Indonesia
NovelToon NovelToon
Suami Kredit

Suami Kredit

Status: sedang berlangsung
Genre:Komedi / Nikah Kontrak / Menyembunyikan Identitas
Popularitas:8.8k
Nilai: 5
Nama Author: Desau

Jangankan barang, bahkan suami pun bisa dibayar kredit!

Ya, itulah yang dialami Tia. Dia nekat membayar seorang lelaki tampan bernama Sam untuk dijadikan suaminya. Namun karena uang Tia belum cukup, dia terpaksa meminta pembayaran sistem kredit. Bagaimana kocaknya kisah cinta mereka?

"Gaji saya cuma staf admin biasa, Mas. Jadi... tiga juta itu mau saya bayar secara kredit. Cicilan sepuluh kali, tiga ratus ribu per bulan, bunga nol persen. Bagaimana?" - Tiana Anjani.

"Hah?! Mbak bercanda ya?!" - Sam alias Samsudin.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Desau, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 35 - Melayat

Pagi itu, aroma embun segar berpadu dengan kehangatan sinar mentari yang menerobos masuk ke dalam rumah kontrakan sempit tipe 21. Tia sudah bangun sejak subuh. Dengan perasaan berbunga-bunga yang masih meletup-letup di dadanya, ia merapikan tempat tidur dan menyapu lantai kontrakan.

Suara deru mesin mobil berkapasitas besar yang bertengger halus di gang depan menghentikan sapuan tangan Tia.

Pintu depan terdorong pelan. Samsudin melangkah masuk. Pria tegap itu mengenakan kemeja hitam polos berpola rapi yang membungkus otot dadanya. Bahunya tegap, tetapi ada raut lelah yang pekat bercampur keharuan di wajah tampannya.

Tia secepat kilat meletakkan sapunya, melangkah mendekat dengan senyuman paling hangat yang ia punya. Namun, sebelum Tia sempat melontarkan godaan cerianya, Sam sudah lebih dulu melangkah maju dan merengkuh tubuh Tia ke dalam pelukannya. Sam menyandarkan dagunya di bahu Tia, menghembuskan napas panjang yang terasa begitu dalam.

Tia tersentak pelan, merasakan getaran halus dari tubuh suaminya. Kedua tangan Tia perlahan terangkat, mengelus punggung tegap Sam secara lembut.

"Mas Sam... ada apa?" bisik Tia penuh perhatian, suaranya sehalus beludru. "Gimana keadaan Papa di rumah sakit?"

Sam memejamkan matanya rapat-rapat, menikmati kehangatan dan keharuman tubuh istrinya yang menjadi jangkar penenang jiwanya.

"Papa sudah meninggal dunia tadi subuh, Mbak Tia..." ungkap Sam dengan suara pelan dan sarat akan keikhlasan.

Napas Tia tertahan seketika. Kedua tangannya meremas kemeja hitam Sam lebih erat. "Innalillahi wa inna ilaihi raji'un... Mas Sam..."

Sam melepaskan pelukannya perlahan, menatap mata Tia yang memancarkan rasa simpati dan belasungkawa yang amat dalam. Sam tersenyum tipis, mengusap pipi Tia dengan jemarinya yang hangat.

"Aku tidak apa-apa, Mbak..." ujar Sam menenangkan. "Semua urusan masa lalu antara aku, Papa, dan Ibu di kampung sudah tuntas. Papa pergi dengan tenang setelah meminta maaf. Ibu sama Bapak tiri di kampung juga sudah mengikhlaskan semuanya."

Tia menghembuskan napas lega, tersenyum haru seraya menggenggam jemari Sam. "Alhamdulillah... Mas Sam hebat banget. Mas Sam pria paling lapang dada yang pernah aku kenal."

"Karena itu, Mbak..." Sam memajukan wajahnya sedikit, menatap lurus ke dalam manik mata Tia dengan pandangan yang penuh pengharapan, "aku mau minta Mbak Tia ikut sama aku."

"Ikut? Ke mana, Mas Sam?"

"Prosesi penguburan Papa pagi ini," terang Sam lembut namun mantap. "Prosesinya memang digelar secara privat dan tertutup di pemakaman keluarga Norman Corp. Tapi aku tidak mau berdiri sendirian di sana. Aku mau istriku berdiri di sampingku."

Dada Tia seketika berdesir hangat. Binar rasa bangga membuncah di dalam hatinya.

"Dan bukan cuma itu..." lanjut Sam dengan senyuman paling manis yang memperlihatkan lesung pipinya. "Setelah acara pemakaman selesai, aku mau membawa Mbak Tia bertemu dengan Ibu dan Bapak tiriku. Aku mau memperkenalkan Mbak Tia secara resmi sebagai istriku, menantu di keluarga kami."

Tia membatu sejenak. Jantungnya berdegup kencang bagaikan drum yang ditabuh brutal. "M-membawa aku ketemu Ibu dan Bapak di kampung?! Mas Sam... beneran?"

"Beneran, Mbak Tia," goda Sam terkekeh pelan, menyenggol hidung Tia dengan telunjuknya. "Kenapa? Mbak Tia takut dibilang menantu sewaan?"

