Fiksi kungfu, lokasi bukan di bumi, kultivasi kungfu
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Pencari keabadian, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Seleksi
Dua tahun enam bulan berlalu dengan cepat.
Ceng Hua telah mencapai Tahapan Jiwa Baru III sedangkan Ceng Dao masih tetap di Tahapan Jiwa Baru I.
Di aula latihan murid-murid terlihat Ceng Xu sedang berbicara.
“Kalian sudah berlatih keras selama dua setengah tahun, hari ini adalah test untuk memilih tujuh pemain pedang terbaik untuk ikut kompetisi pedang di Negeri Es, enam bulan mendatang”.
“Kalian tidak boleh membunuh dan tidak boleh membuat lawan menjadi cacat, aku yang akan menjadi juri dan semua keputusanku adalah mutlak !”ucap Ceng Xu.
Dua puluh murid kemudian mengambil nomor undiannya masing-masing.
Beberapa orang telah melakukan pertarungan hingga akhir nya tiba giliran Ceng Dao dan Rong Rong.
Keduanya maju ke tengah area pertarungan.
“Kak Ceng Dao maaf hari ini aku akan mengalahkan Kakak”.
“Tidak perlu meminta maaf, dan lagipula belum tentu kau yang akan menang, Rong Rong”.
Tak lama kemudian pertarungan dimulai dimana Ceng Dao mempergunakan jurus Pedang Hembusan Angin sedangkan Rong Rong menggunakan jurus Tarian Pedang Phoenix.
Pertarungan mereka tak ayal mengingatkan Ceng Xu akan pertarungannya dengan Toan Qi.
Beberapa kali serangan pedang angin dari Ceng Dao hampir mengenai Rong Rong, tapi tubuh mungil Rong Rong walau dengan agak kesusahan tetap dapat menghindarinya.
Gerakkan Rong Rong sangat cepat sehingga membuat semua murid-murid divisi pedang memperhatikan dengan seksama termasuk Ceng Hua yang saat ini Tahapan Ilmu Jiwa Baru nya paling tinggi diantara rekan-rekan divisi pedang.
“Gerakkan Rong Rong lebih cepat daripada gerakanku “pikir Ceng Hua.
Sebuah serangan dari Rong Rong dengan ilmu Tahapan Jiwa Baru yang satu tingkat lebih tinggi dari Ceng Dao telah membuat pedang Ceng Dao terlempar.
Ceng Dao mundur kebelakang ketika pedang Rong Rong mengarah ke jakun Ceng Dao.
Sampai Ceng Dao melewati sebuah lingkaran, baru Rong Rong menghentikan serangannya.
“Bagus Rong Rong, kamu menang”ucap Ceng Xu sambil tersenyum.
“Terima kasih Master Ceng Xu”.
“Maaf Kakak Ceng Dao”ucap Rong Rong.
“Tidak perlu minta maaf Dik Rong Rong, kamu memang lebih pantas mewakili Divisi pedang ke Negeri Es.
Setelah mereka berdua selesai bertarung, seleksi tetap berlanjut sampai akhir nya nama Ceng Hua dipanggil.
Lawan Ceng Hua adalah Pang Tong.
“Adik Ceng Hua silahkan memulai”.
“Baiklah, harap Kakak Pang Tong berhati-hati “.
Keduanya pun mulai terlibat pertarungan pedang, Ceng Hua memainkan jurus Tarian Pedang Phoenix dan ternyata Pang Tong pun memainkan jurus yang sama.
Gerakan mereka tidak seperti orang yang bertarung melainkan seperti berlatih bersama .
Mereka bergerak dan berputar ke sana kemari bahkan bukan seperti orang berlatih pedang melainkan bagai dua orang penari.
Terlihat baik Pang Tong maupun Ceng Hua sangat menikmati pertarungan mereka.
Beda dengan Ceng Dao yang merasa sangat cemburu.
“Sial kenapa Ceng Hua dari tadi belum menyelesaikan musuhnya, malah keduanya tersenyum-senyum”pikir Ceng Dao dengan wajah kusut.
Pertarungan mereka berlangsung cukup lama, sampai akhirnya Ceng Hua berhasil membuat baju Pang Tong robek terkena tebasan pedang.
Pang Tong yang terkejut mundur tiga langkah sehingga melewati lingkaran pertarungan.
“Hahahaha bagus bagus bagus, Pang Tong kau sudah kalah “.
“Baik Master”ucap Pang Tong dengan legawa.
“Selamat Adik Ceng Hua”ucap Pang Tong dengan tulus.
“Terima kasih, ini hanya keberuntungan “ucap Ceng Hua merendah.
Seleksi terus berlanjut, sampai akhirnya tinggal tiga pasangan,Ceng Xu menghentikan pertandingan.
