Yesi karena permintaan Ayahnya yang kritis terpaksa menikah siri dengan Pria kenalan Ayahnya, yang ternyata juga merupakan sahabat Bosnya.
Melakukan malam pertama karena keusilan beberapa warga yang mencampurkan minuman mereka dengan ramuan penambah gairah.
Akibat malam itu ia hamil, sialnya tiba-tiba suaminya menghilang sebelum mengetahui kehamilannya. Setelah suaminya menghilang Ayahnya meninggal dunia. Hartanya dirampas dan diusir dari kampung dalam keadaan hamil oleh rentenir Karjo yang merupakan musuh suaminya.
Berjuang sendirian dalam keadaan hamil. Hingga melahirkan seorang anak tampan.
Lima tahun kemudian ketika melamar sebuah pekerjaan ia bertemu dengan seseorang yang mirip suaminya.
Anehnya pria itu sama sekali tidak mengenali dirinya. Bahkan namanya pun sedikit berbeda.
Yesi yang yakin jika pria itu adalah suaminya, akhirnya memutuskan untuk berjuang mendapatkan cinta suaminya kembali. Dan juga menyelidiki apa yang sebenarnya terjadi.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon LIYENDI, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Siapa Wanita itu?
Aldo pergi dari tempat itu dan menuju ke ruangan di mana Mayang tadi di rawat.
"Dokter, dimana pasien yang tadi aku bawa kemari" tanya Aldo ketika melihat ruang rawat itu hanya ada Dokter seorang.
"Ooh, Gadis itu tadi pergi setelah saya selesai memeriksanya, katanya sih mau ke toilet Tuan." Aldo menganggukkan kepalanya mendengar jawaban dokter itu. Ia kemudian memilih untuk duduk di hadapan Dokter itu, karena ia ingin mempertanyakan perkembangan kesehatan saudara kembarnya.
"Dokter Bagaimana perkembangan kesehatan saudara kembar saya?" tanya Aldo terlihat serius.
"Sebenarnya secara fisik, tubuhnya sudah menunjukkan pemulihan. Tapi entah kenapa pasien ini seperti enggan bangun dari tidur panjangnya. Padahal kami sudah melakukan banyak cara dan metode yang biasa kami gunakan tapi tetap saja tubuhnya tidak merespon sama sekali."
"Kami juga tetap membutuhkan kerjasama dari pihak keluarga sperti biasanya. Sering-seringlah berbicara dengannya. Memberikan rangsangan pada penciumannya, juga pada pendengarannya dengan mendengarkan lagu kesukaannya. Ingatkan dia tentang bagaimana perjalanan hidupnya. Moment penting dan terindah yang pernah ia lalui dan yang paling terpenting tetap terus beri ia semangat. Karena bisa jadi dalam tidurnya ia bisa mendengar apa yang kalian ucapkan padanya" jelas Dokter itu panjang lebar.
"Apa ada kemungkinan ia bisa kembali normal, jika ia terbangun nanti."
"Bisa saja Tuan, tapi sebelum ia harus banyak melakukan terapi fisik. karena tubuhnya sudah lama tidak bergerak dan tidak di gunakan. Otomatis kita harus merangsang dan melatih kembali alat gerak tubuhnya. Tapi semua itu memang membutuhkan waktu dan juga kesabaran."
"Aku ingin kalian awasi dia, perkembangan sekecil apapun tolong laporkan padaku" pinta Aldo pada Dokter yang biasa merawat Aldo.
"Baik Tuan,
"Terimakasih Dokter kalau gitu saya permisi dulu, jika gadis itu kemari lagi dan mencariku, katakan aku menunggunya di lobi depan" ujar Aldo meninggalkan tempat itu dengan sejuta pikiran yang bergelut dalam pikirannya.
Ia menginginkan saudara kembarnya untuk bangun, tapi ia tidak rela untuk kehilangan Yesi. Ia takut kebenaran terungkap dan ia kehilangan orang yang di cintai. Selagi masih ada waktu ia ingin mengikat Yesi melalui Pernikahan yang sah. Karena ia tahu pernikahan Yesi sebelumnya tidak tercatat alias nikah siri.
Aldo menunggu Mayang di lobi depan rumah sakit. Ia mencoba mengusir ras bosannya dengan menghubungi wanita pujaannya.
"Sayang, apa kabar?" ucap Aldo begitu melihat wajah Yesi di layar handphone miliknya.
"Baik, hubby gimana? apa urusannya sudah beres disana?" tanya wanita itu terlihat antusias.
"Sepertinya aku akan berada disini selama seminggu, karena ternyata banyak sekali pekerjaan yang terbengkalai. Mas juga harus mengurus surat-surat buat perlengkapan kita nikah nanti" ujar Aldo terlihat lemah.
"Hubby pasti capek ya. Jaga kesehatan dan jangan lupa makan ya hubby."
"Iya sayang, terimakasih ya perhatiannya. Oh ya, mana jagoanku? kenapa suaranya dari tadi tidak terdengar?" tanya Aldo.
"Ini dia baru aja tidur dia, tadi habis minum obat. Sempat rewel sih tadi, ngajak pulang karena bosan di rumah sakit katanya. Tapi untung ada Dokter Rizky yang membujuknya" ujar Yesi sambil memperhatikan mimik wajah Aldo.
"Jangan sedih gitu mukanya, nanti lama-lama juga dia deket ama hubby, yang sabar ya hubby. Semangat kerjanya, kami disini menunggu hubby" ucap Yesi berusaha menghibur Aldo yang sebelumnya terlihat sedih.
