Indonesia
NovelToon NovelToon
Cintai Aku

Cintai Aku

Status: sedang berlangsung
Genre:Perjodohan / Cinta Seiring Waktu / Orang Disabilitas
Popularitas:20.7k
Nilai: 5
Nama Author: elaretaa

Di balik senyum ceria Nadia, tersimpan ketangguhan luar biasa. Meski ia tidak bisa bicara dan berasal dari keluarga sederhana, kecerdasannya membawa Nadia meraih beasiswa di universitas swasta ternama.

Namun, dunianya yang begitu sempurna seketika runtuh saat kedua orang tuanya tewas dalam kecelakaan tragis. ​Demi masa depannya, Nadia membalut lukanya dengan senyuman. Sayangnya, badai kembali datang seolah tidak membiarkan Nadia hidup dengan tenang, hingga ia bertemu dengan seorang pria yang membantunya dari kejamnya dunia.

Bagaimana cerita selanjutnya? Apa yang terjadi pada Nadia? Siapakah pria yang membantu Nadia?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon elaretaa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 34

Manik mata hitam pekat Aksa menatap lurus ke dalam mata bulat Nadia yang bergetar. Sorot mata pria itu tidak lagi dingin ataupun berjarak, melainkan menyiratkan gelombang hasrat yang membuncah dan penguasaan mutlak yang selama ini ia pendam.

​"Nadia, mulai sekarang kamu milikku dan aku milikmu," ucap Aksa, dengan menggerakkan bibirnya perlahan agar Nadia mengerti perkataannya.

​Sebelum Nadia sempat merespons, Aksa menundukkan kepalanya. Bibir hangat pria itu menyapu bibir Nadia dengan lembut pada sentuhan pertama, namun ci*man itu dengan cepat berubah menjadi lebih intens dan menuntut begitu Aksa merasakan jemari lentik Nadia meremas pelan lengannya.

​Ci*man yang semula perlahan berubah menjadi sebuah penguasaan yang dalam, Aksa melum*t bibir merah muda istrinya dengan dominasi yang membuat napas Nadia seketika tercekat. Aroma sandalwood yang pekat milik Aksa sepenuhnya mengurung kesadaran Nadia, melumpuhkan seluruh perlawanan dan keraguan yang sempat singgah di benaknya.

​Nadia menutup matanya rapat-rapat, membiarkan dirinya terseret ke dalam pusaran ga*rah yang diciptakan oleh suaminya. Tangannya yang gemetar perlahan naik, melingkar erat di leher bidang Aksa dan membalas sentuhan pria itu, yang membuat rahang Aksa mengeras karena gelombang emosi yang teramat kuat di dadanya.

​Aksa melepaskan tautan bibir mereka sesaat untuk membiarkan Nadia mengambil napas, namun jarak yang tercipta hanya sekilas sebelum pria itu kembali menelusuri rahang mulus Nadia, turun ke leher jenjangnya yang tulus dan meninggalkan jejak-jejak yang membuat tubuh Nadia melengkung kecil karena geli sekaligus terbuai.

Dengan gerakan sabar, Aksa mulai melepaskan satu per satu kancing yang berderet rapi di bagian belakang gaun pengantin Nadia. Setiap gesekan kain yang terlepas menghadirkan desiran halus di kulit sensitif gadis itu, membuat Nadia refleks meremas seprai tempat tidur dengan jemarinya yang bergetar hebat.

​Nadia menundukkan kepalanya, rasa malu yang luar biasa bergemuruh di dadanya, namun tatapan mata Aksa yang penuh kelembutan sekaligus hasrat yang membara melunturkan setiap keraguan yang tersisa. Begitu gaun itu berhasil diturunkan dan disingkirkan dari tubuhnya, Nadia hanya menyisakan pakaian dalam tipis yang membalut lekuk tubuh rampingnya.

​Aksa menelan ludahnya kasar, penglihatan itu membuat rahangnya mengeras. Tanpa ragu lagi, Aksa menarik pakaian terakhir yang membatasi mereka dan menanggalkan seluruh pakaiannya hingga tubuh keduanya kini benar-benar bersatu tanpa jarak, kulit bertemu kulit dalam sentuhan paling intim yang pernah mereka rasakan seumur hidup.

