Hans seorang anak yatim. Ayahnya mempunyai utang kepada rentenir. Hidupnya menjadi kacau setelah kepergian ayahnya. Ibunya pergi meninggalkannya saat ia berumur 17 tahun, bersama adiknya. Hans yang tidak tau apa-apa, mendapati rumahnya yang sudah di acak-acak oleh segerombolan preman yang mencari keberadaan ibunya yang membawa kabur uang kematian. Hans menuntut keadilan, tetapi, laki-laki remaja itu tidak mendapatkan keadilan malah menjadi sasaran empuk para preman suruhan rentenir. Hans yang pintar dan penyayang, berubah menjadi dingin dan kejam, setelah bertemu dengan seorang lelaki bernama Roy Clifford, seorang rentenir terkenal di kota X yang mempunyai kekuasaan, dan menjadikan Hans anak angkatnya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Keke, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Penjara
"Apa yang bos besar lakukan terhadap bos Hans?"
Ketika Roy ingin menikam Hans kembali, Jack mengambil pot besar, dan memukul kepala roy sampai tidak sadarkan diri.
sementara John hanya diam tersenyum melihat adegan itu.
Jack melihat darah Hans yang sangat banyak, berlari sambil membopong Hans.
"Bos, bertahan, bos.. Bertahan"
Jack menangis di tengah hujan, sambil terus berbicara.
"Dokter... tolong.."
Perawat langsung membawa Hans masuk ke dalam ruagan periksa, dan tanpa perundingan lagi, mereka membawa Hans ke dalam ruang operasi.
"Bagaimana, dok?"
"berdoa saja, semoga dia bisa melewati semuanya." kemudian dokter itu berlalu dari pandangan Jack.
Selama Hans tidak sadarkan diri, Jack lah yang mengurus. Jack sudah menganggap Hans sebagai abangnya.
**Hans membuka matanya, dokter dan perawat datang untuk memeriksanya.
"Bos" sapa Jack penuh haru, ia masih ingat darah yang keluar dari punggung Hans, dan bekas sayatan pisau itu sangat lebar.
"Terima kasih, Jack. Kau sudah mengurusku selama aku tidak sadarkan diri. Pulanglah, adikmu pasti menunggumu" ucap Hans yang melihat gerak gerik Jack yang gelisah.
"Baiklah bos, aku akan pulang. Kabari aku kalau kau butuh sesuatu" kemudian Jack kembali ke rumahnya.
Kabar kematian Roy Clifford sudah beredar, dan Hans tidak bisa menghadiri pemakaman itu. Hans memiliki kaki tangan yang setia, selain Jack, Troy secara bergantian menjaga Hans.
"Bos, Jack yang akan ditangkap karena dianggap membunuh big boss." ucap Troy yang sering sekali berbicara jujur tapi tidak tau tempat.
"Jadi.."
"Aku pikir, Jack tidak akan menghirup udara bebas."
"Cepat hubungi Jack, sekarang!!" perintah Hans
**Hans masak makanan kesukaan adiknya,
"Kalau Abang harus keluar kota, berjanjilah, kau akan bisa menjaga dirimu, kau anak pintar, kau harus mendapat nilai dengan predikat pertama, dan harus kuliah di luar negeri. Paham!" pinta Jack
"Kenapa Abang seperti meninggalkan pesan terakhir. Kau bisa percaya padaku, aku akan menjadi yang terbaik, selama Abang ada di sampingku" Angga adalah adik Jack yang pintar.
"Kau tidak pulang berapa hari, kemana saja kau bang? Kemudian kenapa bajumu penuh darah?"
"Aku bekerja di klinik, dan aku membantu orang yang kecelakaan" hanya itu yang bisa Jack jelaskan pada Angga.
"Sudah, habiskan makanmu, Abang akan keluar lagi" Jack sebenarnya tidak ingin meninggalkan adiknya, tetapi demi kesetiannya pada Hans, dia harus rela meninggalkannya.
Benar saja, ketika dia keluar hendak membeli isi dapur yang habis, polisi sudah mengikuti jejak Jack, dan langsung menangkapnya tanpa perlawanan.
Berita penangkapan Jack, terdengar oleh Troy, dan segera ia memberi tahu Hans. Tapi karena bekas luka itu, Hans tidak dapat langsung menengok keadaan Jack.
2 hari berlalu, Hans selalu mengingat pesan Rania.
"Apakah kau akan selamanya menjadi orang jahat? Apakah kau tidak mau berubah menjadi orang baik?"
Kalimat itu selalu terngiang di telinga Hans.
"Kemana kita pagi ini, bos?" tanya Troy yang melihat Hans sudah rapi dengan jas yang sepadan dengan celana panjangnya.
"Kita akan menjenguk Jack." ucap Hans memberikan kunci mobilnya kepada Troy.
*Mereka tiba di penjara tempat Jack di tahan.
"Maafkan aku Jack. Karena ku, kau jadi seperti ini" ucap Hans dari balik kaca.
"Tidak, bos. Kaulah orang kedua terpenting di hidupku, aku akan menjagamu. Dan ini memang kesalahanku"
"Bagaimana dengan Angga?"
"Aku minta tolong, jagalah dia, dan sekolahkan dia di tempat yang bagus, karena dia anak pintar" pesan Jack sambil menunduk, mengingat adiknya yang kini sendiri di rumah.
*Huft..
**Terima kasih sudah mau membaca cerita ini, jangan lupa like, komen dan vote sebanyak-banyaknya, ya..
Semoga kebahagiaan untuk kita semua**.
dan hidup bahagia bersama keluarganya amiin
lanjut thor