"Terimakasih ya sayang, Mas akan cepat selesaikan kerjaan disini biar kita bisa kumpul bareng lagi." ucap Aldo sambil tersenyum menatap pujaan hatinya.
"Hubby tenang a..."
"Kak Aldo dari mana aja sih, Mayang cariin dari tadi juga" ucap Mayang Manja, memutus pembicaraan Yesi dan juga Aldo.
"Ya sudah sampai disini dulu ya sayang, nanti mas telpon lagi." ucap Aldo memutus pembicaraan Yesi. Padahal Yesi baru saja ingin menanyakan siapa wanita itu. Ada rasa cemburu yang menggelitik hatinya mendengar suara manja seorang wanita yang berbicara dengan Aldo.
"Aku menunggumu disini daritadi. Kau yang darimana?" tanya Aldo.
"Aku tadi dari toilet, lalu pergi mencari Kak Aldo di lantai atas. Eh nggak taunya malah duduk disini. Aku kira, Kakak ninggalin aku tadi" jelas Mayang, lalu kembali bergelayut manja pada lengan Aldo.
"Jangan seperti ini, nggak enak dilihat orang banyak" tolak Aldo berusaha melepaskan tautan lengan Mayang.
"Sekali ini aja Kak, boleh ya. Lagipula aku juga udah ikhlas kok Kak Aldo nikah sama dia. Jadi biarin Mayang kali ini ya" ucap Mayang penuh harap. Tanpa Aldo sadari sedari tadi ada orang yang mengikuti mereka, dan mengabadikan momen kebersamaan mereka.
"Terserah kau saja, tapi jangan lakukan ini di depan calon istriku. Aku tidak ingin ia salah paham dengan hubungan kita" Jelas Aldo.
"Laper banget nih Kak, Ayo makan." ajak Mayang.
"Ayo, tapi tunggu dulu! Bagaimana kondisimu? Apa sudah baikkan?" tanya Aldo sambil memperhatikan tubuh Mayang.
"Baik Kak, tadi udah di suntik sama dokter dan juga beberapa obat dan vitamin. Udah ah ayo kita jalan. Perut aku laper banget ini."
Mayang dan Aldo menuju ke parkiran. Aldo langsung tancap gas mobilnya menuju restoran terdekat. Selama makan Mayang terlihat manja, ia bahkan berani menyuapi Aldo Udang goreng. Aldo yang malas berdebat menerima begitu saja.
"Kak abis ini antar Mayang jalan-jalan ya. Mayang sudah lama nggak pernah keliling-keliling kota" pinta Mayang.
"Maaf Kakak nggak bisa, kerjaan Kakak banyak dan harus di selesaikan segera. Kalau kau mau jalan-jalan, biar nanti saya minta supir mengantarkan kemanapun kamu mau" ujar Aldo.
"Ah, Kakak nggak seru. Padahal kan jarang-jarang Mayang datang ke kota ini" ucapnya Manja menampilkan mimik sedih.
"Maaf, tapi aku beneran nggak bisa" tolak Aldo.
"Oke deh, tapi lain kali kalau ada waktu luang, kita jalan bareng ya Kak" pinta Mayang.
"Nggak bisa, karena waktu Kakak sudah bukan milik Kakak lagi. Ada hati yang mesti Kakak jaga.
"Duh, beruntung banget sih yang jadi istri Kakak. Kenapa nggak Mayang aja sih" ucapnya penuh harap.
"Mayang..., Maaf tapi Aku sudah mengang..."
"Menganggap Adik!! Iya-iya Mayang tahu, nggak ada kesempatan lagi buat Mayang" ucap Mayang terlihat kecewa.
Lihat saja, aku akan berusaha membuat wanita itu menjauh darimu, dan membuatmu perlahan jatuh cinta padaku, batin Mayang diam-diam tersenyum licik.
Sementara itu, di rumah sakit. Hati Yesi terlihat tak tenang, ia penasaran siapa wanita yang berbicara dengan Aldo dengan nada Manja seperti itu. Ada rasa takut yang menghantuinya jika ia harus kehilangan suaminya karena orang ketiga.
Tak lama handphone Yesi berbunyi. Ada banyak notifikasi yang ia terima berupa video dan foto yang dikirim orang tak di kenal.
Ia nampak terkejut melihat foto keakraban suaminya dengan wanita lain. Tidak hanya bergandengan mesra tapi wanita itu juga menyuapi suaminya. Begitu banyak foto yang ia terima dan wanita itu selalu bergelayut manja. Mulai dari keluar kantor, rumah sakit bahkan makan siang romantis.
Tangan Yesi bergetar melihat semua itu. Ia bahkan tak sanggup untuk membuka satu persatu video yang ia terima. Tanpa sadar wanita itu meneteskan air matanya, dadanya terasa begitu sesak. Pikiran aneh bergentayangan di otaknya.
"Ya Tuhan apa yang harus aku lakukan dan siapa wanita itu?" tubuh Yesi merosot di lantai setelah sebelumnya ia menjatuhkan handphone miliknya. Tubuhnya terasa lemas tak bertulang, prasangka buruk mulai hinggap di pikirannya.
TBC
duhh...beni semoga kamu melihat ruangan yg bertuliskan nama Yesi n membawa key agar bisa bertemu Yesi, berharap banget mereka bertemu kali ini. Thor pertemukan mereka diam2
di tunggu segera Kelanjutan nya☺️