​"Kamu milikku, Nadia. Seutuhnya," ucap Aksa tepat di dekat telinga istrinya, suaranya terdengar begitu serak, berat dan sarat akan kepemilikan.

​Nadia tidak mampu membalas lewat kata-kata, ia hanya bisa melingkarkan kedua lengannya semakin erat di leher bidang Aksa, sentuhan tangan Aksa yang kokoh dan hangat menelusuri setiap jengkal tubuh Nadia dengan penuh kasih sayang.

Malam semakin larut, namun di dalam kamar tidur utama berukuran luas dengan kaca panorama raksasa yang memperlihatkan kerlip lampu ibu kota itu, waktu seolah berhenti. Seluruh riuh rendah dunia luar lenyap, menyisakan deru napas yang saling berkejaran di bawah temaram lampu kamar yang hangat.

​Aksa menatap wajah Nadia yang bersemu merah jambu akibat rasa malu dan debaran yang luar biasa. Manik mata pekat pria itu menyapu setiap inci wajah jelita istrinya, menangkap sisa-sisa ketegangan yang perlahan mencair berganti dengan kepasrahan penuh cinta. Jemari Aksa terulur, menyelipkan helai rambut hitam Nadia yang basah oleh keringat tipis di pelipis, lalu menangkup rahang mulus gadis itu.

​"Jangan takut," ucap Aksa, suaranya terdengar begitu berat dan serak, namun mengandung kelembutan mutlak yang hanya ia berikan kepada wanita di hadapannya.

​Nadia membalas tatapan itu dengan binar mata bulatnya yang jernih, mengangguk perlahan sebagai tanda penyerahan diri yang utuh. Ia menarik napas dalam-dalam, membiarkan aroma maskulin yang menguar dari tubuh Aksa merasuk sepenuhnya ke dalam indra penciumannya, memberikan rasa aman yang belum pernah ia rasakan seumur hidupnya.

​Aksa kembali merendahkan tubuhnya, c*uman yang ia berikan kali ini terasa jauh lebih dalam dan menuntut. Bibir hangat Aksa mel*mat bibir merah muda Nadia dengan ritme yang memabukkan, menuntun gadis itu untuk mengikuti alunan ga*rah yang ia ciptakan. Nadia, dengan segala kepolosan dan rasa gugupnya, perlahan mulai membalas sentuhan tersebut dan melingkarkan kedua lengannya semakin erat di leher bidang Aksa hingga kuku-kukunya meresap lembut di kulit suaminya.

​Sentuhan tangan Aksa mulai menelusuri lekuk tubuh Nadia dengan penuh kekaguman, setiap jengkal kulit sensitif yang disentuh oleh telapak tangan hangat pria itu memantik desiran halus, membuat tubuh Nadia melengkung kecil dan mendesah tertahan di sela tautan bibir mereka. Aksa memperlakukan Nadia bukan hanya sebagai objek hasrat, melainkan sebagai sebuah karya seni paling berharga yang baru saja ia miliki seutuhnya.

​Penyatuan itu terjadi dalam keheningan yang sarat akan emosi. Ketika Aksa merangsek masuk menyatukan diri mereka, Nadia sempat menahan napasnya sesaat dan merasakan sengatan rasa asing yang mendesak di dadanya. Namun, Aksa langsung menghentikan gerakannya dan membiarkan tubuh mereka beradaptasi sembari mengecup kelopak mata Nadia yang terpejam erat, menyalurkan ketenangan lewat setiap belaian di punggung dan pinggang ramping istrinya.

​"Kamu milikku... hanya milikku, Nadia," gumam Aksa berulang kali di dekat telinga gadis itu, suaranya bergetar menahan gelombang kenikmatan dan emosi yang meluap-luap.

​Saat ritme itu perlahan mulai terbangun, kamar tidur utama tersebut dipenuhi oleh alunan harmoni cinta yang teramat intim. Setiap sentuhan, setiap dekap erat dan setiap tatapan mata yang terkunci di antara keduanya menghapus seluruh luka, trauma, serta kepedihan masa lalu Nadia.

