Indonesia
NovelToon NovelToon
Istri Bisu Tuan Penguasa Cacat

Istri Bisu Tuan Penguasa Cacat

Status: sedang berlangsung
Genre:Orang Disabilitas / Mafia / Pengantin Pengganti
Popularitas:47.4k
Nilai: 5
Nama Author: Yulianti Azis

Sejak kecil, Kirana Lin dibuang ke desa karena terlahir bisu. Meski tak mampu berbicara, ia memiliki kecerdasan luar biasa dan segudang prestasi.

Dua puluh tahun kemudian, Kirana kembali ke keluarga Lin untuk menggantikan putri angkat mereka menikah dengan Kendra Wu, penguasa keluarga Wu yang lumpuh akibat kecelakaan.

Semua orang mengira Kirana akan menderita di tangan Kendra. Namun, gadis bisu itu justru berhasil membuat sang penguasa jatuh cinta dan membantunya merebut kembali semua yang telah dirampas darinya.

Yuk simak kisahnya! Yang tidak suka langsung skip!👊👊

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yulianti Azis, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Harry Sial

Malam itu, suasana sebuah kelab malam eksklusif tampak ramai oleh alunan musik dan cahaya lampu yang berkelap-kelip.

Di salah satu ruangan VIP yang tertutup dari pengunjung lain, Harry Wu sedang duduk santai bersama empat orang temannya sambil menikmati minuman yang tersaji di atas meja.

Sebagai putra dari keluarga Wu, Harry terbiasa menghabiskan malam dengan bersenang-senang bersama orang-orang yang memiliki kedudukan dan kekayaan setara dengannya.

Malam itu pembicaraan mereka bukan hanya tentang bisnis atau hiburan, melainkan juga mengenai seseorang yang belakangan menarik perhatian Harry.

Salah seorang temannya menyandarkan tubuh ke sofa, lalu menatap Harry dengan senyum penuh arti. "Hei, Harry, aku sudah melihat kakak iparmu itu."

Harry mengangkat alis sambil memutar gelas di tangannya. "Kakak iparku? Maksudmu Kirana?"

"Siapa lagi kalau bukan dia?" sahut pria itu sambil tertawa kecil. "Jujur saja, aku tidak menyangka perempuan yang dibesarkan di desa bisa secantik itu."

Teman lainnya segera menyela, tampak sependapat dengan ucapan pria tersebut. "Benar sekali! Selama ini keluarga Lin selalu membanggakan putri kedua mereka, Shania, dan menyebutnya sebagai perempuan paling cantik di keluarga itu."

Ia mengambil gelasnya, kemudian melanjutkan dengan nada kagum, "Tapi setelah melihat Kirana secara langsung, aku baru sadar kalau putri kandung keluarga Lin itu jauh lebih cantik daripada yang mereka banggakan selama ini. Benar-benar wajahnya dan bodynya benar-benar menggoda."

Ketiga teman lainnya mengangguk setuju. Mereka bahkan mulai membicarakan penampilan Kirana, sementara Harry hanya mendengarkan dengan senyum tipis yang perlahan berubah menjadi sinis.

"Memangnya kenapa kalau dia cantik?" ujar Harry santai. "Cantik saja tidak cukup untuk membuat seseorang berguna."

Ia menyesap minumannya sebelum melanjutkan dengan nada meremehkan, "Apa gunanya punya wajah cantik kalau dia bisu? Dia bahkan tidak bisa berbicara seperti perempuan normal lainnya."

Keempat pria itu saling bertukar pandang, lalu tertawa seolah ucapan Harry merupakan lelucon yang sangat menghibur. Salah seorang dari mereka kemudian mendekatkan tubuhnya ke meja dan menyeringai nakal.

"Kalau begitu, bagaimana bolehlah kita mencicipi tubuhnya?" katanya kurang ajar. "Kau tidak keberatan, kan, Harry? Lagi pula, dia hanya istri kakak tirimu."

Pria di sebelahnya langsung tertawa. "Benar! Kalau Kendra bisa mendapatkan perempuan secantik itu, masa kita tidak boleh ikut bersenang-senang?"

Tepat ketika ucapan itu terlontar, pintu ruangan VIP terbuka dan seorang pelayan masuk sambil membawa nampan berisi beberapa botol wine.

Pelayan itu berjalan dengan sikap profesional, tetapi langkahnya sempat terhenti sepersekian detik saat mendengar percakapan tidak pantas dari para tuan muda konglomerat tersebut.

Meski demikian, ia segera mengendalikan ekspresinya dan kembali berjalan seperti biasa. Ia meletakkan botol-botol wine di atas meja dengan hati-hati, kemudian membungkuk sopan sebelum bersiap meninggalkan ruangan.

Tak seorang pun di antara mereka menyadari perubahan kecil pada ekspresi pelayan itu. Mereka terlalu sibuk membicarakan Kirana dan tertawa bersama, seolah perempuan tersebut hanyalah sebuah benda yang bisa mereka perebutkan sesuka hati.

