Indonesia
NovelToon NovelToon
DUDA USIL Vs GADIS BAR-BAR

DUDA USIL Vs GADIS BAR-BAR

Status: sedang berlangsung
Genre:Konflik Rumah Tangga- Terpaksa Nikah / Duda / Nikah Kontrak / Kehidupan di Sekolah/Kampus
Popularitas:27.3k
Nilai: 5
Nama Author: shadowR_

Sebagai kurir pengantar paket, kesabaran adalah barang mewah, apalagi saat menghadapi sistem COD yang merepotkan.

Hari itu, seorang gadis hanya ingin menyelesaikan pekerjaannya secepat mungkin. Namun, ia harus berhadapan dengan si penerima paket yang menggunakan sistem COD dan tak kunjung menemukan uang receh.

Ya, pria itu benar-benar menguji batas kesabarannya!

Ia pun mengomel dan mengumpat, menjadikan pria itu sasaran amukan verbalnya.

"Gimana bisa gadis titisan macan seperti kamu jadi kurir?"

Bagi si gadis, pria itu sinting karena telah membuang banyak waktunya. Ia berharap hari itu menjadi pertemuan terakhir mereka.

Sayangnya, semesta punya selera humor yang buruk. Takdir mempertemukan mereka kembali dalam situasi yang jauh lebih suram. Sebuah amanah telah dititipkan kepada pria itu untuk menjaga si gadis, tanpa disadari bahwa gadis yang harus dijaganya adalah orang yang pernah melontarkan sumpah serapah padanya.

"Lupain amanah itu, saya cuman butuh Anda … masuk penjara!"

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon shadowR_, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Maraton Jantung

Dua hari paska siuman dari pingsannya, Ditha masih tidak ingin menemui keluarga Ezra. Baginya masih ada hal yang mengganjal terkait rencana Lula menikahkan anaknya dengan dirinya. Namun, Ditha akan mencari tau kejanggalan apa saja yang belum ia ketahui. Sarapan pagi yang dari pagi sudah ada di ruangan rawat inapnya, belum ada tanda-tanda berkurangnya porsi makanan di dalam mangkuk tersebut. Hanya air mineral saja yang sudah tinggal sedikit. Bayang-bayang kehidupan yang seharusnya ia jalani begitu bahagia saat bersama pasangannya kelak yang ia idam-idamkan, pupus sudah semenjak pernikahan keduanya terjadi yang tidak didasari dengan rasa cinta.

Ditha mencari ponselnya di atas meja dekat mangkuk yang berisi sarapan paginya tidak ada, begitupun di dekat ranjang yang ia tiduri tidak ada juga. Ia baru menyadari bahwa semenjak ia menangis di bawah air shower lalu pingsan hingga saat ini ia sudah siuman ia belum memegang ponselnya sama sekali.

"Mau panggil perawat, kepala gua masih pusing aja. Gimana, ya? Gua udah absen tanpa keterangan dua hari, di cariin enggak ya?"

Ceklek…

Pandangan Ditha teralihkan pada Suster yang baru saja memasuki ruangan rawat inap Ditha berada. Suster tersebut masuk untuk mengecek kondisi Ditha terkini.

"Selamat pagi, Dik," sapa Suster tersebut dengan ramah.

Ditha tersenyum. "Pagi, Sus."

"Apa kondisi, Adek sudah mulai membaik?" tanya Suster di sela-sela pengecekan kondisi Ditha.

"Masih pusing, Sus."

Suster itupun sudah selesai mengecek kondisi Ditha sementara, mata Suster itupun teralihkan pada mangkuk di atas meja sana.

"Pusing karena belum makan ya, Dik?" sindir Suster tersebut.

Ditha menoleh pada mangkuk yang ada di atas meja sana.

"Heh-hehe bukan begitu. Tadi, mau makan cuman tiba-tiba pusing. Jadi, enggak jadi makan," ucap Ditha bohong.

Suster itupun mengangguk-anggukan kepalanya. Kemudian, ia merogoh saku seragamnya lalu menyerahkan sebuah ponsel pada Ditha.

"Tadi pagi sebelum, Adik bangun tidur. Ada pria tampan menitipkan ponsel ini untuk saya berikan pada, Adik," kata Suster. Ia dapat melihat dari ekspresi wajah Ditha seperti heran kenapa ponselnya ada sama Suster itu.

"Baik, Sus. Terima kasih."

Suster itupun tersenyum lalu pamit dari ruangan rawat Ditha.

...ΩΩΩ...

