Indonesia
NovelToon NovelToon
Happy In Sin - Dosa

Happy In Sin - Dosa

Status: sedang berlangsung
Genre:Teen / Cinta Seiring Waktu / Patahhati
Popularitas:1.9k
Nilai: 5
Nama Author: Vienbluu

“Sikapmu sekarang sama seperti wanita murahan.”

“Kau yang membuatku terlihat seperti itu, jadi jangan salahkan aku.”

•••

Giselle Uchiyama tak pernah tahu apa arti sebenarnya dari kebahagiaan sebelum ia bertemu dengan seorang pria yang anehnya dapat membuat Giselle bertingkah gila hanya untuk mendapat perhatian.

Namun…

Bagi Jio Pratama, Giselle hanyalah iblis berparas bidadari yang siap menghancurkan hidupnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Vienbluu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 35

•••

Yesha duduk sendirian di salah satu bangku kosong, di taman kampus.

Pikirannya melayang kembali pada kejadian dua hari lalu. Kejadian di kantin, saat Yohan berulangkali menyebut nama Giselle.

Flashback on

'Yohan, bisakah kau berhenti bertanya tentang Giselle?'

'Maksudku berhentilah menyukainya, dia sama sekali tak pernah melirikmu.'

Setelah perkataannya terhadap Yohan, Yesha bergegas pergi. Karina buru-buru bangkit, meninggalkan Yoshi dan Yohan yang masih terdiam. Ia mengejar Yesha, yang sudah berjalan cepat menuju koridor luar kantin.

"Yesha!" Panggilnya, tapi Yesha tak menggubris.

Karina akhirnya menarik pergelangan tangan sahabatnya itu, memaksanya berhenti, "Hei, kenapa tiba-tiba marah begitu?"

Yesha menepis tangannya dengan kasar, "Aku muak Karina. Aku muak melihatnya terus-terusan menyebut nama Giselle, seolah dunia ini hanya berputar pada Giselle!"

Karina menghela napas, "Kau tahu sendiri kan, Yohan selalu begitu? Lagipula, apa salah Giselle dalam hal ini?"

Yesha mendengus sinis, "Salahnya?”

“Salahnya adalah dia selalu membuat pria yang aku suka tak bisa melihat siapa pun selain dirinya. Salahnya adalah dia bahkan tidak pernah berusaha, tapi tetap saja orang-orang mengorbit di sekelilingnya!"

Karina terdiam, terkejut akan perkataan Yesha namun ia mencoba memahami perasaannya. Ia tahu sejak lama sahabatnya itu menyukai Yohan, tapi ia tak menyangka rasa frustrasi Yesha sudah sedalam ini.

Yesha melangkah cepat, menahan rasa sesak di dadanya. Setiap langkahnya terasa berat, seolah semua perasaan yang selama ini ia pendam akhirnya tumpah ruah.

Ia berusaha mengabaikan panggilan Karina, yang masih memanggilnya dari jauh, namun hatinya sudah penuh dengan kekesalan yang sulit diungkapkan.

Sesampainya di taman kampus, Yesha duduk di salah satu bangku kosong, memandangi bunga-bunga yang bermekaran tanpa benar-benar melihatnya.

Semua yang ada di benaknya hanya tentang Giselle dan Yohan.

‘Kenapa semuanya terasa begitu rumit?’

‘Kenapa aku merasa seperti orang asing dalam hidup mereka?’

Tak lama setelah itu, Karina datang menghampiri. Wajahnya tampak khawatir, tapi kali ini ia tidak langsung berbicara. Ia duduk di samping Yesha dan menatap ke depan, memberi ruang bagi Yesha untuk mengungkapkan apa yang dirasakannya.

"Karina..."

Akhirnya Yesha berbicara, suaranya terdengar serak.

"Kenapa Giselle? Kenapa selalu dia yang jadi pusat perhatian? Kenapa selalu ada pria yang terjebak oleh pesonanya? Padahal mereka tahu Giselle itu milik Jio sekarang."

Karina menatap Yesha dengan lembut, mencoba mencari kata yang tepat.

"Yesha… aku tahu ini sulit untukmu, tapi Giselle tidak pernah meminta semua perhatian itu. Dia hanya... dia hanya begitu. Aku tahu kau merasa terabaikan, tapi itu bukan salahnya."

Yesha menundukkan kepala, "Aku tahu... tapi tetap saja, kenapa dia? Kenapa dia selalu bisa membuat segalanya berjalan begitu mudah? Semua orang, termasuk Yohan, selalu fokus padanya."

Karina terdiam. Yesha tahu bahwa sahabatnya itu berusaha mengerti, tapi kenyataannya, perasaan cemburu dan kesal itu sudah terlalu dalam menggerogoti dirinya.

"Satu hal yang perlu kau ingat, Yesha."

Karina akhirnya berkata dengan hati-hati, "Yohan tidak pernah melihatmu seperti itu, dan Giselle juga tidak pernah berniat merebut atau merusak hubunganmu dengan siapapun."

