Nayla berusia 23 tahun hidupnya cukup sederhana, awalnya ia bekerja di tempat sebuah restoran mewah itu. Tapi sudah dipecat oleh bosnya, hanya karena ia sudah membuat masalah di tempat restoran itu.
Setelah mencari pekerjaan ditempat lain, ia tidak sengaja di tabrak oleh seseorang lelaki yang begitu tampan. lelaki itu sedang ada masalah dengan istrinya.
Apa yang akan terjadi setelah pertemuan mereka berdua?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon nuryani15, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Datang ke rumah sakit
"Iya Maafin aku Bang, nanti aku kirim lokasi rumah sakitnya saja yah." Nayla hanya bisa meminta maaf dengan abangnya saja. Ia akan mengirimkan lokasi rumah sakitnya untuk Abangnya itu.
"Ya sudah Abang tutup dulu telponnya, nanti Abang langsung ke rumah sakit sekarang yah." Bang Riko pun mematikan panggilan telponnya kemudian langsung segera mematikan panggilan telponnya lagi.
"Jangan sampai Bang Riko tahu, kalau di rumah Mas Aris ada istri pertamanya juga. Yang ada nanti akan ada masalah besar lagi," gumam Nayla tak ingin abangnya sampai tahu kalau di rumah suaminya sedang ada istri pertamanya itu.
Beberapa menit kemudian, Bang Riko sudah sampai di rumah sakit. Mencari ruangan adiknya, saat di depan ruangan adiknya sudah ada adik iparnya di luar ruangannya itu. Mengapa dia tidak masuk saja menjaga istrinya di dalam ruangannya.
"Bang Riko," sahut Aris terkejut melihat kedatangan kakak iparnya berada di rumah sakit juga.
"Kenapa kamu nggak kasih tahu saya, kalau Nayla masuk rumah sakit." Bang Riko bertanya dengan adik iparnya mengapa dia tidak memberitahukan kepada dirinya jika adiknya itu masuk ke rumah sakit. Membuat dirinya menjadi khawatir saja dengan adiknya.
"Maaf Bang, saya hampir lupa memberitahukan Abang kalau Nayla memang masuk rumah sakit," ujar Aris meminta maaf kepada kakak iparnya kalau dirinya memang lupa sekali tidak memberitahukan kepada kakak iparnya kalau istrinya itu masuk ke rumah sakit. Ia hanya tidak ingin membuat kakak iparnya khawatir saja, biarkan dirinya yang akan menjaga istrinya di rumah sakit.
"Keadaan Nayla gimana sekarang?" tegur Bang Riko ingin tahu keadaan adiknya sekarang ini.
"Nayla baik-baik saja, ayo kita masuk ke ruangan saja Bang."
Aris mengatakan kalau istrinya baik-baik saja keadaannya, lalu dirinya pun segera mengajak kakak iparnya untuk masuk ke dalam ruangannya. Baru saja masuk ke dalam ruangannya, melihat adiknya hanya terbaring di atas kasurnya saja.
"Bang, aku kangen banget tahu." Nayla pun segera memeluk abangnya dengan erat, rasanya rindu sekali dengan abangnya. Walaupun hanya beberapa hari saja kami berdua tidak bertemu lagi, baru kali ini kami berdua di pertemukan kembali.
"Manja deh, baru juga beberapa hari nggak ketemu." Bang Riko mengatakan kalau anaknya itu memang sangat manja sekali jika sedang bersama dirinya, tetapi ia pun senang melihat adiknya seperti ini.
"Aku 'kan sayang banget sama Abang," sahut Nayla sembari melepaskan pelukannya kalau dirinya memang sangat sayang sekali dengan abangnya itu.
"Gimana keadaan kamu sekarang? Apa sudah baikkan?" tanya Bang Riko ingin tahu keadaan adiknya sekarang, dirinya hanya ingin memastikan bahwa adiknya baik-baik saja.
"Alhamdulillah sudah membaik Bang," jawab Nayla bahwa dirinya baik-baik saja, suaminya tak perlu khawatir dengan keadaan dirinya.
"Kenapa kamu bisa masuk rumah sakit seperti ini Nay? Apa yang terjadi sama kamu," tegur Bang Riko ingin tahu mengapa adiknya bisa masuk ke rumah sakit segala. Apa penyebab yang membuat adiknya sakit seperti ini.
