Rania menatap tubuh Rina yang terlihat begitu kurus kering seolah tidak memiliki daging, padahal bisa dibilang bahwa Rina memiliki porsi makan yang begitu banyak ketika sedang mengisi perut, namun entah ke mana semua makanan yang sudah masuk sehingga dia terlihat begitu kurus dan pucat.
"Kok Mbak punya air susu?" Rania bertanya dengan nada heran.
Namun pertanyaan itu tidak pernah Rina jawab, tentu saja membuat Rania semakin bingung sehingga dia memutuskan untuk mencari tahu Dan setelah sedikit demi sedikit mengetahui maka Rania yang menjadi sangat syok, terlebih lagi dia juga menyadari bahwa Rina sama sekali tidak memiliki bayi namun dia terus memiliki air susu.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon novita jungkook, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 35. Nasib tragis
Bu RT menghelai nafas panjang ketika dia pulang dari rumah Ilham bersama dengan rombongan para warga lain untuk melihat keadaan Delisa, untuk sekarang mayat Delisa telah dibawa pulang menuju kampung halaman agar dikuburkan oleh kedua orang tua dia saja, jadi para warga sini tidak ada yang melayat atau menggali kuburan untuk mayat wanita itu.
Namun meski Begitu Tetap saja ada rasa lelah di dalam diri ini karena dia harus bertemu dengan orang-orang yang menurutnya begitu menguras tenaga, bu RT adalah tipe yang cukup pendiam dan dia tidak pernah banyak omong selama ini sehingga membuat dirinya ketika bertemu dengan orang yang banyak omong maka akan terasa melelahkan.
Belum lagi Tadi mereka juga sedikit membantu membersihkan rumah milik Ilham itu agar tidak ada lagi ceceran darah milik Delisa di rumah tersebut, sebaik mungkin mereka membantu meski saat ini sudah ada rasa curiga di dalam hati bahwa Ilham memiliki sesuatu yang tidak beres.
Oleh sebab itu ketika pulang ke rumah maka bu RT beranggapan bahwa dia akan istirahat, tak lupa menuju kulkas yang ada di dapur karena dia ingin minum air dingin terlebih dahulu agar rasa dahaga yang ada pada tenggorokan bisa segera hilang, Sebab Dia memang sangat menyukai air dingin seperti ini.
"Kemana Mas Pendri, tadi dia bilang tidak enak badan tapi kok tidak ada di rumah sepertinya ya." bu RT Mencari keberadaan suami dia.
"Pasti cuma alasan saja karena dia merasa malas untuk pergi ke rumah Ilham." bu RT sudah hafal dengan tabiat suami dia.
Krieeeeet.
"Hah!" wanita setengah baya ini tersentak karena pintu kamar mandi terbuka sendiri.
Bau yang tidak sedap juga mulai dapat dia rasakan sehingga ada sedikit rasa takut di dalam hati namun lebih besar rasa penasaran itu, perlahan namun pasti dia segera mendekati kamar mandi untuk melihat apa yang ada di dalam sana Dan mungkin saja itu adalah Pendri yang sedang membersihkan diri di dalam kamar mandi milik mereka.
''Mas?'' bu RT mencoba memanggil ketika dia tinggal beberapa langkah lagi.
''Kamu sedang apa di dalam situ?!'' teriak bu RT karena dia melihat ujung kaki seseorang di dalam sana.
Jreeeeeeng.
Bola mata milik bu RT seakan mau lepas dari dalam rongga ketika dia menyaksikan sendiri bagaimana bentuk sang suami yang sudah berlumuran darah dan juga mulut terbuka lebar, bukan hanya itu saja pada bagian tenggorokan muncul lubang-lubang yang terus mengucurkan Darah segar sehingga kamar mandi ini penuh dengan cipratan darah yang menimbulkan aroma amis tidak terkira.
''T.... ti.. tidak.'' bu RT gemetar Karena rasa takut yang menyergap ke dalam diri.
''Ibu kenapa?'' Johan mendekati bu RT karena dia memang tidak tahu apa yang telah terjadi.
''A.. ayah kamu, Johan.'' bu RT menunjuk ke dalam kamar mandi dengan perasaan hancur.
''Apa sih?'' Johan penasaran juga dan dia segera datang untuk melihat.
