Indonesia
NovelToon NovelToon
Racun Atau Madu?

Racun Atau Madu?

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO
Popularitas:71.3k
Nilai: 5
Nama Author: bellejambes

Sandra Aruni. Gadis berusia 20 tahun yang berasal dari keluarga kurang sejahtera bermimpi untuk mengubah kehidupannya menjadi lebih baik.
Apapun Ia lakukan untuk menghasilkan uang hingga tawaran cinta pun tak pernah Ia hiraukan. Namun pertahanannya runtuh ketika seseorang datang menawarkan sebuah hal yang amat manis namun berduri.

"Aku hanya memberimu waktu 1x24 jam. Jika tidak ada kabar darimu melebihi tenggat waktu itu, semua tidak berlaku lagi. Ingat, 1 detik pun tak akan ku tolerir!". Ucap Pria itu seraya menatap tajam ke arah Sandra.

"Gila, spesies macam apa pria di hadapanku saat ini?!"

Sebenarnya apa yang di tawarkan pada Sandra?
Yuk ikuti kisahnya!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon bellejambes, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 35

"Hey, Ada apa?".

Sandra tak menggubris pertanyaan Satya. Ia lantas memasukkan ponselnya kembali ke dalam tas dan segera pergi berlari kecil meninggalkan Satya begitu saja. Satya dengan sigap menarik lengan Sandra hingga tubuh gadis itu hampir terjerembab ke belakang.

"Ada apa sebenarnya, Sandra? Kenapa kau terburu-buru sekali?". Tanya Satya menatap Sandra dengan raut wajah serius.

"Tu-tuan"

"Ya. Ada apa? Katakan ada apa denganmu?".

"Ibu dan Bapak saya di sandera, Tuan". Ujar Sandra dengan mata berkaca-kaca.

"Satya membelalakkan matanya terkejut bukan main. "Maksudmu? Di sandera bagaimana?!".

Sandra menggelengkan kepalanya dengan raut kalut. "Saya mau ke sana, Tuan. Saya mau menyusul Orang tua saya." Ujar Sandra.

Satya bergeming sejenak berusaha memikirkan solusi. Ia tidak mungkin lepas tangan dengan gadis itu walau ini sama sekali bukan urusannya. Namun atas rasa moral Ia perlu membantu apalagi hari sudah semakin larut dan sangat berbahaya jika membiarkan Sandra pergi seorang diri.

"Oke. Kau tenang dulu. Kita pikirkan lebih dulu apa yang harus kita lakukan sebelum menyusul kedua orang tuamu". Saran Satya.

"Jangan menelfon polisi, Tuan. Saya tidak mau menambah berat masalah".

Satya mengeutkan keningnya bingung. "Kenapa? Orang tuamu di sandera. Hal ini sudah masuk perbuatan kriminal". Ujar Satya merasa keheranan dengan permintaan Sandra.

"Bisakah kita mengobrol seraya jalan menuju lokasi, Tuan? Saya kuatir sekali". Pinta Sandra memelas.

Satya mengangguk lalu membukakan pintu mobil untuk Sandra. Tak membuang waktu lagi, Satya segera melajukan mobilnya menuju lokasi yang di sebutkan oleh sang adik.

"Ini hanya karena masalah hutang, Tuan. Dan nominalnya mungkin tidak seberapa, tapi untuk kalangan kami jumlah hutang itu cukup besar".Ujar Sandra pelan.

"Siapa yang berhutang?".

"Ibu saya, Tuan. Beliau mengambil ratusan kardus mie instant dan terkadang berpeti-peti telur ayam dari agen." Jelas Sandra.

"Lalu Ibu saya menjualnya dengan harga miring dari harga pasaran hanya demi cepat laku."

Satya mengerutkan keningnya. "Bagaimana bisa begitu?"

"Itu semua Ibu lakukan agar kami tidak kelaparan dan selalu memiliki lauk pauk untuk di santap setiap harinya. Cara jualan Ibu yang memasang harga rendah memang membuat barang cepat habis terjual, Tuan. Tapi malah jadi malapetaka. Karena uang hasil jualan tidak bisa membayar ke agen dan di pakai untuk keperluan sehari-hari pula. Karena itulah hutang Ibu menumpuk. Hampir setiap minggu penagih hutang datang ke rumah saya dan orang tua saya hanya bisa bersembunyi di kamar karena tidak mampu membayar".