Selama masih berada di Indonesia, Rinda selalu mengunjungi rumah Lula. Selain kedatangannya untuk mempererat kedekatan calon mertua dengan calon mantu, Rinda juga ingin melihat perkembangan kesehatan Ezra sebelum nanti ia kembali untuk melanjutkan aktivitas perkuliahannya di negeri orang. Seperti saat ini, Rinda dan Lula sedang asik membuatkan kue kesukaan Ezra. Tak hanya kue ada beberapa masakan pedas yang Ezra sukai mereka masak juga.

Setelah berjam-jam berkutik di dapur dengan menggunakan celemek yang menempel di tubuh mereka masing-masing, akhirnya mereka telah selesai membuat kue serta masakan kesukaaan sang anak dan sang pacar. Baru kali ini Rinda sangat antusias memasakkan atau membuatkan makanan untuk sang kekasih, padahal untuk mantan-mantan lainnya ia sangat enggan memasuki dapur. Karena, ia orang kaya. Jadi, untuk apa capek-capek memasak? Kala itu, bukan saat ini. Lula sangat bersyukur mempunyai calon mantu yang aktif di dapur tidak hanya di pendidikan di dapur pun juga penting.

"Tante, kok Ezra bisa sampai kecelakaan gitu? Memangnya penyebabnya apa?" tanya Rinda saat dirinya melepas celemek yang menempel di tubuhnya.

Lula masih sibuk untuk menaruh alat-alat kotor yang mereka habis gunakan untuk memasak ke dalam wastafel tempat cuci piring, ia sengaja memperlama jawabnya karena ia tidak mungkin harus menceritakan fakta yang sebenarnya. Lula juga memikirkan strategi agar Jika ia menjawab pertanyaan dari Rinda, Rinda mudah percaya tidak ada rasa curiga dalam dirinya Rinda.

"Memangnya, Ezra belum cerita?" bukan menjawab malah memberi pertanyaan lain pada Rinda.

"Belum mau cerita. Tapi, kalau Tante sama kayak Ezra enggakpapa kok aku enggak maksa."

Keduanya menuju taman di belakang rumah, menikmati udara yang kian bertambahnya waktu bertambah pula suhu terik matahari yang terpancar.

"Kamu enggak mau langsung dengar dari Ezra? Bukannya Tante enggak mau cerita, takutnya nanti Ezra kecewa sama sikap Tante yang mendahulukan sesuatu yang penting baginya sudah Tante ceritakan terlebih dahulu sama kamu."

Rinda yang mengerti akhirnya tidak memaksakan Lula untuk cerita kepadanya mengenai penyebab kecelakaan yang Ezra alami saat ini sehingga menyebabkan Ezra harus duduk di kursi roda yang entah itu kapan akan berakhir. Lula memang sangat pintar dan licik saat mencari alasan. Baginya, Rinda sekolah tinggi-tinggi untuk apa? Jika ia mudah sekali percaya omongan orang lain tanpa ada rasa curiga sedikitpun di dalam dirinya.

HOEEEK! HOEEEK!

Lula menatap Rinda cepat. "Hey … kamu kenapa, Rin?"

Rinda menggelengkan kepalanya. "Enggak kenapa-kenapa, Tan. Mungkin cuman masuk angin biasa."

Kedua alis Lula menyatu. "Kamu di sana jaga diri baik-baik, fikirin juga kesehatan kamu," ucap Lula diikuti tangan yang mengusap bahu Rinda.

"Iya, Tan," sahut Rinda tersenyum.

Kenapa harus mual di waktu yang enggak tepat sih, batin Rinda menggerutu. Sambil memegangi perutnya dan mengusapnya kala Lula sudah tidak memperhatikannya.

...ΩΩΩ...

Setelah tadi ia melepas rindu pada kedua temannya melalui sambungan video call, kini Ditha sudah kembali seperti biasanya ia hanya menonton tv di dalam ruangan rawat inapnya.

Ceklek…

Mata Ditha membulat sempurna kala ia melihat Dokter tampan yang menangani dirinya masuk ke dalam ruang rawat inapnya. Dokter Darrel tersenyum kala melihat Ditha sedang memperhatikan dirinya, ia melangkahkan kakinya menghampiri Ditha di ranjang tempat ia terbaring.

"Selamat pagi," sapa Dokter Darrel, tepat di hadapan Ditha.

Ditha yang sudah gugup semenjak tadi ia melihat Dokter tampan itu, berusaha terlihat biasa saja. Ditha tidak ingin ketahuan jika jantungnya kini sedang jedag jedug tidak karuan.

"Pagi, Dok," sahut Ditha cepat.

