti Sarfiah
preweddng yg bagus
Siti Sarfiah
kalau bintang dan zoya masih kecil berarti nair dan nath masih bayi
Siti Sarfiah
alhamdulillah punya anak yg cerdas dan kompak
Siti Sarfiah
akhirnya sah sudah jadi suami istri
Siti Sarfiah
akhtar gagal kasi hadiah hotel atau pakaian jaring ikan d ranjang😂😂😂😂
Siti Sarfiah
alhamdulillah akhirnya d restui
Siti Sarfiah
mudahan d restui aamiin
Siti Sarfiah
kasian bunga dan satya cintanya d halangi oleh orang tuanya
Siti Sarfiah
ayo zoya dan bintang bangun, lindungi ayah dan bundamu supaya terhindar dari syaitan
Siti Sarfiah
mantap juga idenya
Siti Sarfiah
waduh saat lampu merah sempat" nya adegan cium" man
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!