Indonesia
NovelToon NovelToon
Pernikahan Bisnis

Pernikahan Bisnis

Status: sedang berlangsung
Genre:Perjodohan / Crazy Rich/Konglomerat / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:6.7k
Nilai: 5
Nama Author: Heresnanaa_

Pernikahan megapahit antara Raden Mas Arya Sena Soerjoatmodjo dan Lilianne Prameswari Djojodiningrat murni dirancang demi menyatukan kerajaan bisnis dua keluarga old money. Tanpa cinta, Arya yang dingin dan angkuh memandang ikatan ini sebatas transaksi bisnis, sementara Lilianne tumbuh sebagai putri manja yang impulsif dan gemar berfoya-foya. Tinggal di bawah satu atap justru menyulut perang dingin dan benturan ego antara tradisi serta kebebasan. Namun, saat intrik korporasi mulai mengancam dinasti mereka, Arya dan Lilianne terpaksa bersatu, perlahan meruntuhkan tembok gengsi dan membuka hati satu sama lain.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Heresnanaa_, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab. 4

***

Darah Lilianne masih mendidih bahkan setelah tiga hari berlalu sejak malam jamuan terkutuk itu. Di atas meja rias kayunya yang bernilai ratusan juta, selembar kertas pra-nikah dari Arya Sena tergeletak dengan tulisan tangan Lilianne yang sengaja dibuat berantakan. Ia menyilang hampir separuh poin yang diajukan Arya dan menambahkan puluhan revisi tidak masuk akal menggunakan tinta merah.

"Kamu serius mau mengajukan revisi sebanyak ini, Li?" tanya Eleanor, memandang draf kertas itu dengan kening berkerut dalam saat mengunjungi kamar putrinya.

"Seratus persen serius, Mom!" Lilianne menyilangkan kedua tangannya di dada, mata hijaunya menyala. "Kalau Mas Arya pikir dia bisa mengatur segalanya hanya karena dia kaya, dia salah besar. Li akan bikin dia kehabisan napas membiayai pernikahan ini. Li mau gaun pengantin langsung dirancang oleh haute couture designer dari Paris dengan sulaman benang emas murni dan pecahan berlian asli. Li juga mau mengimpor seratus ribu tangkai bunga mawar langka langsung dari Belanda untuk dekorasi balai ruang!"

Eleanor menggeleng-gelengkan kepala. "Sayang, biaya yang kamu minta itu bisa mencapai puluhan miliar hanya untuk acara satu malam."

"Biar saja!" sahut Lilianne ketus sambil tersenyum puas. "Biar pria angkuh itu tahu rasa kalau mau menikahi Lilianne Prameswari!"

Namun, balasan yang diterima Lilianne esok harinya justru membuatnya makin meradang. Bukan surat protes atau panggilan telepon marah dari Arya yang datang, melainkan sebuah kotak beludru hitam berlogo rumah mode tertinggi dari Paris. Di dalamnya terdapat surat konfirmasi bahwa sang desainer utama akan terbang langsung ke Jakarta sore ini dengan jet pribadi, lengkap dengan lampiran anggaran dekorasi senilai tiga puluh lima miliar rupiah yang telah ditandatangani dan dilunasi sepenuhnya oleh Raden Mas Arya Sena Soerjoatmodjo tanpa revisi satu rupiah pun.

Di atas kuitansi itu, ada selarik catatan singkat dengan tulisan tangan Arya yang rapi:

“Anggaran yang terlalu sederhana untuk standar Soerjoatmodjo. Tambahkan apa saja yang kau mau, Ajeng Lilianne. Uang saya tidak akan habis hanya untuk menuruti rengekkanmu.”

Lilianne melempar kertas itu ke lantai, menginjaknya dengan sepatu stiletto-nya. "Argh! Dasar pria sombong sok kaya!" jeritnya jengkel setengah mati.

Tiga hari menjelang hari pernikahan yang kian merapatkan cengkeramannya, tingkat stres Lilianne berada di puncaknya. Merasa kebebasannya benar-benar akan direnggut dalam hitungan jam, Lilianne memutuskan untuk kabur sejenak dari pengawasan keluarga.

Malam itu, ia melesat menuju The Obsidian, sebuah private lounge dan kelab eksklusif di kawasan Jakarta Selatan yang hanya bisa diakses oleh kalangan elite berpenghasilan teratas. Lilianne mengundang tiga sahabat socialite-nya untuk mengadakan pesta perpisahan masa lajang impulsif.

Lilianne tampil tanpa cela. Ia mengenakan backless mini dress bernuansa perak berkilau yang memeluk lekuk tubuhnya dengan sempurna, memamerkan punggung mulusnya yang putih bersih. Rambut blonde alaminya dibiarkan terurai bergelombang, menari-nari setiap kali ia melangkah. Ditambah netra hijaunya yang memikat, Lilianne menjelma menjadi magnet utama di dalam ruangan remang bertabur lampu kristal itu.