Seketika Johan juga merasa bahwa hidup ini seolah melayang ketika melihat keadaan orang tua Dia sudah dalam keadaan mengerikan seperti itu, andai saja dia mampu untuk berteriak maka pasti akan berteriak juga dan ini adalah pemandangan yang tidak pernah dia bayangkan seumur hidup saat melihat orang tua meninggal dalam keadaan mengenaskan.
"Apa yang terjadi pada Ayah, Bu?" Johan malah bertanya kepada bu RT.
"Panggil warga sekitar untuk minta tolong sekarang juga." Suruh Bu RT sambil mencengkeram erat tangan Johan.
"Iya, Aku akan minta bantuan kepada orang-orang yang ada di luar." ujar Johan dan dia segera berlari Pergi.
"Ya allah, apa sebenarnya yang sudah terjadi sehingga kamu mengalami nasib seperti ini?" bu RT terduduk dan menangis di depan pintu kamar mandi.
"Hiks, Hiks." bu RT masih tetap saja menangis dengan hati yang terasa begitu terluka sekali.
Meski terkadang suami dia ini memiliki sifat yang tidak baik namun tetap saja bu RT sangat menyayangi sang suami, sebab mau bagaimana juga Mereka adalah pasangan suami istri dan selama ini selalu bersama untuk keadaan suka maupun duka, jadi ketika melihat keadaan suami dia sudah hancur berantakan seperti itu Maka timbul perasaan yang begitu hampa dan dia tidak tahu harus bagaimana untuk mengobati luka hati ini.
Sementara itu Johan berlari keluar rumah untuk meminta pertolongan dari para warga sekitar, sebab tidak mungkin juga dia bisa mengeluarkan sendiri tubuh Pak RT dari dalam kamar mandi itu, selain karena tubuh pak RT yang begitu besar, kamar mandi itu juga begitu sempit sehingga sulit sekali untuk bergerak.
"Toloooong, tolong Ayah saya!" Pekik Johan dengan perasaan tidak karuan.
"Jo, kenapa kau berteriak begitu?" Pak Edo segera keluar dari dalam rumah dan meletakkan cangkul.
"Ayah saya, Pak! tolong Ayah saya yang sedang kecelakaan di dalam kamar mandi." Johan terlihat sangat panik.
"Loh kok bisa begitu, Ayo cepat masuk kalau begitu biar saya bantu." Pak Edo bergegas masuk ke dalam rumah.
"Ada apa?" Anwar juga datang mendekat karena tadi mendengar suara Johan yang berteriak.
"Bantu Ayah saya, Pak." Johan sudah menangis dan dia buang rasa malu itu karena ini memang sangat menyedihkan untuk dia rasakan sekarang.
Anwar yang melihat Johan menangis seperti itu tentu saja Dia memiliki firasat tidak bagus sehingga bergegas masuk ke dalam rumah untuk melihat keadaan Pak RT terlebih dahulu, sebab bila banyak bertanya juga tidak akan mendapat jawaban tepat karena terlihat Johan sangat panik dan kemungkinan besar dia tidak bisa menjawab dengan benar.
Edo yang sudah terlebih dahulu masuk ke dalam rumah tentu saja menjadi bertambah kaget ketika melihat bu RT menangis di depan pintu kamar mandi itu, tanpa banyak bertanya Dia mengintip dan seketika pria ini juga terdiam tidak bisa untuk banyak berkata setelah melihat keadaan pak RT yang sangat mengerikan sekali.
"Bantu suami saya, Do!" bu RT menangis memohon pertolongan.
"Apa yang sudah terjadi pada Pak RT ini?" Edo juga bingung dan dia penasaran.
"Saya tidak tahu karena tadi menemukan dia sudah dalam posisi seperti ini." jelas bu RT.
" La Ilaha Illallah!" Anwar berteriak kaget setelah melihat juga keadaan Pak RT.
Edo dan Anwar tentu saja Saling pandang satu sama lain karena mereka kebingungan dengan pak RT yang mendadak saja mengalami nasib begitu tragis, Siapa yang sudah melakukan pembunuhan ini dan kenapa begitu tega menyakiti orang dengan keadaan tubuh rusak parah, lengkap pula dengan usus yang masih memburai lewat mulut itu.
Selamat siang, jangan lupa like dan komentar kalian semua buat cerita autor Novita Jungkook ya, Terima kasih pembaca setia saya.
lanjut thor 🙏