Di sisi i tempat lain, seseorang yang mendengar percakapan mereka melalui earphone mendadak berubah dingin.

Tatapan orang itu mengeras, sementara tangannya mengepal perlahan setelah mendengar bagaimana para pria tersebut membicarakan Kirana dengan begitu hina.

Sementara itu, Harry justru semakin menikmati perhatian teman-temannya. Ia menyandarkan tubuhnya ke sofa, lalu menyeringai seolah dirinya sudah memegang kendali penuh atas situasi yang sedang dihadapinya.

"Kalian tenang saja," katanya dengan percaya diri. "Kalau kalian tetap mendukungku dan terus menanamkan modal pada proyek-proyekku, aku akan memastikan kalian mendapatkan apa yang kalian inginkan."

Salah seorang temannya mengangkat gelas, lalu bertanya, "Jadi, kau benar-benar yakin bisa menjatuhkan Kendra?"

Senyum Harry semakin lebar mendengar pertanyaan tersebut. "Tentu saja! Selama ini dia hanya beruntung karena bisa membangun perusahaan sendiri dan mendapatkan dukungan dari beberapa pihak."

Ia meletakkan gelasnya di atas meja, kemudian menatap keempat temannya secara bergantian. "Begitu aku berhasil menjatuhkan kakak tiriku itu dan mengambil alih apa yang menjadi miliknya, kalian bisa menikmati istrinya sampai puas."

Keempat pria itu langsung bersorak kecil, seolah baru saja menerima janji yang sangat menguntungkan.

Mereka mengangkat gelas masing-masing dan bersulang bersama Harry, diiringi tawa yang memenuhi ruangan VIP tersebut.

"Untuk keberhasilanmu, Harry!"

"Dan untuk masa depan kita!" sahut yang lain.

Harry menyentuhkan gelasnya dengan gelas mereka, lalu meneguk wine sambil tersenyum puas.

Dalam pikirannya, ia sudah membayangkan bagaimana Kendra akan bertekuk lutut setelah seluruh rencananya berhasil, tanpa menyadari bahwa kesombongannya sendiri mungkin akan menjadi awal dari kehancurannya.

Beberapa saat kemudian, Harry melirik jam tangannya dan menyadari bahwa malam sudah semakin larut. Ia segera berdiri, merapikan jasnya, lalu mengambil kunci mobil yang tergeletak di atas meja.

"Aku pulang dulu," katanya kepada keempat temannya. "Besok kakekku akan datang ke perusahaan, jadi aku tidak boleh terlambat."

Salah seorang temannya mengangkat tangan sebagai tanda pamit. "Baiklah, kalau begitu. Jangan lupa dengan janji yang baru saja kau ucapkan."

Harry terkekeh sambil menepuk bahu pria itu. "Tentu saja aku tidak akan melupakannya. Kalian cukup pastikan investasi kalian tetap berjalan, dan biarkan sisanya menjadi urusanku."

Setelah berpamitan, Harry meninggalkan ruangan VIP dan berjalan menuju area parkir. Ia menemukan mobilnya, membuka pintu pengemudi, lalu masuk dan menyalakan mesin sebelum meninggalkan kelab malam tersebut.

Sepanjang perjalanan, senyum puas terus menghiasi wajahnya. Ia merasa malam itu sangat menguntungkan karena selain berhasil meyakinkan teman-temannya untuk terus mendukungnya, ia juga menemukan cara baru untuk membuat Kendra kehilangan kendali.

"Kirana," gumam Harry sambil mengetuk-ngetukkan jarinya pada kemudi. "Siapa sangka perempuan yang selama ini tidak pernah diperhitungkan keluarga Lin ternyata bisa menjadi kartu truf yang begitu berharga?"

Ia tertawa kecil, membayangkan betapa mudahnya memanfaatkan Kirana untuk menekan Kendra.

Menurut Harry, kakak tirinya itu mungkin bisa mengabaikan ancaman terhadap dirinya sendiri, tetapi jika Kirana dijadikan sasaran, ia yakin Kendra akan terpaksa menuruti segala tuntutannya.

"Begitu kau berada di tanganku, Kendra, aku ingin melihat seberapa lama lagi kau bisa bersikap angkuh di hadapanku," gumamnya dengan senyum licik.

Ketika Harry sedang asyik membayangkan kemenangan yang belum terjadi, kelopak matanya mendadak terasa berat. Ia mengerjap beberapa kali, berusaha mengusir rasa kantuk yang tiba-tiba datang, lalu menggelengkan kepala untuk menyadarkan dirinya.

"Apa-apaan ini? Kenapa aku mengantuk sekali?" gerutunya.

Harry mencoba tetap berkonsentrasi pada jalan di depannya. Ia bahkan mengubah posisi duduknya dan menggelengkan kepala sekali lagi, tetapi rasa kantuk itu justru semakin kuat hingga pandangannya mulai kehilangan fokus.