"Lili! Oh my God, gaun kamu gila banget cantiknya!" seru Valerie, salah satu sahabatnya, seraya mengangkat gelas sampanye mereka. "Cheers untuk malam terakhir sebelum kamu resmi jadi nyonya Soerjoatmodjo!"

"Jangan sebut nama itu malam ini, Val. Aku mau lupa kalau aku bakal dikurung sama pria batu itu," balas Lilianne sebelum menyesap minuman beralkohol tinggi di tangannya.

Mereka duduk di area lounge utama. Kehadiran Lilianne yang begitu mencolok dan cantik luar biasa langsung mengundang perhatian para pria berjas mewah di sekitar bar. Beberapa pemuda dari keluarga kaya raya lainnya mulai berdatangan mendekati meja Lilianne, melemparkan godaan dan mencoba mencuri perhatian sang putri berdarah blasteran tersebut.

"Hei, Lilianne... Sendirian saja? Mau aku temani minum?" ujar Julian, seorang pengusaha muda keturunan konglomerat yang sudah lama mengincarnya, sambil mendaratkan tangannya di sandaran sofa tepat di belakang bahu Lilianne.

Lilianne memutar matanya, tetapi alih-alih mengusir Julian, rasa jengkelnya pada Arya memancing ide nakal. Ia mengulas senyum tipis yang sangat memikat, membiarkan Julian duduk lebih dekat. "Boleh. Asal kamu bisa bikin aku tertawa malam ini, Julian."

Tawa riuh pecah di meja itu. Julian merasa mendapat angin segar, perlahan makin mengikis jarak dan hendak menyentuh jemari Lilianne.

Namun, di lantai dua ruangan VIP yang berdinding kaca buram satu arah, sebuah presensi dingin sedang mengamati seluruh pemandangan itu sejak sepuluh menit yang lalu.

Raden Mas Arya Sena Soerjoatmodjo berdiri tegak di balik kaca, memegang gelas whisky di tangan kirinya. Ia baru saja menyelesaikan gala dinner bersama jajaran direksi bank internasional. Namun sejak matanya menangkap sosok wanita berambut pirang dengan gaun perak minim di lantai bawah, fokus rapat Arya menguap begitu saja.

Netra kelam Arya menyipit tajam saat melihat tangan Julian perlahan bergerak hendak menyentuh bahu terbuka milik calon istrinya.

Di sebelah Arya, sekretaris pribadinya menunduk takut merasakan perubahan suhu udara di sekitar atasannya yang mendadak membeku. "Pak Arya... perlu saya panggilkan pengawal untuk memulangkan Mbak Lilianne?"

Arya tidak menjawab. Ia hanya meletakkan gelas whisky-nya ke atas meja kayu dengan bunyi benturan keras yang memecah keheningan ruangan VIP. Pria itu merapikan kancing jas navy-nya, lalu melangkah keluar tanpa mengucap sepatah kata pun.

Di lantai bawah, Lilianne sedang tertawa formalitas merespons lelucon Julian saat tiba-tiba kehangatan di sekitar mejanya menguap, berganti dengan tekanan udara yang amat berat dan mengintimidasi.

Suara langkah sepatu kulit yang tegas terdengar membelah riuh musik lounge. Orang-orang di sekitar meja mendadak bungkam, menyibak jalan secara otomatis begitu melihat siapa yang berjalan mendekat.

Julian yang merasakan aura berbahaya refleks menoleh, dan wajahnya langsung pucat pasasi saat melihat sosok jangkung Raden Mas Arya Sena berdiri menatapnya dengan pandangan membunuh.

"A-Arya... Pak Arya Sena..." bisik Julian terbata-bata, langsung berdiri dari sofa dan mundur dua langkah dengan tubuh gemetar. Semua orang tahu siapa Soerjoatmodjo, dan tidak ada yang berani berurusan dengan pria dingin penguasa sektor keuangan itu.

Lilianne mendongak, matanya melebar terkejut. "Mas Arya?!"

Arya sama sekali tidak melirik Julian atau sahabat-sahabat Lilianne. Pandangan kelamnya terkunci sepenuhnya pada Lilianne—mengabsen gaun perak yang terlalu pendek, punggung mulus yang terbuka bebas, dan bibir merah Lilianne yang basah oleh alkohol. Rasa posesif yang asing namun teramat pekat mendadak mencengkeram dada Arya, membakar keangkuhannya hingga ke batas tertinggi.

