sosok seorang gadis yang tangguh dan pantang menyerah ia harus berjuang menghidupi kedua orangtuanya yang sedang sakit dan menjadi dokter yang handal berhasil meraih cita citanya
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon SITI AMINAH HARAHAP, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bertemu dengan camer
Sesampainya dirumah,
Papa sedang membaca koran di ruang tv saat Arum lewat tiba tiba papa
" Arum, tunggu sebentar papa mau bicara"
Arum berhenti berbalik badan menghadap papanya
" Iya pa, ada apa pa?"
"Hmmm...tadi papa ke kampus ada keperluan sedikit jadi papa gak sengaja ngelihat dinda dan kawan kawan nya ganggu kamu ya nak sampai numpahin minuman ke baju kamu kan ?"
Arum terdiam mengepal bercak kotoran minuman di bajunya berniat menutupinya
"gak kok pa, mungkin papa salah lihat"
" Arum, papa juga punya rekaman cctv nya, apa perlu papa panggil orangtua nya kesini ?"
"gak usah pa, gak usah di perpanjang lagian baju Arum juga gak sampe kenapa kenapa kan"
"Arum, papa gak suka anak papa di jahatin sama siapapun apa perlu papa tengur dia biar berhenti gangguin kamu nak ?"
"Gak usah pa, Arum bisa selesai kan masalah Arum sendiri kok, papa tenang aja Arum baik baik aja kok"
"tapi nak, itu udah kelewatan batas"
"pa, jangan paksa Arum pa, mama nyakin Arum anak kuat "
Papa menghela nafas, " ya udah kalau memang itu kemauan anak papa, papa gak bisa ngebantah ya udah kamu lebih tau bagaimana cara mengatasi nya "
"iya pa "
Selesai menyakinkan sang ayah, Arum masuk ke dalam kamar dan melanjutkan aktivitas nya seperti biasanya, sementara papa sedang asyik dengan koran nya, mama Tiba tiba datang bersama teman temannya
" Selamat sore suamiku sayang" sambil memeluk dan mencium suaminya
"Selamat sore sayang , dari mana ini ada acara apa ?"
"Hmmm... biasa sayang giliran mama arisan"
"oh ya udah papa ke belakang aja "
"Ya pa"
"Haduuuh jeng suami jeng itu loh baik baget jeng beruntung banget ya udah kaya, baik penyayang lagi " kata salah satu teman mama
"Iya jeng "
"oh iya jeng, mana putri jeng kok gak keliatan ?"
Sambung teman mama yang satunya
Mama menoleh ke kiri dan kenanan
" oh ia mungkin anak aku lagi di kamar jeng maaf ya dia kalau habis dari kampus asyik di kamar trus "
"Panggilin dong jeng kita pengen lihat dan kenalan sama anak jeng"
ucap teman mama yang ke tiga
"oh, boleh sebentar ya saya panggilin "
Kata mama lemah lembut masuk ke dalam kamar Arum, Di dalam kamar Arum sedang sibuk menyusun tugasnya di depan laptop nya
" sayang lagi sibuk nak ?"
" gak kok ma , ada apa ?"
"itu di luar ada teman teman mama pengen kenal sama kamu nak , kira kira Arum mau gak ya mama ajak kenalan sama teman mama ?"
Arum terdiam sambil tersenyum dengan alis terangkat satu
" Boleh ma"
Mama kaget " serius nak ?"
"iya ma boleh "
" ya udah kamu siap siap dulu ya"
"iya ma "
" mama tunggu di luar "
"iya ma "
menunggu sang putri selesai dandan mama kembali ke perkumpulan bersama teman temannya
Tidak berapa lama Arum datang mengenakan gaun pink dengan rambut terurai.
" ini putri saya bunda , sini nak "
Seluruh mata tertuju padanya,
" cantik sekali putrimu jeng "
"Kenalkan dirimu nak "
" hallo Tante, nama saya Arum"
"Hah... bukannya dia gadis penjual bunga yaang waktu itu deketin anak aku boy, apa dia anak jeng Sinta orang kaya raya, apa aku gak salah ?"
kata ibu boy didalam hati kaget melihat Arum dengan mata melotot karena ketakutan.
"Ini serius, gak salah jeng Sinta mungut anak dari jalanan ?" bisik mami boy belum percaya dengan apa yang dia lihat
" emangnya kenapa jeng, salah ? lagian anak nya pinter cantik gitu jeng "
"ih kalau aku sih gak mau"
"hussst gak boleh gitu jeng, mereka juga manusia, malah kita bangga sama jeng Sinta jiwa kemanusiaan nya luar biasa "
Dia langsung terdiam begitu mendapat cibiran pedas dari teman nya.
"Waaah... kalau di lihat lihat wajah jeng Sinta sama nak Arum ada mirip miripnya yah "
ucap salah satu teman mama
" iya yah, kok saya baru sadar ya jeng"
"Pasti banyak cowok yang berebut hati kamu ya sayang " sambung yang satunya
"Gak kok Tante "
"kalau soal percintaan saya serahkan sepenuhnya untuk anak saya jeng"
"Uuuhh .. saya jadi tersentuh lihat ibu anak ini" kata jeng lili sambil tersenyum
Setelah selesai memperkenalkan diri, Arum baru menyadari keberadaan ibunya boy, ia melihat ibu boy dan melempar senyuman tapi ibunda boy malah melempar wajah dan tak ingin melihat wajah Arum.
setelah selesai memperkenalkan diri Arum kembali ke dalam kamar melanjutkan tugas kuliahnya.
tapi suka bnget. semngat Thor😊
maaf ya Thor aku agak pusing baca nya, lain kali nama nya jgn ke tuker yg baik itu Tessa atau Rachel..🙏🙏