"Samsudin!" semprot Tia dengan wajah memerah padam, memukul dada bidang Sam pelan. "Awas ya kalau bahas-bahas istilah sewaan itu lagi!"

Sam tertawa lepas, merangkul pinggang Tia dan membimbingnya menuju kamar. "Bercanda, Istriku. Cepat ganti baju ya, pakai gaun hitam yang kita beli di butik Chanel semalam. Mas Hendra dan tim pengawalan sudah menunggu di luar."

Satu jam kemudian, area pemakaman keluarga yang dikelilingi rumput hijau nan asri serta pohon-pohon rindang itu tampak begitu hening dan penuh khidmat. Prosesi pemakaman Papa Norman berlangsung dengan sangat anggun. Hanya dihadiri oleh jajaran direksi utama Norman Corp, Hendra, serta beberapa pengawal pribadi.

Samsudin berdiri tegap di depan liang lahad yang baru saja ditimbun tanah hitam berhias kelopak mawar putih. Ia mengenakan setelan jas hitam kustom yang sangat gagah. Dan di sampingnya, berdiri Tia, tampak begitu anggun dan berkelas dalam balutan gaun hitam simpel nan mahal keluaran Chanel, merangkul lengan tegap Sam dengan erat.

Saat doa bersama dilantunkan, Sam memegang tangan Tia di atas makam sang ayah, membisikkan kata janji bahwa ia akan mengelola warisan tersebut dengan penuh tanggung jawab dan membahagiakan wanita yang kini menggenggam tangannya.

Usai prosesi pemakaman selesai dan para direksi memohon diri dengan bungkukan hormat yang mendalam kepada Sam dan Tia, Hendra melangkah mendekat seraya membawa sebuah tablet.

"Mas Sam, armada helikopter pribadi Norman Corp sudah disiapkan di helipad atas gedung rumah sakit," lapor Hendra sigap. "Penerbangan menuju lapangan kota terdekat dari kampung halaman Mas Sam akan memakan waktu empat puluh lima menit."

Tia membelalakkan matanya kaget. "H-helikopter pribadi?!"

Sam terkekeh melihat reaksi kaget istrinya. "Iya, Mbak. Biar kita tidak usah capek-capek naik bus delapan jam ke kampung. Bapak kan baru sembuh dari asam urat, jadi lebih baik kita cepat sampai."

"Aduh, Samsudin... Hidupku mendadak seperti sinetron sultan..." gumam Tia sambil menepuk jidatnya, membuat Hendra dan Sam tertawa geli bersama.

Empat puluh lima menit perjalanan udara yang memukau bagi Tia berlalu secepat kilat. Dua unit mobil SUV hitam mewah yang disiapkan tim Norman Corp daerah sudah menunggu di lapangan kota, memboyong Sam dan Tia langsung menuju rumah sederhana di pelosok kampung halaman.

1
Rommy Wasini Khumaidi
wah...sultan pulang kampung
Faidah Ida
jujur tentang Tia jg Sam sama ibumu....
Ardan
tunjukan pesona mu bang 😄👍
Rommy Wasini Khumaidi
pamer dong sama Nia,buruan tlp Nia,bilang suaminya CEO,trs habis dibeliin tas,sepatu sama gaun seharga setengah milyar
Ardan
beuuhhh duhai senang hati mbak tia,
adiknya memuji suami,
penasaran ntar as acara perkenalan sang CEO, hebohnya gimana tuh 😄
Ardan
duh mustinya bilang ikut untuk mendampingi dong, greget juga nih udah jadi menantu yg diangkat derajatnya oleh harta mertua, kok ga ada empati sih mbak 😌
Arin
Biar tuh pada bengong Tia dan calonnya melihat siapa pemilik perusahaan dia bekerja
Arin
Mas Sam adalah real pewaris yang menyamar🤣🤣🤣🤣😁😁😁😁
Ass Yfa
masih mikirin pinjol...mb Tia pinjolmu udah lunas dari awal
Ass Yfa
kok bentar lagi tamat....yg manis2 aja belum🤭🤭...masih mngglnya mbk lagi😄😄
Arin
Sudah saatnya Tia bahagia. Biarpun dari awal cuman niat nikah kontrak dengan sistem kredit🤭🤭🤭. Demi bungkam mulut saudara-saudaranya. Malah dapat pewaris kaya raya...
Ardan
sedih sih novel bagus kalo udahan, padahal bab nya baru dikit.
Faidah Ida
jgan mengada2 ya thor, no tamat yah, masih mau liat bucin akutnya Sam ke Tia
Dewi kunti
yaaaaahhh mosok Ndak tamat thor
Maya
melongo melongo dah tuh si Tia. jadi org kaya kamu Tia.😄
Anonim
ibunya Tia sama tantenya apa nanti gak pingsan tau menantunya triyulner
Arin
Bagaikan dapat durian runtuh Mba Tia nikah dengan Mas Sam😁. Nikah yang awalnya hanya tuntutan karena sudah berumur. Malah ternyata dapat sang pewaris perusahaan besar
Faidah Ida
atw bucin akut....
Ass Yfa
mau bukti apalagi Tia...sok..mas Sam tunjukkan
Ardan
tenang sam, akan tiba saatnya pada waktu yang tepat untuk sosok sang milyuner muncul dihadapan mba tia👍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!