Arya melangkah mendekat, mengikis jarak hingga ia berdiri tepat di hadapan Lilianne. Pria itu melepas jas navy-nya dengan gerakan tenang namun penuh penekanan, lalu tanpa persetujuan, ia menyampirkan jas tebal itu ke bahu Lilianne, menutupi punggung dan dada terbuka gadis itu sepenuhnya.

Aroma woody, tobacco, dan dominasi maskulin khas Arya langsung mengurung indra penciuman Lilianne.

"Apa-apaan ini, Mas?!" protes Lilianne, mencoba menghempaskan jas Arya dari bahunya. "Lepasin! Aku lagi kumpul sama teman-temanku!"

Sebelum jas itu terjatuh, jemari kekar Arya cengkeram lembut namun sangat kuat di kedua bahu Lilianne, menahan jas itu tetap menutupi tubuh sang gadis. Arya menundukkan tubuhnya, menyejajarkan wajahnya hanya berjarak beberapa sentimeter dari wajah Lilianne.

"Pesta perpisahan masa lajangmu selesai malam ini, Ajeng Lilianne," pangkas Arya. Suaranya sangat rendah, berat, dan sarat akan ancaman yang membuat napas Lilianne tertahan di tenggorokan.

"Kamu tidak berhak mengatur aku! Kita belum menikah!" desis Lilianne, mencoba menegakkan dagunya untuk melawan tatapan mengintimidasi itu.

Sudut bibir Arya terangkat membentuk senyuman miring yang dingin dan berbahaya. Matanya menggelap saat menatap manik hijau Lilianne.

"Tiga hari lagi kamu resmi milik saya, Lilianne," bayang Arya dengan nada penuh dominasi mutlak. "Dan saya tidak suka barang milik Soerjoatmodjo dipamerkan gratis untuk konsumsi mata pria-pria murahan di tempat seperti ini."

"Aku bukan barang milikmu!" seru Lilianne murka, mukanya memerah padam.

"Kita lihat nanti di kamar pengantin," balas Arya tenang tanpa melepaskan pandangannya. Pria itu kemudian mencengkeram pergelangan tangan Lilianne dengan mantap, menarik gadis itu berdiri dari sofa tanpa bisa dibantah.

Arya menoleh sekilas pada Julian dan rekan-rekan Lilianne yang membisu ketakutan. "Selamat malam. Calon istri saya harus pulang sekarang."

Tanpa memedulikan tatapan heran seluruh pengunjung lounge, Arya menuntun—atau lebih tepatnya menyeret secara elegan—Lilianne keluar menuju deretan mobil mewahnya yang sudah menunggu di pelataran. Lilianne terus berontak di sepanjang jalan, namun cengkeraman tangan Arya yang hangat dan kokoh menegaskan satu hal: permainan benturan ego mereka baru saja dimulai.

Bersambung....

1
Mita Paramita
😍😍😍
Mita Paramita
Arya jadi suami siaga 😍😍😍
Helen@Ellen@Len'z
up byk ya 💪💪💪💪💪💪💪💪💪💪💪💪💪thor 🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏
Mita Paramita
lanjut Thor 🔥🔥🔥
Anonim
crazy up thor
falea sezi
sesuai janji q kirim bunga tuh🤭 lanjut banyakkk Thor
Heresnanaa_: wahhh, terimakasih Kaka, stay tune ya 🥹😚
total 1 replies
falea sezi
lanjut q kirim hadiah
Heresnanaa_: wahhh, maaciw kakak, stay tune ya beb🙏😚
total 1 replies
falea sezi
cantik tp otak kosong🤣 lu nyingkirin widya g mau kesaing🤣 tp lu g mau gantiin tugas dia layani laki lo🤣🤣 aneh gt ini cwek manja bisa nya apa shoping doank😒
falea sezi
nah gini🤣 aduin ke bumertua🤣 emank babu g tau diri si widya
falea sezi
harusnya di belikan buat anak yatim🤣 biar suami mu kagum 🤭
falea sezi
g suka cwek sombongnya kayak lily ini 🤣🤣 berharap dia itu lemah lembut cegil tp bukan sok jd cowok penasaran🤣
falea sezi
nyimak dlu klo bagus q krim bunga🤭
Mita Paramita
so sweet 😍😍😍
Mita Paramita
Liliane masih syok udah di unboxing paksa 😭 tinggal Arya nih yang mesti ngejar cinta Liliane
Arix Zhufa
up
Mita Paramita
akhirnya Arya unboxing Liliane 😍😍😍
Mita Paramita
Widya backstabbing 🤣🤣🤣
i got you 🔥🔥🔥
Mita Paramita
nice statement Liliane 😍
Mita Paramita
berkelas banget balasan Liliane ke ulat bulu Widya 🤣🤣🤣🤣
Mita Paramita
lanjut Thor 😍😍😍
ceritanya bagus berkelas 🔥🔥🔥
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!