***
Novel ini lanjutan dari novel MENGEJAR CINTA MR. LING. Sengaja dipisah karena di novel ini akan fokus pada masa dewasa Kalingga dan Ailee. Di novel ini Kalingga akan memulai hidupnya yang baru setelah tidak bersama Ailee. Kalingga akan mengembalikan nama baik keluarganya serta akan memantaskan dirinya untuk bersanding dengan Ailee. Selain itu, novel ini akan mengisahkan perjuangan Ailee menempuh pendidikan sembari bekerja di perusahaan keluarganya. Ditengah perjalanannya, ada seorang pria yang selalu menemaninya. Siapa dia? Temukan jawabannya di beberapa bab yang akan hadir.
Novel ini mengandung banyak keuwuan dan kebucinan serta ****** ******. Harap bijak dalam membaca. Dosa ditanggung sendiri wkwk. Terimakasih sudah mampir, jangan terlalu terlena, ini hanya cerita fiksi.
*biar paham mampir ke novel Mengejar Cinta Mr. Ling dulu ya. Alurnya cukup lambat, tapi dijamin ketagihan hehe.
MCMLS2 : ONLY YOU
OvieNur'Aisyah
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ovie NurAisyah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
35. Hari Yang Ditunggu
***
Siapa saja pasti kan merasakan nervous jika harus berhadapan dengan banyak orang. Meskipun sudah beberapa kali bertemu dan harusnya terbiasa, tapi kali ini berbeda. Hari ini adalah hari dimana publik dan dunia bisnis akan tahu tentang dirinya. Ailee pastikan jika hari ini dunianya akan berubah total. Kehidupannya sudah pasti akan sering disorot media. Apapun yang ia lakukan. Ailee sebenarnya ingin menolak, namun di juga tidak bisa melakukannya. Minusnya dai anak tunggal, tidak ad ayang bisa menggantikan posisinya sebagai pewaris.
Menjadi anak tunggal tidak selalu menyenangkan. Yang ada banyak kesepiannya. Tapi itu dulu, karena saat in Ailee sering berkumpul bersama dengan kedua orang tuanya setiap makan pagi dan makan malam. Selain itu setiap weekend kedua orang tuanya selalu mengajaknya holiday. Yang dekat-dekat saja, sebab jika ingin keluar negeri itu belum memungkinkan bagi mamanya.
Sudah dua tahun berlalu mamanya selalu rutin cek up juga pelatihan untuk kembali berjalan seperti dulu, namun belum membuahkan hasil. Mamanya memang bisa berjalan namun tidak kuat lama-lama. Jangankan berjalan, sekedar untuk berdiri saja kakinya selalu bergetar dan berakhir terjatuh ke atas lantai.
Pagi ini Ailee berangkat bersama dengan papinya. Selain itu ada Han dan juga Gail, mereka sengaja datang untuk menyaksikan konferensi hari ini. Sudah satu minggu yang lalu Ailee diberitahu papinya jika dia akan diperkenalkan pada publik sebagai anak tunggal keluarga Fox yang selama ini disembunyikan dari media. Bukan hanya dari media, namun dari teman-teman sekolahannya juga. Hanya beberapa yang tahu jika dia anak konglomerat.
Sebenarnya bukan tanpa alasan Alex menyembunyikannya, ia terpaksa karena kemauan anaknya sendiri. Sejak Cya melahirkan, publik tidak tahu apakah anak yang dikandung itu selamat atau tidak. Pasalnya Alex sengaja menutupi masa kecil Ailee, hingga anak itu berusia lima tahun, wartawan mulai menguliknya lagi sampai dia berumur sebelas tahun. Namun tidak banyak yang mereka temukan. Mereka hanya tahu jika anak keluarga Fox terlahir tunggal dan tidak memiliki sodara.
Hingga seiring berjalannya waktu, Ailee semakin mengerti dan paham siapa dia dan berasal dari keluarga yang seperti apa. Dia meminta papinya untuk tidak mempublikasi dirinya di media sampai dia siap. Ailee hanya belajar dari kisah hidup Briella yang juga menyembunyikan identitasnya untuk keselamatan, dan Ailee melakukan hal yang sama.
"Relax sayang, kamu tidak perlu banyak bicara disana. Papi sudah mengaturnya, kamu hanya perlu muncul dan menampilkan senyum manis mu," tutur Alex.
Tiga puluh menit yang lalu mereka sudah sampai di kantor di sebuah area ballroom kantor milik Alex. Terlihat saat datang tadi, media dan wartawan sudah memenuhi area ballroom. Selain media, ada juga beberapa rekan kerja papinya. Mereka sengaja datang mungkin karena ingin tahu dan melihat langsung wujud anak tunggal keluarga Fox. Karena selama Ailee berada di kantor, ia hanya diam dibalik layar. Ia tidak mau mengekspos dirinya, bahkan hari ini terjadi juga karena paksaan papinya yang katanya akan segera lengser dari jabatannya di kantor.