Yesha mengangkat wajahnya, mencoba menatap Karina dengan mata yang mulai berkaca-kaca, "Tapi aku selalu merasa seperti orang ketiga. Seperti aku bukan bagian dari mereka."

"Yesha, kau bukan orang ketiga. Kau penting, bahkan lebih dari yang kau kira. Hanya saja, mungkin kau belum melihatnya dari sudut pandang yang berbeda.”

“Dan satu lagi, kita tahu Giselle mencintai Jio lebih dari dirinya, jadi kau tidak perlu khawatir." Jawab Karina, mencoba memberikan kenyamanan meskipun ia tahu itu tidak mudah.

Flashback off 

Yesha memikirkan ucapan Karina waktu itu.

Meskipun kata-kata Karina terdengar menenangkan, cemburu yang terpendam dalam diri Yesha seakan semakin membesar.

Saat dia duduk sendiri di bangku taman, memikirkan semua yang terjadi, bayangan Giselle terus muncul di benaknya.

Bayangan itu seakan tak bisa hilang, seperti bayangan yang terus mengikuti ke mana pun ia pergi. Setiap senyum Giselle, setiap kata yang keluar dari mulutnya, semuanya terasa seperti duri yang menusuk di hatinya.

Giselle selalu tampak sempurna di mata semua orang. Tidak hanya Yohan yang tampaknya terpesona, tetapi juga banyak pria lain yang tak bisa menutupi ketertarikan mereka.

Dan di balik itu semua Yesha merasa seperti bayangan, seperti orang yang tidak pernah dilihat atau diperhatikan, terutama oleh pria yang selalu ada dihatinya.

Yohan Cafarera.

"Apa yang kurang dariku?" Gumam Yesha pelan, hampir tidak percaya dengan perasaan yang menguasainya.

"Kenapa semua orang selalu melihatnya dan bukan aku?"

Ia tahu ia harus melepaskan perasaan ini, tapi rasanya sangat sulit.

Cemburu yang ia rasakan tidak bisa hilang begitu saja. Semakin ia mencoba melupakan, semakin besar rasa kesal dan cemburunya. Perasaan itu seolah terus tumbuh, menggerogoti rasa percaya dirinya.

Dengan emosi yang semakin menguasai, Yesha meremas tangan di atas pangkuannya.

"Aku tak bisa terus hidup seperti ini."

•••

Juna dan Kalvin berjalan menyusuri lorong dengan langkah tenang, meski ada kegelisahan yang menyelinap di antara keduanya.

Mereka tahu bahwa informasi yang mereka pegang bisa mengubah banyak hal, tapi mereka juga tahu bahwa tugas tetaplah tugas.

"Apa menurutmu Tuan akan marah jika kita menunda laporan ini?" Tanya Juna, suaranya lebih pelan dari biasanya.

Kalvin meliriknya sekilas sebelum menghela napas.

"Bukan hanya marah, jika Tuan tahu kalau kita menyembunyikan sesuatu selama ini... kita akan tahu bagaimana akhirnya setelah ini."

Juna menggigit bibirnya, menahan diri untuk tidak berkomentar lebih jauh. Ia tahu Kalvin benar.

Keenan bukan orang yang mudah ditipu.

Setibanya di tempat mereka biasa mengumpulkan informasi, seorang pria dengan jas hitam telah menunggu mereka. Ia memberikan sebuah amplop kepada Kalvin tanpa banyak bicara.

"Kak, semua yang kalian minta ada di dalam sini." Kata pria itu sebelum berbalik pergi.

Kalvin membuka amplop itu dan membaca lembaran yang ada di dalamnya. Juna menunggu dengan cemas, hingga akhirnya Kalvin menghela nafas pelan.

"Ini lebih buruk dari yang kita duga."

Juna meraih lembaran itu dan membaca cepat. Matanya membulat saat menyadari fakta yang tertulis di sana.

"Nona Giselle... dia, putri Tuan Keenan dan Krystal Uchiyama?" Suaranya tercekat.

Kalvin mengangguk namun ia juga tampak tak percaya.

"Selama ini aku mengira Nona Giselle hanya putri adopsi keluarga Pratama, dan Tuan muda tidak tahu tentang hal ini sama sekali."

Juna meremas kertas di tangannya, hatinya terasa semakin berat, "Kalau begitu, jika kita melaporkannya, itu akan benar-benar menghancurkan mereka."

"Ya..." Jawab Kalvin lirih, "Tapi jika tidak, suatu saat kebenaran tetap akan terungkap dengan cara yang lebih menyakitkan."

Juna menutup matanya sejenak, mencoba menenangkan diri.

"Jadi, apa yang akan kita lakukan?"

Kalvin menggenggam erat amplop itu. Ekspresinya dingin dan tegas.

"Kita harus tetap melaporkan ini pada Tuan Keenan. Tak peduli seberapa menyakitkan, pada akhirnya mereka akan tahu."

Juna mengangguk pelan, meski hatinya tak rela.

"Baiklah."

•••Vienbluu (annavienbluu)

1
lkzxxvy
bagus
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!