Indonesia
NovelToon NovelToon
Ayo Tinggalkan Papa, Nak

Ayo Tinggalkan Papa, Nak

Status: sedang berlangsung
Genre:Penyesalan Suami / Selingkuh / Balas Dendam
Popularitas:5.8k
Nilai: 5
Nama Author: Mur Diyanti

Azarin mengira, setelah ia melahirkan anak, Fajar akan bersyukur dan menganggapnya istri.

Namun semua harapan itu hancur setelah ia mendengar percakapan suami dan Ibunya.

Fajar, tidak pernah menganggapnya istri. Baginya hadirnya Mia dalam hidupnya adalah aib. Dan akan membuang Mia dengan dalih kecelakaan.

Mendengarnya Azarin langsung lemas. Ia pun memutuskan untuk kabur malam itu juga, dan tidak lagi mengharapkan belas kasih Fajar.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mur Diyanti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Keberanian Mia merebut hati nenek barunya

"Dean, siapa anak kecil itu?"

Hening.

Tatapan Dean beralih ke arah Mia kecil yang tampak melongo menatap Nyonya Diana tanpa berkedip.

Bocah kecil itu beralih menarik baju ibunya, mendongak menatap Azarin polos. Lalu menunjuk ke arah wanita tua di ujung sana.

"Mama, nenek itu ciapa?"

Melotot langsung bola mata Nyonya Diana. Nyaris terhuyung dari pendiriannya. Tatapannya beralih ke arah Dean yang berdiri tak jauh dari sana.

"Apa maksudnya ini Dean?!" seru Nyonya Diana naik satu oktaf.

Tubuh Azarin menegang. Yang dia takut-takutkan akhirnya terjadi. Tentu tidak mudah bagi Nyonya Diana menerima menantu seorang janda sepertinya.

Dalam benaknya pasti berfikir dia wanita tidak baik-baik makannya di cerkan suami pertamanya.

"Dean!" teriak Nyonya Diana melengking.

Pria itu hampiri sang ibu cepat, meraih kedua bahu ibunya yang gemetar.

"Mama, dengarkan Dean. Azarin adalah wanita yang Dean pilih, mah. Dia memang janda, tapi dia janda terhormat."

"Terhormat apanya!" sentak Nyonya Diana, menatap gemetar sang putra.

Tatapan sengit itu beralih ke arah Azarin yang menatapnya pias, nyaris berkaca-kaca. Lalu beralih ke arah Mia yang menatapnya polos dengan mata bulatnya di pelukan sang ibu.

"Ibu tidak masalah kau memilih siapapun tapi, Dean! Janda?! Kau serius ingin menikahi janda?! Kau bahkan belum menikah, apa kau tidak perduli dengan harga dirimu?!"

Azarin remat sofa kuat. Sekuat apapun benteng yang ia bangun, ternyata tidak bisa menahan rasa sesak saat dirinya di bilang janda oleh wanita yang akan menjadi mertuanya.

Azarin berdiri dari duduknya cepat, dengan Mia yang berada di pelukannya.

Ia merunduk hormat pada Nyonya Diana dan Dean bersamaan.

"Maafkan saya, Nyonya, Tuan. Sepertinya kehadiran saya tidak di terima disini. Saya izin pamit. Permisi."

Cukup.

Ia tau ia tidak akan di terima disini. Tapi berdiam diri dan membiarkan harga diri diinjak-injak bukanlah keinginannya. Apalagi sudah menyangkut sang putri.

"Tidak, Azarin!"

Dean raih tangan Azarin cepat, tak membiarkan ya pergi.

"Tolong lepaskan saya,tuan. Apa yang ibu anda bilang, anda harus lebih menghargai diri anda sendiri—"

"Cukup!"

Tatapan Dean beralih pada sang ibu yang menatapnya nanar. Menggenggam tangan Azarin erat.

Tidak.

Ia tidak akan menyerah hanya karena penolakan tidak berdasar ini.

"Kenapa memang kalau janda, ma? Bukankah anda bilang siapapun wanita yang saya pilih anda restui?"

