menceritakan petualangan seorang pemuda di dunianya yang penuh dengan mysteri dan tragedy. Novel ini berfokus kepada tragedy yang terjadi di sekitar anak laki-laki bernama Klein lewinston yang selalu mendapatkan masalah di kehidupannya setiap saat.
suatu hari Klein mengetahui bahwa dirinya bisa kembali ke masa dia hidup setelah dirinya mati. lebih tepatnya Klein memutar balik waktu ketika dirinya mati.
klein menganggap kemampuan itu adalah kutukan, karena dirinya tetap merasakan rasa sakitnya kematian sebelum memutar balik waktu.
suatu hari ia menemukan seorang gadis yang sedang dikejar oleh para pembunuh yang mengincarnya. Klein tidak sengaja terlibat dalam hal itu dan dirinya malah terobsesi untuk menyelamatkan gadis tersebut.
dari sinilah kisah perjalanan Klein akan dimulai. ini bukan kisah untuk menyelamatkan seseorang. ini adalah kisah perjalanan hidup seorang pemuda yang tidak memiliki akhir.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon a human who love fiction, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
chapter 34. terlahirnya Klein lewinston yang baru IV
Klein dan juga keluarga gadis yang ia cari saling memperkenalkan diri satu sama lain dan menjadi akrab. Klein mendapatkan beberapa informasi penting tentang kejadian pada hari itu. Salah satunya adalah amnesia yang diderita gadis tersebut akibat terkena benturan pada saat kekacauan di jembatan.
sesuai yang ada di laporan yang Klein lihat sebelumnya, kondisi gadis tersebut persis sama dengan yang tertulis. Mata sebelah kirinya buta dan kaki sebelah kanannya di amputasi. Bahkan tenggorokannya terluka parah dan harus di perban karena terbentur kursi besi yang ada di bus pada saat itu.
Keluarga gadis itu juga mengetahui bahwa Klein kehilangan ingatannya dan bersimpati padanya karena hal itu. Namun tidak dengan diri Klein sendiri, ia masih meragukan dirinya sendiri.
Gadis tersebut bernama Lucy maryrose, ia sekarang mengenakan kursi roda untuk berjalan.
Klein datang setiap hari ke rumah sakit itu untuk membantu gadis tersebut dalam kegiatan sehari-harinya. Mulai dari membantu menyuapi makan, mendorong kursi roda, dan mengajaknya jalan-jalan, sampai menemaninya hingga tertidur. Klein melakukan semua itu bukan karena ketulusan, namun karena perasaan bersalah.
1 Minggu berlalu dan Klein bertemu dengan 3 orang yang tiba-tiba mendekatinya Terus-menerus. Klein terbawa arus dan mereka menjadi semakin dekat setiap harinya. Bahkan 3 teman Klein tersebut sempat ikut mengunjungi gadis yang dirawat di rumah sakit itu.
3 orang itu adalah Theodore, sally, dan mary. Theodore dan sally pindah dengan alasan sudah capek dengan lingkungan orang-orang elite dan memilih pindah sekolah. Sementara mary pindah dengan alasan ingin satu sekolah dengan kakaknya. Theodore dan mary adalah anak dari keluarga roosevelt.
Klein heran dengan hubungan adik kakak mereka. Di sisi lain mereka terlihat tidak akur, namun mereka saling peduli satu sama lain dengan cara sembunyi-sembunyi. Mereka sama-sama tidak mau mengakui bahwa diri mereka sendiri menyayangi saudaranya.
Beberapa hari berlalu dan tiba-tiba muncul lagi murid pindahan yang entah kenapa dia di pindahkan ke sini. Theodore dan lainnya memperkenalkan anak pindahan itu kepada Klein dengan paksa. Anak tersebut juga terlihat seperti tertekan oleh sesuatu.
Anak pindahan itu awalnya galak dan sinis seperti preman. Namun seiring waktu berlalu dan mereka semakin dekat, anak tersebut menjadi lebih bersahabat dan juga lucu. Hanya saja hobinya ternyata suka menghalu menjadi seorang karakter dalam sebuah anime dan film.
Anak tersebut bernama henry Voldemort. Klein sempat mencurigai sesuatu karena marga anak tersebut adalah Voldemort. Namun Klein merasa sepertinya itu tidaklah sebuah masalah. Selagi mereka berteman baik, itu sudah cukup baginya.
Beberapa Minggu berlalu dan pertemanan mereka semakin dekat. Klein mulai mengetahui tentang beberapa rahasia teman-temannya yang ternyata menyembunyikan identitasnya.
Sally kepergok sedang menjalankan misi di sekolah memakai laptop super canggih yang selalu ia bawa kemana-mana. Dari situlah Theodore menjelaskan tentang organisasi mereka yang bernama 'esper dominion' atau biasa di singkat 'E.D'.
Hari itu juga terbongkar tentang Klein yang ternyata merupa sebuah objek pengawasan mereka. Klein akhirnya menyadari bahwa dirinya belum sepenuhnya dipercaya oleh pihak yang menemukannya pada hari itu.
Hari itu juga Theodore menjelaskan tentang Henry yang sebenarnya adalah seorang kriminal. Namun karena dirinya masih seorang pelajar, ia menjadi tahanan rumah seperti Klein. Untuk mempermudah kerja, henry pun dipindahkan sekolah ke sekolahnya Klein agar bisa diawasi oleh kelompok Theodore juga.