Di bawah naungan malam dan dekapan sang suami, Nadia menemukan rumah, tempat di mana jiwanya yang sempat hancur kini disatukan kembali secara sempurna.

​Hingga beberapa jam kemudian, ketika badai ga*rah itu mereda dan menyisakan kelelahan yang manis, Aksa menarik selimut tebal untuk menutupi tubuh mereka. Ia merebahkan diri dengan posisi menyamping dan membiarkan kepala Nadia bersandar nyaman di atas dada bidangnya yang masih berdegup kencang, sementara satu tangan kokohnya mendekap erat pinggang sang istri.

​Aksa mengecup puncak kepala Nadia penuh kasih sayang, memejamkan mata di dalam dekapan malam yang hangat dan menyadari bahwa hidupnya tidak akan pernah sama lagi semenjak kehadiran gadis bermata bulat itu di sisinya.

.

Cahaya matahari pagi merayap pelan melalui celah tirai otomatis di kamar tidur utama berukuran luas tersebut dan membawa kehangatan kedalam kamar utama.

​Nadia perlahan mengerjapkan kelopak matanya, rasa lelah yang sempat mendera sekujur tubuhnya semalam kini berangsur-angsur melebur dan digantikan oleh sensasi hangat yang menggelitik di rongga dadanya.

​Saat Nadia mencoba menggerakkan tubuhnya, ia langsung menyadari bahwa ia tidak bisa bergerak bebas. Sepasang lengan kokoh milik Aksa melingkar erat di pinggang rampingnya, mengunci tubuhnya dengan posesif namun lembut agar tetap berada dalam dekapannya

.

.

.

Bersambung.....

1
Aidil Kenzie Zie
lagian Nadia nggak langsung cas HP
coba dicas dan kabari Aksa biar nggak mikir yang aneh-aneh 🥰🥰🥰
Felycia Fernandez
bisa bisa nya lupa ma istri sendiri...
se brutal apa pun masalah kalau istri yang utama di hati pasti langsung mentok di istri...😤
erviana erastus
selisih lagi satu mencari satux lagi pulang 😏
erviana erastus
omg nadia ini nambahin masalah aza duduk diam dit4 knp sih? 🤬
Asri Yunianti
Jangan sampai terjadi apa² dg nadia
erviana erastus
aksa dilawan hadehhh habis lah kalian semua
LIANI LA BUNGA YANI
lanjuuiuuuuuuuuut😍
LIANI LA BUNGA YANI
😍😍😍
LIANI LA BUNGA YANI
ciiiiie🤣😍
LIANI LA BUNGA YANI
selamaaaat berbahagiaaaaaaa😍
LIANI LA BUNGA YANI
😭😭😭😭
LIANI LA BUNGA YANI
🥹🥹🥹😭😭😭😭😭😭😭
Felycia Fernandez
anget anget donk hidungnya ada cabai nya 😆😆😆
Titik Subekti
smangat nadia jgn pernah kalah walau kita punya kekurangan
falea sezi
kasih tablet lah pak atau hape biar g nulis terus istrinya atau belajar bahasa isyarat
Felycia Fernandez
keren...nggak perlu pake tulisan lagi
Raisha
mantap,Aksa dah belajar bahasa isyarat😃...Nadia jadi tambah nempel tho itu😂😂😂
erviana erastus
ratih2 dasar manusia serakah, emang kamu bisa meras aksa 🤣 jgn kan uang hidupmu bakalan hancur semoga aza nggak masuk penjara
Felycia Fernandez
melawan orang kaya sama aja cari mati Ratih..
udah tua bukannya cari hidup damai malah masih mikirin harta orang...

jadi ingat temanku yang di pisahkan dari anak kandung karena keluarga pacarnya nggak merestui.bahkan ketika temanku hamil mereka ngotot minta tes DNA dulu demi membuktikan itu cucu mereka atau bukan.setelah bayi lahir malah mereka merebut hak asuhnya.uang bisa mengatur segalanya..😤
Felycia Fernandez
aku juga mau Nadia 🤤
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!