Hening.

Bibir Nyonya Diara serasa kelu untuk mengangkat suara. Ia tatap Dean dan Azarin bergantian. Mendesah resah setelahnya.

"Iya mama memang ngizinin, Dean. Tapi— janda?! Memangnya kamu sudah tau latar belakangnya, seluk beluknya? Jangan-jangan ia di cerai karena tidak benar menjadi seorang istri sebelumnya?! Kamu gaboleh sembarangan milih, Dean!"

Azarin remat ujung rok-nya kuat. Ia ingin membantah semua tuduhan wanita tua di depannya. Namun ia tidak cukup nyali apalagi yang di depannya orang tua Dean.

"Azarin diselingkuhi."

Hening.

Jawaban putranya barusan langsung membuat bibir Nyonya Diana kicep. Ia tatap Azarin tak suka, juga tidak sepenuhnya benci. Ada rasa iba dari sedikit tatapan tajamnya.

"Tapi—!"

Lagi-lagi Nyonya Diana tak bisa melanjutkan ucapannya.

Akhirnya ia hanya bisa mendesah pelan. Melihat keseriusan di mata sang putra mana berani ia membantah lebih dari ini.

Apa yang Dean ucapkan benar. Ia memang pernah berucap siapapun yang Dean pilih akan ia dukung. Hanya tidak ekspek saja pilihannya ternyata seorang janda dengan anak kecil yang sudah cukup besar.

Ia langkahkan kakinya dengan berat menuju sofa, duduk disana dengan tenang, seraya menggenggam kipas tangan miliknya erat.

Ia tatap Dean dan Azarin beserta putri kecilnya datar.

"Duduklah."

Senyum merekah di bibir mereka berdua. Dean segera mengajak Azarin dan Mia duduk. Berhadapan dengan Nyonya Diana di depan mereka.

Nyonya Diana letakkan kipas miliknya dengan anggun. Setiap pergerakannya benar-benar tertata, sangat rapi, dan juga perfectionis. Benar-benar menggambarkan seorang wanita berkelas tinggi.

"Silahkan, putraku." ucap Nyonya Diana mempersilahkan.

Dean tatap sang ibu penuh binar, beralih menatap Azarin yang tampak lega di sampingnya.

"Baik, Bu. Sesuai dengan ucapanku kemarin-kemarin. Dan juga permintaan ibu. Ini Azarin, wanita yang Dean pilih. Mohon ibu restui hubungan kami."

Rahang wanita tua itu mengetat, tangannya mengepal di atas pangkuan. Berat baginya memutuskan hal tidak berdasar ini. Namun mana bisa ia melawan keinginan anak semata wayangnya.

Helaan nafas panjang berhembus berkali-kali dari Nyonya Diana. Cukup lama ia mempertimbangkan, sebelum akhirnya mendongak.

"Jadi, kamu serius? Ingat, Dean. Yang kamu lamar adalah wanita yang sudah memiliki putri. Kamu yakin bisa memberikan kasih sayang secara adil?"

Dean mengangguk antusias, "Bisa, Ma. Mia sudah seperti putri Dean sendiri!"

"Betul nenek! Papa cangat baik! Mia cuka ma papa!"

Membulat bola mata Nyonya Diana. Begitu juga dengan Dean dan Azarin yang tertegun dengan kepintaran putrinya.

"Kamu—!"

Mia tersenyum kecil. Dengan berani ia merangkak turun dari gendongan sang bunda. Berjalan pelan menuju sofa sang nenek.

"Mia—!" Azarin hendak meraih tangan sang putri, namun segera di tahan oleh Dean.

Seolah pria itu juga ingin melihat reaksi apa yang mamanya tunjukkan dengan putri yang pintar dan pemberani seperti Mia.

"Lihat, Azarin. Mama menatap Mia seperti menatap cucu kebanggaannya saja." bisik Dean di telinga Azarin.

Wanita itu tatap cemas sang putri. Benar, tapi entah mengapa ada rasa takut tersendiri.

Bagaimana jika Mia di tolak.