"Lagian kenapa papi sama mama gak punya anak lagi sih?! Kalo ada kan gak perlu aku yang ada disini saat ini," ucap Ailee sedikit kesal.
"Kamu saja tidak kami urus sejak kecil, bagaimana bisa kami punya anak lagi, sayang. Lagi pula kamu sudah cukup untuk mama dan papi. Kamu sangat berharga dan sangat membanggakan."
Tidak seperti kebanyakan anak konglomerat lain yang suka foya-foya dengan harta keluarga. Ailee justru kebalikannya. Dia jarang sekali menghamburkan kartu debitnya. Yang setiap bulannya bukannya berkurang malah semakin bertambah jumlahnya.
Bukan Ailee so baik atau karena kurang bergaul. Dia tidak kudet dan tidak kurang bergaul, dia hanya pandai memanage uangnya saja. Paling-paling habis banyak ya untuk memodif kendaraan miliknya atau mungkin menginvestasikannya pada apartement atau yang lainnya. Ailee selalu memikirkan masa depannya meskipun dia tidak tahu apakah umurnya akan sampai ke masa depan itu atau tidak. Yang jelas dia hanya jaga-jaga. Menabung sejak dini untuk dinikmati di hari tua.
"Bisa gak aku gak usah hadir? Kasih foto aku aja di layar belakang papi," usul Ailee.
"Sembarangan, gak bisa sayang. Itu gak sopan."
Ailee mendengus pelan lalu menyandarkan kembali tubuhnya pada sofa di belakangnya. Mereka saat ini tengah menunggu. Beberapa menit lagi acara dimulai.
"Kalingga datang hari ini, sekalian dia akan memulai kerja samanya dengan perusahaan kita. Kamu yang akan menanganinya," ucap Alex.
What the hell?! Rencana apalagi ini?
Apa harus Ailee yang menanganinya langsung? Bukannya papinya juga masih berada di perusahaan dan belum lengser. Selain itu ada Gail juga bersama Han. Kenapa bukan mereka saja?!
"Pi, aku-,"
"Maaf tuan, nona, sudah waktunya menuju ke acara. Semuanya sudah berkumpul di aula," ucap asisten Han.
"Ayo," ajak Alex.
Ailee mengerang pelan dan berjalan pelan mengikuti papinya. Dia tidak bisa kabur sebab tangannya ditarik oleh sang papi. Benar-benar memaksa.
Di aula, semuanya sudah berkumpul. Di jajaran depan dikhususkan untuk tempat duduk tamu undangan vvip dan vip. Di bagian belakangnya untuk para jurnalis, wartawan dan tamu undangan biasa.
"Jangan nunduk, nanti calon mantu papi gak bisa lihat wajah kamu," peringat Alex.
"Pi, aku sama Kalingga udah gak ada hubungan apa-apa. Ayolah move on. Aku juga udah move on, sekarang waktunya papi sama mama yang move dari masa lalu."
Alex mengernyit bahkan sampai menghentikan langkahnya, dia berbalik dan menatap wajah anaknya yang terlihat frustasi.
"Papi gak ada ngomong kalo calon mantu papi itu Kalingga deh," ucapnya keheranan.
Ailee meneguk ludahnya kasar, ya benar juga apa yang dikatakan papinya ini. Beliau tidak ada menyebut nama Kalingga dan hanya menyebut calon mantu saja. Tapi tetap saja Ailee berpikiran jika maksud ucapan papinya akan ke arah mana. Papinya sangat bucin pada mamanya, dan sudah pasti beliau ini dipengaruhi untuk mengikuti kemauan mamanya.
"Ya emang papi gak ada sebut nama dia. Tapi aku yakin arahnya kemana. Papi sama mama kan sama aja, pro sama Kalingga. Padahal aku anak papi."
Alex terkekeh pelan lalu mengacak acak pelan kepala anaknya. "Serius papi gak ada niatan ke arah sana meskipun udah dipaksa mama. Papi masih menghargai pilihan dan kemauan kamu, karena kamu yang nantinya akan menjalani kehidupan tersebut."
"Kalo emang masih sayang, jangan batu. Kasihan itu anak orang udah berjuang cari kamu selama tiga tahun ini. Ingat sayang, penyesalan ada di akhir kisah, bukan di awal. Pikirkan baik-baik," sambung Alex tersenyum. Pria itu pun melanjutkan jalannya sembari menarik lengan anaknya lembut.
Tbc.
Ailee udah parno duluan🤣🤏