Indonesia
NovelToon NovelToon
OBSESI Karina

OBSESI Karina

Status: sedang berlangsung
Genre:Crazy Rich/Konglomerat / Mengubah Takdir / Cintapertama
Popularitas:1.2k
Nilai: 5
Nama Author: Pencari Cerita

Sejak kecil Karina terbiasa melihat ibunya bekerja keras ditambah lagi setelah sang Ayah memilih pergi dengan wanita lain, oleh karena itu, Karina berjanji pada dirinya sendiri dimana dia ingin bebas dari kemiskinan, Sampai suatu hari, Karina bertemu dengan Adrian Mahardika pemuda Tampan. Berpendidikan. Pewaris keluarga konglomerat yang memiliki segalanya. Bagi Karina, Adrian bukan sekadar lelaki. Ia adalah jalan keluar dari kehidupan yang selama ini ia inginkan, yaitu kemewahan. Sejak saat itu, Adrian menjadi obsesinya. Akankah Karina mampu memenangkan Obsesinya atau malah membuat Hidupnya hancur dengan Obsesinya sendiri.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Pencari Cerita, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 6

Suasana pagi yang Kacau membuat Adrian melangkah keluar dengan penuh ocehan dimulutnya, sementara Tomy mengikutinya dari belakang dan langsung membukan kan pintu belakang mobil untuk tuanya

"Kamu liat kan Tom, begitulah bila kamu menerima pelayan yang tidak punya pendidikan yang sesuai."kata Adrian sambil masuk kedalam mobil.

Tomy hanya mendengarkan, kemudian menjalankan mobilnya, ketika pintu gerbang terbuka, ternyata dimas masih menunggu disana, ia langsung bergegas menaiki motornya ketika melihat sebuah mobil keluar dari rumah mewah itu, ia berharap karina ada di dalam mobil. Sepanjang jalan Adrian terus berceloteh tentang Karina, tentang bagaimana nanti ditinya berdampingan dengan wanita yang sederhana,

"Tom....kamu nanti yang kasih tau dia bagaimana cara menyapa para tamu yang ada disana."Kata Adrian sambil menatap kedepan dengam tatapan kosong, sementara Adrian yang sejak tadi hanya fokus menyetir tanpa benar- benar mendengarkan ocehan sang direktur. Sementara itu mereka tidak sadar kalau ada dibelakang mobilnya yang terus mengikuti laju mereka, hingga mobil itu masuk ke sebuah gedung Mahardika Grup, saat tepat dipintu lobi Dimas dari kejauhan melihat hanya satu pria muda yang turun dari mobil itu, pasih penasaran dengan keberadaan Karina ia masih terus mengikuti mobil itu sampai diparkiran, namun dirinya tetap tidak menemukan Karina, dengan perasaan sedikit lega, Dimas akhirnyan memutuskan pulang, setelah dirinya yakin kalau karina memang bekerja dirumah itu.

Sementara itu Karina masih berdiri mematung disamping ruang makan yang luas itu, Kata-kata Pak Surya terus terngiang di kepalanya, dan ucapan Adrian membuat Karina menyadari mungkin sulit baginya untuk bisa mendapatkan hati direktur muda itu, tapi ambisi dan impian nya lebih kuat dari segala perasaan yang dialami nya, Karina menarik nafas nya dalam - dalam lalu tersenyum ramah pada tua nya yang berjalan ke arahnya

"Saya sudah buatkan sarapan untuk pak Surya." kata Karina sambil merapihkan piring berisi roti yang telah disiapkan khusus

"Waahh, ternyata kamu pintar juga membuat menu sarapan." jawab pria itu sambil menggeser kursi disamping meja makan

Karina hanya tampak tersenyum, dan berusaha melupakan kejadian pagi hari ini. Pria itu terus menyantap sarapan nya sampai habis, sementara Karina tampak menjauh dari meja makan, namun tetap tatapanya fokus pada tuan nya.

setelah beberapan menit, pria itu kemudian menghentikan langkah salah satu pelayan rumah nya yang kebetulan sedang melewati ruang makan

"Tri, tolong panggilkan Hasto, suruh dia menghadap saya."

Dengan langkah sigap, pelayan itu langsung melangkah sesuai perintah sang majikan. Tak berapa lama Hasto supir pribadinya langsung menghadap pada tuanya

"Hasto, siang ini kamu antar Karina ke butik dan salon langganan kita, bilang kalau Karina akan pergi ke jamuan makan malam, katakan pada pelayan toko disana berikan pakaian dan riasan yang paling sesuai dengan karakter Karina."

Mendengar itu, Karina yang masih berdiri tidak jauh dari pak surya sontak merasa kaget, dadanya berdebar begitu keras hingga telapak tangannya mulai berkeringat. Benar - benar seperti mimpi dibuatnya, dalam waktu yang sangat singkat kesempatan itu terasa seperti pintu yang semakin membawanya mendekati kehidupan yang selama ini ia impikan. Sementara itu Dua orang pelayan yang sejak tadi membereskan ruang makan itu, tampak saling berpandangan. Mereka merasa sedikit iri dengan perlakuan majikan nya pada Karina, mereka saling berbisik pelan, sambil menatap sinis ke arah Karina, bahkan saat karina berjalan ke dapur pun disana mereka mulai membicarakan dirinya, walau demikian Karina tidak peduli dengan itu semua, ia tetap tenang, dan hanya terus bekerja sebaik mungkin agar langkah nya sampai pada titik yang diinginkan.