Ia tidak tau apa Mia akan kembali berani. Hal yang ia takutkan Mia jadi takut dan mengurung diri.

Mia raih lutut Nyonya Diana di depan pelan, tersenyum manis.

Sementara Nyonya Diana yang tiba-tiba di hampiri seperti itu tentu terkejut. Namun juga ada sisi gemas tersendiri. Apalagi dengan keberanian Mia padanya.

"Nenek, nenek cangat cantik! Mia cuka lambut nenek yang bulat itu." kekeh Mia dengan mulut cadelnya.

"Hehh bocah ini—!"

Nyonya Diana tatap Dean, Azarin dan Mia bergantian. Sebelum akhirnya menghela nafas pasrah.

Ia sedikit merundukan punggungnya, menatap Mia intens.

"Hey bocah. Apa kamu tidak takut di makan oleh nenek? Nenek ini, nenek kebayan lho, rawrr!"

"Pfftt!" Dean dan Azarin spontan menutup mulut masing-masing, memalingkan wajah cepat.

Sementara Nyonya Diana yang tiba-tiba di ketawain seperti itu tentu geram. Namun memilih acuh. Beralih menatap bola mata bundar yang begitu lucu di bawahnya.

"Hihihi....Nenek Kebayan itu apa nek?"

Untuk sesaat Nyonya Diana seperti tersihir dengan muka lucu Mia yang seperti mengodanya.

"Kamu tidak tau?"

Mia menggeleng kecil, setia dengan memanyunkan bibir lucu.

"Tatau, apa...cepelti apa nenek kebayan itu?"

Nyonya Diana refleks terkekeh. Namun segera kembali membuat ekspresi dingin. Bersikap sok jual mahal di depan Mia.

"Entah, nenek tak tau."

"Aihhh....nenek cangat aneh! Nenek pacti tidak pelnah belajal makannya tidak tau."

"Heh.... Anak ini!"

1
Adinda
hidupmu rumit banget naya, kalau suamimu belum mampu ngontrak dulu,uangnya dikumpulkan keburu nanti suamimu diambil pelakor
Adinda
tapi salah naya juga sih kalau suamimu gak mampu setidaknya kamu juga membantu jangan langsung minta rumah
Adinda
fajar sama naya aja
Adinda
mimpi saja kau fajar kalau mau azarin balik sama kamu,tidak akan pernah mau azarin balik sama kau fajar
Adinda
bawa semuanya rin, enak banget ginjalmu diambil,kamu mau dicerain anakmu mau dibawa kepanti
Dokkan Battle
BACOT GOBLOK
Ma Em
Azarin kalau tdk mau Dean seperti fajar makanya rubah penampilan Azarin dan hrs pede jgn merasa rendah diri , kalau Azarin merasa selalu rendah diri tdk berubah jadi wanita yg elegan dan penuh percaya diri pasti Dean akan semakin cinta pada Azarin .
Dynhz: kasih tau makee😭🤣
total 1 replies
𝐈𝐬𝐭𝐲 𝟏💋
lanjuut thor
Dynhz: siap😍
total 1 replies
𝐈𝐬𝐭𝐲 𝟏💋
udah nikah aja ma Dean, dari pada nanti di ganggu terus sama fajar ...
lanjuut thor.....
Dynhz: siap kakak😍
total 1 replies
𝐈𝐬𝐭𝐲 𝟏💋
nah udah tau kan sifat asli istri baru mu..😂😂
𝐈𝐬𝐭𝐲 𝟏💋
paling bagus emang cerai saja dan buktikan kalo kamu bisa tanpa suami ...
𝐈𝐬𝐭𝐲 𝟏💋
nyesek bgt bacanya...
Ma Em
Azarin jgn sampai kamu kena bujuk rayu fajar biarkan fajar menyesal karena itu pilihan fajar sendiri , semoga Azarin selalu bahagia bersama Mia sang putri tercinta dan semoga Azarin berjodoh dgn Dean 🤲.
Dokkan Battle: kalau ajarin rujuk fiks dia sakit mental
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!