Kenapa sih harus masuk ke ruangan ini lagi? Sumpah Dokternya selalu bikin jantung gua maraton enggak karuan, batin Ditha.

"Saya cek dulu ya? Kondisi kamu hari ini," izin Dokter Darrel pada Ditha.

Ditha menganggukkan kepalanya dan ia kembali berbaring saat dirinya tadi dalam keadaan posisi terduduk.

Dokter Darrel mengambil stetoskop pada saku jas yang ia pakai kemudian, ia memasang earplecesnya pada kedua telinga lalu ia menempelkan diaphragm itu pada letak denyut jantung Ditha.

Gawat! Bisa-bisa ketahuan ini, batin Ditha.

Ditha memejamkan keduanya matanya saat Dokter Darrel sedang memeriksa kondisi jantungnya. Usai memeriksa jantung Ditha, Dokter Darrel beralih memeriksa denyut nadi pasiennya itu.

"Dok, saya udah sem—"

Kedua alis Dokter Darrel menyatu. "Kamu baik-baik aja, kan?" tanya Dokter Darrel usai memeriksa keadaan Ditha.

Jelas baik lah kan, yang nanganin gua Dokter ganteng kayak dia. Hihi, batin Ditha.

"Baik kok, Dok. Saya udah sembuh … jadi, Dokter jangan khawatir." Jawaban Ditha sungguh membuat Dokter Darrel curiga.

"Kamu enggak punya riwayat sakit jantung, kan?"

"Enggak, Dok. Memangnya jantung saya kenapa?"

"Kondisi denyut jantung normal itu pada umumnya 60 hingga 100 kali per menit. Sedangkan, kam—"

"Oh … mungkin ini gara-gara tadi saya habis senam yoga, Dok. Jadi, detak jantung saya kayak enggak normal seperti biasanya." Dokter Darrel menggeleng-gelengkan kepalanya. "ini aja masih ngos-ngosan," lanjutnya sambil memperagakan ekspresi sedang kecapean sehabis senam yoga.

Keduanya nampak akrab sekali namun, keduanya tidak mengetahui jika di pintu luar ruang rawat inap Ditha ada Ezra yang dari tadi tengah memperhatikan percakapan keduanya. Sudut bibir Ezra melengkung ke atas.

Setidaknya dia masih mau ngomong sama Dokter yang menangani dia, batin Ezra.

Ezra yang datang bersama sang sopir pun, pergi meninggalkan ruang tunggu rumah sakit. Ia tidak mau Ditha mengetahui keberadaannya di sana.

TBC

1
sana-tun
lanjut terussss...👍👍🤭👍
sana-tun
lanjutttttt
Dehan
favorit, like, dan komen sudah mendarat ya kak..

salam dari penjahit cantik
mampir lagi ya kak bila berkenan
Dehan
hallo kak.. penjahit cantik mampir ya..
hasanah
lanjut.......kok cuma satu up ny..😭😭😭😭
hasanah
ok....lanjut....
lama amat....
hasanah
hahaha lucu🤣🤣🤣🤣
hasanah
jgn lama2 ya up ny....
di tungguin seru sih..
hasanah
lanjut Donk....
di tungguin nihh....
hasanah
ya elah....cuma segini aja...atau msih ada lanjutannya?????
D_A
Lanjut Thor!!!!!

penasaran bangett
Mira Dedipj
bahasanya gitu amat ya thor kasar
Mira Dedipj
di coba baca
mudahn bagus
R: terima kasih, Kaka.

jangan lupa favoritkan serta kasih dukungan lainnya juga, ya kak.

Thanks 💙
total 1 replies
Dyah Anggraini
Hay kak mampir di karyaku ya yang berjudul TERPAKSA MENJADI ISTRI KEDUA



Terimakasih🙏🙏🙏
Mayrima Najma
kk mampir, novel mu bagus. Karakter Ditha sangat hebat. Ayo sesama Author kita saaling mendukung dengan syarat baca dulu novelnya baru kasih like ya, jangan lupa mampir juga di novel kk.
Mayrima Najma
Kk mampir, Cerita mu seru. Semoga karakter Detta yang pembarani..Kk bawa bom like. Para author kita saling mendukung, jika mau memberikan lika pada sebuah novel baca dulu jangan asal like. Terimakasih.
Caca Merica
keren kak, mampir juga di novel perdanaku ya 🥰
Siti Chomariah
critanya bagus kak, lanjoootttt...💪💪💪
gtw siapa.
Mau di untal 😭
Wiwit Wilowati
lanjut Thor
R: Hai, Kak. Jangan lupa favoritkan juga ceritanya biar enggak ketinggalan.

Thanks 💙
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!