“Murid-muridku sekalian aku sangat senang melihat kemajuan permainan pedang kalian semua, tiga pasang terakhir akan pergi ke Negeri Es dan aku telah memilih satu dari kalian yang tidak masuk enam besar …… yaitu Pang Tong”.
Pang Tong sangat terkejut dan bahagia mendengar keputusan Ceng Xu.
“Diantara seluruh guru yang pernah kutemui, Ceng Xu adalah yang paling baik dan bijaksana, dia tidak berat sebelah dengan memilih Ceng Dao” pikir Pang Tong.
POV
Pang Tong adalah pendekar yang berasal dari dunia bawah.
…
Tiga juta kilometer jauhnya dari planet Zurkuxx terlihat Tanpa Nama sedang bertarung sengit dengan tiga mahluk berkulit merah dan masing-masing dari tiga mahluk tersebut memiliki sepasang tanduk di kepalanya.
Mereka telah bertempur selama tujuh puluh dua jam.
Pertarungan mereka disaksikan oleh jutaan mahluk merah yang berada diatas batu hitam raksasa dan oleh Kepala Keluarga Naga yang berada di Istana Langit.
“Argghh !!!” teriak Groxx ketika tangannya tertebas putus oleh cahaya golok yang dilepaskan oleh Tanpa Nama.
Sebuah rantai berwarna emas segera menyerang Tanpa Nama, yang dapat dihindari oleh Tanpa Nama sehingga serangan Tanpa Nama ke Groxx terhenti.
“Groxx, Myrtexx, cepat kita satukan tenaga kita !”perintah Abdraxxir.
Groxx dan Myrtexx segera segera meletakan tangan mereka di bahu Abdraxxir.
Tangan Abdraxxir mulai mengeluarkan cahaya berwarna hijau dan menembakkannya ke arah Tanpa Nama.
“Huuh cahaya petromaks hendak menghadapi cahaya mercusuar “sindir Tanpa Nama yang kemudian tangannya pun mengeluarkan cahaya emas raksasa ke arah Abdraxxir.
Cahaya keemasan seakan cahaya hijau dan terus mengenai Abdraxxir , Groxx dan Myrtexx.
“Aaaaaarrrghhhh”teriak mereka bertiga secara bersamaan.
Tubuh mereka bertiga pun berubah menjadi debu serta roh mereka pun hancur.
Cahaya keemasan terus melaju sampai akhirnya mengenai batu hitam raksasa.
Duonngh.
Batu raksasa itu bergetar dan banyak dari mahluk merah yang terjatuh dari batu hitam raksasa.
“Gggggrrrrrrrrrrrrhhhhhh, mahluk gila mana yang berani memukulku !”teriak suara dari batu itu.
Mahluk-mahluk merah pada pucat wajahnya karena batu hitam raksasa yang biasa mereka tumpangi untuk perjalanan antar bintang adalah mahluk hidup.
Batu besar raksasa terus bergetar dan berubah bentuk menjadi sosok golem raksasa dan telapak tangannya meraup ratusan mahluk merah yang terbang melarikan diri, kemudian memasukkan mahluk-mahluk merah itu ke dalam mulut nya.
Golem raksasa itu untuk sementara asyik menangkap dan memakan mahluk-mahluk merah.
Golem hitam menghentikan aksinya , membiarkan mahluk merah melarikan diri kearah Planet Zurkuxx, melihat kearah Tanpa Nama.
“Siapa kau dan mengapa kau tidak takut kepadaku mahluk kecil ?”
“Aku Tanpa Nama dan mengapa aku tidak takut padamu, itu juga aku tidak tahu”jawab tanpa nama dengan tenang.
“Tanpa Nama … hahahaha, nama yang aneh … eh apakah kau sanggup menerima pukulanku ?”tanya Golem Hitam.
“Bisa atau tidaknya, akan kita lihat setelah kau memukulku”.
“Bagus .. hahaha… terima pukulanku “.
“Blaaaaaanggggggggg”
Dua pukulan bertemu.
Singkat cerita pertempuran mereka berdua membuat adanya rekahan di luar angkasa, yang kemudian menjadi lubang besar yang menghisap mereka berdua dan beberapa juta mahluk merah tersedot ke dalamnya, yang kemudian menutup kembali.
Sekitar satu juta mahluk merah yang selamat sekarang menuju ke Planet Zurkuxx.
Di Istana Langit, sosok Tanpa Nama terlihat sangat pucat.
“Sebagian besar diriku tersedot entah kemana, aku akan menutup Istana Langit ini paling sedikitnya seratus tahun”.
“Kau dan Keluarga Naga kubebaskan sekarang”.
“Terima kasih Kaisar Langit” kata Kepala Keluarga Naga.
Kepala Keluarga Naga tiba-tiba saja sudah berada di atas gunung dan tak lama kemudian bermunculan para anggota Keluarga Naga.
Istana Langit dengan pelan tapi pasti mulai tertutup oleh kubah tembus pandang.
Bersambung :))