"Aku hanya sakit biasa Bang, nanti juga baikkan lagi kok." Nayla melirik suaminya hanya diam saja, tak ingin ikut berbicara juga dengan Abangnya. Ia pun mencari alasan kalau dirinya hanya sakit biasa saja, dirinya hanya takut membuat abangnya itu memarahi suaminya lagi.
"Kalau ada apa-apa sama kamu, langsung telpon Abang saja Nay. Abang nggak mau adik kesayangan Abang ini kenapa-napa," jelas Bang Riko jika adiknya ada masalah apapun atau mungkin sakit, segera memberitahukan kepada dirinya saja. Jadi, ia pun tidak perlu khawatir lagi dengan adiknya.
"Terima kasih yah Bang, sudah khawatir sama aku." Nayla mengucapkan terima kasih banyak kepada abangnya yang sudah sangat khawatir dengan dirinya.
"Kamu juga Ar, tolong kabari saya kalau terjadi sesuatu dengan Nayla." Bang Riko pun berbicara dengan adik iparnya meminta dia untuk kabari dirinya tentang adiknya itu jika sedang terjadi sesuatu dengannya.
"Heh iya Bang, maafkan saya sudah membuat Bang Riko khawatir." Aris hanya menganggukkan kepalanya lalu meminta maaf dengan kakak iparnya karena sudah membuat kakak iparnya khawatir saja dengan adiknya.
"Iya gapapa, lain kali jangan di ulang lagi. Oh iya, Abang bawa makanan kesukaan kamu loh Dek." Bang Riko juga mengerti dan paham, lalu ia pun berbicara dengan adiknya kalau dirinya pun membawa makanan kesukaan adiknya juga.
"Wah, apa itu Bang?" tegur Nayla ingin tahu makanan yang di bawakan oleh abangnya.
"Ini, Abang bawain kamu bakso dan juga ada puding." Bang Riko pun membuka tasnya dan mengeluarkan makanannya di atas meja.
"Makasih banyak Bang, udah mau repot-repot bawain Makanan segala." Nayla mengucapkan terima kasih banyak dengan abangnya sudah rela membawa makanan kesukaan dirinya.
"Gapapa Dek, ayo di makan makanannya." Bang Riko meminta adiknya untuk di makan makanannya itu.
"Iya Bang, ini juga mau makan kok." Nayla pun segera memakan makanan yang di bawakan oleh abangnya sendiri.
"Ar, kamu sudah makan belum?" tegur Bang Riko ingin tahu apakah adik iparnya itu sudah makan atau kah sama sekali pun belum makan juga.
"Em belum Bang, saya bisa makan nanti kok." Aris mengatakan kalau dirinya memang belum makan sama sekali pun, ia bisa makan di lain waktu saja.
"Sini makan bareng Nayla aja," kata Bang Riko mengajak adik iparnya untuk makan berdua dengan adiknya juga.
"Nggak usah Bang, biar dia makan sendiri saja." Aris menolak permintaan kakak iparnya karena ia hanya tidak ingin mengganggu istrinya yang sedang makan saja.
"Makan bareng sini Mas, nanti yang ada kamu sakit lagi kalau nggak makan." Nayla pun angkat bicara mengajak suaminya untuk makan berdua dengan dirinya.
"Heh iya Nay," sahut Aris terkejut saat istrinya itu seperti tidak marah lagi dengan dirinya, ia pun segera makan berdua dengan adiknya juga.
"Abang sudah makan?" tanya Nayla ingin tahu apakah abangnya itu sudah makan juga.
"Sudah tadi di rumah Nay," jawab Bang Riko kalau dirinya memang sudah makan saat di rumahnya sebelum berangkat ke rumah sakit ini. Dirinya hanya memerhatikan adiknya dengan adik iparnya itu yang sedang makan.
"Oh iya, rumah kamu di mana Ar?" tegur Bang Riko ingin tahu di mana rumah adik iparnya itu tinggal dengan adiknya.
"Maaf untuk apa Bang?" sahut Aris mengapa kakak iparnya itu menanyakan tentang alamat rumah miliknya.
"Kapan-kapan saya ingin main ke rumah kamu juga, sekali-kali mampir Ar," kata Bang Riko bahwa dirinya akan main ke rumah adik iparnya jika sedang tidak sibuk saja.
"Heh iya Bang, rumah saya di jalan makmur jaya No. 2."