Sandra menjelaskan secara rinci perihal kronologis terkait persoalan yang mendera kedua orang tuanya.

Satya menatap sekilas Sandra dengan raut wajah yang rumit. Ia kurang bisa memahami bagaimana berada di dalam situasi keluarga Sandra. Karena Satya tidak pernah merasakannya. Bahkan sejak lahir dirinya sudah memiliki sendok emas! Namun itu tidak menyurutkan rasa prihatin Satya dan keinginannya untuk membantu.gadis itu.

Sandra memperlihatkan sebuah peta yang di kirim oleh sang adik pada Satya dari ponselnya. Pria itu terlihat menggeser peta dan melihat dengan cermat jalan mana yang harus mereka tuju karena saat ini keduanya sudah berada di persimpangan jalan.

Satya lalu menyerahkan kembali ponsel Sandra dan melajukan mobilnya dengana pelan karena menurut peta, lokasi yang mereka tuju hanya berjarak kurang lebih 400 meter saja. Tak lama Satya memberhentikan mobilnya di depan sebuah gudang. Ada 1 mobil van putih terparkir di halamannya.

Satya lantas memarkirkan mobilnya di sebelah van tersebut. "Kau tunggu di sini saja biar aku yang turun". Ujar Satya menoleh pada Sandra yang sudah melepas seatbeltnya.

"Tidak! Saya yang harusnya turun dan anda yang tunggu di sini, Tuan. Saya tidak mau melibatkan anda dalam persoalan keluarga saya". Sanggah Sandra.

Satya menyugar rambutnya. "Kau ini wanita. Bagaimana kalau mereka melecehkanmu? Sudah jangan berdebat! Kita masuk ke dalam berdua!". Ujar Satya seraya keluar dari mobil dan di ikuti oleh Sandra.

Satya dan Sandra mengedarkan pandanganya ke seluruh penjuru area gudang. Keduanya melangkah menuju satu-satunya pintu masuk di gudang tersebut. Jika area luar gudang sangat gelap, berbeda halnya dengan area di dalam gudang. Di dalam sangat terang benderang dan terlihat banyak sekali tumpukan karung beras yang hampir menyentuh atap gudang.

Satya melangkahkan kakinya menuju sekelompok orang yang terlihat sedang duduk bercengkrama. Sandra mengikuti dari belakang dan matanya terbelalak saat melihat kedua orang tuanya berada di sofa..Sandra lantas melewati Satya dan berlari. "Bapak! Ibu!".

Semua orang yang sedang duduk, serempak menoleh ke arah Sandra. Retno bergegas berdiri dan menghampiri sang putri dengan wajah yang terlihat sembab.

"Nak...Untuk apa kamu kemari? Biar Bapak dan Ibu yang menyelesaikan. Kamu pulang saja". Pinta Retno menatap Sandra dan melihat sekilas pada Satya yang berdiri di belakang putrinya.

"Tidak mungkin Sandra membiarkan Bapak dan Ibu kesulitan di sini". Ujar Sandra melangkah mendekat ke beberapa orang yang berpakaian serba hitam.

"Saya anaknya. Lepaskan kedua orang tua saya! Kenapa kalian sampai menyandera mereka?!". Ujar Sandra menatap silih berganti pada beberapa orang asing di hadapannya.

"Menyandera? Hey, Nona! Kami tidak menyandera kedua orang tuamu. Mereka dengan sukarela ikut dengan kami untuk bernegosiasi."

"Tapi sayangnya kita semua belum menemukan win-win solution" Ujar seorang di antara mereka yang terlihat sebagai pimpinannya.

"Berapa total hutang orang tua saya pada ands?" Tanya Sandra.

"Tujuh puluh lima juta". Jawab sang ketua. "Apa kau yang akan membayar hutang kedua orang tuamu, huh?".

Ssndra tertegun. Untuk dirinya uang sejumlah itu bukanlah jumlah yang kecil. Entah bagaimana Ia bisa melunasi hutang orang tuanya. Namun akhirmya Sandra mengangguk. "Ya. Saya yang akan menanggungnya. Tapi saya mohon berikan keringanan untuk mencicilnya".