Menjelang siang, Hasto sudah menunggu di halaman depan, setelah karina mendengarkan instruksi dari tuan nya, kini dia berlari pelan menuju mobil untuk segera berangkat didampingi mba Tri kepala pelayan, mereka akan pergi kebutik tempat langganan keluarga Mahardika membeli pakaian dan aksesoris lainya.

"Selamat siang mba Tri, sudah lama tidak kesini." kata manajer butik, dulu memang Tri sang Kepala pelayan sering menemani majikan nya, tak heran kalau sang manajer butik masih mengenali nya.

"Iya mba, tolong carikan dress mewah untuk kepesta jamuan untuk mba Karina."

Manajer itu melirik Karina sebentar

"Iya ya....pak Surya tadi sudah menghubungi saya."

"Mari mba Karina, saya perlihatkan koleksi terbaik kami."

Karina terpukau melihat semua deretan gaun gaun cantik berjuntai, ditambah lagi dengan aksesoris mewah sebagai pendukung nya,

"Ini mimpi kah...., ya Tuhan aku seperti benar - benar telah menjadi orang kaya." guman Karina sambil berjalan melihat semua koleksi dibutik itu. Sementara karina melihat dan mencoba beberapa baju ditemani pelayan butik, sang manager butik kemudian bertanya pada kepala pelayan

"Apa dia calon nya pak Adrian?"

"Bukan, dia pelayan pak Surya, tapi pak surya memilih dia untuk datang ke acara jamuan bersama pak Adrian.

"Apa....? Seorang pelayan ?, apa aku tidak salah dengar?"

"Tidak, memang mba Karian bekerja dirumah baru 2 hari ini sebagai penjaga tuan surya."

Manager itu sangat syok mendengar hal itu, mana mungkin seorang pelayan diperlakukan seperti nyonya besar, saat karina telah memilih pakaian yang cocok untuknya mereka pun kini menuju salon kecantika yang juga sudah menjadi langganan keluarga Mahardika,

"Terima kasih banyk sudah berkunjung, semoga acara nya berjalan lancar." kata sang manager

mereka pun keluar dari salon, namun setelah mereka pergi sang manajer butik langsung menghubungi seseorang lewat panggilan telpon tentang siapa itu Karina.

Waktu kini sudah menunjukkan pukul tujuh malam Jantung Karina berdegup semakin kencang ketika mobil yang dikendarai Hasto memasuki halaman rumah Mahardika.

"Semoga Pak Adrian tidak lama menunggu," gumamnya pelan sambil merapikan ujung gaun yang dikenakannya.

Begitu mobil berhenti, Hasto segera turun dan membukakan pintu. Karina menarik napas panjang sebelum melangkahkan kaki keluar. Diluar rupanya

Pak Surya sejak tadi sudah menunggu nya, Sorot matanya dipenuhi rasa puas melihat penampilan Karina.

"Kamu cantik sekali, Karina," puji pria tua itu dengan senyum bangga.

"Terima kasih, Pak," jawab Karina sambil menundukkan kepala dengan wajah sedikit memerah.

Di dalam rumah, Adrian yang merasa sudah lama menunggu Karina, mulai tergesa- gesa keluar dati dalam

"Ayo Tom, kita bisa telat kalau menunggu Karina."

kata Adrian dan seketika langkahnya terhenti ketika melihat Karina dengan gaun pesta nya yang membuat mata nya tak bisa berkedip, untuk sesaat ia membeku, Dress biru muda yang dikenakan Karina begitu sederhana, tetapi justru memancarkan kesan anggun. Riasan tipis di wajahnya semakin mempertegas kecantikan alami yang sebelumnya tidak pernah ia sadari.

Bahkan Tomy sampai tersenyum lebar.

"Wah... Mbak Karina benar-benar berubah."

Adrian segera mengalihkan pandangannya. Ia tidak ingin siapa pun menyadari bahwa dirinya sempat terpukau.

"Tidak ada yang berubah" ucapnya dingin.

Semua orang menoleh ke arahnya, sambil kemudian masuk kedalam mobil untuk berangkat ke pesta undangan jamuan makan. Didalam mobil Tomy dan Karina duduk didepan sementara Adrian dan Ayahnya duduk dikursi belakang, semua tampak canggung tanpa banyak bicara, semantara Karina mengenggam tas kecil di pangkuan nya dengan sangat erat

Ia sama sekali tidak menyadari bahwa malam ini akan menjadi awal dari ujian terbesar dalam hidupnya, dan di jamuan makan keluarga Mahardika, bukan hanya statusnya yang akan dipandang rendah, tetapi juga akan ada seseorang yang sengaja menunggunya untuk menjatuhkan harga dirinya di hadapan semua tamu yang hadir.

1
najmun_huda
ganba kakak....👍
Pencari Cerita: terima kasih kaka
total 1 replies
Pencari Cerita
mudah mudahan yang baca suka sama cerita aku, jangan lupa kasih masukam.ya🙏, terima kasih
Pencari Cerita
makin kesini makin asik, mampir juga yuuk
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!