Klein akhirnya memahami semua pendekatan tidak masuk akal yang teman-temannya lakukan. Klein mulai meragukan pertemanan mereka. Namun Teman-temannya Klein berkata, “mungkin hubungan kita awalnya merupakan sebuah kebohongan belaka. namun seiring waktu berjalan. aku tidak menyadari bahwa aku nyaman bersama kalian.”
Klein kehilangan keraguannya dan tersenyum. Itu adalah senyuman pertama Klein yang diperlihatkan kepada teman-temannya.
Klein akhirnya berjanji untuk tidak menyebarkan informasi itu. Teman-temannya percaya dengan Klein dan mereka semakin akrab.
Suatu hari tiba-tiba gadis yang di rawat di rumah sakit sudah bisa dibebaskan untuk keluar dari rumah sakit. Klein yang senang mendengarnya Langsung menjenguk gadis itu.
Kaki sebelah kanan gadis itu sudah digantikan dengan kaki robot yang sudah disesuaikan oleh otaknya. Namun sayang sekali, untuk matanya tidak ada yang bisa dilakukan lagi.
Klein awalnya ingin mendonorkan matanya kepada gadis itu. Namun gadis tersebut menolak dengan senyuman yang tulus.
Kabar baiknya gadis tersebut ternyata tidak lama ini tiba-tiba membangkitkan bakatnya. Ia sekarang bisa Memanipulasi bunyi di sekitarnya. Suara yang terdengar kecil bisa di perbesar, sedangkan yang terdengar nyaring menjadi di perkecil. Namun sayang sekali ia belum bisa mengendalikannya dengan sempurna. Gadis itu pun menjadi jarang berbicara, karena suaranya terkadang menjadi seperti speaker ataupun bisa menjadi suara sekecil semut. 'gedung putih' mencoba membantu menangani hal tersebut secepat mungkin.
Gadis itu juga perlahan mulai mengingat beberapa ingatannya yang hilang. Walaupun efek sampingnya adalah terkadang kepalanya tiba-tiba sakit tanpa alasan.
Berbanding terbalik dengan Klein yang sampai sekarang tidak memiliki kemajuan apapun. Ia masih merasa asing dengan dirinya yang baru itu. Dirinya merasa sudah mencuri tubuh orang lain yang tidak dirinya kenal. Ia sempat berpikir apakah tidak masalah menggunakan tubuh ini sebagai wadah untuknya hidup. Karena ia merasa dirinya yang sekarang bukanlah dirinya yang dulu.
Adiknya yaitu alice juga mengatakan bahwa dulu Klein lebih sering di luar rumah daripada di dalam rumah. Namun Klein sekarang lebih nyaman di rumah dan bahkan ayahnya membelikan beberapa peralatan bermain game online di kamarnya.
Walaupun seperti itu, orang tua Klein justru senang dengan Klein yang sudah berubah. Karena diri Klein yang dulu seperti tidak memerlukan kasih sayang orang tuanya sedikitpun. Bahkan terkadang Klein tidak makan malam bersama Keluarganya.
Klein yang dulu terkenal dengan dirinya yang suka berkeliling kota dan membuat kekacauan. Seperti berkelahi dengan preman, menghancurkan bar minuman keras, dan juga menghajar markas para pencuri dan menghancurkannya seorang.
Semua perbuatan Klein bisa dibilang tidaklah salah dalam pandangan publik. Namun ia sering melanggar hukum karena tindakannya yang semena-mena itu. Bahkan beberapa orang hampir mati karena dihajar oleh Klein.
pihak berwenang tidak bisa menangkapnya karena Klein masih di bawah umur. Namun karena itulah Klein memanfaatkan hukum tersebut agar dirinya tidak tertangkap.
Klein yang dulu juga diceritakan memiliki kecerdasan yang sangat jauh dibandingkan manusia pada umumnya. Ia bahkan bisa menjatuhkan perusahaan orang lain dengan mudah jika dirinya mau. Walaupun caranya sangatlah licik, namun ia yang dulu bangga melakukan hal seperti itu.
Walaupun sifatnya sangatlah liar, klein yang dulu tidak pernah sekalipun membuat keluarganya mendapatkan masalah. Walaupun dirinya tidak pernah menuruti kata kedua orang tuanya.
Berbeda dengan Klein yang sekarang merasa takut dengan dirinya yang dulu. Adiknya Alice justru menyukai kakaknya yang seperti itu. Kakak yang baik hati, cerdas, dan sudah pasti dapat diandalkan.
Hari berlalu dan gadis yang dirawat di rumah sakit sebelumnya sudah mulai mengikuti pelajaran di sekolah. Ia masuk di kelas yang sama dengan Klein.
Awalnya semua baik-baik saja tanpa ada hal buruk apapun yang terjadi. namun tiba-tiba gadis tersebut mengingat sesuatu tentang Klein yang membuatnya seketika berteriak dan membuat seluruh sekolah mendengar teriakannya.
disclaimer aja, novel ini akan penuh dengan mysteri dan plot tak terduga.
jadi jangan baca pas lagi gak enak badan, yang ada malah tambah pusing.
nanti lagi kalau mood