Ia mengerjap cepat, berusaha mempertahankan kesadarannya, bahkan ia mengambil air minum agar tidak mengantuk. Namun, baru beberapa detik kemudian, matanya kembali terasa sangat berat, seolah tubuhnya tidak lagi mampu mengikuti keinginannya untuk tetap terjaga.

"Sial! Aku harus tetap fokus," gumam Harry sambil berusaha mengangkat kelopak matanya.

Saat itulah ia kembali menatap jalan di depan dan mendadak terbelalak. Sebuah truk besar muncul di hadapannya, jaraknya sudah terlalu dekat untuk membuatnya berpikir panjang.

Tiiinn!

"Apa?!"

Harry refleks membanting setir untuk menghindari truk tersebut. Mobilnya bergerak mendadak ke sisi jalan, ban berdecit keras, dan dalam hitungan detik ia kehilangan kendali atas arah kendaraannya.

Brak!

Mobil itu menghantam sebuah pohon besar di tepi jalan. Benturan keras mengguncang kendaraan, sementara suara mesin dan gesekan ban perlahan menghilang di tengah kesunyian malam.

Di dalam mobil, Harry tidak lagi sempat memikirkan rencana liciknya untuk menjatuhkan Kendra. Pria itu sudah tidak sadarkan diri lagi.

1
💜⃞⃟𝓛 🆈🅰🆈🆄🅺🍒⃞⃟🦅🏡s⃝ᴿ
tumben hanya 1 part saja KK Yul
💜⃞⃟𝓛 🆈🅰🆈🆄🅺🍒⃞⃟🦅🏡s⃝ᴿ
tumben hanya 1 part saja KK Yul
Tiara Bella
kendra ketakutan ditinggal Kirana....bisa dibicarakan ko Ken....
💜⃞⃟𝓛 🆈🅰🆈🆄🅺🍒⃞⃟🦅🏡s⃝ᴿ
ini kakak2 nya Kirana malah waras

Brati yg g waras ya mama papa nya Kirana sama si tukang kompor meledug itu
wiss g da kapok2 nya mereka itu ya
mama_im
kamu kayak gitu, kirana bakal kecewa ken, 😤
teh tubruk
nah apakah Kendra sudah mulai merasakan rasa tertarik/suka pada Kirana?
Maria Lina
takut ya ken..maka nya diikat tu kirana biar gk lari ken wkwk
teh tubruk
nyari ke ujung dunia pun kalian tidak akan prnh menemukan dokter yang menyembuhkan Kirana krn yg menyembuhkan Kirana adalah dirinya sendiri asal kalian tau ya.
💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕
makanya Kendra kl dah cinta jujur sama Kirana jngn kegedean gengsi yg ada nanti nyesel kl Kirana pergi jauh dr kamu 😏😏
💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕
Cassia benar" sayang sama Kirana jd Kendra kamu jngn macam" sama Kirana karna nanti kamu akan kena sentil mami mu sendiri ☺️😅
Iffanaya 😽
seperti nya Kendra sudah mulai punya perasaan ke kirana cuma gk sadar aja 🤭
💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕
syukurlah Arthur dan Sean gak terpengaruh lg sama si minyak goreng tp untuk mendekati Kirana kalian terlambat karna Kirana gak akan mau balik lg sama keluarga Lin yg toxic dan bobrok 😏😏
Maria Lina: siap jg yg mau blk lgi kk wkwk
total 1 replies
Tiara Bella
siap² aja keluarga Lin ini bentar lg jg bakalan hancur....
Tiara Bella
Shania divonis gk bisa punya anak sdngkan lakinya gk bisa bangun dah lah pasangan yg sempurna.....
juwita
aq jg klo ada di situ mau kit jd tim hore ngasih semangat sm mami🤣🤣🤣
juwita
bagus jambak dia mami. gemes banget pingin ikut ngerewes mulut si meong🤣🤣
💜⃞⃟𝓛 🆈🅰🆈🆄🅺🍒⃞⃟🦅🏡s⃝ᴿ
ohhh Kirana
mertua mu tak kalah keren deh

hahahaaa
💜⃞⃟𝓛 🆈🅰🆈🆄🅺🍒⃞⃟🦅🏡s⃝ᴿ
wohoho
terkejut bukan hanya karna Kirana udh bisa bicara gessss
mampus kauuu
💜⃞⃟𝓛 🆈🅰🆈🆄🅺🍒⃞⃟🦅🏡s⃝ᴿ
wahhh mertua idaman sekali ini kereeenn


ada g ya mertua sebaik itu dan seneoyal itu ajhhhhhhh JD pengen deh
💜⃞⃟𝓛 🆈🅰🆈🆄🅺🍒⃞⃟🦅🏡s⃝ᴿ
nahhh kann tumbang juga
tp jngn slah nnti masih bisa cari gara2 itu si kompor meledug jagn gegabah ya ttp waspada
lagsg bergerak ketika mereka mulai mengertakna gigi
lgsg saja unjuk gigi 🤣🤣🤣🤣🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!