Sang pimpinan pun tertawa renyah. "Di cicil? Aku tidak bisa! Kedua orang tuamu bahkan sudah ku biarkan selama dua tahun! Harus berapa lama lagi aku menunggu kau untuk melunasinya?". Ujar Sang pimpinan meremehkan Sandra. "Jika kau tidak sanggup, aku punya solusi untukmu".

"Apa itu?"

"Berkencanlah denganku sebanyak 3x maka semua hutang orang tuamu lunas". Sang pimpinan terkekeh yang di ikuti oleh tawa beberapa sekawan yang lainnya.

Sandra membeku dan merasa sangat emosi sekali saat ini. Namun Ia bukan di posisi yang baik karena ada kedua orang tuanya yang di pertaruhkan.

"Oh astaga... Aku muak sekali mendengar ini semua".Ujar Satya mencibir. Pria itu sejak tadi hanya berdiri diam di belakang Sandra dan membiarkan gadis itu terlebih dulu mencoba bernegosiasi.

"Apa kau semiskin itu, huh? Uang tujuh puluh lima juta saja kau sampai membawa dua orang paruh baya yang tidak berdaya dan menekan anak gadisnya untuk kau manfaatkan. Cih!" Satya membuang ludahnya ke samping.

Sang pimpinan yang mendengar ucapan Satya pun.meradang hingga Ia berdiri mendekat pada Satya. "Brengsek! Siapa kau beraninya menghinaku!". Umpat sang pimpinan.

Satya menyeringai menatap sang pimpinan dengan netra tajamnya. "Kau tidak perlu tahu siapa aku. Jika kau tahu siapa aku, kau bisa buang air kecll di celana". Ujar Satya tersenyum miring.

"Aku yang akan membayar lunas hutang mereka saat ini juga dan menjauhlah dariku! Badanmu bau busuk sekali!".

...🌴🌴🌴...

1
Fariza Cantya Ramadhani
semangat kk author ceritanya keren bangett .. ini dah selesai atau ada sesen 2 g sih
Fariza Cantya Ramadhani
ehhhh jadi haredang sendiri .. duh jam segini mana suami LG kerja lagi 🤭🤭
Khairiah
keren
Dewi Puspita
semangat menulis nya thor.. ceritamu asli keren abiss, semoga sehat selalu
imoet21
ok
Dara
Latar belakang cerita yg menarik dan punya karakter yg kuat. Ide ceritanya walapun msh ttg ceo tp dg permasalahan yg tdk umum. Apalagi disajikan dg menarik. Semangat Author Belle💪💪💖💖💖
bellejambes: waahh baru lihat komentarnya... makasih yaaa🥰🥰
total 1 replies
Dara
Semangat Belle.....jangan patah semangat krn karyamu blm populer.
Karya sdh sgt bagus dibanding bbrp cerita yg punya rangking bagus padahal sama sekali tdk menarik.
Karyamu memiliki alur yg bagus dg latar belakang yg kuat👍
Ayo semangat💪💪💪
bellejambes: makasih dukungannya🥰🥰
total 1 replies
Dara
Semangat Author...karyamu luar biasa👍👍👍💖
sela viana
cerita nya bagus...penulisannya juga rapi dan baik
bellejambes: makasih yaa🥰
total 1 replies
Kristina Damayanti
kak mana lanjutan
Nur Hayati
bagus ceritanya... semangat ya kakak...
Pacarseokjin
pasti org yg ada di pesta lajang itu sih ya wanita muda itu
PrincessDY
itu yg ngamuk siapa ya thor?
ιda leѕтary
Siapa ya tu cewek yg dendam sama nadya, apakah adik sepupunya sean ?
Kan dia juga yg maksa sean untuk ttap ikut ke pesta lajang nya nadya waktu itu
Elisetiadi
siapa wanita muda itu, teman nadya kah?
DeKasiblings
seruuu lanjut thor💪
PrincessDY
kena mental dari bapak mertua🤣🤣🤣
PrincessDY
top, aku bahkan ga kepikiran solusi ini.. ciri khas author satu ini di tiap novelnya kalau buat masalah, cara selesainya tuh ngalir ga meledak2 atau mendrama2🤭 biasanya rata2 solusi khas ikan terbang, antagonisnya gila banget sedangkan protagonisnya cuma bisa nangis2 lembyeekkk😅😅
PrincessDY
kebiasaan cewek memang begini bang🤣🤣
Pacarseokjin
ya memang harusnya kamu pasang badan satya, kamu yg buat ulah🤭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!